Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Takdir Mempermainkan Orang


__ADS_3

Erwin bangun pagi-pagi.


Duduk santai di sofa sambil memegang data tentang informasi Xavier, ini adalah informasi Xavier dikumpulkan oleh Anita semalaman tadi malam atas perintah Erwin.


Menurut pendapat Erwin, seorang tuan muda kaya dari ibukota seperti Xavier pasti tidak akan membiarkannya begitu saja setelah dipukul, jadi begitu pulang ke vila tadi malam, dia langsung menyuruh Anita mengumpulkan informasinya.


"Nggak kusangka orang ini punya aset sebanyak ini, keluarga Baxter ternyata memang bukan hanya keluarga besar saja, tapi juga punya bisnis besar, lebih besar dari anak orang kaya yang pernah kuhadapi sebelumnya."


Erwin sedikit tersenyum, dia tidak tertarik dengan permainan Xavier yang kekanak-kanakan, tapi kagum dengan aset yang dimilikinya.


“Aku harus cari cara agar dia bisa mentransfer semua asetnya ini padaku!” Erwin mengerutkan kening dan berpikir dengan hati-hati. Cara terbaik untuk menyerang mental seorang anak kaya adalah dengan mengambil semua asetnya, dan membuatnya jatuh miskin, yang tidak hanya dapat menghancurkan kepercayaan dirinya, tetapi juga menghancurkan niatnya untuk membalas dendam, yang berarti membunuh dua burung dengan satu batu.


"Aku harus cari bantuan Damon buat awasi orang ini, agar dia nggak bisa lepas dari genggamanku."


Erwin sedikit tersenyum, daripada menunggunya datang, lebih baik berinisiatif untuk mengawasi Xavier dulu, dengan begitu, walau Xavier berniat buruk sekalipun, Erwin langsung dapat mengetahui pergerakannya lebih dulu.


Memikirkan hal ini, Erwin segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon Damon, dan panggilan dengan cepat terhubung,


"Damon, bantu aku awasi seseorang, namanya Xavier, dari ibukota, sepertinya tuan muda ketiga dari keluarga Baxter, cari lokasinya di Kota Bandung, lalu suruh orang buat awasi dia, kalau ada pergerakan yang mencurigakan, langsung hubungi aku."


“Baik, Tuan Muda!” Meskipun Damon tidak tahu mengapa Erwin mau mengawasi putra ketiga dari keluarga Baxter yang bernama Xavier ini, tapi dia tetap menjalankan perintah dengan patuh.


Dengan koneksi dan kekuatan Damon di Kota Bandung, bisa dikatakan cukup mudah untuk mengawasi seseorang yang bernama Xavier ini.


“Mau balas dendam padaku di Kota Bandung ini? Kayaknya kau kepedean deh!” Erwin sedikit tersenyum.


Setelah mengatur semua ini, Erwin pergi ke perusahaan, karena dalam beberapa hari terakhir, musim baru "Wilderness Life" akan segera direkam, dan Erwin akan sedikit sibuk.


Namun, begitu Erwin tiba di perusahaan, asisten barunya, yaitu Faira, buru-buru datang mencarinya dengan cemas.


"Manajer, asisten Hannah bilang Hannah jatuh sakit jadi tak bisa hadir ke lapangan besok!"


“Hannah sakit?” Erwin terkejut sejenak, Hannah ini adalah tamu misterius dari musim terbaru “Wilderness Life" Kali ini untuk mencapai peringkat nomor satu, Erwin sudah menghabiskan banyak uang untuk mengundang bintang terkenal ini untuk hadir, tapi kenapa bisa tiba-tiba sakit?


“Dia sakit apa? Udah konfirmasi ke rumah sakit?” Erwin sedikit enggan, karena tanpa adanya bintang terkenal ini, peringkat musim terbaru Wilderness Life kemungkinan besar akan anjlok.

__ADS_1


"Mereka bilang penyakit tonsilitis, jadi setidaknya butuh tiga hari istirahat," jawab Faira tanpa daya.


