
Orang yang datang adalah Giselle, seksi dan cantik, dengan gaun tanpa lengan bahu, berjalan kemari sambil memperlihatkan kaki rampingnya, yang benar-benar menarik perhatian, terutama untuk para pria yang dibawa Nicky.
Setelah Nicky yang datang adalah Giselle, matanya juga berbinar.
“Giselle, kenapa ke sini? Kamu lagi coba lindungi anak ini?” Nada suara Nicky menjadi lebih halus, tapi matanya terus menatap Giselle.
"Aku bukan melindungi Erwin, tapi demi kebaikanmu, apa menurutmu seseorang yang bisa dengan gampang menghabiskan 800 miliar untuk beli cincin itu orang yang sanggup kamu singgung?" Giselle mengibaskan rambut seksinya, bibir merahnya sambil tersenyum tipis.
Belum lagi, tindakan ini sangat menawan, orang-orang itu tanpa sadar terus menatap Giselle, apalagi Nicky.
“Giselle, kamu yang terlalu memandang tinggi anak ini, aku tidak percaya!” Nicky masih ingat penghinaan yang dia terima dari Erwin, bagaimana dia bisa menahan semua ini?
“Aku tak peduli mau percaya atau tidak, kalau kamu berani menyentuh Erwin, aku tak akan membiarkanmu keluar dari Hotel Neon ini.” Giselle tiba-tiba marah, wajahnya yang cantik menjadi jauh lebih dingin.
Nicky mungkin tidak percaya dengan Erwin, tapi dia tampaknya sangat peduli dengan kata-kata Giselle, terutama karena Giselle memiliki kontak sosial yang luas, memang sangat mungkin membuatnya tidak bisa keluar dari Hotel Neon ini.
“Oke, Giselle, aku akan beri muka padamu hari ini. Hei sialan, jangan sampai aku melihatmu lagi kedepannya, kalau tidak kubunuh kau!” Kata Nicky sambil menunjuk ke arah Erwin dengan arogan, Giselle ada di sini, mungkin akan sulit untuk menyerang Erwin.
Jika dia secara paksa menyerang Erwin, takut besok Giselle akan mencari seseorang untuk membalas dendam, bagaimanapun Giselle punya koneksi sama orang-orang organisasi jahat juga.
“Saudara-saudara, kita pergi!” Nicky berkata dan menyuruh para bawahannya pergi, tetapi dihentikan oleh Erwin.
“Datang pergi seenak jidatmu? Kau anggap aku ini apa?” kata Erwin dengan ringan, Nicky ini keterlaluan, jadi harus diberi pelajaran hari ini, kalau tidak, mungkin dia akan datang mencari masalah kedepannya.
"Erwin, kamu udah diampuni berkat Giselle, kau itu kenapa sih? Cari pukul?!” Nicky mengangkat matanya dan berkata dengan nada buruk.
“Maaf, lebih tepatnya kau yang cari pukul!” Erwin sudah mendengar suara langkah kaki berantakan yang datang tidak jauh, sepertinya penanggung jawab Hotel Neon bentar lagi datang bersama petugas keamanan.
“Hehe, anak ini cukup sombong, bagus, akan kuhajar kau!” Nicky berbalik lagi, dan berkata pada Giselle,
"Giselle, anak ini yang cari masalah, bukan aku yang tak memberi muka."
Giselle sedikit mengerutkan kening, kenapa Erwin ini begitu bodoh, Nicky sudah siap untuk pergi, tapi Erwin malah sok pahlawan, ini justru membuatnya berpikir semakin keras bagaimana cara menyelamatkan Erwin dari kejadian ini.
Namun, pada saat ini, suara langkah kaki yang berantakan semakin keras, lima sampai enam puluh petugas keamanan, yang dipimpin oleh seorang pria berjas hitam, dengan cepat berlari kemari.
"Cepat, cepat..." Pria berjas itu terus mendesak, karena takut terlambat sedikit saja akan menyebabkan bencana besar.
__ADS_1
Ketika Erwin melihat petugas keamanan Hotel Neon datang, dia merasa lega.
Nicky yang tiba-tiba dikepung petugas keamanan menjadi gugup, mengira tindakannya terlihat di CCTV, yang membuat para petugas keamanan ini datang untuk membubarkan mereka.
“Abang petugas keamanan, ini hanya salah paham, kami tak berkelahi, cuma ngobrol dan bercanda sama kawan aja.” Nicky dengan cepat berbicara dengan pria paruh baya berjas hitam yang berdiri di depan.
“Siapa yang bercanda denganmu?” Pria berjas hitam itu segera menjauhkan diri dan berjalan lurus ke arah Erwin. Giselle, Nicky dan yang lainnya menatap dengan bingung, para petugas keamanan ini bukannya datang untuk membubarkan mereka?
Lina dan Fiona tampak gugup ketika melihat pria berjas hitam berjalan kemari, bagaimanapun, ada begitu banyak penjaga keamanan di tempat kejadian, jadi situasinya sedikit menakutkan.
“Tuan Erwin, nama saya Halbert, penanggung jawab Hotel Neon ini, saya benar-benar minta maaf telah membuat Anda menunggu!” Halbert tiba-tiba berkata kepada Erwin dengan hormat.
Giselle dan Nicky tiba-tiba terkejut, penanggung jawab Hotel Neon mematuhi Erwin dengan sikap sehormat itu, apa-apaan ini?
