Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 176


__ADS_3

"Baik non,terimakasih"


"Ya sudah bi,karena Oma lagi tidur,bibi juga ikut tidur aja,,nanti kalau ada apa-apa panggil saya dan mas Brian di kamar sebelah ya bi,,"


Delia kembali kekamarnya,menceritakan keadaan Oma pada suaminya.


"Sudah,,sekarang giliran kamu yang istirahat,masalah Oma,sudah ada bi Ijah,,insya Allah Oma besok sembuh"


Brian berusaha membuat istrinya releks,,ia memijat pundak istrinya yang tengah duduk membersihkan wajahnya didepan meja rias.


"Iya si mas,,tapi aku engga tega aja,,"


"Sayang,,kamu kan juga harus memikirkan kondisimu sendiri,ingat kata dokter Aan kamu dilarang bergadang,,dilarang berfikir terlalu berat,,"


Delia menghela nafas panjang,lalu Brian memeluknya dari belakang dan berbisik.


"Istirahatlah,,karena nanti pagi kita bercocok tanam"


"Ih!! Apaan si kamu mas,," wajah Delia memerah.


"Iya,sesuai anjuran dokter,,serangan fajar jauh lebih efektif hehehe"


Goda Brian kepada istrinya,seraya menyingkirkan rambut Delia,dan mencium tengkuk lehernya.


"Udah agh,,aku mau ganti baju,trus bobo deh,," Delia yang hampir terbawa suasana pun akhirnya bangkit,mengambil baju tidur dari almarinya dan berganti pakaian.


***


Pagi Harinya


Setelah melakukan serangan fajar,Brian langsung menghubungi bi Ani yang pagi-pagi buta sudah sibuk didapur.


"Hallo bi,,nanti bawakan susu dan roti ke atas,,bawakan infused watee juga untukku"


"Baik tuan"


Bi Anipun segera menyiapkan dan membawa pesanan majikannya.


Iaengantarnya hanya sampai pintu kamar,Brian membuka pintu dan mengambilnya.


"Mas,,aku kan bisa turun kebawah buat ambil sendiri."


Ucap Delia yang masih terbaring dan berselimut.


"Engga! Mulai detik ini,,kamu tidak boleh melakukan pekerjaan rumah apapun sekalipun intu membuatkan minuman untukku! Kamu juga dilarang naik turun tangga,ada lift,manfaatkan itu! Jangan bandel!"


"Iya mas,,tapi kan program hamil yang dokter saranin juga engga gini-gini amat"


"Suka-suka mas dong,,yang jelas kamu harus nurut apa kata mas,,"jawab Brian kekeh. Ia memotong roti kecil-kecil lalu menyuapi istrinya.


"Aku bisa makan sendiri mas,,kamu mandi aja sana,katanya mau kekantor lebih awal"


"Tidak,aku harus pastikan kamu menghabiskan ini semua,,kasihan kamu kan sayang,tenagamu sudah habis tadi,,hehehe"


"Ihh,,kamu tu mas mas,,"


Setelah menghabiskan makanan dan minuman,Brian dan Delia mandi bersama.


Sebelum sarapan mereka juga memeriksa keadaan Oma dikamar,,bersyukur,Oma mulai membaik.


Bi Ijahpun sudah bisa meninggalkan Oma dikamar,bi Ijah bebenah diri dan membantu bi Ani.


Setelah semua makan pagi,Brian berangkat ke kantor,begitu juga Delia dua setengah jam setelah suaminya berangkat,Delia juga pergi ke Klinik,dengan diantar oleh mang Jajang.

__ADS_1


Siang harinya,dikantor Brian mendapat kabar dari Keke,kalau Seruni beserta keluarganya mau tinggal di Jakarta,Keke membujuk mereka dan memberi tahu kepada mereka terkait kesehatan Oma.


Brianpun langsung mengabari Oma dirumah,dan ia segera menyiapkan beberapa anak buahnya untuk menjemput Seruni dan keluarganya.


Brian juga memerintahkan beberapa orang untuk membersihkan rumah Ayahnya.


Tepat setelah magrib,bu Titi,pak Arya,bu Tati dan Seruni sampai dirumah Atmajaya.


Oma,Delia,Keke,Roby Fani beserta keluarganya menyambut kedatangan mereka.


Seruni dan keluarganya disambut bak putri raja. Bu Titi tak pernah menyangka akan seperti ini penyambutan yang dilakukan oleh Brian.


Omapun langsung ingin tidur bersama Seruni,,Oma sendiri mengatur kamar Seruni dengan sangat indah.


Karena Seruni belum terbiasa tidur tanpa ibunya,jadi dikamar itu Seruni,Oma dan bu Titi tidur bersama.


Hari-hari Oma menjadi lebih indah,,Bi Ijah juga kembali kerumah itu untuk merawat Oma.


Untuk pekerjaan rumah,Brian sudah mencari asisiten rumahtangga yang masih kerabat bi Ijah dikampung,yaitu bi Leha.


Setelah hasil tes DNA Seruni keluar,Brian peegi ke penjara untuk memberi tahu ayahnya tentang Seruni.


