
Sidang pun berakhir dengan putusan hukuman seumur hidup dan denda masing-masing bernominal berbeda.
Satu persatu para tersangka meninggalkan ruang sidang.
"Ian,maafkan ayahmu ya nak,,ayah sudah gagal menjadi ayah yang baik,ayah menyesal karena ayah terlalu egois dan mudah diperalat oleh kedua bedebah itu"ucap Atmajaya pada Anaknya.
"Bagus lah,kalau ayah sadar siapa mereka sebenarnya. Setidaknya ayah sudah menyesali semua perbuatan ayah.!" Jawab Brian ketus,ia masih merasa kecewa dengan ayahnya.
Delia hanya diam menyaksikan keduanya.
"Ian,Ayah benar-benar menyesal,,terlepas dari semua perbuatan ayah,sebenarnya ayah sangat menyayangimu,dan,,,maafkan aku Del,,maafkan aku atas segala apa yang sudah aku lakukan pada keluargamu dan kepadamu"
Delia hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Tapi tidak dengan Brian,dengan sinis ia menjawab.
"Oh ya??ayah sangat menyayangiku??baiklah aku berterimakasih atas kasih sayang ayah."
Atmajayapun akhirnya menerima perlakuan Brian padanya.
Atmajaya masuk kedalam mobil tahanan dengan berat hati.
Sementara Brian membuang muka,untuk menutupi perasaannya.
Disisi lain ada Tania yang terus menangis melihat ayah dan tantenya diborgol dimasukan ke mobil tahanan.
Melihat itu,Brian dan Delia menghampiri Tania.
"Sabar ya Tan,,kami akan tetap bersamamu,,"
Delia memeluk Tania hangat.
"Del,,aku malu,,,aku malu denganmu,maafin aku Del..maafin keluargaku,,aku tidak menyangka kalau,,,kalau ayah dan tanteku yang merencanakan pembunuhan itu dan memfitnah ayahmu"
"Sudah,,semua sudah terjadi,,semua sudah jelas,,Yang penting sekarang kita doakan,agar mereka kuat dalam menjalani hukuman ini dan mau bertaubat disisa hidupnya."
Tania menganggukan kepalanya.
"Sementara,tinggalah di rumah Bibiku,biar kamu tidak kesepian,,atau jika kamu mau,tinggalah bersamaku ya kan mas.." pinta Delia yang tidak tega melihat Tania.
"Tidak Del,,terimakasih,,,aku akan kembali kerumah saja,,Cici dan bibi akan menemaniku dirumah."'
"Baiklah,kalau itu maumu,,,kalau butuh apa-apa beri tahu kami ya,,jangan sungkan" ucap Brian.
Saat mereka semua hendak masuk kedalam mobil,tanpa sengaja Brian melihat Hans yang tengah menaiki motor gedenya,,
"Ternyata anak sialan itu disini!!" Gerutunya.
Begitu juga Hans,dia melihat Brian dengan mata yang berkaca.
__ADS_1
Ingin rasanya ia menghampiri kakak tiri yang selama ini ia cari.
Hans kembali ke Jakarta saat membaca berita tentang penangkapan ibunya,saat perusahaan yang baru saja ia kelola di Lombok disegel polisi.
Hans pun pasrah,dia tahu bahwa ayah ibunya memang bersalah.
Dengan kejadian ini,Hans pun jadi tahu bahwa Brian adalah kakak tiri yang selama ini ia cari.
Saat dipersidangan,dia sempat dimintai sebagai saksi,tapi dia menyerahkan semua kesaksiannya pada pengacaranya.
Pada intinya dia tidak tahu menahu tentang semua hal yang terkait dengan kejahatan ayah ibunya.
Diapun tidak terlibat dalam penggelapan dana.
Diapun saat ini merasa sangat kecewa pada kedua orang tuanya,dia hanya ingin meminta maaf pada Brian,namun ia menunggu situasi yang tepat.
Ia tahu benar,Brian pasti belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya adalah saudara tiri.
Dari kejauhan Hans tersenyum namun Brian membuang muka.
Deliapun sebenarnya telah mengetahui kehadiran Hans,namun ia tidak berani menegurnya.
Karena ia tahu benar,suaminya pasti tidak akan pernah suka ia menyapa Hans.
"Maafkan aku Hans,harusnya kamu mendapat perlakuan yang hangat seperti Tania,karena aku tahu kamu pun sama terkejutnya dengan Tania dan Brian" batin Delia.
***
Oma sudah menunggu Delia dan Brian.
Brian langsung masuk kedalam kamar karena dia merasa sangat lelah.
Sementara Delia menemani Oma,yang sudah memberondong dengan seribu pertanyaan.
Akhirnya Delia menceritakan semua dan hasil persidangan tadi.