"Mm, lihat orang-orang itu? Buat mereka cacat semua, dan serahkan Nicky itu padaku." Erwin menunjuk Nicky, dan berkata dengan ringan, dengan rasa dingin di mata.
“Baik Tuan Erwin, petugas yang saya bawa itu terlatih semua, jangan khawatir!” Halbert mengangguk, dan setelah merespon, dia berbalik dan berteriak pada petugas keamanan yang dibawanya.
"Selain Nicky itu, jangan lepaskan siapa pun! Hajar mereka!"
Giselle bahkan lebih ketakutan, siapa sebenarnya Erwin ini? Sampai-sampai bisa memerintah Halbert, dan juga begitu kejam! Ingin orang-orang ini cacat semua.
Sudah terlambat untuk mengatakannya! Para petugas keamanan yang dibawa Halbert sudah diberi perintah dan bergegas menuju orang-orang yang dibawa oleh Nicky.
Mereka sudah terlatih, jadi kemampuan mereka sudah pasti lebih kuat dari para preman yang dibawa oleh Nicky, ditambah mereka menang jumlah, jadi tak butuh waktu lama untuk merobohkan dua puluh sampai tiga puluh preman itu, tanpa meninggalkan siapapun, para preman itu terbantai semua.
Kejadian tragis di tempat kejadian membuat Nicky menjadi pucat.
“K-kenapa bisa begini? Kenapa pemilik Hotel Neon mendengar anak ini?” Nicky terkejut.
Dan Giselle juga terkejut saat ini, Erwin ini tampaknya lebih misterius dan kuat dari yang dia bayangkan!
“Nicky, mau bilang apalagi?” Erwin tersenyum ringan di sudut mulutnya dan berjalan menuju Nicky.
Pada saat ini, wajah Nicky pucat karena ketakutan, dan tubuhnya mulai gemetar, dia tidak menyangka telah salah menyinggung orang.
"Erwin, ini semua salah paham, aku minta maaf, kita anggap masalah ini tidak pernah terjadi, oke?"
__ADS_1
Nicky dipaksa mundur oleh Erwin, dan keringat dingin muncul di dahinya.
“Menurutmu meminta maaf itu berguna?” Erwin berjalan ke arahnya dengan senyum di bibir, semakin mendekat dan meraih Nicky.
“Gimana kalau aku kasih dua miliar kita impas, oke?” Nicky sangat ketakutan dan berkata dengan suara gemetar.
“Kau pikir aku menganggap dua miliar itu?” Mulut Erwin berkedut, dan langsung mematahkan salah satu lengan Nicky, yang membuat Nicky menjerit kesakitan. Erwin ingin memberinya pelajaran, agar Nicky ini tidak sesombong ini lagi kedepannya.
Giselle yang melihat di sebelahnya tercengang, karena tindakan Erwin terlalu kejam, ditambah Nicky itu dari keluarga Greyson, yang tidak mudah ditangani, jadi dia buru-buru memperingatkan,
"Erwin, Nicky itu dari keluarga Greyson, jangan terlalu berlebihan, ini seharusnya sudah cukup."
Giselle merasa mematahkan salah satu lengan sudah cukup sebagai pelajaran, dan ingin mengingatkan Erwin bahwa keluarga Greyson itu sangat kaya.
“Boleh aja kulepaskan, coba bilang apa properti paling berhargamu?” Erwin bertanya dengan ringan.
“Propertiku yang paling berharga??” Nicky tertegun sejenak. Pada saat ini, dia sudah ketakutan, jadi tidak berani menyembunyikan apapun, dan menjawab, “Sebuah manor di utara kota."
Erwin tidak tahu apa yang dikatakan Nicky itu benar atau tidak, jadi dia mengalihkan perhatiannya ke arah Giselle, yang memiliki koneksi sosial luas, sehingga mungkin lebih tahu tentang hal ini.
"Giselle, yang dia bilang itu beneran?"
"Iya, manor di utara kota itu setidaknya bernilai lebih dari 120 miliar, dan itu memang manor kelas atas di kota Bandung." Giselle tidak tahu apa yang dimaksud Erwin tapi tetap menjawab dengan jujur.
“Oke, kalau gitu kasih aku manor itu, dan kita anggap masalah ini selesai. ” Erwin menoleh dan menginstruksikan Halbert. "Halbert bawa dia tandatangani perjanjian transfer manor itu ke namaku."
Erwin sangat penasaran dengan manor senilai lebih dari 120 miliar ini.
“Baik Tuan Erwin, saya akan menangani ini.” Halbert mengangguk dan menjawab.
Erwin menyerahkan Nicky yang ketakutan kepada Halbert dan membiarkannya menangani perjanjian transfer.
Sedangkan Erwin sendiri akan makan malam bersama Lina dan Fiona, dia tidak ingin membuang-buang waktu di sini, lebih baik serahkan masalah perjanjian pada bawahan saja.
Giselle terpana di tempat, identitas seperti apa yang sebenarnya dimiliki oleh Erwin ini, sampai berani merampok aset keluarga Greyson? Keberanian ini bukan main!
Namun, ini juga membuatnya semakin penasaran tentang Erwin, pria muda bernama Erwin ini memberinya terlalu banyak kejutan hari ini!
__ADS_1