Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Tawaran yang Mengejutkan


__ADS_3

Tawaran tiba-tiba dari Erwin membuat gempar orang-orang, 4 milliar untuk sebuah kalung mutiara itu terlalu berlebihan.


Mereka menoleh dan menatap Erwin, karena ingin melihat orang seperti apa yang membuka tawaran sebesar itu dengan menggandakan harganya.


Namun, ketika melihat pakaian penawar yang biasa-biasa saja, mereka tiba-tiba kecewa, tapi rasa penasaran mereka bangkit.


"Siapa dia? Kenapa berpakaian sesantai itu ke sini? Dari keluarga mana dia?"


Banyak orang mulai berbisik satu sama lain.


Lina dan Fiona sama terkejutnya, tapi Lina sudah diam-diam merencanakan, jika Erwin tidak mampu bayar, dia akan bantu bayar 4 miliar itu.


Margareth benar-benar lengah.


“Bukannya dia itu anak miskin? Kenapa bisa sekali tawar langsung 4 milliar? Itu terlalu berlebihan!” Margareth tidak percaya. Pakaian yang dikenakan Erwin jelas murahan, dia jelas terlihat seperti anak miskin, tapi penawarannya justru memperlihatkan yang sebaliknya.


"Menarik.....anak miskin ini sepertinya punya sedikit uang, ayo kita lihat seberapa banyak yang dia punya."


Nicky tiba-tiba mengangkat plat nomor lelang dan menatap Erwin dengan senyuman provokasi di sudut mulutnya.


"6 milliar." Nicky langsung tambah 2 miliar lagi, yang menyegarkan kesadaran semua orang yang hadir, tetapi ketika mereka melihat bahwa itu adalah Nicky, putra keluarga Greyson, mereka semua berpikir bahwa ini wajar-wajar saja.


Tidak ada keraguan sama sekali, karena keluarga Greyson sangat kaya, 6 miliar itu hanya bagaikan setetes air di sebuah ember yang penuh dengan air.


“10 miliar.” Erwin tersenyum sedikit, ekspresinya sangat tenang, seolah-olah 10 miliar ini setara dengan lima ratus perak.


“Woah!” Semua orang di tempat kejadian mengalihkan perhatian mereka ke Erwin dengan kaget lagi, serta menjadi semakin penasaran tentang identitasnya.


Tapi Lina dan Fiona justru semakin cemas, karena mereka tidak tidak punya uang sebanyak itu.


“Erwin, kita tak punya uang sebanyak itu.” Lina mengingatkan dengan suara rendah.


“Gapapa, aku punya.” Erwin menjawab dengan ringan.


"K-kamu punya..." Baik Fiona dan Lina sedikit terkejut, bukannya Erwin hanya seorang manajer departemen? Apa gaji pekerjaannya sangat tinggi?


“Hehe, anak ini terpancing, kita lihat gimana caranya kau membayar 10 milliar itu.” Nicky tidak lanjut lagi, melainkan lepas.


“10 miliar satu kali!” Melihat bahwa tidak ada yang menawar lagi, Benjamin mulai menghitung.


"10 miliar dua kali!" Tidak ada seorang pun di tempat kejadian yang berniat menaikkan harga.


“10 miliar tiga kali! Terjual! Selamat kepada Tuan dengan plat nomor 148, kalung mutiara air mata giok ini milik Anda!” Benjamin mengumumkan secara langsung.


Segera, ada diskusi hangat di antara hadirin, sebuah kalung mutiara dijual seharga 10 miliar rupiah, yang sangat mengejutkan mereka.


Namun, Nicky tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, menunjuk ke arah Erwin dan bertanya,


"Para hadirin, aku ragu apakah anak ini mampu bayar, jadi mau minta tolong sama Benjamin buat periksa keuangannya sekarang juga."


“Betul, langsung periksa, anak ini terlihat seperti orang miskin.” Beberapa teman Nicky juga berdiri untuk setuju.


“Kalau tak punya uang jangan asal naikkan harga sesuka hati, aku sarankan Benjamin mengirim seseorang untuk mengusirnya.” Margareth berdiri dengan tidak puas dan setuju, dia gagal mendapatkan kalung mutiara yang disukainya, tentu dia sangat tidak senang.


Keributan mulai memanas di tempat kejadian, sedangkan Lina dan Fiona sedikit khawatir.

__ADS_1


"Gimana kalau aku minta ayahku transfer 10 miliar ke sini dulu?” Lina tidak ingin Erwin diusir, jadi hanya bisa berpikir untuk meminta ayahnya membayar 10 miliar ini terlebih dahulu, dengan begitu Erwin bisa tetap tinggal.


“Nggak perlu, bosku itu Damon, dia punya banyak uang!” Erwin tersenyum pada mereka berdua, agar mereka bisa sedikit lebih lega, Fiona dan Lina tertegun sejenak, lalu menghela nafas lega.