“Jalankan rencana B, kita nggak bisa nunggu lagi, besok udah mulai rekam, kalau masih nunda bakal terlambat” Untungnya, Erwin sudah menyiapkan rencana B untuk berjaga-jaga.


Namun, situasinya sekarang sepertinya lebih buruk dari yang dia perkirakan.


"Devin dari rencana B sudah didahului oleh Synthetic Entertainment karena kita belum menandatangani kontrak dengan Devin." Setelah Faira mengatakan ini, dia serasa tidak berani mengambil napas, karena takut dimarahi Erwin, Wilderness Life Ini adalah proyek seluruh departemen yang sudah menghabiskan semua sumber daya mereka untuk menjalankannya, dan rekamannya akan dimulai besok, tapi justru terjadi situasi seperti ini.


Erwin mengerutkan kening, timing dari Synthetic Entertainment ini terlalu kebetulan!


Synthetic Entertainment ini adalah perusahaan di mana mantan manajer dan pamannya, yaitu Bashan dan Dominic dipekerjakan setelah diusir oleh Erwin. Untuk membalas dendam Erwin, Bashan sudah berusaha mencari peluang, dan akhirnya memutuskan untuk menargetkan musim terbaru Wilderness Life Ini.


Pada saat ini, telepon di kantor Erwin berdering.


Erwin mengangkat telepon tanpa sadar, dan mendengar Bashan berteriak dengan bangga di sisi lain telepon,


"Erwin! Nggak punya bintang besar buat diundang lagi, kan? Cari aja bintang biasa buat syuting Musim terbaru Wilderness Life-mu itu!"


“Bashan, ternyata memang kau!” Erwin sedikit kesal, tetapi dunia bisnis ini memang seperti medan perang, karena sudah diserang duluan, Erwin juga tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Hahaha, Erwin, ini baru permulaan, Wilderness Challenge Synthetic Entertainment kami juga akan mulai merekam besok, kau hanya perlu tunggu Wilderness Life-mu ditekan samaku!" Kata Bashan dengan sombong dan bangga.


"Manajer Erwin, apa yang harus kita lakukan sekarang? Besok sudah proses perekaman, kalau mau cari bintang terkenal lain mungkin sudah terlambat, mengandalkan bintang biasa juga tak sanggup bertahan di papan peringkat." Faira semakin khawatir.


“Gapapa, biar kutangani masalah bintang terkenalnya, kamu fokus dulu pekerjaanmu sendiri, dan ingat jangan sampai masalah ini bocor, aku tak mau orang-orang di departemen jadi panik." Erwin tiba-tiba teringat dengan Jocelyn, dan sekarang sepertinya hanya bisa mencari Jocelyn, karena kalau cari bintang terkenal lain pasti sudah terlambat.


Setelah mengatakan ini, Erwin segera meninggalkan perusahaan dan pergi ke Villa Fancy Garden, area vila kelas atas di barat kota.


Erwin tidak menyangka belum lewat satu hari, dirinya sudah pergi mencari Jocelyn, takdir memang sering mempermainkan orang.


Sesampainya di area Villa Fancy Garden Villa, dan turun dari mobil, Erwin langsung menelepon nomor telepon yang diberikan Jocelyn tadi malam.


Telepon berdering beberapa kali sebelum terhubung, suara malas tapi merdu terdengar dari telepon, suara malas Jocelyn seolah-olah baru saja bangun tidur, sepertinya Jocelyn memang sangat lelah setelah konser tadi malam, dan tidur sampai sekarang baru bangun.


“A-aku Erwin, apa boleh bersembunyi di tempatmu sebentar? Ini mendesak!” Erwin tidak ingin berbicara tentang bisnis begitu memulai percakapan, karena kemungkinan besar akan langsung ditolak sebelum bertemu, bagaimanapun, Jocelyn sudah berjanji padanya tadi malam, begitu Xavier memburunya, dia boleh bersembunyi di tempat Jocelyn.

__ADS_1


“Masuklah, aku minta tanteku buat jemput kamu.” Jocelyn jelas tidak nyangka Erwin akan datang mencarinya secepat ini, tapi tetap menyetujui permintaannya.


