
Delia sepanjangmalam duduk dan tidur bersimpuh dikaki ayahnya yang sedang berbaring.
Yosep terbangun saat merasakan ada rambut disekitar kakinya.
"Delia"
"Ayah" Delia langsung terbangun mendengar suara ayahnya.
"Apa..apa kamu tidak tidur semalaman nak?khuk khuk khuk.."
"ayah batuk?delia ambilkan minum ya yah??"
Delia segera menggambil air hangat yang sudah selalu tersedia dikamar ayahnya.
"Ayah minum dulu yah.."
"Terimakasih nak.."
"Del,maafkan ayah,,tak seharusnya kamu berkorban demi ayah,ayah akan menanggung kecerobohan ayah dimasa lalu sendiri Del,ayah mohon jangan menikah dengan anak Atmajaya."
Yosep membenarkan posisi duduknya,kini pak Yosep duduk bersandar pada sandaran tempat tidurnya,tanganya menggenggam tangan anak semata wayangnya.
"Yah,Delia rela yah,,delia akan jauh lebih tersiksa kalau Delia membiarkan ayah dipenjara atau harus menanggung beban hutang sebanyak itu. Delia pasti akan bahagia saat melihat ayah terbebas dari hutang,terbebas dari tuduhan-tuduhan itu.
Pernikahan ini adalah jalan satu-satunya yah...biarkan Delia menunjukan baktiku pada Ayah yah...Delia mohon...."
"Tapi del,Atmajaya sangat licik setelah kepergian istrinya dia menjadi manusia yang tak punya hati. Ayah khawatir kamu akan tersiksa menikah dengan anaknya."
"Yah,ayah doakan Delia saja yah..Allah pasti akan melindungi Delia karna Doa Ayah. Allah tidak akan membiarkan umatnya,Delia yakin itu. Mungkin ini juga sudah menjadi jalan yang Allah pilih untuk kita yah... Pasti akan ada hadiah besar untuk umatnya yang bersabar dalam menghadapi setiap ujianNya yah... ayah percaya kan?"
"Ayah...ayah jangan menangis...Delia pasti akan baik-baik saja"
"Ayah aaaayahh berat melepasmu untuk anak Atmajaya Del...ayah khawatir padamu"
"Delia pasti kuat yah,mungkin Atmajaya kejam,,tapi kita kan tidak tau bagaimana dengan anaknya.." Delia mencoba menenangkan hati ayahnya,meskipun sebenarnya dia sendiri mengkhawatirkan masa depannya jika menikah dengan anak dari Atmajaya.
"Delia mohon yaahhh,jangan menangis...ayah percayakan pada Delia?"
Pak Yosep mengangguk meskipun sebenarnya dia masih belum ridho dengan keputusan anaknya yang menerima pernikahan itu.
"Terimakasih yah,,Doakan Delia ya yaaahhh,Delia sayang ayah,Delia ingin ayah bahagia tanpa harus menanggung beban dimasalalu"
Delia berpura-pura tersenyum,agar ayahnya merasa tenang.
"Sekarang ayah bersih-bersih ya..kita nanti sarapan bareng."
Delia mengambilkan semua peralatan mandi,dan memanggil pamanya untuk membantunya menyeka sang ayah.
***
"Del,apakah hari ini kamu mau berangkat kerja?"
tanya bibi Mira saat mereka berkumpul diruang makan.
"Iya bi,soalnya Delia sudah sering bolos,,gak enak juga sama bos bi"
"Ya sudah,bibi bawakan bekal untukmu dan temanmu ya..."
"Terimakasih bi,"
__ADS_1
07.00
Delia sudah tiba di CV.Adijaya.
Dia duduk dibangku kantin dengan segelas capucino,sembari menunggu sahabatnya.
"Hei.."
"Subahanallah.."
Delia terkejut dengan suara yang tiba berada dibelakangnya.
"Gitu amat terkejutnya,"
"Habisnya bapak ini mengagetkan."
Delia tersenyum pada Roby nsang bos yang tampan dan supple.
"Hehehe...makanya jangan ngalamun masih pagi."
"Ye,emangnya ada aturan ya ngalamunnya harus siang atau sore.."
Sahut Delia dengan senyuman merekah dibibirnya.
"Sarapan yuk"
"Terimakasih pak,pak Roby saja,,saya sudah sarapan tadi dirumah,"
"Oke,temani aku ya,,bolehkan aku duduk disini"
"Silahkan pak,"
"Del,jangan panggil bapak dong,,canggung,.kita kan kenal aku sejak SMA,walaupun kita gak begitu akrab."
