Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 78


__ADS_3

"Mas.."


"Hem" jawab singkat Brian karna fokus dengan kemudinya.


"Kita pulang kerumah kan?" Tanya Delia ragu.


"Engga,kita kerumah ayahku"


Delia mengerutkan alisnya,


"Mas..kerumah aja yaa.."


"Kenapa?takut sama oma?apa takut sama ayahku?"


"Bukannya takut,,aku tidak takut dengan oma karna aku benar bukan anak pembunuh seperti yang oma sangka.


Akuuu..aku hanya tidak suka kalau.."


"Kalau apa!"


"Kalau Tania sering sering menemuimu disana dengan alasan ingin bertemu oma.."


Brian menepikan mobilnya lalu menatap Delia tajam.


"Kamu cemburu?" Ia mengangkat satu alisnya,menyunggingkan senyuman.


"Siapa juga yang cemburu,,aku..aku..em...cuma..cu"


"Ck..akui saja kamu cemburu,ayo..bilang iya!"hardiknya,sambil menatap Delia,meletakan tangan kirinya pada sandaran bangku istrinya.


"Maksa banget! Iya deh,tapi..!!" Wajah Delia memerah.


"Hahaha...Tania memang cantik,ksmi dulu juga sempat berteman baik,tapi sayangnya aku tidak pernah tertarik dengannya! Jadi kamu gak perlu cemburu dengannya. Kamu saja udah bikin repot!apa lagi dua!"


"Apa!! Maksudnya apa ! Ijhhh...Bunglon!!"


Delia melotot kearah suaminya yang kembali menggodanya.Ia melayangkan cubitan kecil dilengannya.


"Awww..sakit Del!! Pokoknya untuk beberapa hari kita tinggal disana,sampai.."


"Sampai apa mas?"


"Engga,,bukan apa-apa..ikutin aja nanti kamu juga tau ."


"Oke! Untuk sekian kalinya aku bilang,kamu emang nyebelin mas..main rahasia-rahasiaan segala !"


Delia mulai merajuk,namun dengan sigap Brian langsung mencairkannya.


Satu kecupan melayang di dahi Delia.


Deliapun seperti terguyur air es..sekujur tubuhnya membeku hanya dengan kecupan kecil dari suaminya,matanya pun membola.


"Percayalah ,akan aku perbaiki ketidaknyamanan yang selama ini kamu alami..bersabar lah,karna aku akan membuatmu seutuhnya diterima oleh oma"batin Brian.


"Sudah jangan melongo!" Hentak Brian menyadarkan lamunan Delia.


Brian langsung menancapkan gas mobilnya menuju rumah Atmajaya.


"Mas,,kenapa si.."


"Apa lagi!gak usah banyak tanya!" Ucap Brian dingin dan tetap fokus pada jalanan.


"Ih!!! Nyebelin kamu mas!" Delia menggerutu,memprotes sikap Brian yang selalu memotong perkataanya.


Sampailah mereka di rumah Atmajaya.


Terlihat Oma dan Tania tengan asyik menonton TV sedangkan Atmajaya tengah menelpon seseorang di ruang tengah tak jauh dari ruang TV.


Mereka semua menatap Delia dengan sinis.


"Hah!nyonya besar rupanya sudah berpesta dengan keluarga pembunuh" ketus oma.


Tania hanya tersenyum sinis,kemudian menghampiri Brian dan melingkarkan tangannya di lengan Brian.


"Sayang,apa kamu sudah makan malam,aku sudah siapkan untukmu"


Delia yang melihatnya merasa kesal.


"Dasar wanita tidak tau malu!"gerutunya dalam hati,Sambil berjalan cepat menaiki tangga.

__ADS_1


Brian langsung menghempas tangan Tania dan menunjuknya dengan jari tangannya.


"Jaga sikapmu!!"


"Brian!jangan seperti itu dengan Tania!"sahut Oma membelanya.


"Terserah Oma!" Brian mengangkat tangannya dan langsung berlari menyusul istrinya dikamar.


Brian tersenyum tipis melihat istrinya duduk didepan meja rias,Delia tengah sibuk melepas asesoris yang melekat dibaju dan rambutnya dengan kasar dan ia juga memasang wajah masam.


Dari belakang Brian melepas jas dan kemeja sambil memperhatikan tingkah istrinya melalui kaca.


"Apa! Seneng! Tiap hari disambut sama cewe gak tau diri itu!!"gerutu Delia.


"Apa kamu marah?"


"Hah! Marah??untuk apa!percuma! Suamiku aja suka diperlakukan seperti itu,lalu apa gunanya aku marah!!" Delia berjalan kearah almari mengambil handuk.


"Mau kemana!"tanya Brian.


"Aku bawa handuk!ya sudah pasti mau makan lah!!!" Jawab Delia kesal.


Brian tersenyum menertawai kemarahan Delia..Brian membaringkan tubuhnya dikasur,menatap kearah istrinya.


"Apa!senyum senyum!! Pria aneh! Kebayang ama tubuh bohaynya Tania!!"


"Tunggu!"


"Ogah!"


"Tunggu aku bilang!!! Kemari!"suaranya meninggi.


Delia tetap tidak mempedulikan perintah Brian.


Brianpun bangun dan menyusul Delia dikamar mandi.


"Buka pintunya!"


"Engga! Aku mau mandi!"teriak Delia dari kamar mandi.


"Oke,,aku dobrag! Satu,,,Dua...Ti.."


"Iya iya iya!!!!"


"Apa!"tanyanya ketus.


Brian langsung membopong Delia.


Delia yang takut terjatuh langsung mengaitkan tangannya ke leher Brian.


"Lepasin mas,apa-apaan kamu si mas!!"


