
"Apa?? Tidak mungkin mas,,Reymon sendiri yang dulu mengacuhkan ku mas,,mana mungkin sekarang ia menyukaiku..apa lagi dia tahu aku sudah menikah."
"Itu logikanya,tapi cintanya tak memiliki logika Sayang,,dia mengacuhkanmu karena dulu dia merasa tidak sebanding denganmu,oleh karena itu dia bertekad untuk membalikan dunia,dia mengejar dunia mati-matian agar kamu dan keluargamu menerimanya."
"Hah,,?" Delia masih belum bisa mencerna semua kerumitan ini.
"Gini sayang,aku sudah mencoba memperingatkannya tentang posisimu sekarang,tapi dia justru menantangku,,aku butuh bantuanmu,"
"Aku bisa apa mas?"
"Jika nanti dia nekat mendekatimu dan menyatakan perasaannya padamu,beri dia pemahaman,yakinkan dia bahwa kamu sangat mencintaiku danntidak bisa hidup tanpaku!"
"Ya emang begitu kenyataannya kan mas,,aku sudah pasti menjawab seperti itu"
"Eh,siapa tahu kamu goyah saat meliat wajahnya yang sekarang semakin tampan meskipun tak setampan aku."
"Hmmm dia emang tampan,tapi engga bisa buat aku gila,gak kaya kamu mas"jawab Delia sembari melirikan matanya sinis.
"Hehehehe" Brian menunjukan giginya.
"Pokoknya,jaga selalu dirimu ya sayang,, aku sangat mengkhawatirkanmu. Satu lagi,kemanapun kamu pergi harus didampingi olehku atau bodyguard lagi, Oke?"
"Apa segitu mengerikannya dia mas?aku rasa jika aku memberinya penolakan secara halus dan memberinya pemahaman dia pasti akan menjauh kok,,seperti Hans,ini sangat mudah mas,,"
"Dia tidak seperti Hans! Yang jelas,kamu harus waspada jika berhadapan dengan Reymon,,ingat,ada tiga nyawa yang harus kamu jaga,,kamu dan kedua anak kita."
Delia mengangguk paham.
"Bagus,,sayang,sampai kapanpun jangan pernah melepaskan tanganmu dan aku pun tidak akan pernah meninggalkanmu, mendapatkanmu itu perjuangannya amat sangat berat bagiku..kita harus saling bergandengan melewati semua cobaan yang ada dalam rumah tangga kita. Kamu mau kan?"
"Iya mas,,selamanya,aku akan bersamamu,kamu juga jangan pernah meragukanku"
"Tidak lagi sayang,aku tidak akan pernah meragukanmu lagi,,,aku hanya ingin memberi pelajaran bagi siapa saja yang mengusik hidup kita"
"Mas,,,aku mohon,kamu juga harus menjaga dirimu sendiri,," Delia memandang nanar wajah suaminya,ia sangat paham dengan peringai suaminya yang bisa ganas seperti macan jika diserang,tak peduli apapun juga.
"Mas,,janji ya?"tanya Delia sekali lagi.
"Aku mohon mas,,kamu mau kan?ingat ada kedua jagoan kita yang ingin bermain-main bersama ayahnya kelak."
"Iya sayang,mas janji,," Brian mengecup kening istrinya.
"Ya sudah,,kita tidur mas,,aku mengantuk"
Delia menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Brian.
***
"Tuan,mr. Park ingin berbicara dengan anda"
"Baiklah,alihkan panggilan Vidio ke monitorku"
"Siap tuan"
Soni langsung menjalankan titah Brian.
Seperti dugaan Brian Mr.Park menunjukan taringnya atas keputusan sepihak yang dilakukan oleh Brian.
Kemudian Brian menjelaskan alasan pemutusan kerjasama itu,Mr. Park yang semula menyalahkan Brian akhirnya memahami keputusan Brian dan meminta maaf padanya.
Mr.Park tahu karakter Brian,dia sama sekali tidak menyukai orang yang tidak profesional apapun alasannya sebesar apapun prestasinya.
__ADS_1
"Hmmm...membuang waktu saja!"
Brian menekan tombol oanggilan keruangan Soni.
"Ada jadwal apa hari ini?"
"Peninjauan proyek di beberapa tempat,dan nanti sore peresmian pabrik garmen yang baru,,nyonya Tania akan menunggu tuan di sana."
