Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Aku Ingin Menikahimu Secara Resmi


__ADS_3

Orang yang paling senang jika Mary tidak bisa menjadi CEO pasti adalah kedua saudarinya, terutama bibi tertua Lina, dia juga pernah mencegah Mary menandatangani kontrak sebelumnya, jadi kemungkinan besar insiden lokasi konstruksi adalah ulah Meisha, tapi Bang Ivan masih belum tertangkap untuk bersaksi, jadi tidak mungkin bisa menuduh Meisha!


"Sepertinya aku harus membuat rencana jangka panjang." Erwin menghela nafas, lalu menundukkan kepala untuk melihat Lina di dalam pelukannya, yang sudah tertidur. Dia bernapas dengan tenang, dan dadanya naik turun secara teratur!


“Sudah kubilang jangan minum terlalu banyak.” Erwin tidak bisa menahan senyum, kemudian menggendong Lina dan berjalan ke kamar.


Tetapi ketika lengan Erwin menyentuh kulit halus dan lembut Lina, sebuah keinginan muncul di hatinya.


Ini adalah pertama kalinya Erwin datang ke kamar Lina, semua perabotan di dalamnya sangat rapi, bahkan kosmetik di atas meja rias pun tertata rapi. Ranjangnya yang bergaya Eropa juga tampak cukup empuk.


Setelah meletakkan Lina di tempat tidur, Erwin tidak bisa menahan diri dan melirik tubuh anggun dan halus Lina beberapa kali lagi, sosok Lina benar-benar cantik sekali, belum lagi hanya memakai handuk mandi saja saat ini, dan sebagian besar kulitnya terbuka di depan mata Erwin, yang sangat menggoda.


“Tidur sajalah, aku harus ke lokasi pembangunan hotel besok.” Karena sudah larut malam, Erwin memutuskan untuk tidur, dan langsung keluar dengan tenang setelah menutup tubuh Lina dengan selimut.


Setelah menutup pintu, Erwin menarik napas dalam dan akhirnya bisa menenangkan diri.


“Alangkah bagusnya kalau aku tak bertunangan dengan Jocelyn!” Erwin menghela nafas, jika tidak ada pertunangan dengan Jocelyn, Erwin tidak akan memiliki beban lagi di hatinya, dan mungkin sudah melakukannya dengan Lina tanpa ragu.


Jika dia tidak menjadi anak orang kaya, dia tidak mungkin bisa melindungi Lina, sebagai orang miskin, dia tidak layak untuk Lina. Walau saling mencintai satu sama lain, mereka pada akhirnya pasti akan kalah pada kenyataan dan berpisah. Leticia adalah contoh terbaik dari itu.


Selain itu, orang tua Lina tidak mungkin setuju Lina menikah dengan orang miskin seperti Erwin.


Tapi untuk terus menjadi orang kaya raya seperti ini, dia harus menerima Jocelyn, tunangannya yang diatur oleh orang tuanya, dan terpaksa harus melepaskan Lina, ini memang hal yang tidak diinginkan Erwin.


Erwin tertidur di sofa, mungkin karena tidur agak larut dan sangat nyenyak, jadi dia tidak bangun sampai matahari menyinari keesokan harinya.


Begitu membuka mata, aroma makanan yang kuat tercium, setelah duduk, Erwin  melihat Lina yang memakai piyama merah muda, membawa sarapan yang disiapkan di dapur. Melihat Erwin sudah bangun, dia tersenyum bahagia,


"Udah bangun ya? Ayo sini makan sarapan, baru saja kubuat."

__ADS_1


“Udah jam berapa sekarang?” Erwin teringat harus pergi ke lokasi pembangunan hotel hari ini, dia tidak boleh terlambat!


"Baru delapan lebih, masih pagi kok, udah kubuatkan sarapan untukmu, semuanya makanan favoritmu, sana mandi dulu, pakai handuk aku aja." Ketika Lina berbicara, dia memikirkan Erwin.


Hati Erwin merasa nyaman melihat penampilan Lina seolah seorang istri sekaligus Ibu yang baik, inilah wanita yang ingin dia lamar, bukan artis yang tak bisa masak dan hanya bisa nyanyi.


Setelah mandi, Erwin duduk di meja makan, ternyata sarapannya adalah makanan favoritnya, sepertinya Lina masih ingat dengan jelas.


“Erwin, kamu tak melakukan apa-apa padaku kan tadi malam?” Lina menatap Erwin dengan mata indahnya.


Dia tahu apa maksud Lina, jadi dia berkata dengan ekspresi serius.


"Aku ini mau nikahi kamu secara resmi, aku nggak mau Ibumu pikir aku menipumu dengan trik licik."


Selain untuk memberitahu Lina, tujuan lain dari kata-kata ini adalah mengingatkan dirinya sendiri, untuk tidak melepaskan gadis yang sebaik ini dan harus menikahinya secara resmi.