"Tapi ini kan kantor pak,gak enak juga kan kalau didenger orang..masa staf biasa manggil bosnya mas,bro,sob,kak,atau bang...ntar dikirain manggil abang siomai lagi..hihihi"
Roby tertawa dengan celoteh Delia yang polos dan cenderung cemlang cemlong.
"Hehehe...gak papa lah,lagian umur kita cuma beda 2 tahun,aku juga belum jadi bapak-bapak.Panggil Kak atau mas aja gimana?"
"Tapi..."
"Ya deh,kalau saat sudah diruang kerja saja manggil Pak' nya..." jawab Roby yang sudah tau kalau Delia masih canggung melepas panggilan Pak'
"Baiklah.."
"Del,Setelah lulus SMA kamu kok gak pernah terlihat di acara Reuni akbar tahun lalu."
"Iya pak..eh..kak,,setelah lulus saya bekerja merantau,lagian setiap ada libur saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk merawat ayah saya kak"
"Emm...memangnya ayahmu sakit?"
"Iya,semenjak ibuku meninggal akibat kecelakaan,ayahku sering sakit-sakitan,,dan kecelakaan itu juga membuat kaki ayahku sakit,bersyukurnya Ayahku masih bisa berjalan meski gak sempurna."
"Aku turut prihatin atas semuanya Del..maaf ya.."
"Ga papa kak,ini sudah jadi jalan yang Allah pilih untuk keluargaku"
"Lantas,saat kamu pergi siapa yang menjaga Ayahmu?"
__ADS_1
"Bibi dan pamanku,aku tinggal bersama mereka.Oiya,kak Roby maaf sebentar saya menerima telpin dulu"
Delia memohon ijin dan pergi menjauh dari Roby.
"Kamu masih tetap cantik seperti dulu Del..." batin Roby.
"Kak,kak..kaaakkk"
"Eh..iya iya..sudah nelponya?"
"Hemmm...sekarang tinggal kakak yang ngalamun,.kasihan tu makanannya dianggurin."
"Hihihi...iya Del," Roby dengan cepat menghabiskan sarapanya.
"Kak,sudah hampir masuk jam kantor saya mohon diri.."
"Bareng aja yukz"
"Duhhh..maaf kak,,jangan kak,saya gak enak sama staf lain..noh,bibi penjaga kantin aja dari tadi liatin kita terus"
"Oke baiklah,kamu duluan"
"Terimakasih kak,permisi"
Delia berjalan meninggalkan Roby.
"Sederhana,sopan,dan menyenangkan...hemmm...Delia delia...kenapa aku gak mengenalmu dari dulu ya..." gumam Reyhan sambil menatap kepergian Delia.
***
"huuuu...aku nungguin kamu dikantin malah kamu udah disini duluaan.." ketus Delia pada Fani.
"hehehe...aku baru baca WA mu tadi,mau nyusul ke kantin tapi bentar lagi jam kerja dimulai..yaa sudah deh..aku minta kamu yang kesini.."
"Heemmm..oiya ini ada kue dari bibi,"
"asiiikkkkk bibi the best pokoknya dehhh...makasih ya Del..."
"Oiya Fan,sepertinya aku jadi menikah"bisik Delia pada Fani.
"Apa?Menikah!!!" Fani terkejut dan meninggikan suaranya secara spontan. Membuat sebagian orang disekelilingnya menatap mereka berdua.
"Sssttttt...jangan keras-keras..ihhh..." Delia membungkam mulut Fani.
"iya iya...menikah?kamu yakin?bagaimana dengan ayahmu?duh dellll..." bisik Fani.
"ayahku sepertinya juga sudah ikhlas,nanti saja ya aku ceritain"
"baiklah,nanti pulang kerja kita ke tempat biasa ya...kamu harus dan wajib menceritakan semua sama aku,awas kalau ada yang kelewat"
"githu amat Fan..iya iya..."
"Dah yuk siap-siap...aku ke mejaku dulu ya..bye"
"Okey..."
Delia dan Fani berpisah,meja mereka hanya selisih 2 meja.
Roby juga sudah mulai memasuki Ruang kerjanya dengan gagah,membuat sekertaris dan staf lainya tak henti-hentinya menatap pria tampan dengan tinggi 178cm.
__ADS_1