
Menyadari ada seseorang disamping tempat tidurnya Oma membuka matanya berlahan.
"Brian?"suaranya lirih dan tak bertenaga.
"Oma,maaf Iam menganggu Oma,," Brian mendekatkan dirinya. Ia duduk ditepi temoat tidur kemudian membenarkan posisi duduk Oma.
Ia membantu Oma menyandarkan tubuhnya pada sandaran.
"Kamu sudah lama Ian?"
"Belum Oma,,"
"Apa kamu tidak kekantor?"
"Tidak Oma,aku kangen sama Oma."
Brian memeluk Oma.
"Ada apa dengan tanganmu?"tanya Oma khawatir ketika melihat tangan cucunya masih dibalut perban.
"He,,biasa Oma,,pesaing bisnisku cukup banyak dan rata-rata mereka ingin menguji nyali denganku..hehehe"
Brian menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Dasar anak bandel!!! Hiiiii..." Oma menjewer telinga cucu kesayangannya.
"Ow ow ow...Oma,,aduh duh duh..sakit"
"Biar! Kamu tu ya,,kuliyah jauh-jauh di Amerika nyampe sini kamu mau jadi petinju?"
Brian hanya tersenyum senang melihat Omanya mulai bertenaga dengan ulahnya.
"Bi,ambilkan jus untuk Oma,saya akan bawa Oma ke taman samping."
"Baik tuan" Bi Ijah keluar untuk menyiapkan jus.
Sementara Brian membopong Oma menaiki kursi roda.
Brian mendorongnya,keluar kamar menuju taman.
"Ian,Oma merasa semakin lemah,,biasanya Oma bisa kemari sendirian,sekarang Oma seperti ini,,Oma merasa semakin lemah.
Ian,jika Oma mati.."
"Oma! Oma gak boleh bilang aneh-aneh! Brian belum siap untuk kehilangan Oma. Oke,please Oma stop Oma" Brian menghentikan perkataan Oma Olivia.
Dia merasa takut jika harus kehilangan orang yang dia cintai,pertama ibunya,,dia benar-benar belum bisa menerima atas kepergian ibunya.
"Tapi Ian,entah kenapa Oma merasa benar-benar lemah tidak berdaya,,Maafin Oma,jika selama ini Oma banyak menyusahkan mu..Oma ingin kamu dan ayahmu kembali bersatu menjalankan perusahaan alm. Opahmu..HR group adalah perusahaannya yang dibangun dengan jerih payah Oma dan Opa. Dan pulau itu,itu adalah pulau hadiah ulangtahun pernikahan dari Opa untuk Oma. Sebelumnya itu Oma hadiahkan untuk ibumu,karna dia mau menerima pejohodohan dengan Ayahmu.
Mungkin Ibumu belum sempat memberikannya padamu karena dia sudah pergi dari dunia ini..Oma akan memberikan padamu jika kamu mendapatkan istri yang tepat,bukan seperti..."
__ADS_1
"Oma,aku mohon,,jangan bicarakan masalah itu lagi,,Oma fokus dengan kesembuhan Oma Oke,,besok kalau Oma belum juga sembuh,kita kembali ke Amerika kita lakukan pengobatan disana."
"Tuan,ini jusnya.." Bi Ijah datang menghampiri mereka.
"Terimakasih bi.."ucap Brian seraya mengambil gelas yang ada di nampan.
"Brian,,kamu disini rupanya?"tiba-tiba terdengar lagi suara dari belakang Brian.
Brian,Oma dan Bi Ijah menoleh kearah sumber suara.
"Ayah"batin Brian.
Melihat wajah Ayahnya seketika Brian naik darah,namun ia berusaha keras menahannya.
Dalam benaknya terbayang-bayang tentang penghianatan ayahnya.
Kecemburuannya pada adik tirinya pun menyelimutinya.
"Apa kamu sudah lama nak?mari masuk!"ajak Atmajaya dengan merangkul pundak Brian.
Seketika tangan itu ditepisnya.
Sikap Brian membuat Oma mengerutkan alisnya.
"Ayo Oma,kita masuk,,disini mulai panas!" Ucap Brian ketus.
Brianpun mendorong kursi roda yang Oma naiki.
Ponsel Brian berdering,satu panggilan dari Dokter kepercayaan Brian.
Brian menjauh dari ayah,oma dan bi Ijah.
