Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 46


__ADS_3

Fani dan Roby duduk berdampingan sedangkan clienya disebrang meja dampingan dengan asistenya.


Di meja lain ada Bimo dan Delia yang tengah menikmati makan malamnya. Sesekali dari kejauhan,tatapan Bimo dan Fani saling bertemu.


"Kak,apa kak Bimo tidak tertarik dengan sahabatku kan?dia cantik loh...hehe" Delia mulai menggoda kakaknya,rupanya Delia menyadari gerak gerik Bimo saat mencuri pandang.


"Apaan ..biasa aja..."


Bimo seolah tidak mempedulikan godaan Delia,dia tetap fokus mengunyah makanannya.


Delia memucukan bibirnya,


"Huhh...kak Bimo nyebelin deh,emang tipe cewenya kak Bimo gimana si? Emang kak Bimo gak mau melepas predikat high quality jomblo gitu??Aaaaa...jangan jangaaaaannnn...di Bali kak Bimo punya pacar ya,tapi gak mau kasih tau bibi sama aku??"


"Diem bawel !! Gue jomblo tapi bahagia wey.."


"Heleeeeghhh..bilang aja kak Bimo gak bisa ngrayu cewe makannya cewenya pada kabur!"


"Enak aja!!makan gih,kita pulang!oiya,gimana udah dapet kabar dari Brian belom?"


"Belum kak,gak tau ni,mereka sulit dihubungi."


Seketika Delia menghentikan kunyahan dan memasang raut wajah cemas.


"Udahhhh,,jangan khawatir,suamimu pasti baik-baik aja..mungkin pengacara dan asistenya memang sedang sibuk,apalagi Soni dia kan ditugaskan untuk menggantikan posisi Brian untuk sentara"


Bimo mencoba menenangkan sepupunya.


Pukul 7malam Delia dan Bimo pulang kerumah bibi Mira.


"Bagaimana nak?apa kamu jadi ambil lokasi itu?" Tanya Paman Heri pada keduanya.


"Iya paman,kami sudah membayarnya,besok tinggal mengurus kekantor PPAT,Kemudian ada beberapa bagian gedung yang perlu direnovasi dan ditambah" terang Delia sembari meletakan tasnya disofa ruang tengah dan bersandar lemas disana.


Begitu juga dengan Bimo,dia langsung meraih remot TV dan mengganti chanel.


"Owh...paman doakan semoga semua berjalan dengan lancar ya.."


"Aamiin" ucap Delia dan Bimo bersamaan.


"Kalian sudah makan?"tanya bibi Mira yang baru keluar dari kamarnya.


"Sudah mah.."jawab Brian.


"Bi,Delia kekamar dulu ya bi,,"


Delia menyeret langkah kakinya menuju kamar.


"Sssss...Bim,ada apa dengan adekmu?Keliatanya lesu amat?"


Korek bibi Mira.


"Oh,itu mah,,dia dari tadi menghubungi pengacara Brian dan asistenya tapi dialihkan terus..dia berharap hari ini suaminya keluar dari penjara tapi nyatanya tak ada kabar apapun."

__ADS_1


"Owhhhh...itu to masalahnya...." Bibi Mira dan paman Heri saling memandang dan tersenyum tipis.


"Mah Pah?apa yang kalian sembunyikan??" Bimo mencurigai kedua orang tuanya.


"Huuussssssst...diem...nanti mamah critain.."


"Hem,oke..sekarang aku mau kekamar agh...capee..."


***


"Aku tidak akan rela mereka hidup tenang dengan uangku!!terutama kamu gadis bedebahhh!!!aku sudah bersusah payah bekerja selama ini!!! "


Diruang kerja yang gelap,Atmajaya duduk dikursi putar,sambil memandangi foto pernikahan anaknya.


Tatapannya membara penuh dengan kebencian.


Dia meraih ponselnya yang bergetar.


"Iya bagaimana!"


"Aku sudah menemukanya tuan,dia sudah 1 minggu di sini,dan tuan Brian kabarnya dipenjara karna gadis itu".


"Apa!!!dia sudah kembali! Bagus...Brian yang bodoh itu memang perlu dikasih pelajaran!! Dia memang anakku,tapi dia sudah memilih wanita sialan itu dibanding aku!! Dia sudah merugikaku!!"


Ucapnya kesal.


"Bagaimana dengan gadis itu tuan?"


"Tunggu saja perintahku selanjutnya..biarkan mereka bersenang senang dulu, "


Tiiitttttt...


Atmajaya menyudahi telponya,kemudian mencari kontak sahabatnya yaitu tuan Widodo.


"Hallo,Dia sudah kembali dari persembunyiannya,,,dia juga sudah menjembloskan anakku kepenjara!"


