Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 35


__ADS_3

1minggu kemudian.


"Assalamu'allaikum bi..."


"Wa'allaikumsalam...Masya Allah...Delia..apa kabar...setelah sekian lama kamu akhirnya pulang..." Bibi Mira memeluk keponakannya dengan penuh kasih sayang,haru dan kesedian..bercampur jadi satu.


"Kenapa bibi menangis,,gak suka ya Delia pulang.."


"Ga sayang,,bibi rindu sama kamu,,akhirnya bibi bisa melihatmu tersenyum lagi..dan.."


"Dan apa bi..?"


"Dan,,nama baik ayahmu sudah bersih..semua karna Brian..bibi bersyukur sayang..."


"Bi,,aku juga sudah dapat uang 2M dari nya,,kita akan memulai usaha dan membuka kembali klinik seperti yang ibuku impikan..dan aku akan menghubungi teman-temanku yang mengerti bidang kesehatan..satu lagi bi...Brian juga bersedia menceraikanku...akhirnya aku bebas...aghhh...lega sekali.." Delia meletakan tasnya,dan berbaring di sofa ruang tengah.


"Apa Del!!! Kalian mau cerai??"


"Iya,kenapa bi??"


"Del,,bibi mohon..jangan ceraikan dia,dia anak baik,,hanya saja cara menikahimu yang salah,dan ayahnya lah yang selama ini bedosa pada keluarga kita. Sudah banyak yang Brian korbankan untuk menebus semua kesalahanya Del..termasuk.."


"Termasuk apa bi..?"


"Setelah kepergianmu,Brian terus dijodohkan dengan Tania tapi ia menolak akhirnya dia memutuskan hubungannya dengan Atmajaya,,dia memberikan semua aset milik ayahnya,kecuali perusahaan yang dia kelola,yang sebenarnya itu milik almh ibunya yang memang sudah menjadi miliknya..dan rumah yang kalian tinggali itu juga memang hasil kerja kerasnya.


Dia berusaha menemukan kedua saksi itu dan membersihkan nama ayahmu.


Sepulang dari Bali,dia memaksa bibi untuk membuat laporan atas tindakan KDRTnya kepadamu.."


"Apa!!! Kenapa seperti itu bii?" Delia bangun, membulatkan matanya.


"Dia hanya ingin memperbaiki semuanya,dia ingin menebus semua dosa-dosanya..bibi sebenarnya merasa kasihan dengannya,tapi ini sudah menjadi keinginanya."


"Lalu?"


"Sekarang berkas itu sudah sampai kepolisi,kita tinggal menunggu sidang."


"Hufh Kekonyolan apa lagi ini bi!!"


"Dia bukan konyol,dia hanya ingin membuktikan padamu kalau dia benar-benar menyesal..dia benar-benar mencintaimu. Del,tidakkah kamu tidak merasakan itu?tanyakan pada hatimu Del,,diluar kebencianmu pada Atmajaya,adakah sedikit perasaan untuknya?"


Bibi Mira menatap Delia tajam,selama kepergian Delia hanya bibi Miralah tempat Brian berkeluh kesah meratapi kepergian Delia,bibi Mira selalu menguatkannya.


"Bi,,aku lelah,aku ingin istirahat" Dekia memalingkan wajahnya.


"Baiklah,istirahatlah,bibi akan siapkan makan malam dan segera tanyakan hatimu sebelum semua terlambat." Bibi Mira menggenggam tangan Delia.


Delia terdiam lalu berjalan kekamarnya.


Melihat kamarnya,Delia merasa ada yang berbeda..dia mendapati aroma parfum Brian yang tertinggal disana.


"Sepertinya,dia sering kemari" gumamnya lirih.

__ADS_1


Delia merapikan bajunya dan barang bawaanya lalu mandi.


Sambil menunggu makan malam,Delia menelpon Fani.


"Hallo Fan,aku sudah sampai..kamu kemari ya..kita makan malam bersama.."


"Baiklah,aku juga mau bicara denganmu!" Ucap Fani ketus.


"Oke,aku tunggu ya,,bye Fan"


Delia mengakhiri telponnya dan beegumam dalam hati.


"Ada apa dengan Fani?nada bicaranya kok gitu y..hemmmm".


Delia berbaring,tiba-tiba terlintas dalam pikiranya tentang Brian. Dia mengingat bagaimana Brian merawat lukanya,memanjakannya saat di Bali.


"Ada apa denganku?kenapa harus memikirkannya?wajar aja dia dihukum,,karna dia sudah berani melukaiku saat itu..hem..biar saja dia tahu rasa dan si tua bangka Atmajaya selamat menikmati kehancuranya." Delia mencoba memejamkan matanya.


20menit kemudian Fani datang kekamarnya.


"Hai Fan..aku kangen..."


Delia memeluk Fani dengan erat. Namun Fani melepaskan pelukannya.


"Tega lo ya Del..bener-bener tega...apa sekeras itu hati lo!!apa gak ada sedikitpun rasa belas kasihan lo buat Brian!!"


"Apa maksudnya Fan?kenapa kamu marah denganku?"