"Oke,,kita tinjau proyek kita sekarang,aku tunggu kamu dimobil"
"Siap tuan"
***
📞"Hallo Hans,,"
📞"Iya mba,,"
📞 "Kamu sibuk engga hari ini?"
📞 "Yaa,engga terlalu sibuk si,,gimana emangnya mba?"
📞"Nanti antar mba ke Pabrik baru ya"
📞"Tapi mba,nanti,,,,"
📞"Brian??udah dia engga mungkin bikin keributan diacara peresmian itu,,mba cuma minta kamu mengantarkan mba aja,,soalnya mobilku sedang dibengkel,,"
📞 "Oke,"
📞"Makasih ya,,kamu lagi dimana Hans?"
📞 "Oh,,good luck ya,mba bangga sama kamu,,"
📞"Hmmm,,ya sudah mba,aku ke cafe dulu,,"
📞"Oke,bye.."
Tut tut tut..
***
Acara Peresmian pabrik baru akan segera dimulai,tetapi Tania selaku direktur utama perusahaan garmen justru belum juga terlihat.
"Gimana Son,tidak biasanya Tania terlambat"
"Dia bilang sebentar lagi sampai,"
Brian melihat ada mobil terparkir dihalaman depan,dengan cermat ia mengamati pengemudi dan penumpang yang ada disebelahnya.
Tania,dia keluar dari mobil tersebut.
Brian menangkap ada banyangan Hans disana,masih mengenakan upron.
"Maaf Ian,aku terlambat tadi Ha,,,".Tania tidak jadi melanjutkan penjelasannya,ia takut Brian marah saat menyebut nama Hans.
"Suruh dia ikut!" Ucap Brian dingin sambil berlalu meninggalkan Tania yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Delia menepuk pundak Tania,tersenyum dan mengangguk.
"Serius?Del?"
__ADS_1
"Bismillah,semoga ini awal yang baik untuk hubungan mereka,cepat panggil Hans sebelum ia pergi"
"Iya iya" Tania langsung berlari kembali keparkiran.
"Ada apa dia lari?apa ada yang tertinggal"gumam Hans.
"Ada apa mba?apa ada yang tertinggal?"
"Dia hu hu..dia.." nafas Tania terengah..
"Dia minta kamu mengikuti acara ini"
"Dia siapa mba?"
"Kakakmu!"
"Hah??"
"Udah buruan!! Upronmu lepas!!"
"Iya mba,,tapi,,"
"Ihhhh,,,engga usah tapi-tapian!buruan" Tania kembali masuk ke mobil.
Hans mengikuti titah Tania,Hans membawa mobilnya masuk ke parkiran dalam.
Ia melepas upron nya lalu keluar dari mobil.
Semua mata tertuju pada Hans,yang tak kalah tampan dari Brian.
Dalam hati mereka ada yang menanyakan "siapa pria yang bersamanya nyonya Tania?sepertinya baru pertama kali melihatnya"
Ada juga yang mengagumi ketampananya.
Brian sama sekali tidak mengarahkan bola matanya untuk menatap Hans. Dia terus sibuk dengan para tamunya.
Delia,Hans dan Tania saling bertemu mata.
Tania menguatkan Hans dengan isyaratnya,sementara Delia mendukung dengan senyuman.
"Bisa kita mulai sekarang?" Tanya seorang pembawa acara pada Brian.
Acara pembukaan pabrik barupun di mulai,,setelah sambutan dari Tania dan pihak-pihak yang terkait,giliran Brian memberi sambutan terakhir.
Bla bla bla
Sampai pada poin dimana seluruh tamu yang hadir dibuat terkejut.
"Dalam kesempatan kali ini,saya selaku pemilik Golden group,ingin menunjuk Reyhans Putra Sanjaya,sebagai penanggung jawab di pabrik garmen yang baru,,mari tuan Reyhans,silahkan naik ke mimbar untuk memperkenalkan diri."
Seketika jantung Hans seperti mau lepas dari tubuhnya,matanya pun terbelalak,begitu juga dengan Tania dan Delia.
Pertama kalinya Brian tersenyum dan menatap Hans dengan hangat.
Dengan perasaan ragu Hans mengikuti titah Brian.
"Saya yakin,dengan bergambungnya orang sepertimu,perusahaanku akan berkembang pesat,,silahkan perkenalkan dirimu" bisik Brian.
Hans pun memperkenalkan diri,sebenarnya dia tidak menginginkan apapun dari Brian.
Dia hanya ingin diakui sebagai saudara dan tidak ada lagi perang dingin diantara mereka.
__ADS_1