"Oiya Oma,,em,,Delia,,Delia ingin memberitahu Oma tentang,,em,,tentang sesuatu yang sebelumnya mas Brian tidak pernah bahas" ucap Delia ragu.
"Tentang apa?"tanya Oma penasaran.
"Selain Adik kecil Brian yang masih hidup,em,,mmmas Brian juga pppunya,em punya.."
"Punya apa?"
"Punya adik tiri,,umurnya satu tahun diatas Delia Oma."
"Apa?jadi perselingkuhan Jaya juga menghasilkan anak??" Oma sangat terkejut.
"Iya,,itu juga yang mendasari Yesi ingin sekali menguasai harta Ibu Lidia.
__ADS_1
Karena,karena anak itu hasil pernikahan siri,dia tidak mau masa depan anaknya terabaikan."
"Oh,pantas saja,,mereka kekeh ingin menguasai harta Lidia agar Jaya bisa membaginya dengan anak tiri dan wanita sialan itu!"
"Emm,,tapi Oma,anak mereka tidak sejahat mereka."
"Dari mana kamu tahu?"
"Delia tahu karena,Hans adalah sahabat Delia dikampus."
"Owh,jadi namanya Hans?dia aekampus denganmu?hah,,dunia ini sangat sempit ya .."
"Yang jelas,ini semua atas kehendak Allah Subahanahu wa ta'alla,,Allah ingin menunjukan kebenaran,dan mengakhiri drama mereka dengan caranya."
"Dari yang Delia tahu,,Hans itu anak yang mandiri. Setelah mengetahui bahwa dia adalah anak dari hasil perselingkuhan dan siri. Hans tidak pernah mau memakai harta ayahnya. Saat SMA,dia memilih bekerja paruh waktu untuk membiayai sekolahnya.
Makanya,setelah lulus SMA ia memilih merantau ke Jakarta,agar bisa lebih bebas tanpa tekanan dari ibunya.
Ia memilih meneruskan kuliyah di universitas terbuka seperti Delia. Awalnya,dia bekerja untuk mengumpulkan modal,dan kini dia sukses mempunyai beberapa toko buah dan outlet makanan di sini.
Dia pindah ke Lombok pun itu sebenarnya atas perintah Ayahnya,tapi dia tidak ingin langsung menjabat sebagai direktur,dia tetap ingin menjadi staf biasa.
Setelah tahu ayah dan ibunya terjerat kasus yang sangat pelik,iapun tidak serta merta membela keduanya,karena dia tahu bahwa kedua orang tuanya memang bersalah."
"Kamu ternyata tahu banyak tetangnya ya?"tanya Oma.
"Ia Oma,meskipun kami sudah tidak pernah berkomunikasi,tapi sahabatku Vivi dan Dera,Ia masih menjalin hubungan baik dengannya."
"Kenapa kamu tidak sedekat itu dengan Hans?"
"Hehehe,,,"
"Ko ketawa si,,"Oma pun tersenyum.
"Itu karena mas Brian cemburu padanya."
"Oh,,,Brian cemburu padanya...sayang sekali,mendengar ceritamu Oma berharap Brian bisa belajar banyak dari anak itu,dan mau menerimanya. Jujur Oma sangat terkesan pada kerja kerasnya. Terkejut iya,tapi dalam hal ini dia tidak bersalah,diapun tidak berharap dilahirkan dari hasil perselingkuhan.
Dia pastinya juga menginginkan hubungan yang wajar dan layak"
Oma sangat berbesar hati dalam menerima kenyataan bahwa cucunya mempunyai saudara tiri.
"Tapi Oma,Brian masih belum menerima semuanya...terlebih egonya,rasa cemburunya itu sangat besar,jadi mungkin selamanya mereka akan menjadi asing"
"Iya juga ya,,,tapi Oma yakin,suatu saat nanti Brian akan menerimanya."
"Iya Oma,,aku juga merasa kasihan dengan Hans,yang aku dengar alasan dia datang ke Jakarta karena ingin mencari kakak tirinya dan meminta maaf atas kedua orang tuanya,dan dia lelah bersembunyi. Karena Ayahnya meminta dirinya menyembunyikan identitasnya selama ini,agar Brian dan Oma tidak tahu perselingkuhan itu"
"Terimakasih Del,,tanpa kamu sadari,kehadiranmu membawa keberkahan bagi kami,bangkai yang selama ini tertutup rapat akhirnya terkuak..begitu juga dengan kebenaran ini,Oma jadi tahu bahwa ada Hans dalam kehidupan Brian ."
__ADS_1
Delia memeluk manja Oma.
"Oma,Aku berharap,Allah menunjukan jalan agar Brian dan adik-adiknya bisa bersatu",