
Sebelum kembali kekantor,Brian kembali kerumah untuk makan siang bersama istrinya.
Sekalian memberikan makanan yang bi Ijah titipkan untuk Delia.
Sepanjang perjalanan dia terus berfikir tentang apa yang sebenarnya ayahnya sembunyikan.
"Aku masih belum begitu yakin pada ayah,aku tahu,ayah hanya bersandiwara,,aku akan segera menemukan kotak itu,,siapa tahu ada pesan dari ibu untukku sebelum belio meninggal."
Brian menginggat saat sehari sebelum meninggalnya nyonya Lidia,dia sempat menelpon Brian.
FLASH BACK
"Hallo mom,," Brian sangat bersemangat mengangkat telpon dari ibunya.
"Hello Ian,,how are you?"
"I'm fine mom,,are you oke mom?"
"I'm oke.,i miss you son,,will you promise me one thing,Brian?"
"Apa mah?" Brian seperti mencemaskan sesuatu karna nada bicara ibunya tidak seperti biasa.
"Jaga oma ya,,"
"Iya mah,,Brian selalu jaga oma disini..nanti kalau mamah lahiran,oma akan Brian bawa kesana. Kata Oma,oma juga pengin bisa nungguin cucunya lama disitu."
"Hem"
"Kok cuma Hem mah.."
"Sayang,kalau misal kelak kamu menikah,jaga istrimu baik-baik,hargai dia sebagai wanita,cintai dia sepenuhnya,,"
"Apa apaan si mah,Brian masih belum kepikiran nikah mom,masih lama..targetku menikah umur 35th,jadi masih 11tahun lagi mah.."
"Mama tahu,tapi mama ingin kamu selalu ingat itu..ikuti kata hatimu bukan ambisimu.."
"Iya mah..oke,oke...lagian mama aneh,telpon ngomongnya kesana-sana..itu mah urusan nanti..Brian kan masih fokus sama kuliyah,,"
"Mama hanya khawatir kamu melupakan nuranimu hanya karna ambisimu..seperti.." bu Lidia menghentikan perkataanya.
"Seperti siapa mah??"
"Enggak,bukan siapa-siapa..yang jelas kamu jangan sampai terbawa arus..mama takut.."
"Tenang mah,aku dibesarkan oleh kalian dengan sangat baik,aku pasti akan menjadi apa yang mamah dan papa inginkan.
Oiya mah,bagaimana kabar calon adekku?"
" Dedemu baik-baik aja nak.."
"Kalau baik kenapa sepertinya mama sedih?apa mama menangis?"
"Ga sayang,,mama cuma takut,diusia mama yang tidak muda lagi,mama harus menghadapi proses persalinan lagi.."
"Mama harus tenang,jangan terlalu banyak berfikir macam-macam..kasihan dedenya mah."
"Iya sayang,,sudah ya,,mama mau istirahat,jaga dirimu,."
__ADS_1
FLASH ON
Ssssiiit
Brian tiba-tiba mengerem mendadak,lamunanya membuatnya tidak fokus dalam menyetir.
Hampir saja dia menabrak seseorang yang tengah menyebrang.
Brian langsung turun menemui perempuan itu.
"Maaf,maaf mba..saya tidak sengaja,apa ada yang luka..?"
"Oh,iya mas..gak apa-apa..saya yang sedang terburu-buru menyetop taxi jadi asal nylonong aja.."
Wanita itu merapikan pakaiannya,dan terpatri melihat ketampanan Brian.
"Ya tuhan...kesialanku hari ini membawa aku bertemu pria tampan..haduhhh..". Batin wanita itu .
"Mbak,mbak.." Brian melambai-lambaikan tangan didepan wajahnya.
"Eh,,iya mas..."wanita itu gugup.
"maaf mba,saya sedang terburu-buru,kalau anda baik-baik saja,saya mohon diri"
"Iya iya mas..silahkan" wanita itupun pergi dan Brian langsung kembali menjalankan mobilnya menuju rumah.
****
Dirumah Delia,Fani,Keke sedang berkumpul bercerita kesana kemari,termasuk bergosip mengenai perubahan sikap Roby setelah patah hati.
"Huh,,sumpeh deh..tu orang udah killer banget Del..masa gue merangkap jadi sekertarisnya dan langsung di kasih kerjaan segudang,,dikiranya gue robot kali ya!!" Gerutu Fani sembari memasukan cemilan kedalam mulutnya.
"Tapi kan gue sebel..!!"
"Orangnya yang mana si,semalam dia dateng ga Del?" Tanya Keke.