"Ini dia Seruni,gadis kecil yang ayah ragukan sebagai anak ayah! Dan ini hasil tes DNA nya! Apa ayah masih meragukannya?" Brian menunjukan foto dan hasil tes DNA pada Ayahnya.


Mata Atmajaya pun berkaca-kaca,ia menyesali segala yang sudah ia lakukan pada istri dan anaknya.


"Maafkan ayah nak,,nak,,apakah mungkin kamu bisa membawa Seruni kemari?"


"Maaf Yah,mungkin aku akan membawanya jika waktunya sudah tepat,dia masih sangat polos,,dia akan menanyakan banyak hal jika melihat ayah disini. Yang dia tahu saat ini,ayah dan ibunya adalah pak Arya dan bu Titi,pengakuan itu akan selamanya ada. Akupun tidak akan menuntut apapun yah."


"Kalau begitu,ijinkan ayah bertemu pak Arya dan bu Titi nak,,"


"Baiklah,nanti akan aku atur waktunya."


"Apa yah"


"Ayah titip Hans padamu,,dia tidak bersalah nak,jangan membencinya,,kalian harus bisa bersatu,,yang salah disini adalah aku dan ibunya,,dia sama sekali tidak tahu apapun."


Brian hanya bisa diam,dia sendiri masih butuh waktu untuk menerima Hans.


Dia juga mulai memikirkan perkataan ayahnya,diam-diam dia juga menyelidiki Hans.


Dan benar,selama ini Hans hidup mandiri dengan usahanya sendiri,dia sangat pekerja keras. Tidak bisa Ia pungkiri,Brian sendiri takjub dengan kegigihannya.


Tapi untuk menerimanya,dia masih dibayang-bayangi sosok Yesi yang kejam yang tega membunuh ibunya.


"Yah,Ian pergi dulu,,jangan lupa ini dimakan,Delia yang membuatkannya untuk ayah"


Brian meninggalkan ayahnya.


Ia sebenarnya tidak tega melihat ayahnya yang mulai kurus dan terlihat lebih tua. Tapi ian harus konsisten,ayahnya memang harus menanggung semua ini.


Saat hendak keluar dari ruang besuk,lagi lagi ia bertemu Hans dan Tania.


Mereka baru saja menjenguk Widodo dan akan menjenguk Atmajaya.


"Brian"sapa Tania.


"Hm,," Brian memberikan senyuman masam.


Tania tahu mungkin Brian tidak menyukain adanya Hans disini.


Karena biasanya,mereka bertemu di kantor sikap Brian dengan Tania biasa saja.

__ADS_1


Taniapun memaklumi keadaan saat ini.


***


Brian pulang kerumah pukul 17.00


Beberapa hari ini Brian sengaja pulang lebih awal,karena dia memang ingin mengikuti saran dokter agar dirinya juga tidak terlalu sering pulang malam dan terbebani banyak pekerjaan.


Oleh karenanya,dia membagi tugasnya dengan Soni untuk Golden Big dan Tania untuk urusan HR Group.


"Sayang,,kamu sudah pulang?"tanya Delia saat keluar dari kamar mandi. Diapun baru saja pulang dari Klinik.


"Iya Sayang,," Brian menge**p bibir Delia cepat.


"Aku siapkan air hangat ya buat mandi" masih berbalut handuk,Delia masuk lagi kekamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk suaminya.


Sementara Brian membaringkan tubuhnya dikasur.


Melihat istrinya yang baru keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian,Brian tersenyum senyum sendiri.


"Ngapain liatin sambil senyum senyum mas,,"tanya Delia.


"Hehehe,,aku lagi mbayangin aja,body gol mu suatu saat nanti akan berubah jadi body nol..alias bulet hahaha,,pasti lucu dan menggemaskan"


"Ih,,apaan si mas,,engga lucu tau!" Delia yang kesal karena digoda suaminya ,mendekat lalu menyubit perut suaminya.


"Aw awa aw ..sakit sayang,," Brian mengunci tubuh Delia dan mencium gemas.


Deliapun tertawa kegelian.


"Udah mas,,udah,,"


"Makanya jangan suka nyubit"


"Makanya jangan suka ngledek!!"


"Abisnya aku tu seneng kalau liat wajah kesalmu sayang,lucu,,"


"Oh,,gitu ya,,awas kamu mas" Kini gantian Delia yang menggelitik perut Brian.


"Ampun ampun sayang ampun,,,"


"Makanya!!"


"Sayang,besok liburan yuks"


"Kemana?"


"Pantai"


"Serius mas,,?pantai??"


"Iya,,kamu mau?"


"Mau banget dong,,,"


"Sekarang,kita kemas barang-barang,nanti pagi-pagi buta kita berangkat"


"Asyik ...Oke mas,aku siap siap ya.."


"Aku bantu berkemas ya Sayang,,"


"Oke,,,makasih suamiku sayaaaanggg" Delia mencium pipi suaminya gemas.

__ADS_1


***


__ADS_2