Sekretaris Benjamin pada akhirnya tidak bisa menahan permintaan dari orang-orang, jadi dia menghampiri Erwin dan berkata dengan sopan,


"Tuan, boleh ikut pemeriksaannya denganku?"


“Tak masalah, tolong panduannya.” Erwin mengangguk dengan ekspresi yang sangat tenang.


Di sisi lain, Nicky dan yang lainnya memasang ekspresi seperti akan menonton pertunjukan bagus nantinya.


“Berani melawanku? Bentar lagi kau akan diusir aja dari sini!” Nicky dan yang lain tampaknya sangat yakin bahwa Erwin tak akan mampu mengeluarkan 10 miliar, dan pada akhirnya akan dikeluarkan dari resepsi ini.


Erwin mengikuti Benjamin sampai ke sebuah ruangan kecil di resepsi, terdapat dua staf keuangan di dalam yang sedang menghitung berbagai jenis uang. Sepertinya ini adalah departemen keuangan.


“Tuan, tolong tunjukkan sesuatu yang bisa membuktikan dana Anda,” kata Benjamin mengikuti aturan yang berlaku.


Erwin ingin mengeluarkan kartu emas hitam, tetapi karena berpikir bahwa ini akan sangat mudah mengungkapkan identitasnya, jadi dia mengeluarkan VIP bintang sembilan dari Jalan Mandro yang diberikan Damon, dan menyerahkannya pada Benjamin.


"Tidak tahu apakah kartu ini bisa membuktikan dana yang kupunya."


Setelah Benjamin mengambil kartu tersebut, tatapannya berubah, dia tahu ini adalah kartu VIP bintang sembilan di Jalan Mandro, dan tidak lebih dari sepuluh orang di Kota Bandung yang memiliki kartu ini.


“Kartu ini bukan milik Anda.” Benjamin dengan cepat menyadari bahwa kartu ini bukan milik Erwin.


“Damon yang memberiku kartu ini, pengeluaranku di pelelangan ini dijamin oleh High Build Group dan Damon, jadi seharusnya tidak bermasalah,” kata Erwin setelah berpikir sebentar.


“Tolong tunggu sebentar, saya perlu menghubungi Tuan Damon secara pribadi untuk mengonfirmasi.” Benjamin tidak berani mengabaikan.


High Build Group menempati seperempat dari seluruh industri yang ada di Kota Bandung, dia tidak berani menganggap remeh masalah ini, ditambah Damon adalah salah satu tokoh penting di Kota Bandung, bahkan dia sendiri tidak berani menyinggung orang itu.


"Semua pengeluaran Tuan Erwin dalam pelelangan akan sepenuhnya ditanggung oleh High Build Group kami."


Dengan adanya kata-kata Damon, Benjamin tidak ragu lagi, setelah menutup telepon, dia dengan hormat berkata kepada Erwin,


"Tuan Erwin, keuangan Anda telah diverifikasi, dan Anda sepenuhnya mampu membayar semua biaya lelang di sini!"


Erwin mengangguk, sangat puas dengan sikap dan efisiensi penanganan dari Benjamin.


“Ini adalah kalung mutiara air mata giok yang baru saja Anda beli, sudah boleh Anda bawa pulang, terima kasih atas perhatian dan bantuan Anda dalam menyelamatkan anak yatim di kota ini!" Sikap Benjamin tampak lebih hormat dari sebelumnya, dia bahkan memerintahkan seseorang untuk membawakan kalung tersebut ke sini dan menyerahkannya pada Erwin.


Setelah Erwin mengambil kalung tersebut, dia dengan santai melihat-lihat sebentar dan menurutnya kalung ini terlihat cukup bagus, jadi Lina seharusnya menyukai ini.


Setelah keluar dari departemen keuangan, Erwin langsung kembali ke tempat duduknya dengan ekspresi yang tetap tenang seperti sebelumnya.


Nicky justru bingung, kenapa anak miskin ini bisa kembali ke tempat duduknya? Apa jangan-jangan dia lolos verifikasi?


"Para hadirin sekalian, Tuan ini telah lolos verifikasi, dan dinyatakan mampu untuk membayar barang-barang dalam pelelangan ini, jadi kita akan melanjutkan pelelangan berikutnya." Pernyataan Benjamin memberi menghancurkan ekspektasi Nicky yang awalnya berpikir bisa menonton pertunjukan yang bagus.


"Tak kusangka anak ini bisa bayar 10 miliar itu!” Nicky melengkungkan bibirnya, sedikit kecewa, tetapi yakin bahwa Erwin tak punya banyak uang lagi setelah membayar 10 miliar itu.


Setelah Erwin kembali ke tempat duduknya, dia menghadiahkan kalung mutiara itu pada Lina.


"Lina, ini untukmu."

__ADS_1


“Untukku?” Lina sangat terkejut, karena tidak menyangka Erwin akan memberinya kalung yang seberharga ini secara langsung padanya, dapat dilihat bahwa Erwin sangat tulus padanya.