Tak lama kemudian, Ametta keluar dari vila sambil memakai masker dengan enggan, setelah melihat Erwin, dia menatapnya dengan tatapan kosong, anak ini sepertinya udah takut mati juga, dan mau sembunyi dari buruan secepat ini.


“Masuklah,” Ametta sangat membenci Erwin, pria ini terlihat seperti orang miskin, dan tidak tahu mengapa Jocelyn membiarkannya masuk.


Setelah mengangguk, Erwin mengikuti Ametta memasuki Villa Fancy Garden.


Meskipun kompleks vila ini bergaya taman, tapi jelas masih setingkat lebih rendah dari Vila mahkota yang ditinggali Erwin, Erwin mengingat kembali, sepertinya tempat ini juga merupakan real estat milik High Build, jadi sepertinya lain kali tidak perlu merepotkan Ametta lagi kalau mau masuk.


“Kalau udah masuk nanti, tetap duduk tenang, jangan ke mana-mana.” Ametta membawa Erwin ke Villa B13 dan mengingatkannya sebelum membuka pintu.


“Oke, aku mengerti!” Erwin menjawab dengan ringan.


Setelah pintu terbuka, Erwin mengikuti Ametta dan berjalan masuk, dan terlihatlah dekorasi interior di dalam vila yang cukup mewah, tetapi Erwin sendiri tinggal di Vila mahkota, jadi tidak terlalu heboh dengan dekorasi mewah di sini.


“Duduk di sofa dulu." Ametta meninggalkan kalimat ini sebelum pergi.


Ametta pergi mencari Jocelyn, dia merasa tidak nyaman dengan orang ini yang akan bersembunyi di sini. Saat ini, Jocelyn berjalan turun dari lantai dua dengan piyama merah muda.


Jocelyn baru saja selesai mandi, jadi wajahnya tanpa riasan, namun parasnya tetap cantik bagaikan aset negara.


“Kamu udah datang ya, Xavier nggak nyakitin kamu, kan?” Tanya Jocelyn dengan sedikit khawatir sambil berjalan.


“Tidak, dia mengirim orang buat mengawasiku.” Erwin tentu sedang berbicara omong kosong, jelas dia sendiri yang mengirim orang buat awasi Xavier.


“Kayaknya hari-harimu kedepannya akan sulit dilalui, tapi kalau sembunyi di tempatku, dia nggak bakal berani berbuat apa-apa padamu.” Jocelyn duduk di tempat duduk yang jauh dari Erwin, dan mulai makan apel yang ada di atas meja kopi.


Erwin yang menatap dari samping, bisa melihat lekuk tubuh Jocelyn yang indah dan menggoda.


"Anak sialan, kau liat ke mana?” Ametta memperhatikan Erwin daritadi, dan berpikir kedatangan anak sialan ini jelas ada maksud lain.


Erwin terdiam beberapa saat, dia hanya melihat lekukan tubuh Jocelyn sebentar, lagipula Jocelyn itu juga tunangannya, memangnya apa yang salah kalau menatap tunangan sendiri secara terang-terangan seperti ini? Tapi Erwin tetap tidak mengatakannya secara langsung.


"Tante, bagaimanapun, dia sudah menyinggung Xavier karena melindungiku, biarkan aja dia bersembunyi di sini sebulan, setelah sebulan nanti, aku akan pergi dari sini, jadi selanjutnya dia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri," ujar Jocelyn, memperbolehkan Erwin bersembunyi selama sebulan di sini sudah merupakan hal terbaik yang bisa dia lakukan.

__ADS_1


“Satu bulan?!” Ametta tidak tahan dengan ini, matanya menjadi dingin saat menatap Erwin, membayangkan tinggal bersama anak sialan ini selama sebulan saja dia sudah tidak tahan.


Namun, Erwin juga sedikit terpana, karena tak nyangka Jocelyn akan memperbolehkannya untuk bersembunyi di sini selama sebulan.


__ADS_2