Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Terima Kasih


__ADS_3

   "Bisa membuat begitu banyak penjaga keamanan mendengarkannya, bagaimana pecundang ini melakukannya?" Albert terheran-heran dengan trik apa yang dipakai Erwin, karena dia sudah menggunakan trik ini untuk mencelakai banyak orang, yang belum pernah gagal sebelumnya, tapi triknya ini justru tidak mempan dan ketahuan sama pecundang miskin yang biasa-biasa saja.


    “Ternyata kau lumayan juga, sampai bisa tahu rencana ini.” Meskipun Albert ketakutan karena jumlah orang yang ada di pihak Erwin sekarang, dia setakut sampai terduduk di lantai seperti adiknya.


    "Namamu Albert, kan? Aku sudah menyelidikimu, kau memegang cukup banyak sahan, tapi satu-satunya bisnis 100% punyamu itu hanyalah pameran Sun Galery, aku cukup tertarik dengan pameran itu, jadi aku ambil yang itu saja, akan kutransfer 200 juta sebagai biaya transaksinya." Kata Erwin dengan nada yang tak terbantahkan dan mendominasi.


    Pameran Sun Galery ini tepatnya adalah tempat di mana David akan membuka pameran koleksi pribadinya, dan selain menyelenggarakan berbagai pameran seni, Pameran Sun Galery ini juga memiliki bisnis besar lainnya, yaitu lelang.


    Pameran Sun Galery ini mencakup hampir 40% dari seluruh lelang yang ada di Kota Bandung, jadi penghasilan tiap tahunnya dapat mencapai angka miliaran, tentu tempat ini jelas bagaikan tambang emas.


    "Kau mau Pameran Sun Galeryku? Mimpi!" Bagaimana mungkin Albert menyerahkan sumber penghasilannya, Pameran Sun Galery ini adalah proyeknya yang paling menguntungkan, yang setidaknya bernilai 100 miliar rupiah, dan Erwin ingin membelinya seharga 200 juta? Bagaimana mungkin dia terima.


    “Oke, Lisa, buat dia mengerti situasinya.” Melihat penolakan Albert, Erwin tidak mau repot-repot untuk berbasa-basi lagi.


    Lisa mendekat, dan langsung menampar wajah Albert dengan kuat, karena tenaga Lisa yang sangking kuatnya sampai membuat Albert mimisan. Rasa sakit serta perih tiba-tiba dirasakan oleh wajah Albert, sehingga Albert menutupi wajahnya dengan ekspresi ketakutan sekaligus marah.


    "Erwin, apa kau tau siapa aku? Aku ini adalah putra tertua dari Sun Group, akan kubuat kau menyesal kalau berani macam-macam denganku." Albert belum sepenuhnya memahami situasi jadi masih bersikap sombong di depan Erwin, dan ingin menekan Erwin dengan kekuatan keluarganya.

__ADS_1


    Tapi Erwin tidak terpengaruh sama sekali, karena Erwin bahkan tidak menganggap Sun Group itu berkuasa, di mata Erwin, ancaman mereka ini tidak lebih dari kotoran.


    Erwin memberi isyarat dengan mata, dan Lisa melangkah maju lagi, dan menampar Albert beberapa kali, hingga darah mengalir keluar dari sudut mulutnya, Albert tidak menyangka Erwin akan begitu kejam dan tanpa belas kasihan.


    “Kau orang pertama yang masih begitu keras kepala di hadapanku.” Erwin datang menghampirinya dan berkata dengan ringan. Albert ketakutan dan mundur beberapa langkah, bahkan tidak berani menatap langsung ke arah Erwin lagi.


    "Ini adalah perjanjian transfer Pameran Sun Galery dengan harga 200 juga, kalau kau tak mau menandatangani ini, aku akan membuatmu pulang dengan kondisi terbaring."


    Menghadapi provokasi berulang kali dari mereka, Erwin hanya bisa memberi mereka pelajaran, agar mereka tahu bahwa dia ini bukan orang yang boleh sembarang diprovokasi.


    Jika Albert tidak menandatangani perjanjian, dia akan pulang dengan kondisi terbaring, itu membuat Albert gemetar ketakutan, dia sepenuhnya percaya bahwa Erwin tidak berbohong padanya.


    “Oke, akan kutanda tangani.” Kata Albert sambil menggertakkan gigi.


    Erwin ini adalah orang pertama yang membuatnya semenderita ini, dan dianggap susah membuat kesepakatan dengan Erwin.


    “Baguslah.” Erwin sangat puas dengan sikap Albert yang memahami situasinya sendiri saat ini.

__ADS_1


    Setelah menggunakan ponsel untuk mentransfer 200 juta padanya, transaksi ini dianggap telah mencapai kesepakatan.


    "Terima kasih, kalian telah bekerja dengan keras untuk mengirimiku sebuah hadiah yang begitu besar, kalian ini baik sekali." Setelah Erwin mengambil perjanjian itu, sudut mulutnya tersenyum penuh kemenangan.


    Adapun Leticia dan Adam yang terkejut, Erwin tidak peduli pada mereka sama sekali, karena peran kecil seperti mereka tidak layak untuk mendapat perhatian darinya.


    Segera, Erwin membawa Lisa dan meninggalkan kamar No.308, penjaga keamanan yang memblokir pintu juga bubar.


    Pada saat ini, Albert merasa seolah-olah seluruh tenaganya sudah direnggut, Erwin ini benar-benar menakutkan sekali, penampilannya terlihat sangat biasa-biasa saja, tetapi sebenarnya Erwin ini tidak jauh berbeda dengan iblis.


    Setelah keluar dari Hotel Aston, Erwin menyerahkan perjanjian pada Lisa dan berkata,


    "Serahkan perjanjian ini pada Asistenku, Damon, dan suruh dia selesaikan semua prosedur mengenai transfer Pameran Sun Galery ini sebelum besok."


    “Baik, Tuan muda, akan segera saya lakukan.” Setelah Lisa menjawab, dia langsung pergi dengan mobil untuk melaksanakan tugasnya.


    “Sepertinya besok akan menjadi hari yang baik lagi!” Erwin merasa senang ketika memikirkan Sun Galery yang bagaikan tambang emas yang sudah dia dapatkan.

__ADS_1


    Dan besok adalah hati di mana kedua lukisan itu akan diperiksa, Erwin penasaran dengan reaksi Vincent setelah tahu kalau lukisan miliknya itu palsu di depan semua orang. Haha, dia benar-benar sangat menantikannya!


__ADS_2