"Dasar gadis tidak tahu diri,Brian sudah mengembalikan nama baik ayahnya,dan memberinya uang,dia masih menjebloskan anakmu kepenjara? Wajahnya sajanyang polos cihhhh..." Dibalik telpon tuan Widodo merasa geram,,karna Delia perusahaan yang dia rintis jatuh,karna sebagian investor beralih ke perusahaan milik Brian,begitu juga dengan perusahaan milik Atmajaya,kejayaanya mulai berkurang setelah Brian memegang perusahaan milik ibunya yang kini justru menjadi pesaing besarnya.


"Iya!!kita harus memberinya pelajaran!tunggu saja gadis bodoh itu tidak boleh menikmati uang 2M itu dengan tenang."


Atmajaya menatap jauh keluar jendela dan segera mengakhiri telponnya,setelah mendengar bi Ijah mengetuk pintu.


"Masuk"titahnya.


"Maaf tuan,diluar ada sekertaris dan stafnya"ucap bi Ijah.


"Baik."


Segera Atmajaya menuruni tangga dan menemui mereka diruang tamu.


"Ada apa kalian malam-malam kemari"


"Maaf tuan sudah menganggu waktu anda,kami melaporkan ada beberapa clien kita yang membatalkan kontrak dan barusan juga bagian keuangan melaporkan bahwa ada kebocoran dana yang sedang kami selidiki."

__ADS_1


"Apa!!!"


Keduanya terjungkit kaget mendengar teriakan Atmajaya.


"Maaf tuan,semenjak tuan memperkerjakan nyonya Tania disana banyak pengeluaran yang tidak terkendali,dan setiap kami menyelediki belio marah dan mengancam kami,,dan kami pun tahunya itu sudah atas persetujuan tuan karna disitu ada tanda tangan tuan."


"Tidak mungkin!!! Coba berikan berkas itu padaku!!"


Atmajaya membaca laporan keuangan dan langsung melempar laporan itu.


"Segera selidiki semua!!aku tidak akan biarkan siapapun menjatuhkan perusahaanku!!!CEapATtttt!!!!!! "


"Bbbba..ba..baaik tttuan" lidah mereka kelu dan badannya gemetar,suara Atmajaya


***


2hari ini Delia disibukan dengan mengurus klinik yang akan dia bangun..hari ini dia sebenarnya ingin kekampus,tapi dia belum merasa tenang sebelum bertemu dengan suaminya.


"Hufh,,sepertinya sebelum aku kesana aku ke kantor polisi dulu,awas saja kamu Brian!! Seharian kemarin pengacara dan asisitenmu sama sekali mengabaikanku..."gerutu Delia sembari memakai sepatu boot yang tidak terlalu tinggi,dengan setelan celana dan blouse kerah berdiri berwarna cream.


"Mau kemana kamu nak?"tanya bibi Mira.


"Aku mau kekantor polisi dulu,aku mau protes sama Brian kenapa sampai detik ini gak pengacaranya gak asisitenya selalu menghindar dariku!! Menyebalkan!!"


"Ini sudah siang biar bibi saja yang kekantor polisi,kamu kan juga harus kekampus,,kamu udah ambil cuti lama,sebentar lagi skripsi emang gak sayang??tinggal selangkah lagi loh.."


Delia diam sejenak,,memang benar,tahun ini Delia harusnya bisa menyelesaikan skripsi dan sidang,Delia salah satu mahasiswa Cumlaude S1 dengan waktu 3tahun,meskipun kemarin dia sempat meminta ijin cuti namun selama dibali dia terus mengikuti mata kuliah online.


"Tapi aku harus ketemu Brian bi,,kemarin aku belum sempat menjenguknya,,"


"Sudaaaah...Brian pasti tahu kesibukanmu,,dan lagian sebentar lagi dia juga pulang. Udah gih,berangkat,,masalah nyari pemborong yang mau rehab klinik,biar Bimo yang urus, lagian dia juga masih cuti 2bulan inih"


"Hem...tapi bi...aku...aku sangat ingin bertemu Brian bi..."rengek Delia


"Iyaaaa...bibi tahu..tapi saat ini prioritaskan dulu kuliahmu yang tinggal menghitung bulan saja.."


"Oke,sampaikan salamku untuk dia ya bi.."


"Pasti,,"


Delia mengambil tasnya,melangkahkan kakinya ke garasi.


Pak jajang yang menyadari kedatangan Delia langsung berdiri dan menganggukkan kepalanya.


"Selamat pagi nyonya,mau kemana hari ini?"


"Kekampus pak,,"jawab Delia sembari membuka pintu belakang.


"Baik nyonya" pak Jajang langsung menuju kursi kemudi dan mengarahkan mobilnya ke kampus.


Selama perjalanan Delia hanya memikirkan Brian.


Ada apa dengan mereka sepertinya mereka sedang menyembunyikan sesuatu dariku,harusnya kemarin atau hari ini dia sudah keluar dari penjara,tapi apa??tidak ada satupun yang mengabariku tentang itu!!

__ADS_1


gerutunya dalam hati sembari menatap kearah luar jendela mobilnya.


__ADS_2