Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Sehari Sebelum Dilanda Bencana


__ADS_3

Setelah membereskan Matthew, Erwin menyuruh Lisa untuk mengirim tiga perjanjian akuisisi tersebut ke tangan Damon, agar Damon bisa menangani prosedurnya, tentu saja, akan ditransfer ke High Build Group dulu, untuk menghindari balas dendam keluarga Ricardo langsung tertuju pada Erwin.


Namun, keluarga Ricardo adalah salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, jadi mungkin tidak akan semudah itu menyerahkan tiga aset berkualitas tinggi ini, sepertinya Damon akan butuh lebih banyak upaya lagi, tapi Erwin tetap percaya dengan kemampuan Damon.


Setelah memuaskan nafsu makan, Erwin terus menemani Jocelyn dan Ametta pergi berbelanja di Jalan Mandro, Erwin memiliki kartu VIP bintang sembilan, sehingga mereka berdua bisa menikmati pengalaman berbelanja terbaik.


"Erwin, tak sangka kamu itu anggota tertinggi di sini, itu benar-benar diluar dugaanku."


Ametta memegang tas Chanel di tangannya dengan gembira, dia sudah cari tahu, kalau kartu VIP bintang sembilan itu bisa mendapat diskon setidaknya 50%, merek internasional terkenal bisa diskon 50% itu sudah jelas menggiurkan, sayangnya cuma berbatas dan cuma sekali dalam waktu tertentu, kalau tidak, dia pasti sudah memborong seluruh isi toko Chanel itu.


“Kartu ini punya bosku, belilah apa yang kalian mau selagi bisa dipakai." Erwin mencari alasan acak untuk berbohong.


“Kalau gitu kami nggak segan-segan lagi ya!” Jocelyn juga sangat senang, dia sudah lama tidak berbelanja sesuka hati seperti ini.


Tak lama kemudian, kedua wanita itu mulai berbelanja lagi di Jalan Mandro bersama Erwin, karena tangan mereka tidak muat, mereka menitip semua barang belian mereka pada Erwin, sehingga Erwin serasa seperti sebuah koper berjalan.


Untuk berterima kasih kepada Erwin atas kartu VIP-nya, kedua wanita itu juga masing-masing membeli satu barang mewah sebagai hadiah untuk Erwin, yang membuat Erwin sedikit terkejut.


Ketika sudah larut, mereka lelah berbelanja dan pulang.


Pada saat yang sama, Matthew yang pulang ke rumah menerima pelajaran dan teguran keras dari ayahnya, karena saat tengah malam, ia menerima pernyataan perjanjian akuisisi dari High Build Group untuk menangani pengalihan saham Eco Resort, Hotel Beauty, dan Paskal Shopping Mall.

__ADS_1


Meskipun aset ini atas nama Matthew pribadi, tapi tim manajemen di dalam sana sebenarnya adalah bawahan ayah Matthew, Agus Ricardo.


Tim manajemen dari perusahaan-perusahaan ini secara alami akan melapor kepada Agus tentang masalah transfer saham yang begitu besar, begitu dia mengetahui tentang peristiwa sebesar ini, dia marah besar sampai membatalkan rapat menelepon Matthew dan menyuruhnya pulang.


“Aku kerja susah-susah, tapi dihamburkan secepat itu sama kamu? Kamu mau habiskan semua kekayaan yang keluarga kita kumpulkan selama tiga generasi ya?!” Agus marah sampai tak punya nafsu makan.


"Ceritakan bagaimana kamu bisa kalah tiga aset ini sama orang."


Agus tidak puas kalau ketiga aset berkualitas tinggi tersebut diakuisisi oleh High Build Group, kalau tidak merebut kembali, nama baik mereka mungkin tidak akan bisa bertahan di Kota Bandung ini lagi.


Matthew tidak berani berbohong pada ayahnya, jadi dia memberitahu Agus tentang apa yang terjadi di Jalan Mandro.


“Maksudmu pamanmu tiba-tiba diberhentikan sementara untuk penyelidikan?” Mendengar ini, Agus mengerutkan kening, ini jelas bukan kabar baik.


“Anak itu sepertinya tidak biasa!" Agus Jalan bolak-balik di dalam rumah dengan tangan di belakang, tapi setelah berpikir lama tentang cara untuk mendapat kembali ketiga aset ini dari High Build Group, hasilnya tetap nihil, dengan kekuatan keluarga Ricardo yang mereka miliki, berhadapan dengan High Build Group secara langsung itu sama saja dengan cari mati.


