
Bagian utara Kota Bandung baru-baru ini sangat ramai, dan banyak orang kaya dari kota-kota sekitarnya yang berdatangan!
Hampir semuanya diundang oleh walikota untuk berpartisipasi dalam pelelangan dan pembangunan Distrik Baru utara kota, tapi keluarga di Kota Bandung yang tidak menerima surat undangan juga mulai bekerja sama dengan bos besar, berharap bisa ikut mendapat bagian dan Keluarga Aleda adalah salah satunya.
Setelah Tuan Besar Aleda mendirikan perusahaan, dia juga mengumpulkan 8 triliun lagi untuk mendapatkan bagian dari lelang di Distrik Baru utara kota.
Pada hari ini Tuan Besar Aleda memanggil tiga putra dan satu putrinya ke ruang kerja untuk membahas surat undangan yang merupakan prioritas utama bagi Keluarga Aleda mereka.
"Masih ada tujuh hari sebelum pelelangan di Distrik Baru utara kota dibuka, Keluarga Aleda kita masih belum punya surat undangannya, kalau tak coba mendapatkannya, usaha kita selama ini akan jadi sia-sia." David mengerutkan kening dan berkata, karena sangat mengkhawatirkan tentang ini.
Untuk lelang di distrik baru ini, dia bahkan menggadai semua barang-barang antik yang sudah lama dikoleksi olehnya, bisa dibilang termasuk seluruh dana pemakamannya juga, mempunyai semacam momentum mempertaruhkan semuanya atau tidak sukses sama sekali.
"Yang dapat undangannya itu perusahaan besar yang setidaknya bernilai 20 triliun, dan Keluarga Aleda kita masih jauh tertinggal." Simon berkata dengan sedih.
"Kalau hanya masalah ini, cukup serahkan pada kakak kedua aja, bukannya perfoma kakak kedua lagi naik daun baru-baru ini? Bukan cuma dapat 1 triliun dana investasi tambahan, tapi juga bisa dapat pinjaman 4 triliun, apa yang kami tak bisa lakukan selalu berhasil dicapai kakak kedua."
Darwin tiba-tiba berkata dengan sedikit niat buruk.
"Benar, serahkan pada kakak kedua aja! Kakak kedua pasti bisa tangani dengan mudah." Stella juga tersenyum dingin.
Dalam beberapa hari ini, perfoma Lucas memang membuat mereka sedikit iri, terutama Lucas memegang 30% saham perusahaan baru, yang merupakan pemegang saham terbesar di antara mereka, yang membuat mereka ingin mengambil kesempatan ini untuk lebih menekan Lucas.
Semua orang di ruang kerja menatap Lucas, yang membuatnya mengerutkan kening dan menghela nafas sedih karena para saudara-saudarinya sengaja menargetkannya.
"Itu hanya beruntung, surat undangan ini dapat dari walikota, mana mungkin aku bisa?"
Lucas tidak berani maju kali ini, karena takut begitu saudara-saudarinya iri, mereka akan bekerja sama untuk menekannya, selain itu surat undangan ini juga dapat dari walikota, dan Lucas beneran tidak punya cara.
“Bukannya kau itu hebat? Pinjaman 4 triliun aja busa dapat.” Simon tidak bisa menahan cibiran, karena saham di tangan Lucas lebih banyak darinya, dirinya yang sebagai putra tertua punya saham yang lebih sedikit dari putra kedua yang cuma punya seorang putri, ini benar-benar membuatnya marah.
__ADS_1
“Benar, kakak kedua pasti bisa.” Darwin berkata lagi.
Para saudara-saudarinya terus mendorong masalah sulit ini kepada Lucas, mereka justru terlihat seperti sedang menonton sebuah pertunjukan, bahkan Tuan Besar Aleda juga mengarahkan pandangannya ke arah Lucas.
"Lucas, bisa cari cara dapatkan undangannya? Ini terkait dengan masa depan Keluarga Aleda kita."
Karena Tuan Besar Aleda sudah bertanya, Lucas tidak berani diam lagi, tapi Lucas juga tidak bodoh jadi menjawab,
“Kalau perusahaan baru ini mau berkembang, tidak mungkin menggantungkan semua harapan pada diriku seorang aja, selain itu, kakak dan adik-adik sekalian juga bukannya kekurangan koneksi atau dana, sebaiknya kita bekerja sama untuk menemukan solusi, yang jelas hasilnya akan lebih baik daripada hanya aku sendiri!"
Kata-kata ini bukan hanya memuji tapi juga berbagi tugas mencari surat undangan kepada saudara-saudarinya.
