Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
bab 124


__ADS_3

"Iya aku tahu karna ibu dan ayahmu yang sudah menjadi korbannya"


"Bukan itu saja,,aku akan tunjukan padamu mas,kenapa aku bisa segitu bencinya dengan ayahmu. Aku meminta waktumu sehari penuh. Besok temani aku,aku mohon"


"Baiklah,," Brian menyetujui permintaan Delia.


Tiba-tiba ponsel Brian berdering,


"Soni,sebentar ya Sayang"


Brian bangun dari tempat tidurnya ,menuju balkon.


"Bagaimana?"


"Kondisi aman,Widodo baru saja pergi,kemungkinan dia sedang menuju rumah ayahmu. Sementara Mobil Tania tidak ada,kemungkinan dia juga sedang pergi."


"Baiklah,akan aku pastikan dulu Tania ada dimana"


"Baiklah,,Aku dan anak buahku akan bersiap sekarang Ian"


"Semoga berhasil"


Brian menelpon Tania.


"Hallo Tan,kamu dimana?"


"Aku sedang pergi,mencari makan. Ada apa?apa kamu merundukanku!"


"Ck,,Aku ingin membicarakan kasus Kris di Dubai dan kerjasama HR grup dengan Mr. Abdulla"


"Baiklah,aku ada dicafe xYZ kamu kemarj temui aku,tapi aku tidak membawa berkas apapun"


"Tidak masalah"


Brian langsung menutup panggilannya,ia bersiap untuk pergi.


"Sayang,aku pergi sebentar ya,,,jaga dirimu baik-baik,,tidurlah jika sudah mengantuk"


Dengan tergesa-gesa Brian mencium kening istrinya lalu pergi.


Delia mengangkat kedua pundaknya,menarik lalu menghempas nafas kasar.


"Oke,,hati-hati mas" ucapnya setengah berteriak,karna Brian sudah berada diluar kamar.


Delia belum mengantuk,ia memutuskan untuk mengajak bi Ani menonton film di ruang tengah,sembari menunggu suaminya pulang.


***


"Tan" sapa Brian.


"Hei,,cepat sekali kamu sampai,,bagaimana?"


"To the point aja,aku mau menanyakan perkembangan kasus Kris disana"


"Oh,itu,,pengacara Kris sedangan mengajukan banding,untuk meringankan hukumannya. Alasan dia melakukan itu pada kalian masih sama,murni karna persaingan bisnis. Dia sangat menginginkan tender itu dan ingin menyingkirkan mu agar tidak menghadiri rapat itu."


Tania memanggil pelayan untuk memberikan minum pada Brian.

__ADS_1


"Mau pesan apa?"tanya nya pada Brian.


"Tidak perlu,aku sudah minum"


"Oke,,beri dia air putih dan cemilan seperti ku"titah Tania pada pelayan.


"Baik non"


"Ada apa denganmu Ian,apa kamu tidak merasa khawatir jika Kris keluar dari penjara?ekspresi mu benar-benar datar,,itu yang tidak ku suka darimu. Sulit ditebak,,,yah sulit.." ucap Tania dengan tatapan mendalam .


"Ck,,aku hanya sedang berfikir,jika ini hanya persaingan bisnis,dia tidak akan sampai hati mencoba mencelakai istriku bahkan ingin membunuhnya dengan memberinya racun. Aku yakin,ada dendam disini" pancing Brian.


"A a a apa? De de dendam? Tidak mungkin Ian,Delia memang pembuat onar,tapi keonaran nya tidak sampai pada Kris,jadi tidak mungkin dia menaruh dendam pada istrimu yang menyebalkan itu! Karna istrimu hanya membuat masalah dikeluarga kita,bukan keluarga Kris."


"Hah,,itu dia maksudku! Hanya keluarga kita,,Aku,ayahku,Oma,Ayahmu dan kamu,," Tatapan Brian mulai menajam,ia seperti singa yang ingin menerkam.


"A apa maksudmu Ian?apa kamu menuduhku?"


"Wow,cepat sekali kamu menarik kesimpulan! Sepertinya kamu mengetahui alurnya?" Brian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi,kemudian melipat tangannya.


"Aku hanya tahu,kamu selalu menuduhku jadi apa lagi yang harus aku simpulkan,bukan begitu arah pembicaraanmu!!"


"Santai saja,jangan marah jika kamu memang tidak mengetahui apapun,anggaplah ini sebagai perundingan biasa"


"Aku hanya kesal denganmu Ian,setiap kali ada masalah menimpa istrimu kamu melimpakah kan semua padaku atau ayahku!! Kamu benar-benar buta Ian!"


"Oke,anggap saja aku buta,,taukah kamu,orang buta indra pendengaran dan fillingnya sangat kuat. Jadi jangan remehkan orang buta sepertiku..."


"Silahkan saja kamu tanyakan pada penyidik! Apakah ada keterlibatanku atau ayahku dalam kecelakaan kemarin!" Tantang Tania.


"Aku tidak akan repot-repot menanyai penyidik,karna aku sudah tahu jawabannya"


"Apa yang kamu tahu Ian?"tanya Tania penasaran.


