
Brian memakai apron,menggulung lengan tangan menjadi setengah lengan,kemudian mulai beraksi layaknya chef profesional.
Sementara Delia duduk di dapur berpangku tangan,melihat polah suaminya yang terkadang mengeluarkan kalimat banyolan agar istrinya tersenyum.
Oma dari lantai dua memandangi keduanya dengan mata berbinar.
"Cucuku yang super angkuh,akhirnya kamu menemukan wanita yang bisa mencairkan kebekuanmu,,Aku sudah tenang sekarang,,Lidia,lihat anakmu,,dia tengah berusaha membangkitkan cahaya hidupnya agar terus bersinar. Dan kau harus tahu Lidia,,Seruni,,Seruni kini tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan kasih sayang.
Para pecundang itupun tengah menjalani hukumannya."
Gumam Oma dalam hati,mengingat Lidia yang selama ini menderita.
Ia pun merasa bersalah karena dulu bersikeras menjodohkan Lidia dengan Atmajaya.
Tapi penyesalannya kali ini terbayar sudah.
25menit aroma masakan Brian sudah tercium dan memberi sinyal pada perut Delia.
Brian membuat jamur enoki yang diselimuti daging sukiyaki dengan bumbu ala korea. Dja juga membuat Omelet sayur.
Dengan cekatan Brian menyiapkan semua dihadapan Delia.
"Mas,,serius kamu bisa masak ini?rasanya?"
Brian menjinjitkan alisnya,
"Apa kamu pakir tadi yang masak itu jin?kan kamu liat sendiri! Klo masalah rasa,,silahkan bisa dicoba"
"Haaa..." Delia masih menganga takjub dengan kemampuan suaminya yang tidak pernah ia tahu.
Brian mengambil makanan dan..
"Aaaaaa,,,," Satu sendok makanan mendarat masuk kemulut Delia.
"Emmmm,,,enak mas,,enak,," Delia mengunyah makanan dengan penuh penghayatan. Sejenak ia melupakan kesedihannya.
"Makan yang banyak,,karena minggu besok,aku akan mengajakmu jalan-jalan ke luar negeri,,anggap saja,ini honeymoon kita yang tertunda cukup lama. Anniversary kita juga belum sempat dirayakan..maaf ya,aku terlalu sibuk selama ini."
"Iya mas,,engga papa,,"
"Kamu mau kemana?"
"Terserah kamu aja mas,,aku ngikut aja"
"Oke,besok aku akan membagi pekerjaanku dengan Soni dan Tania."
"Terimakasih mas,,"
"Hmmmm..."
Brianpun ikut menyendok makanan memasukan kemulutnya.
__ADS_1
Mereka makan sepiring berdua.
***
Keesokan harinya.
"Brian masuk keruangan Soni dengan segunung File di tangannya."
Brugh
Ia meletakan tumpukan kertas di meja Soni.
"Apa ini tuan"
Brian menghela nafas panjang,
"Tolong bantu aku memeriksa seluruh file ini,kita bagi tugas,,"
".Baik tuan,Oiya,,,nanti clien dari Korea ingin makan siang bersama sekalian membahas kerjasama kita,,dia tidak mau diwakilkan tuan,dia hanya mau bertemu dengan anda"
"Oke,,tapi apa sudah ada informasi dari bodyguardku terkait client baru kita itu?"
Soni memberi tahu rincian client yang dimaksud.
"Owh,,jadi dia itu orang kepercayaan Mister Lee? Cukup muda tapi karirnya lumayan juga ya. Lalu,kenapa dia hanya ingin menemuiku,toh dia sendiri juga mewakili bos besarnya."
",Nah itu dia,mungkin karakter dia memang seperti itu,dia sendiri tidak mudah mempercayai siapapun"
"Oke,bagus,,ya sudah,atur jam dan tempatnya,nanti aku kesana"
Brian melangkah meninggalkan ruangan Soni.
Lalu ia pergi ke HR group untuk menyerahkan beberapa File juga agar diperiksa oleh Tania.