Masih ada persaingan dan selisih secara diam-diam di antara saudara-saudari, yang mencerminkan realita kehidupan masyarakat ini.
"Lucas benar, bekerja sama untuk mencari solusi adalah langkah paling tepat, kalau keluarga Aleda kita mau jadi keluarga kelas satu di Kota Bandung, maka masih butuh kerja sama dari kalian semua untuk bergerak maju." Tuan Besar Aleda setuju dengan kata-kata Lucas.
"Begini saja, siapapun yang duluan dapat surat undangan untuk pelelangan investasi di Distrik Baru utara kota, bisa menjabat sebagai manajer umum perusahaan baru ini, gimana menurut kalian?" Tuan Besar Alera hanya bisa menggunakan metode seperti ini lagi untuk membuat mereka lebih aktif.
Mereka yang mampu dapatkan surat undangan, baik dalam hal kemampuan atau koneksi pasti lebih unggul dari yang lain, jadi akan cocok untuk jadi manajer umum perusahaan baru.
“Karena ayah sudah bilang begitu, kita putuskan begini saja.” Beberapa orang menganggukkan kepala, dan hati mereka penuh semangat, karena menjadi manajer umum itu berarti mendapat pengaruh yang kuat di perusahaan baru, jadi mana mungkin mereka menyerah begitu saja.
Setelah diskusi, mereka semua bubar dan pulang.
Pada saat ini, Erwin sedang berlatih tinju di Villa Fancy Garden, tidak ada acara besar dalam beberapa hari ini, jadi Erwin hanya menghabiskan waktu berlatih, walau hanya beberapa hari, tapi Erwin bisa merasa kekuatannya telah meningkat sedikit.
“Lain kali harus tes kemampuanku di Balai Seni Bela Diri Pencak Silat yang baru dibangun.” Erwin baru saja mendapat kabar dari Sharon bahwa Balai Seni Bela Diri Pencak Silat sebentar lagi akan dibuka secara resmi, itu membuat Erwin sangat bersemangat untuk mencoba berlatih di sana.
Tepat ketika Erwin selesai, ponselnya tiba-tiba berdering.
__ADS_1
Erwin menyeka keringat di dahinya sebelum mengangkat telepon, ternyata Lina yang menelepon untuk mengundang Erwin makan bersama di rumahnya.
"Oke, sebentar lagi aku ke sana." Erwin mau tak mau mengangkat sudut mulutnya, sebenarnya dia juga cukup rindu pada Lina, karena sudah beberapa hari tidak bertemu.
Tak lama kemudian Erwin pun tiba di rumah Lina, begitu membuka pintu, Lina yang bersembunyi di balik pintu buru-buru menutup mata Erwin sambil berkata,
"Tebak siapa aku?"
"Wanita tercantik di dunia," kata Erwin sambil tersenyum, dan secara alami tahu siapa yang menutup matanya.
"Karena jawabannya benar, kau dapat hadiah," kata Lina dan mencium wajah Erwin dengan gembira, sudut mulut Erwin juga perlahan terangkat, sejak kapan gadis ini belajar mengombal seperti ini!
Lucas juga menyambut dengan senyuman, tapi ketika melihat senyum Lucas, Erwin justru merasakan sebuah firasat buruk.
Dan ternyata benar, setelah Lucas menyuruh Lina memasak di dapur, dia langsung menarik Erwin ke samping dan berkata,
"Erwin, paman harus mengandalkanmu lagi kali ini!"
“Kali ini apalagi?” Erwin justru merasa menjadi pendukung nomor satu Lucas, yang selalu dicari Lucas saat sedang kesulitan.
"Pelelangan di Distrik Baru utara kota sudah mau buka, kan? Keluarga Aleda kami belum dapat surat undangannya, jadi bisa minta tolong dapatkan satu surat undangan buat Keluarga Aleda?" Lucas tidak bertele-tele.
“Surat undangan ya, oke, akan kuutuskan seseorang kirim ke sini besok.” Erwin berpikir dengan kekuatan dan status Damon saat ini di Kota Bandung, mendapat surat undangan untuk Keluarga Aleda itu tidak sulit sama sekali, lagipula dia juga punya hubungan yang cukup baik dengan walikota.
"Baguslah kalau begitu, paman tidak akan memperlakukanmu dengan buruk, sahammu yang sementara ini kupegang sudah kunaikkan jadi 20%, akan kutransfer nanti begitu perusahaannya sudah stabil." Lucas juga tahu diri.
__ADS_1