Brian meletakan istrinya diatas kasur,dan langsung menundihi tubuh mungil.istrinya dengan tubuhnya.


"Mas!"


"Diam! " Brian membungkam mulut Delia lalu melepasnya.


"Kamu tau,aku hanya milikmu !jadi jangan pernah mengira kalau aku sudi didekati wanita manapun! Kalau kamu tunjukan kecemburuanmu didepan Tania,maka aku akan menciummu didepannya.!"


"Ih..gila kamu mas!"


"Makanya jangan pernah menunjukan kecemburuanmu didepannya!karna itu akan membuatnya semakin mendekatiku!kamu paham?"


Delia terdiam sejenak,kemudian mengangguk.


"Oke,bagus!"


"Mas,"


"Apa lagi!?"


"Menyingkir dari tubuhku mas,berat...aku mau mandi!"pinta Delia yang mulai sesak ditindih tubuh kekar Brian.


"Enak aja!"tatap Brian tajam,Delia mulai membaca h*s**t suaminya,karna ada sesuatu yang menonjol dibagian sensitifnya.


Perlahan Brianpun melancarkan aksinya.Karna


sedari tadi saat dipesta Brian bersikeras menahan dirinya, malam ini Delia benar-benar terlihat cantik dan mempesona.

__ADS_1


Brian sangat kesal saat beberapa mata menatap liar kearah istrinya.


***Rumah Feli.


Malam ini Keke tidur dirumah Feli,mereka berdua saling berbagi cerita,tetang segala hal.


Termasuk tetang Keke yang sudah berhenti bekerja dan memilih pindah kerumah pamannya.


Keke terpaksa berhenti karna pamannya memberi kabar kalau ibunya tengah sakit.


Ibu Keke yang single perent tinggal bersama paman dan kakeknya di Bandung.


Saat itu Keke pergi ke Bali mencari keberadaan ayah kandungnya yang ternyata sudah menikah lagi.


Sambil mencari ayahnya,dia bekerja disebuah hotel.


Setelah bertemu ayahnya dan mendapat jawaban kenapa ayahnya meninggalkannya dan ibunya,Keke merasa tenang meskipun ada perasaan kecewa pada Ayahnya yang memilih meninggalkannya demi selingkuhanya.


Tapi semua sudah terjadi,Keke mencoba ihklas,dia fokus mencari uang disana demi ibunya. Dia juga berusaha menerima ibu tirinya itu.


Fani merasa iba dengan Keke,dibalik sikap cuek dan ceplas ceplosnya,ternyata dia memiliki cerita hidup yang pilu.


Fani sangat bersyukur karna hidupnya sempurna dengan kedua orangtua yang masih lengkap,dan kini dia pun sudah memiliki pria yang selama ini dia inginkan.


Keesokan harinya Keke bersiap untuk pergi ke Bandung.Pagi-pagi sekali dia juga sudah menelpon Delia.


"Del,maaf ya gue gak bisa mampir"


"Yah Keee,,kok gak mampir si.."


"Ibu gue harus segera dibawa ke Rumah Sakit Del,,niatnya si gue pulang besok,tapi mo gimana lagi..."


"Iya deh,ga papa,,salam buat keluarga loe disana,,semoga ibu cepet sembuh ya Kee,,kabari aku kalau loe udah disana."


"Iya,nanti aku salamin..terimaksih ya Del..pasti aku kabari kok,,"


"Hati-hati dijalan ya Ke..".


**


Dimeja makan Kekepun tak lupa berpamitan dengan kedua orangtua Feli.


"Ke,gue antar ya.."ajak Feli.


"Gak usah Fel,loe kan juga harus kekantor,gue naik ojek online aja,."


"Ga papa Ke,nanti gue ijin sehari lagi,kak Roby pasti mengerti."


"Jangan Fel,semalam loe kan bilang , lagi banyak kerjaan dikantor,,lagian kalau udah dikantor Roby killer,kamu aja sampai kerepotan,udah...santai aja..gue bisa sendiri ko.."


"Iya juga si...tau tu orang bisa jadi killer githu,padahal dulu waktu ada Delia gak gitu amat."


"efek frustasi kali..hahaha"


"Kaliiii....dia mah githu...tapi aslinya si baik.."


"Hehe..kok jadi ngomongin dia,,udah ya,gue pergi dulu,,"


Keke berdiri menghampiri kedua orang tua Feli,untuk bersalaman.


"Om,tante,,terimakasih ya,,Keke pamit dulu,."


"Iya nak,,hati-hati dijalan,,kalau sudah sampai kabari ya,,sering-sering main juga.."jawab ibu Feli.


"Pasti tante,insya Allah Keke bakalan sering mampir kemari..tante jangan bosen ya tee..hehehe"


"Ya engga dong sayang..kamu kan udah tante anggap anak tante sendiri..jadi tante bakalan seneng banget kalau kamu kemari."


"Aduhhhh...mah..kok nganggkat dia jadi anak si..Feli kan ogah punya kakak ganjen.."gurau Feli,membuat semua orang tertawa.


"Enak aja.."sahut Keke.


"Sudah-sudah...Feli emang suka usil Ke..dia aja sama Delia sering berantem.."


"Iya tante...walaupun Keke belum lama berteman dengannya tapi Keke merasa beruntung kenal Feli.."


"Udah agh..jangan melow..gue gak mau mewek gara-gara loe.."celetuk Feli sambil memeluk Keke.


"Hehehe...udah agh..aku pamit..Assalamu'allaikum.."

__ADS_1


"Wa'allaikumsalam..hati-hati Ke..semoga ibumu cepat sembuh yaa.."jawab kedua orang tua Feli bersamaaan.


***


__ADS_2