"Yang aku tahu,cukup aku saja yang tahu,,Oiya,bagaimana dengan proyek Mr. Abdulla?"


Tania masih tertenggun,banyak pertanyaan dalam hatinya.


"Jangan-jangan dia sudah tahu kalau ayah terlibat dalam hal ini?ayah memang payah!!"batinnya.


"Tan?apa kamu mendengar ku?"Brian mencoba menyadarkan lamunan Tania.


"Aku tahu,kamu pasti tahu bahwa ayahmu terlibat dalam kecelakaan kemarin,kamu mencoba melindunginya." Ucapnya dalam hati.


"Oh,,iya,,em,,untuk proyek itu sudah aku matangkan konsepnya,besok akan ada rapat besar di HR group,aku harap kamu bisa menghadirinya,aku akan mengatur siapa-siapa saja yang menangani proyek ini,untuk diberangkatkan ke Dubai."


"Maaf,aku besok ada acara,aku serahkan semua keputusan padamu,mengenai hasil rapat,kamu bisa kirim filenya ke email ku. Jika urusanku sudah selesai dan ada koreksi maka aku akan segera menemuinya."


"Acara apa?"


"Itu tidak penting bagimu! Aku rasa itu juga bukan ranah mu!"


Tania mengantup kan bibirnya


"Selalu saja dia bersikap dingin denganku! Menyebalkan!"gerutunya.


"Apa yang kamu katakan?"tanya Brian yang sedikit mendengarnya.

__ADS_1


"Bukan apa-apa!!"


"Oke,,"


"Ian,,"


"Apa?"


"Apa di hatimu benar-benar tidak ada sedikit ruang untukku?" Tania memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dari hati ke hati.


Brian terpaksa meladeninya untuk mengulur waktu agar Tania tidak pulang kerumah sebelum ada kabar dari Soni.


"Maaf,sekian kalinya aku katakan,tidak ada!ayo lah Tan,jangan merendahkan dirimu hanya untuk menghancurkan hubunganku dengan Delia,karna itu tidak akan mungkin!"


"Tapi Ian,aku menaruh harapan besar padamu!"


"Tan,lebih baik waktumu itu kau gunakan untuk mencari tahu kenapa kekasihmu pergi tanpa permisi! Apa kamu menyerah begitu saja,lalu mengejar ku untuk sesuatu yang mustahil! Aku tidak pernah mencintaimu,itu cukup jelas." Brian menatap Tania dengan rasa iba.


Karena dia tahu sendiri bagaimana hubungan Tania dan kekasihnya dulu.


Tania terdiam,ia sadar sejak kepergian kekasihnya,ia hanya mengupat,dan dia sibuk mencari pelarian bukan mencari alasan dibalik kepergiannya.


"Aku tahu Ian,3tahun bersamanya bukanlah waktu yang mudah,, 2 tahun ini tak banyak yang aku lakukan. Aku berfikir,kamulah yang benar-benar mengerti aku Ian,aku tidak butuh siapapun! Aku tidak butuh,,aku hanya membutuhkanmu! "


"Karena aku mengerti kamu,makanya cari tahu kenapa dia pergi dan carilah pria lain selain aku! Aku mohon! Jangan ganggu hubunganku dengan Delia. Atau kamu akan melihatku hancur jika aku berpisah dengannya? Itu yang kamu mau?"


"Aku bisa memanfaatkan ini untuk menghentikan ayahnya memisahkan aku dengan Delia."batin Brian.


"Aku akan membantumu jika kamu ingin mencari tahu tentang dia,aku janji!"


Tania masih terdiam memikirkan sesuatu.


Brian merasakan ada getaran dari saku celananya.


Ia memeriksa ponselnya, "Soni"


"Tan,,maaf aku permisi sebentar" Brian menjauhi Tania,ia menuju toilet pria.


"Bagaimana?"


"Berhasil!! Hampir saja satpam itu menangkap basah kita.


Beruntung anak buah ku dapat mengalihkan."


"Bagus,,kita bertemu sekarang,kita cek apakah penyadap itu bekerja dengan baik atau tidak"


"Oke"


Brian menutup ponselnya.


Ia pun segera menghampiri Tania.


"Maaf Tan,aku harus pulang,istriku menunggu,jangan lupa besok file hasil rapat kamu kirim ke email ku,nanti aku akan kirim beberapa point penting yang harus kamu bahas dipertemuan besok! Dan satu lagi,ingat kata-kataku,,Berhenti menganggu hubunganku! cobalah mencari tahu penyebab kepergiannya,sebagai koreksi mu jika kamu menjalin hubungan baru dengan pria lain."


Tania hanya terdiam,tak menjawab sepatah katapun.


Diapun menyaksikan kepergian Brian dalam kebisuan.

__ADS_1


Ia benar-benar merasa seperti wanita paling menjijikan didunia ini.


"Kekasihku meninggalkanku,sementara kamu mengacuhkan ku,apa salahku sebagai wanita?apa kurangnya aku Ian" batinnya seperti tersayat - sayat,ingin rasanya Tania menangis.


__ADS_2