Fiona yang menonton tampak iri, dan berpikir alangkah baiknya jika dia punya pacar yang setulus itu padanya!


“Fiona, kamu suka kalung ini, kan? Nih, kasih kamu aja, boleh kan Erwin?” Lina berkata dan menatap Erwin.


“Tak masalah, kamu yang buat buat keputusan.” Erwin berkata sambil tersenyum.


Tadi Fiona sudah berusaha menaikkan harga untuk mendapatkan kalung ini, dapat dilihat bahwa Fiona sangat menyukai kalung ini, jadi tidak masalah juga kalau memberikannya pada Fiona, Erwin berpikir hanya perlu membeli satu barang lagi untuk Lina nanti.


"Kalau gitu makasih banyak ya! Malam nanti kutraktir makan~" Fiona sangat senang, dia tidak menyangka Lina akan begitu baik padanya, sehingga sangat tersentuh.


Pelelangan segera berlanjut kembali, barang kedua yang dilelangkan adalah sebuah ukiran batu giok.


Erwin dan yang lain tidak tertarik dengan barang ini, jadi mereka hanya duduk diam sambil menonton, dan pada akhirnya, harganya ukiran itu terjual dengan harga 240 juta, sejujurnya, harganya sedikit tinggi untuk ukiran itu, sepertinya persaingan gengsi antara para anak kaya di sini sangat sengit.


Barang ketiga adalah lukisan kuno dari pelukis terkenal. Harga awal mulai dari 1 miliar, sepertinya memang barang antik asli! Para anak kaya ini tidak peduli suka atau tidak, mereka hanya buru-buru beli dulu.


Harganya pun melambung tinggi, dan akhirnya terjual dengan harga 13,6 milliar rupiah.


Erwin dan yang lainnya tidak tertarik dengan beberapa pelelangan berikutnya, jadi mereka dengan bosan menyaksikan anak-anak kaya ini bersaing sambil makan.


Tepat ketika Erwin hampir tertidur karena mengantuk, barang terakhir akhirnya muncul.


"Barang berikutnya adalah barang terakhir dari pelelangan ini, yang disumbangkan oleh orang luar negeri, mari saya perkenalkan asal-usul yang luar biasa dari barang ini lebih rinci kepada Anda sekalian."


Benjamin melanjutkan setelah berdehem.


"Ini adalah cincin Bvlgari yang dirancang seratus tahun yang oleh Johnny Wilder, seorang desainer luar negeri yang terkenal. Cincin ini pernah dipakai oleh Ratu negara yang kemudian diwariskan kepada putri mereka, siapapun yang memakai cincin ini tentu akan sangat dipandang.”


Seperti yang dikatakan Benjamin, gambar asli dari cincin Bvlgari yang muncul di layar lebar sangat indah, sampai-sampai semua wanita di tempat kejadian pun terpesona.


"Penawaran dimulai dari sekarang, dengan pembukaan sebesar 10 miliar rupiah!"


Pembukaan harga saja sudah 10 miliar, dapat dilihat bahwa cincin ini bukanlah sesuatu yang mampu dibeli oleh keluarga kaya biasa. Lina juga menyukai cincin ini, tetapi dia tidak punya uang sebanyak itu, jadi hanya bisa melihat persaingan dari para penawar lain.


"20 miliar." Seseorang seketika menawarkan 20 miliar, yang sudah merupakan harga tertinggi dalam lelang sejauh ini, tetapi rekor ini langsung diperbarui.


"24 miliar."


"30 miliar."


"40 miliar." Bahkan Nicky juga menaikkan harga, cincin ini sangat berharga mau untuk dijadikan hadiah ataupun sekedar koleksi, jadi dia bertekad untuk membelinya.


"60 miliar." Salah satu anak kaya dari Kota Bandung langsung menaikkan harganya menjadi 60 miliar.


Harga ini sudah merupakan harga yang tidak mampu dikeluarkan oleh anak orang kaya biasa, hanya keluarga kaya kelas atas dan empat keluarga kaya besar yang bisa.


"80 miliar." Nicky tidak puas, karena keluarganya itu bisnis di bidang keuangan, tentu punya banyak uang!


"100 miliar." Noah Davis, salah satu dari empat keluarga besar, menaikkan harga menjadi 100 miliar, yang membuat orang-orang yang hadir menarik napas dalam.


Harga yang ditawarkan oleh salah satu putra dari empat keluarga besar di Kota Bandung memang bukan main-main.


"120 miliar." Earl Ragnarson dari keluarga Ragnarson yang juga merupakan salah satu empat keluarga besar di Kota Bandung, secara langsung menaikkan harga menjadi 120 miliar.

__ADS_1


Bahkan Nicky sudah mampu kalau harganya sudah setinggi ini! Namun, masih ada saja orang yang terus menawarkan harga yang lebih mengejutkan.


"200 miliar." Erwin akhirnya membuka mulut, dan sekali lagi membuat semua orang di tempat kejadian terkejut.


__ADS_2