"Apa maksudmu Fan,,aku sedang tidak bersenang-senang dengan uang itu,itu hak ku..karna Atmajaya sudah merebut semuanya!! Harusnya dia bisa ambil sikap dong jangan mau disetir ayahnya untuk hal buruk"


"Coba lah Del..sebagai sahabatmu aku awalnya juga kesal dengan Brian..awalnya aku menyangka mereka memang sepakat menyakiti keluargamu,tapi ternyata Brian hanya berpura-pura agar dia bisa menikahimu..coba kalau diawal dia terus terang mencintaimu pasti Atmajaya tidak akan setuju kan..aku juga sudah menceritakan semua yang aku tahu tentang Brian..kalau kamu belum percaya,aku panggilkan asistenya yaitu Soni. Dia lebih banyak tahu tentang Brian yang benar-benar mencintaimu..sampai ide konyolnya untuk menyerahkan diri kepolisi."


"Sebenarnya aku juga masih bingung..apakah dia bener-benar atau hanya pura-pura atau juga siasat."


"Ya Allah Dellll...hilangkan berburuk sangka padanya..coba tanyakan pada hatimu..apa kamu nyaman disampingnya?"


"Ya gimana ya...lumayan nyaman si..."


"Apa yang kamu rasa mendengar dia dipenjara?"


"Emmm...ya rada gak tega juga..dia seharusnya tidak melakukan itu"


"Karna dia lebih rela masuk penjara hanya inginenebis kesalahannya karna sudah menyakitimu."


"Iya aku tau,,"


"Lalu?apa kamu tidak bersamanya?apa kamu sekarang senang saat mendengar kata Cerai?"


"Haduhhh..gimana ya Fan..susah aku menjelaskan apa yang aku rasa saat ini Fan..kamu ngerti kan..?? Aku..aku memang kesal dengannya,,tapi juga tidak sekesal aku dengan Ayahnya..Kalau kata Cerai,,siapa si yang mau Cerai..tapi aku kan belum bisa mencintainya.."


"Bagaimana kamu bisa mencintainya kalau kamu tidak membuka hatimu?"


Delia hanya tertunduk terdiam

__ADS_1


"Oke,besok kita jenguk Brian,,rasakan hatimu,bagaimana jika dia sudah tidak ada dihidupmu..bayangkan kalau benar-benar menghilang dari mu..haduhhhh...sudah lah,,aku lelah menasehatimu,kalau kamu sendiri gak punya hati. Makan agh..aku laper.."


Fani meninggalkan Delia dikamarnya,dia menemui bibi Mira dan menunggu Delia dimeja makan.


Selama makan malam Delia memikirkan perasaanya,memikirkan perkataan Fani dan bibinya,,


"mengapa mereka begitu yakin kalau Brian itu yang terbaik untukku?"


Sepanjang malam dia terus memikirkanya.


Ponselnya Delia berdering..


Siapa malam - malam menelponku.


"Hallo.."


"Hallo Del,,saya Soni,,maaf aku meminta nomer baru mu dari Fani"


"Iya,tidak apa..ada apa kak Soni?"


"Apa kamu sudah pulang dari Bali?"


"Sudah kak,tadi siang aku sampai disini.."


"Oh,syukurlah,,besok pengacara Brian akan mengirimkan surat gugatan cerai kerumah bibi Mira ya.."


"Hah...i-i-yaa kaa,,"


"Baiklah,aku hanya menyampaikan itu,agar besok kamu bisa menerima dan langsung menandatanganinya..apa besok kamu ada acara?soalnya surat itu akan sampai kerumah bibi kurang lebih pukul 9.30"


"Oh,,sebenarnya si besok aku akan pergi..tapi oke lah,perginya nunggu surat itu datang dan selesai aku tandatangani.."


"Oke,terimakasih.."


"Sama-sama kak..Oiya kak,..em...gak jadi deh.." Delia terdengar kebingungan untuk mengatakan sesuatu.


"Ada apa Del..?katakan saja..gak usah sungkan.."


"Bbbb-bbb bagaimana ke-keadaan Brian?"


"Hahaha...mau tanya itu susah amat..dia baik-baik saja,,hanya saja dia sedang sibuk untuk pengalihan posisi sementara di perusahaanya..jadi dia mempersiapkan semuanya sebelum..."


"Sebelum apa?apa benar dia menyerahkanndiri ke polisi atas tindakan KDRT?"


"Hah!?emm..tidak.."


"Jangan bohong,,bibi dan Fani sudah mengatakan semua.."


"Ternyata mereka tidak bisa menrahasiakan apapun darimu y..oke,iya itu benar. Pahamilah dia Del,dia hanya ingin menebus semua kesalahanya.."


"Tapi kenapa melakukan ini kak!"


"Sebelumnya,dia ingin menebus dengan memberikan kebahagiaan dan cinta padamu,,dia ingin membahagiakan kamu seumur hidupnya,,tapi bukannya waktu itu kamu sudah menolaknya,,dia terus merasa bersalah dan hanya ingin hidupmu tenang,jadi dia pikir dengan seperti ini kamu akan tenang dan bisa bahagia melanjutkan hidupmu.."

__ADS_1


__ADS_2