
"Baguslah! aku berharap kamu bisa berubah. Jadilah Tania yang dulu,yang masih menjadi Sahabatku! aku akan menghargaimu jika kamu menghargai hubunganku dengan istriku!" ucap Brian.
"Bagus Tania,kamu harus berubah memihak ku! aku tahu,kamu cukup banyak tahu tentang kartu Ayahku dan Ayahmu,,akhirnya rencana dadakanku berhasil,dengan begini lambat laun kamu sendiri akan mengungkap kebusukan ayahmu! dan aku berharap kamu akan menjadi saksi nanti!" batin Brian.
"Terimakasih ya Ian"
Tania mencoba memeluk Brian,namun Brian menghindar.
Dia takut kalau ini hanya jebakan,karna Brianpun belum sepenuhnya mempercayai Tania.
"Maaf" ucap Brian menjauh.
"Iya,aku tahu"Tani mundur dan pergi dari ruang Rapat.
"Hufh,,aku harus tetap berhati-hati dengannya"
Brian kembali keruangan ayahnya.
"Ian! Pulanglah kerumah,kondisi oma sedang tidak baik."
"Hem"jawab Brian singkat sembari sibuk merapikan beberapa file di meja sofa.
"Kamu tahu kenapa kondisi oma memburuk?"
"Itu karna ayah tak pernah memperhatikannya malah sibuk pergi dengan urusan yang tidak jelas!"
Brian terap acuh tanpa menatap Ayahnya.
"Apa maksudmu!"
"Apa kurang jelas??bukanya ayah sering mengunjungi apartemen?menemui siapa?simpanan ayah?atau ayah menyewa wanita disana!" Pancing Brian.
"Brian!!!" Bentak Atmajaya seraya memukul meja kerjanya. Ia mendekati anaknya.
"Kamu udah keterlaluan menuduh ayah tanpa bukti! Delia benar-benar sudah menghancurkan kepercayaanmu pada ayah! Dia itu perusak Brian! Kapan kamu sadar!"
"Delia lagi Delia lagi! Kepercayaanku rusak semenjak ayah terbukti menfitnah Yosep! Ayah membuatku menjadi pria kejam yang menyiksa istrinya sendiri! Jangan bicara tentang kepercayaan didepan saya tuan Atmajaya!" Brian menutup laptopnya kasar dan berbalik menatap ayahnya tajam.
"Sial,apakah dia sudah tahu tentang penghianatanku pada ibunya?darimana dia tahu?"batin Atmajaya.
"Kenapa?bingung??kenapa aku bisa tahu tentang penghianatan ayah? Tanyakan saja pada pemegang kartu ayah!!" Brian sengaja menimbulkan perpecahan antara Ayahnya dan Widodo karna selama ini Widodo lah yang membawa pengaruh buruk pada ayahnya.
Atmajaya nampak kebingungan dengan ucapan Brian.
"Hah! " Brian bangun lalu pergi dengan santainya meninggalkan ayahnya.
"Tunggu!! Temui omahmu! Dia sakit setelah kedatangan istrimu 2 minggu yang lalu!"
Brian tidak mempedulikan ucapan ayahnya.
__ADS_1
Meskipun sebenarnya ia memikirkan tentang kesehatan Oma.
Didalam mobil ia menelpon istrinya.
"Hallo"
"Iya mas ada apa?"
"2 minggu lalu,apa kamu bertengkar dengan Oma?"
"Engga mas,aku cuma mengantar oleh-oleh. Aku memang sempat mendekati Oma,dan mengajaknya ngobrol,tapi seperti biasa Oma menghindar dan pergi kekamar. Lalu aku ketemu bi Ijah untuk memberi daftar menu sehat untuk Oma. Itu aja,,emang ada apa mas?"
"Oma sakit,kamu yakin kamu tidak memancing emosinya?"
"Aku tidak memancing,Oma aja yang tiap ketemu aku selalu emosi!" Delia mulai kesal dengan suaminya yang seolah sedang menyudutkannya.
"Jaga ucapan mu!" Nada bicara Brian mulai meninggi.
"Iya,maaf,abisnya kamu seolah sedang menuduhku si mas!"
"Aku tidak menuduh! Ya sudah!"
Brian langsung menutup panggilannya.
Ia kembali ke kantornya Golden big. Dengan segera ia selesaikan pekerjaannya,hingga tak sadarkan diri bahwa waktu sudah menunjukan pukul 17.00
Ia memanggil Soni untuk datang keruangan nya,dengan segera Soni pun datang.
"Ian,kemarin anak buah ku sudah mendapatkan alamat anak dari Dokter Anye,dalam beberapa hari ini dia memantau rumah tersebut,sepertinya dokter Anye tidak berada disitu. Sempat anaknya menerima telpon sebelum ia memasuki mobil,sepertinya dari Dokter Anye,ia memanggilnya mommy."
"Coba anak buah mu mengorek informasi lebih dalam,tanyakan langsung pada anaknya. Pasti dia tahu keberadaan ibunya,karna komunikasi mereka masih terjalin"
"Sudah Ian,Anak buahku sampai melakukan penyamaran untuk itu. Dokter Anye sekarang berada di Padang. Besok aku yang akan menemuinya."
