
"Terimakasih,satu lagi,sebaiknya kita jangan kerumahku,kita bicara di sini saja karna dirumahku ada CCTV dan alat penyadap,karna mereka ingin pastikan bahwa saya tidak akan membuka mulut pada siapapun sekalipun pada anakku sendiri"
"Oke,baiklah,mari masuk!"ajak Brian.
Didalam rumah dokter Anye mengobati luka Brian,Koko dan Soni.
Beruntung dalam mobil dokter Anye menyediakan kotak P3K cukup lengkap.
"Tuan Brian sebaiknya setelah ini anda segera kerumah sakit,karena luka ditelapak tangan anda cukup parah,kemungkinan butuh beberapa jahitan.untuk sementara saya ikat pergelangan tangan anda dan usahakan tangan anda diangkat lebih tinggi dari posisi jantung untuk menghambat pendarahan. Minumlah obat ini."
Dokter Anye memberikan obat pada Brian.
"Dok,waktu saya tidak banyak disini segera ceritakan apa yang sebenarnya terjadi! Ingat! Aku tidak mau ada kebohongan lagi!!"
"Baiklah,sebelumnya bagaimana perkembangan anak Widodo yang ditempatkan dirumah anak saya?"tanya Dokter Anye.
Soni mengambil ponselnya,menghubungi anak buahnya melalui panggilan Vidio.
"Kalian dimana?"
"Kami dikantor polisi Bos"
"Apakah mereka sudah kalian ringkus?"
"Sudah bos,polisi sedang menanganinya. Melalui ponsel mereka polisi melacak motif dan Bos mereka. Dugaan bos benar,mereka semua suruhan Widodo.
Anak Dokter Anye pun menuntut mereka atas ancaman yang ada dalam pesan Widodo.
Widodo mengancam ingin menghancurkan Anak dan Cucu Dokter Anye jika Dokter Anye macam-macam. Mereka juga ternyata diam-diam memasang CCTV dirumah belio."
"Bagus,apa kalian baik-baik saja?"
"Baik Bos,kita hanya mengalami luka ringan,dan polisi hanya memerintahkan kita untuk tetap disini dulu dengan wajib lapor sampai kasus ini selesai"
"Oke,tidak apa,,besok pengacaraku akan mengurus kalian."
"Terimakasih bos,Oiya bos,,ini anak dari dokter Anye ingin berbicara"
"Baik"
"Hallo tuan,,dimana ibu saya?apakah ibu saya baik-baik saja?"
"Bicaralah sendiri dengan ibumu".Brian memberikan ponselnya pada dokter Anye.
"Mommy,,"
"Iya sayang,tenang saja,,mommy baik-baik saja disini,,,besok kalau urusan mommy sudah selesai mommy akan kesana."
"Oke Mom,,tapi mommy janji,harus ceritakan semua yang terjadi."
"Iya Sayang,,maafin mommy,,,sudah dulu ya,,kamu jaga diri disana,Adikmu dimana?"
__ADS_1
"Adik dirumah mom,dia jaga anak-anak. Polisi juga ada dirumah sedang melepas CCTV yang orang itu pasang"
"Syukurlah,untuk beberapa hari ini mintalah bantuan polisi untuk menjaga rumahmu"
"Iya mom."
Mereka pun mengakhiri panggilannya.
"Sudah?"tanya Brian.
"Terimakasih tuan,saya sudah tenang sekarang"jawab Dokter Anye.
"Mana janjimu!" Brian kembali menatap Dokter Anye tajam.
"Waktu itu,Widodo dan anak buahnya datang kerumahku. Dia tahu bahwa tuan Brian akan datang kerumah. Dia memerintahkanku untuk menunjukan rekaman-rekaman itu. Akupun sempat menolak,karna aku tahu itu bukan suara asli percakapan antara saya dan nyonya Lidia.
Dan aku menolak karna nyonya Lidia tidak mengalami gangguan psikologis tingkat tinggi yang mampu menggiringnya pada percobaan bunuh diri.
Tapi tuan Widodo terus mendesak saya agar menceritakan semua yang anda dengar waktu itu.
Dia mengancam saya,ternyata mereka tahu anak dan cucu saya tinggal.
Mereka juga tahu tentang kebohongan saya pada publik yang mengatakan bahwa Nyonya Lidia meninggal bersama anaknya.
"
"Itu artinya,Widodo sebenarnya sudah tahu kalau ibuku sudah melahirkan sebelum ibuku meninggal?"
Tanya Brian.
"Lalu tentang keberadaan adikku,apakah benar adanya bahwa dia dirawat oleh perawat yang kamu sebutkan dulu?apakah Widodo tahu?"
"Benar,mengenai adikmu itu benar adanya. Tapi Widodo sepertinya tidak tahu kemana perawat itu pergi membawa adikmu."
