Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 87


__ADS_3

"Ih,,!! Ni orang kenapa c!! Bawaannya sewot mulu..hemmm..."gerutu Delia sesaat setelah telpon dari Brian di matikan.


"Ya sudah,aku lebih baik kedapur,membantu bi Ijah merapikan bekas makan malam tadi.."


Delia keluar dari kamarnya,menuruni tangga,dan menghampiri bi Ijah yang tengah sibuk membersihkan perabotan bekas makan malam.


Disudut lain ada Oma yang tengah sibuk mengomentari sinetron di Televisi.


Sementara Ayah mertuannya beberapa hari ini jarang dirumah.


Delia tidak pernah tahu dan tak mau tahu kesibukan Atmajaya.


"Non,ngapain kemari.."sapa Bi Ijah.


"Bantuin bibi,,habisnya malam ini mas Brian gak bisa pulang..jadi bingung mau ngapain.."


Delia ikut membuang sisa-sisa makanann dipiring.


"Owh,,mungkin banyak kerjaan ya non?"


"Iya bi..gak biasanya dia sampai tidur dikantor..hem.."


"Maklum non,,mungkin pagi-pagi sekali akan ada rapat jadi mas Brian gak mau terlambat" bi Ijah mencoba menenangkan Delia.


"Khem..khem.."terdengar Oma berdehem menghampiri bi Ijah dan Delia didapur.


"Eh,Oma..apa oma butuh sesuatu?"


"Tidak perlu!! Aku hanya mau bicara denganmu!!"


"Baik Oma,,"


Delia mengikuti langkah Oma ke kamar.


"Masuk!"


Deliapun mengikuti intruksinya.


"Duduk!"titah Oma.


Delia duduk di sofa tepat didepan Oma yang duduk ditempat tidurnya.


"Kamu bilang,ibumu mengenal anakku Lidia!"

__ADS_1


"Iya Oma,mereka berteman saat Sekolah."


"Siapa ibumu!"


"Alya Oma,,apa Oma mengenalnya"


"Alya..?" oma mencoba mengingat ingat sahabat Lidia.


"Kalau Oma lupa,aku punya sesuatu agar Oma mengingatnya,tunggu sebentar ya Oma.."


Oma merasa kebingungan,ia pun terdiam melihat Delia yang berlari kecil keluar dari kamar Oma.


Delia mengambil isi kotak yang pernah ia temukan dihalaman rumahnya yang lama. Beruntung saat itu Delia masih meletakannya di dalam tas.


Dia juga membawa ponselnya yang sebelumnya ia sudah mendownload berita saat di Bali,saat Brian mengklarifikasi bahwa nyonya Lidia bukan dibunuh oleh ayahnya,Yosep melainkan murni bunuh diri.


Delia sengaja menyimpan itu untuk ditunjukan pada Oma,karna dia sudah tidak bisa lagi menunggu.


Delia kembali kekamar Oma dan menunjukan semuanya pada Oma.


"Apa ini?"


"I i ini..iniii.. foto kenang kenangan mereka Oma,mereka nampak senang. Sebelum nyonya Lidia meninggal,belio sering mengunjungi kami dirumah. Apalagi setelah kepergian kak Brian ke Amerika,hampir setiap hari nyonya Lidia dirumah kami..Setiap kali aku dimarahi oleh ayahku karna kenakalanku,nyonya Lidia selalu membelaku..sampai-sampai ibuku memprotesnya,,jangan terlalu sayang denganku,agar aku tidak manja..tapi nyonya Lidia hanya tersenyum dan terus memanjakanku." Delia sangat bersemangat menceritakan kenangannya bersama nyonya Lidia.


"Lalu,ayahmu kembali mencintainya kemudian mereka berdua menjalin cinta terlarang dan Ayahmu membunuh Lidia hanya karna dia Hamil dan Ibumu menuntut untuk memilih!! Iya kan!!! Ayahmu benar-benar biadab!! Dan bodohnya Anakku!!"


Ketus Oma, Foto dan surat yang Delia tunjukan padanya dibuang begitu saja,berserakan dilantai.


Rupanya Oma benar-benar sudah terhasut oleh cerita Tania,Widodo dan Atmajaya.


Delia duduk bersimpuh di kaki Oma.


"Oma,aku mohon,,percaya padaku,ayahku bukanlah pembunuh,kami semua menyayangi nyonya Lidia tulus seperti keluarga kami sendiri,,suatu saat nanti mas Brian akan membuktikannya pada Oma,,aku mohon,jangan lagi katakan ayahku pembunuh ...itu sangat menyakitkan bagiku Oma.." Dada Delia merasa sesak setiap kali Ayahnya disebut sebagai pembunuh.