Tania cukup bisa diandalkan oleh Brian.
"Apa ini!"tanya Tania,yang tak pernah bersikap sopan layaknya atasan dan bawahan.
Tania lebih suka dengan komunkasi apa adanya.Kecuali jika didepan client,dia baru bersikap formal dengan Brian.
"Tolong bantu aku Tan,aku mau kamu periksa semua berkas ini,,jangan sampai ada yang terlewat,dan untuk perkembangan proyek diDubai pastikan Minggu depan sudah 80% karena target kita pertengahan bulan depan harus selesai."
"Wah,lembur dong gue,,! Sebanyak ini"
"Aku tambah bonusmu!"
"Sip! Gitu baru Oke.Emang mau ada acara apa kok semua harus selesai,,?"
"Aku mau mengajak Delia liburan"
"Ohhhh,,,oiya ,maaf ya aku baru dengar kalau...em,,,semoga Delia lekas pulih ya,salam buat dia,,maaf kemarin aku engga bisa jenguk"
"Iya ,tidak apa-apa,,makanya aku ingin mengajaknya pergi,agar dia bisa kembali up lagi. Oiya,kira-kira kamj tahu tidak tempat yang bagus?"
"Tahu dong,,nanti aku kirim view tempatnya,pasti kalian suka"
__ADS_1
"Oke,makasih ya Tan"
Waktu berjalan cukup cepat,Brian sibuk dengan pekerjaannya,sementara dirumah,Seruni dan Oma sibuk menghibur Delia.
Beban Delia sudah berkurang karena Seruni,kelucuannya,tingkah polosnya,mampu membuat Delia bangkit dari kekecewaan dan rasa bersalahnya.
Tepat satu minggu,masa nifas pasca kuret berakhir.
Brian menjemput Delia di rumah utama milik keluarga Jaya yang ditempati oleh Seruni,bu Titi,Pak Arya dan Oma dan bu Tati.
Seperti biasa,Brian selalu memanjakan adiknya dengan membawakan makanan dan maianan.
"Aduh nak Brian,,Almari mainan Seruni sudah penuh,,mau disimpan dimana lagi ini,,ibu bingung ini nak.." ucap Bu Titi
"Besok aku akan menyuruh seseorang mendesain satu kamar khusus untuk area bermain Seruni bu,ibu tenang saja,,,"
Setelah cukup lama mereka bercengkrama. Tiba waktunya Brian dan Delia berpamitan.
Sesampainya dirumah,Delia dikejutkan dengan dekorasi kamar yang mewah,bak dekorasi kamar pengantin.
"Apa ini mas?"
"Sayang,ini permintaan maafku atas seminggu terakhir,,aku sibuk meninggalkanmu,sampai-sampai kamu aku titipkan ke rumah utama"
"Ya Allah mas,,berlebihan sekali kamu mas.."
"Tidak untuk istriku tersayang,,"
Delia menikmati setiap sudut kamarnya,matanya berbinar-binar,,ia sentuh bunga-bunga yang ada dikasurnya.
Lalu ia ambil sebuah kertas
Bertuliskan " Let's go to Vorarlberg"
"Hah?Vorarlberg??".Delia menganga..
"Iya..Vorarlberg,Austria" Brian tersenyum,tangannya ia masukan ke saku celananya.
"Jauh banget mas,,"
"Tidak masalah,Asal kamu senang,,"
Delia langsung menghampiri suaminya,memeluk dan mencium suaminya kegirangan.
"Terimakasih suamiku sayaaaaanggggg"
"Hem,,masa cuma terimasih doang si,,"
Delia memanyunkan bibirnya.
"Emang apa lagi?"
"Hemmmm,,,engga tahu apa sudah dua mingguan lebih yang dibawah engga masuk kandang" Senyuman nakal ala-ala Brian kembali ditunjukan.
Pipi Delia merona,ia sembunyikan wajahnya didada bidang sang suami.
__ADS_1