Lina tidak menyangka Erwin akan menjawab seperti ini, dia sedikit terkejut sekaligus tersentuh, selain itu, ini adalah pertama kalinya Lina mendengar Erwin bilang ingin menikahinya, sehingga mata indahnya sedikit memerah karena tersentuh.


“Kalau kamu tak mau, aku terpaksa nikah sama wanita lain,” kata Erwin dengan senyum di sudut mulutnya.


"Beraninya kamu!" Kata Lina dengan marah, air matanya mengalir.


"Aku cuma bercanda, ayo makan." Erwin mengeluarkan tisu dan menyeka air mata Lina.


Setelah makan sedikit, Lina menjadi lebih tenang, saat melihat Erwin, ada lebih banyak kasih sayang di matanya, dan dia tanpa sadar mulai berfantasi tentang masa depan mereka berdua.


Setelah sarapan, Erwin mengantar Lina langsung ke lokasi pembangunan hotel baru di timur kota, ini adalah proyek yang saat ini dipromosikan Hotel Aleda dengan semua sumber daya yang ada, dan berencana untuk menjadikannya hotel bintang lima terbaik di Kota Bandung.


Hanya saja begitu mereka tiba di lokasi konstruksi, terlihat sekelompok pekerja migran sedang mengelilingi Etan sambil berteriak keras.

__ADS_1


“Gawat!” Erwin melihat pemandangan ini dari kejauhan, dan pikirannya tiba-tiba menegang.


“Apa yang harus kita lakukan? mereka sangat ramai.” Lina sangat gugup dan takut.


“Tetap di mobil, aku lihat kondisinya dulu!” Ucap Erwin sambil menghentikan mobil, tetapi Lina mengkhawatirkannya, jadi ikut turun juga.


Erwin tidak punya waktu untuk mempermasalahkan itu saat ini, karena para pekerja migran itu yang memegang sekop, dan peralatan lainnya, dan mereka terlihat sangat marah.


“Direktur Etan, ada apa ini?” Tanya Erwin sambil mendekat.


"Tuan Erwin, kamu akhirnya datang juga, Ernest, sang mandor yang mengontrak lokasi konstruksi, kabur bersama dananya. Para pekerja ini belum menerima gaji selama tiga bulan, jadi sekarang mereka datang untuk minta gajinya pada kita." Kata Etan sambil menyeka keringat di dahi dengan cemas sekaligus marah.


Etan telah menunggu di sini untuk Erwin pagi-pagi sekali, tapi tidak menyangka akan berhadapan dengan masalah seperti ini.


“Mandor kabur??” Erwin mengerutkan kening, ini masalah besar, tanpa mandor, bagaimana hotel ini bisa terus dibangun? Terlebih lagi mandor itu kabur bersama dana pembangunannya.


"Yah, kurasa William yang menyogok mandor itu tadi malam dan menyuruhnya kabur, dia mencoba membuat masalah pada Hotel Aleda kita."


Pemikiran Etan dan Erwin sama, pada saat ini, hanya William yang akan mempersulit mereka.


Dia tahu lokasi konstruksi ini dibangun oleh Hotel Aleda dengan investasi besar, selama progres pembangunan hotel tertunda, Hotel Aleda akan mendapat masalah besar, sampai proyek ini akan dibatalkan, dan secara tidak langsung membuat Hotel Aleda mengalami kebangkrutan, inilah rencana jahat William.


“Bayar aja dulu gaji pekerja ini, serahkan saja mandor itu padaku.” Mata Erwin menjadi dingin, dia pasti akan menangkap mandor yang berani melakukan hal seperti itu!


"Tuan Erwin, kita bayar masing-masing gaji tiga bulan? Ini akan berdampak besar pada aliran modal perusahaan kita, dan kita juga sudah bayar kontraktor sebelumnya, jadi ini tidak ada bedanya dengan bayar dua kali." Etan Direktur keuangan, tentu tahu keadaan aliran modal perusahaan.


“Nggak usah basa-basi lagi, bayar aja mereka berapapun itu.” Erwin berkata dengan tidak senang, kemudian menanyakan informasi tentang Ernest, beserta foto dan salinan KTP-nya, untungnya Informasi ini disimpan ketika proyek dikontrakkan.


Erwin menelepon Damon lagi dan menyuruhnya untuk menangkap orang Ernest ini dalam dua hari, dengan cara apapun.

__ADS_1


“Mau kabur dengan dananya? Mimpi!” Mata Erwin menjadi dingin, lalu berkata kepada Etan lagi, “Buat janji pertemuan dengan William, aku mau bertemu dengannya secara pribadi.”


Erwin berencana untuk memberinya pelajaran, jika tidak, William ini pasti akan terus membuat masalah yang tidak ada habisnya.


__ADS_2