Dia membayangkan wajah ayahnya yang penuh ketulusan,dengan ikhlas menerima apapun perlakuan Atmajaya padanya,sampai menghembuskan nafas terakhirnya,dia sama sekali tidak pernah mengungkap kebenciannya pada Atmajaya.


"Hah!Lepaskan! Tidak ada ruang bagimu di keluargaku! Aku hanya ingin memintamu,tinggalkan Brian! Ada yang lebih berhak menjadi pendampingnya!"


"Tapi Oma,disurat ini nyonya Lidia dan Ibuku telah sepakat untuk menjodohkan kami Oma..itu artinya aku punya hak untuk menjadi pendamping Brian,karna kami juga saling mencintai Oma..


Aku mohon Oma,lihatlah dulu vidio dari kedua saksi itu Oma,,lihat lah ini oma."


Delia terus memohon,lalu ia mengeluarkan ponselnya dengan gemetar ia membuka vidio dan menunjukan pada oma.

__ADS_1


"Aku tak butuh itu semua!!!aku sudah tau mereka sengaja kamu bayar demi mendapatkan uang 2 Miliyar itu!! Karna menurutmu,jika ayahmu tidak bersalah Brian akan memberikan uang itu untukmu!Iya kan!! Dan nyatanya Cucuku terlalu bodoh diperdaya olehmu!! "


Oma terus mengacuhkan Delia,membanjirinya dengan tuduhan dan kata-kata kasar.


Ia ngambil ponsel yang masih ada ditangan Delia dan melemparnya ke sudut kamar.


Delia bangkit lalu memunguti serpihannya.


"Tidak Oma,,Kami tidak sepicik itu Oma,Ibu dan ayahku bukan orang seperti itu,percayalah,,,justru Atmajaya yang sudah memfitnah ayahku,saksinya saat itu benar-benar sudah mengklarifikasi kebenarannya Oma,,aku tidak membayarnya ataupun mengancamnya oma"


Delia kembali menghampiri Oma yang sudah menatapnya penuh kebencian.


"Tidak usah menangis didepanku!! dan jangan menghancurkan nama baik menantu kesayanganku! dan lihat dirimu!! kamu tak sepadan dengan Tania,gadis pintar,berpendidikan dan sepadan dengan cucuku! jadi aku minta,jauhi Brian!! sekeras apapun kamu mengambil hatiku,aku tidak akan berubah! "


Delia kembali bersimpuh,dan meneteskan air matanya,terus memohon pada Oma,tapi tetap saja Oma tidak mempedulikannya.


"Pergi dari kamarku,! renungkan ! lalu tinggalkan cucuku! karna kamu tidak pantas untuknya!! Dan satu lagi,kembalikan 2 Miliyarku yang kamu rampok dari cucuku!!" Oma membuang muka dan berdiri meninggalkan Delia yang masih duduk dilantai,menyeka air matanya sendiri.


"Omaaa...Aku dan mas Brian akan membuktikan bahwa Ayahku bukan pembunuh! Aku akan buktikan Oma.." delia terus berusaha,namun Oma tidak menggubris perkataan Delia,dia terus berjalan keluar dari kamarnya.


Sembari tersedu-sedu Delia memunguti Foto-foto dan surat yang berhamburan di lantai.


Dia kembali kekamarnya,menjatuhkan tubuhnya di lantai,dia sandarkan kepalanya pada tepi tempat tidur.


"Benar katamu mas,,Oma tidak mudah mempercayaiku,dia terus mencecarku dengan tuduhan itu mas..mas..bantu aku mas,,aku tidak sanggup jika Oma terus mengacuhkanku..aku menyayanginya Mas.." ia bergumam sendiri,dia sangat membutuhkan suaminya saat ini.


Dia terus menangis sembari memeluk foto-foto ibunya dan Lidia.


"Tante,,Mamah,,,kenapa kalian meninggalkan teka-teki ini..aku ingin nama ayah benar-benar bersih..ya Allah,tunjukan kebenarannya pada kami Ya Allah.."


Karena lelah menangis,Delia tertidur sambil memeluk foto Lidia dan ibunya.


***


23.00


Cklek


Atmajaya menyalakan lampu ruang tengahnya saat mendapati ada seseorang yang masuk.


"Malam sekali kamu pulang nak,apa pekerjaanmu banyak dikantor?"


Tanya Atmajaya yang tengah berdiri disamping tangga,kedua tangannya ia sembunyikan di dalam kantong celananya.

__ADS_1


__ADS_2