"Lalu,mengenai perselingkuhan itu?"
Tanya Brian.
"Benar,perselingkuhan itu benar adanya,hanya saja ibumu tidak sampai mengalami goncangan jiwa yang parah. Dari cerita pertemuanku dengan ibumu,cerita tentang curhatan ibumu tentang wanita simpanan itu,kemudian tentang kelahiran adikmu. Itu semua benar,dan kebohongannya adalah,ibumu tidak mengalami gangguan psikologi. Secara mental,ibumu kuat. Memang saat awal aku bertemu dengan belio,belio terlihat cukup lemah. Tapi pertemuan kita,dan kehadiran sahabat-sahabatnya membuat ibumu kuat. Hingga dia berani mengurus peralihan harta kepadamu tanpa sepengetahuan nenekmu."
"Itu artinya,dapat disimpulkan ibuku tidak stress,dia tidak mungkin bunuh diri ! Apa motif Widodo membuka perselingkuhan ayahku?"
" Iya tuan,ibumu tidak mungkin bunuh diri. Karna dulu belio sedang menunggu kepulanganmu,untuk memberikan semua bukti penghianatan ayahmu dan berkas pelimpahan harta untukmu"
"Sementara untuk motif Widodo membukanya,saya sendiri tidak tahu tuan,setahu saya,dia selalu menyebut ayahmh dengan sebutan 'si payah'. Ada kemungkinan Widodo sedang kecewa dengan Ayahmu"
lanjut dokter Anye.
"Oke,terimakasih untuk informasinya.
Maaf,sebelumnya aku tidak memberitahumu,kalau percakapan kita ini aku rekam."
__ADS_1
ucap Brian seraya menunjukan ponsel yang digunakan untuk merekam dan Ana yang diam-diam tengah merekam vidio percakapan mereka.
"Tidak mengapa tuan,saya sudah ikhlas dan siap menanggung apapun resikonya. Jika sewaktu-waktu anda membutuhkan saya untuk bersaksi dipengadilan,saya siap. Anda bisa minta rekam medis dari rumah sakit tempat ibumu biasa mengecek kesehatannya. Disana tidak ada satupun rekam medis mengenai gangguan psikologi ibumu."
"Terimaksih untuk kerjasamanya. Aku juga akan meminta bantuan polisi untuk mengawalmu sampai kamu bertemu anakmu di Lampung"
"Tuan Brian,terimakasih untuk semuanya. Sekali lagi aku minta maaf ,aku janji akan membantu anda menemukan adik anda,melalui teman-teman si perawat itu. Aku akan usahakan."
"Oke,aku harap anda tetap bekerjasama denganku,ini nomer ponselku. Jangan pernah takut dengan ancaman Widodo atau siapapun. Kami akan siap membelamu!"
"Terimakasih tuan. Tuan,sepertinya anda harus segera kerumah sakit sekarang,,darah anda keluar cukup banyak. Wajah anda semakin pucat"
"Baiklah"
Soni dan Koko membawa Brian kerumahsakit.
Sementara Ana menemani Dokter Anye sampai Polisi datang.
Sesampainya dirumah sakit, tubuh Brian merasa sangat lemas.
Dia benar-benar kehilangan cukup banyak darah.
Brian dibawa ke IGD dan langsung mendapat perawatan.
Soni semakin kalut saat mendengar beberapa kali ponsel Brian berdering.
"Haduuuhh...Brian,,segera lah pulih,,istrimu perkali-kali menelpon." batin Soni.
Setelah 2 jam kondisi Brian mulai baik.
"Tuan,bagaimana kondisinya?apakah tuan masih merasa pusing?"tanya salah satu perawat.
"Alhamdulillah,sudah agak mendingan."
"Syukurlah,saya akan siapkan kamar untuk rawat inap ya tuan."
"Tidak sus,apakah aku boleh pulang saja?"
"Tapi kondisi anda masih harus terpantau tuan,anda kehilangan banyak darah kami khawatir anda akan drop lagi."
"Ada apa ini Sus?"tanya Soni.
"Ini tuan,pasien tidak mau rawat inap padahal kondisinya masih sangat lemah."
terang perawat itu.
"Ian,mending kamu nurut aja apa kata perawat disini. Apa kamu mau istrimu semakin khawatir dengan kondisimu? kamu pulang dengan kondisi seperti ini??"
Brian tiba-tiba langsung teringat istrinya dirumah.
"Hah,,mati aku!! Son,,mana ponselku!!"
__ADS_1
"Nih! istrimu menelpon berkali-kali.Sengaja tidak aku angkat, aku sendiri belum siap menerima omelannya." Soni menyerahkan ponsel pada Brian.