"Brian,obat-obat itu sudah saya cek,dan itu berbeda dengan obat yang saya resepkan. Saya juga sudahengecek bagian apotik rumahsakit,mereka tidak merasa salah memberikan obat. Kalau bisa,sekarang Oma mu segera bawa kerumahsakit,Oma harus segera mendapat penanganan."
"Baik Dok!"
"Bre***k! Seperti dugaanku! Ada yang sengaja menukar obat Oma!" Batin Brian.
Dengan segera Brian berlari keruang tengah menyusul Oma.
"Bi Ijah,siapkan semua baju-baju Oma,dan kartu identitas Oma! Saya akan bawa Oma ke rumahsakit! Bi Ijah segeralah menyusulku!"
Oma merasa terkejut dengan sikap Brian yang tergesa-gesa membawanya.
Sementara Atmajaya yang berada dilantai dua bertanya-tanya
"Ada apa dengan Brian?kenapa dia membawa Oma ke rumahsakit?jangan-jangan dia tahu kalau...ahhh! Tidak mungkin dia tahu! Aku harus pastikan itu!" Batin Atmajaya.
Atmajaya langsung berlari menyusul Brian yang sedang membopong Oma masuk kedalam mobil.
"Brian,ada apa dengan Oma?mau dibawa kemana Oma?"tanyanya berlaga khawatir dengan ibu mertuanya.
__ADS_1
Brian mendudukan Oma didepan,ia menutup mobil dan menghampiri Atmajaya dan berbisik.
"Jangan pikir aku bodoh!! Aku malu mempunyai ayah sepertimu! Kalau sampai ada apa-apa dengan Oma. Aku tidak segan-segan melupakan bahwa kau adalah ayahku,dan silahkan enyah dari perusahaan Oma!!" Ancam Brian pada Ayahnya.
Deg
Atmajaya tertenggun,rupanya Brian tahu siapa yang sudah menukar obat itu.
"Ia,tunggu,,! Ayah bisa jelasin semua,ini tidak benar Ian!"
Brian tidak mempedulikan ayahnya.
Ia menancapkan gas dengan kecepatan tinggi menuju Rumahsakit.
"Sial! Anak itu,,,anak itu benar-benar aghhhh!!!" Atmajaya berlari keruang kerjanya,mengambil beberapa berkas dan kembali kekantor.
Selama dikantor hatinya tidak tenang,ia merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan pada Oma. Dia juga takut,jika Brian mengambil alih semua perusahaannya dan mengusirnya,jerih payahnya akan sia-sia.
Ia menelpon Widodo namun gagal.
"Kenapa dia sulit dihubungi!!! Ada apa dengannya!!"
Gerutunya.
Dirumah Sakit,Brian langsung menemui Dokter dan mendapatkan penjelasan tentang efek dari obat yang diberikan pada Oma.
"Sementara Oma harus dirawat disini,agar kami bisa mengontrolnya,karna reaksi obat itu sudah cukup jauh menjalar,lihat Oma mu,kini untuk berjalan saja sulit,dia terlihat semakin lemah,iya kan?"
"Iya Dok,saya juga khawatir dengan keadaan Oma "
Setelah berbincang-bincang dengan sang Dokter.
Brian menghampiri Oma yang tengah berbaring di atas tempat tidur,ia tengah menjalani beberapa pemeriksaan jantung.
Setelah memasuki ruang rawat inap.
Brian dan Bi Ijah menemani Oma didalam.
"Ian,apa yang terjadi?"
"Tidak apa-apa Oma,Oma sudah cukup lemah jadi Ian harus bawa Oma kesini,maafin Brian ya Oma,,Brian baru bisa membawa Oma ke rumah sakit."
Brian berusaha menutupinya,karna dia tidak ingin Oma semakin drop saat mendengar kenyataan bahwa menantunya lah yang telah membuatnya begini.
"Bi,Bibi Jaga Oma ya,,aku ada urusan,,em ini,,bawa ini,," Brian memberikan sejumlah uang dan ponsel.
"Hubungi aku jika ada apa-apa! Aku akan kembali lagi nanti"
",Oma,,Aku pergi dulu ya Oma,ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan. Nanti Brian kesini lagi."
lanjut Brian.
__ADS_1
Oma pun mengangguk,ia memahami benar kesibukan cucunya.
Ia merasa bangga dengan cucunya yang mampu menjalankan perusahaan dengan baik.