"Kita pergi bersama Son"
"Baiklah" jawab Soni.
"Oiya,bagaimana pantauan dirumah Widodo?"
"Dari percakapan kesehariannya,tidak banyak hal yang penting. Hanya saja,sering kali Widodo menelpon dengan seseorang,dia selalu ngeluhkan ayahmu yang terlalu lamban dalam menggapai misinya.
Terus membahas tentang peralihan perusahaannya di Lombok. Satu lagi,ada perusahan yang ia kembangkan di Malaysia atas nama dirinya,kamu benar Ian,ini ada kaitannya dengan Kris."
"Sudah ku duga,,penggelapan dana perusahaan dia alihkan keluar kota dan luar negri. Selama ini Widodo memeras ayahku,bodohnya ayahku kenapa dia tetap menurutinya. "
"Semenjak kamu kembali melibatkan diri di HR group,aliran dana tersebut terhambat,akhirnya Widodo mulai membuka sedikit rahasia ayahmu melalui Dokter Anya,saat itu sepertinya Widodo tahu kalau kita akan menemuinya.
Widodo cukup jeli mengawasi kita Ian.
__ADS_1
Dia juga ingin mengagalkan Tander agar HR group semakin terpuruk dan perusahaannya di Malaysia semakin berkembang dengan kemenangan tender itu.
Tapi sayang,lagi-lagi usahanya gagal. Oleh karna itu beberapa hari ini Widodo mengeluhkan tentang ayahmu dan tentangmu."
"Masuk akal,,,tadi saat aku coba pancing ayahku tentang kesetiaanya,ekspresi wajahnya berubah. Kemungkinan cerita dokter Anye tentang perselingkuhan itu memang benar! Sungguh menjijikan!!" Ucap Brian geram.
"Dapat disimpulkan Widodo tahu tentang perselingkuhan dan anak dari selingkuhannya itu. Jika ayahku tidak menuruti kemauannya.
Widodo akan menghancurkan ayahku dengan caranya.
Ambisi Widodo untuk menguasai segalanya itu jelas.
Ia memanfaatkan kelemahan ayahku,ia memanfaatkan rahasianya.
Motif Widodo disini adalah harta. Sementara Ayahku memintanya merahasiakan perselingkuhannya agar ia tetap berada di HR group. Jika Oma tahu,maka ayahku akan kehilangan segalanya. Untuk sementara ini Oma tidak pernah menanyakan mengenai surat-surat perusahaan dan sertifikat lainnya,karna Oma masih menaruh kepercayaan lebih pada Ayahku." Lanjut Brian.
"Betul Ian,apa kamu sudah mengumpulkan bukti tentang aliran dana tersebut?"tanya Soni.
"Sudah,,akan aku cari bukti lain untuk menguatkan,dan kita butuh kesaksian dokter Anye untuk kita rekam. Dokter Anye juga harus kita amankan agar Widodo tidak mengancamnya. Kesaksian Kris,kita juga membutuhkannya. Kita harus terus bernegosiasi dengannya agar mau berkata jujur. "
"Siap Ian,tapi sepertinya untuk Kris,kita akan kesulitan,karna anak buah Widodo terus memantau."
"Sepertinya dia sangat takut aku bisa membongkar semua kebusukannya."gumam Brian.
"Dari yang aku dengar,setiap saat pasti ada anak buah Widodo yang mengawasi tempat dimana Kris ditahan."
"Hemmm,,aku akan cari cara lain,kamu tahu Son,kali ini aku akan manfaatkan Tania."
"Apa Tania??" Soni terkejut Brian menyebut namanya.
"Iya,kamu ingat Kevin?kekasih Tania?"
"Emmm...Kevin,,Kevin,,,ow iya iya iya,yang ninggalin dia gitu aja kan? kenapa emang?"
"Aku menyuruh Tania mencari keberadaan Kevin dan menanyakan alasan selama ini meninggalkannya. Aku mengalihkannya dengan masalahnya yang lalu agar dia menarik diri dari hubunganku dengan Delia. Tahu bagaimana reaksinya? dia mau,,dan aku tahu,sepertinya dibalik kepergian Kevin ada Widodo dibelakangnya. Kamu pasti akan bisa tahu bagaimana reaksi Tania jika dia tahu ayahnya yang menyebabkan kepergian Kevin.."
"Wow,,,perang antara Ayah dan anak dong"
" Yap,tepat sekali...ketika itu,Tania akan begitu kecewa dan memihak pada kita."
"Dari mana kamu tahu tentang Widodo yang menyebabkan kepergian Kevin?"
"Aku ingat beberapa hari sebelum Kevin pergi,Widodo berada di Amerika,tapi tidak untuk menemui Tania. Entah siapa yang dia temui."
"Oke,semoga saja memang benar Widodo yang menyebabkan itu semua. Lalu bagaimana Tania bertemu Kevin?"
"Tania akan tahu dimana dia bisa menemukan Kevin."
"Hufh... Semoga semua akan berjalan sesuai yang kita harapkan Ian. Ya sudah,aku pamit,,udah hampir magrib."
__ADS_1
"Oke,terimakasih untuk informasi hari ini. Kamu boleh pulang,jangan lupa untuk persiapan keberangkatan kita ke Padang."
"Siap Ian,,"