“Sepertinya kita hanya bisa mulai dari anak bernama Erwin ini, tapi kita tidak tahu seberapa pedulinya Damon terhadap anak ini.” Mata Agus memancarkan hawa dingin, kalau tidak bisa menghadapi secara langsung, maka hanya bisa mengakali dengan rencana licik.


"Ayah, gimana kalau cari Boy di barat kota aja? Dia punya banyak bawahan, jadi bisa diam-diam menculik Erwin ini, kemudian membiarkan Damon memuntahkan semua sahamnya, rencana ini bagaimana?" Ternyata Matthew ini kenal dengan Boy dari organisasi jahat di barat kota, dan bahkan pernah menyewa Boy untuk melakukan sesuatu, mencari Boy adalah pilihan bagus karena Boy selalu melakukan hal gelap seperti ini dengan sempurna dan tanpa jejak.


"Ya, tapi kita harus lihat dulu seberapa pedulinya Damon pada anak ini, bagaimanapun, anak ini hanya salah satu bawahannya! Kalau Damon tidak peduli, tidak ada gunanya menculik anak ini," kata Agus sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


"Lebih baik cari cara untuk uji seberapa pedulinya Damon pada Erwin ini, baru bisa membuat pengaturan target sasaran."


Agus dan Matthew segera tenggelam dalam perenungan yang mendalam untuk sementara waktu, tetapi sebuah suara tiba-tiba memecah keheningan ini.


"Aku ada ide buat uji seberapa peduli Damon itu pada Erwin."


Setelah suara itu muncul, seorang wanita cantik menyusul, wanita memakai cheongsam merah yang terlihat berumur 30-an tahun berjalan keluar dari kamar tidur, dengan memancarkan aura seorang wanita dewasa yang feminin.


Mina Ricardo, adik perempuan ketiga Agus, yang juga merupakan tante Matthew, meskipun adalah keturunan perempuan dalam keluarga Ricardo, tapi keluarga Ricardo yang memiliki status setinggi ini di Kota Bandung, sebagian besar itu berkat usaha dari wanita ini, bisa dibilang bahwa tanpa dia, keluarga Ricardo tidak mungkin memiliki ketenaran sebagai salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung.


“Dek, punya ide apa? Coba ceritakan.” Melihat kemunculan Mina, Agus baru ingat kalau adik ketiganya ini yang paling mahir dalam merencanakan hal semacam ini.


"Aku butuh foto Erwin, dan aku juga perlu tahu pakaian seperti apa yang sering dia pakai," kata Mina dengan ringan.


"Dia hanya pakai kaos putih biasa, jelas beli di warung pinggir jalan, diliat aja udah tau barang murahan, kalau fotonya, aku punya cara, tadi dia ada di tempat makan dimsum Jalan Mandro, dan tempat makan itu kebetulan ada CCTV, paling nanti pakai sedikit uang udah bisa dapat rekaman video anak itu."


Kata Matthew setelah berpikir sejenak, ternyata otaknya lumayan pintar di saat-saat seperti ini.


“Bagus, kalau gitu dapatkan secepatnya.” Mina mengangguk, merasa keponakan tertuanya ini lumayan pintar pada saat kritis, dan segera berkata kepada Agus. "Kak, Damon itu lagi buru-buru urus perjanjian transfer saham, kan? Kamu bilang aja sama dia, kalau kamu mau dia datang ke ruang konferensimu untuk berbicara secara langsung, baru kamu setuju untuk menjalani prosedur pemindahan sahamnya."


“Oke, aku akan membuat janji dengannya.” Setelah mengangguk, Agus bertanya lagi dengan sedikit penasaran, "Lalu apa selanjutnya? Apa ada hal lain yang harus kulakukan?"

__ADS_1


“Tak perlu, ingat buat janji ketemunya lusa aja, kalau tidak rencanaku mungkin tak akan sempat, dan saat hari ketemu nanti, aku mau ikut.” Rasa dingin melintas di mata indah Mina.


“Tak masalah, kalau gitu semuanya sesuai rencana Adik ketiga aja.” Agus masih sangat percaya diri pada Adik ketiganya, karena ketenaran dan status yang dimiliki Keluarga Ricardo di Kota Bandung sekarang, adalah hasil dari rencana licik Adik ketiganya.


__ADS_2