"Yang itu loh,,yang pas pamitan pulang meluk suaminya Delia..yang pake jas coklat,liat gak,?pas kita lg ngobrol ma Delia ?"
Keke mencoba mengingat-ingat,,
"ohh...iya iya..dia masih sodara Si Tampan kan ya? Ow ow oww..gila,dia tu gak kalah gantengnya ma si mas Tampan Fan,,ganteng-ganteng kok killer si..gue mah mau banget bisa sekantor ma dia..biar killer tapi menyejukan mata..iya ga ?!hehehe
"Kheeemmm...berhenti nyebut suami gue si Tampan!! Dia punye gue .." Delia menggerutu,,karna saat di Bali Keke terus terpesona dengan suaminya..
"Hehehe...sabar bu...cemburu ni yeee...dulu aja sewotnya minta ampyun...sekarang gak rela tu..suaminya dikatain tampan ma cewe lain..hehe" Fani mencubit hidung Delia.
"Awww..sakit..ih.."Delia mengnepis tangan Fani,lalu mengusap-usap hidungnya.
"Hehehe..."Fani dan Keke menertawai Delia.
"Eh,kita siapin makan siang yukz..Ke,pesawatmu berangkat jam berapa?kita makan siang bareng dulu ya..."
"Oke deh...aku si berangkat nanti pukul 13.00 dari sini.."
"Ayo,kita bantu bi Ani" Delia merangkul Fani dan Keke,membawa merekabke dapur membantu bi Ani menyiapkan makan siang.
Ting tong
__ADS_1
Mendengar bel rumahnya berbunyi Delia melepaskan apron yang melekat ditubuhnya.
"Biar bibi aja non.." bi Ani pun melepas apronnya.
"Saya saja bi,,bi Ani lanjutkan ya.." Delia mencuci tangan kemudian memeriksa siapa yang datang.
"Assalamu'allaikum.."
"Wa'allaikumsalam mas..tumben istirahat pulang.." Delia mencium punggung tangan suaminya.
"Aku kangen sayang" dengan sigap Brian menarik tubuh istrinya,masuk kedapam dekapannya.
Kemudian mencoba mencium pipi Delia,tapi Delia menghindar.
"Mas,,lepasin,,malu ada temenku didapur.."
Matanya membola,mengarahkan ujung netranya ke arah dapur.
"Biarin! Makanya nikah jadi tau nikmatnya punya pasangan"
Seketika Delia mencubit perut Brian.
"Aw..sayang...sakit "
Aksi Delia berhasil membuay Brian melepaskan pelukannya.
"Hehehe..mas,makan siang sekalian mas,,aku sudah siapin"
"Oiya,ini..".Brian memberikan bingkisan dari bi Ijah.
"Apa ini mas,kering tempe dari bi Ijah,,,sama beberapa cemilan kesukaanmu.."
"Bi Ijaaah??kamu dari rumah ayah mas?"tanya Delia ,kedua alisnya ia satukan.
"Hem,iya,,udah sana bawa,aku ceritain nanti" Brian tahu istrinya pasti penasaran dengan alasanku kesana.
"Okeh,makasih ya mas.." Delia mengintip isi bungkusan yang sudah ada ditangannya.
"Hem,,akh ke ruang kerja dulu sebentar,nanti kalau makan siangnya sudah siap,panggil aku ya"
Brian berjalan menuju ruang kerjanya,,Fani dan Keke terus memandangnya,dan Bruan melempar senyuman tipis yang super cool.
"Haduhhh..kalao gue punya suami githu,gue rela deh dikurung terus dikamar ma dia,,gue bungkus dia biar gak dicolek cewe lain dah...Del Del..beruntung banget si lo...." Keke menghayalkan suami seperti Brian.
"Woyyy..ngaco!!!bangun bangun!!" Fani menepuk-nepuk pipi Keke.
"Yeeee....sirik loh..gangguin orang lagi ngehalu aja...eh,ngomong- ngomong gimana kecengan loe,kapan-kapan kenalin gue ya.."
"Emmm...kecengan??ah..gue masih belum berani berharap"ucap Fani lirih.
"Kenapa?"
"Karena,,kecengannya itu mr.Beku...dan mrs.Cemen gak pernah berani untuk ndeketin" sahut Delia.
"Apaan si aghhh.."Fani tersipu.
"Loh,kok?kamu punya hutang cerita padaku Fan..ayo ceritakan.."
__ADS_1
"Ceritanya nanti aja,noh,big bos udah nunggu makan siangnya..buruan!!" Fani mengalihkan.
"Mereka bertiga membantu bi Ani membawa makanan ke meja makan,tak lupa Delia juga menyajikan makanan yang tadi suaminya bawa dari bi Ijah.