Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Membuatmu Kalah Lagi


__ADS_3

Karena bisa membereskan masalah Robert, mana Erwin tidak perlu khawatir lagi, sepertinya paman Matthew ini tidak akan bisa tiba hari ini.


Segera, Erwin mengirim pesan lain kepada Anita, menyuruhnya untuk mencari tahu aset apa saja yang dimiliki orang yang bernama Matthew Ricardo, kemudian menyuruhnya untuk mengevaluasi aset yang mana paling berharga, dan sekalian juga menyusun perjanjian akuisisi untuk Lisa yang akan mengirim dokumen tersebut ke Jalan Mandro ini.


Setelah melakukan semua ini, Erwin duduk kembali di kursi dengan tenang.


Di sisi lain, setelah Matthew bangkit dari tanah, dia terbatuk beberapa kali, sepertinya akibat pukulan Erwin tadi, tubuhnya lumayan terluka, terutama pada bagian dada, masih terasa menyakitkan, dapat dilihat bahwa tendangan Erwin barusan sangat kuat.


“Tunggu sampai pamanku datang, lihatlah bagaimana aku menyiksamu nanti.” Sekarang Matthew hanya bisa mengandalkan pamannya untuk datang membalas Erwin ini, karena dia tidak bisa mengalahkan Erwin dengan kekuatannya sendiri.


“Dasar sialan, kalau berani jangan lari, tunggu smalam pamanku datang.” Matthew takut Erwin akan melarikan diri, jadi dia, Michael dan Edric terus memblokir jalan ke pintu untuk mencegahnya melarikan diri.


“Jangan khawatir, aku nggak akan lari, tapi kau jangan coba-coba lari juga, aku masih tunggu tanda tangan darimu.” Erwin tersenyum kecil.


“Hehehe, masih berpikir buat mengambil asetku? mimpi!” Matthew mencibir, tetapi kesombongannya tidak lagi sesombong sebelumnya, karena mereka tidak bisa mengalahkan Erwin, kalau Erwin marah, mereka akan dalam bahaya.


Jocelyn dan Ametta juga merasa sangat gugup dan cemas saat ini.


“Erwin, ayo kita pergi! Kalau sampai pamannya datang, akan jadi masalah besar.” Jocelyn menyarankan dengan cemas.


"Iya, lebih baik kita pergi aja, nggak usah pedulikan orang seperti itu.” Ametta juga ingin pergi dari sini dulu, kalau tidak akan sangat sulit untuk pergi ketika paman Matthew datang nanti!


“Gapapa, pamannya nggak bakal bisa datang.” Erwin tersenyum kecil.


“Pamannya nggak bisa datang?” Jocelyn dan Ametta bertanya hampir secara bersamaan.


“Aku hanya asal tebak aja.” Erwin tersenyum canggung dan dengan cepat menutup topik pembicaraan. "Kalian makan dengan tenang aja dulu."


Sambil berbicara, Erwin tidak lupa untuk mengambil sepotong kue dan memasukkannya ke dalam mulut, terlihat sangat santai sekali.


Sedangkan Matthew dan yang lainnya yang menghalangi jalan keluar jadi kesal begitu melihat ini.

__ADS_1


"Anak sialan, masih punya nafsu makan ternyata, akan kubuat kau muntahkan semuanya nanti."


Seiring berjalannya waktu, paman Matthew masih belum muncul, melainkan Lisa yang tiba sambil membawa beberapa perjanjian akuisisi.


Michael dan Edric mundur beberapa langkah ketika melihat kedatangan Lisa.


“Nampak hantu ya? Sampai setakut itu,” kata Lisa karena sangat tidak puas.


“I-itu sepupunya.” Michael dan Edric berkata dengan mulut terbuka, mereka itu sudah banyak menderita pukulan Lisa sebelumnya.


“Sepupunya?” Matthew mengikuti arah pandangan mereka, dan tentu saja, terlihat seorang wanita cantik yang masuk dengan ekspresi dingin di wajahnya.


"Apa yang perlu ditakuti dari seorang wanita?"


Matthew belum pernah melihat kekuatan Lisa, tentu sangat meremehkannya!


Setelah Lisa masuk, dia melihat sekeliling, kemudian matanya tertuju pada Erwin. Setelah berjalan ke sana, dia menyerahkan beberapa perjanjian akuisisi di tangannya kepada Erwin,


"Resor? Senilai 4 triliun?" Mata Erwin berbinar, tak disangkanya Matthew punya aset yang seberharga itu, dia langsung membaca perjanjian akuisisinya, di atas dokumen tersebut tertulis Eco Resort.


“Eco Resort ternyata punya dia? Kali ini kayaknya untung besar deh.” Erwin tersenyum, lalu melirik dua perjanjian akuisisi lainnya, satunya adalah hotel bintang lima dan satunya lagi department store komersial.


Meskipun nilainya sedikit lebih rendah dari Eco resort, tetapi lokasi dan prospeknya sangat bagus.


"Tak kusangka anak ini punya aset kualitas tinggi sebanyak ini, Keluarga Ricardo memang pantas disebut salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, seorang putra saja sudah punya aset pribadi sebanyak ini, tapi aku suka."


Erwin berpikir ingin mencari kesempatan lain untuk menipu Matthew ini, kalau tidak, dua perjanjian akuisisi tambahan yang disiapkan Anita ini akan sia-sia.


Memikirkan hal ini, Erwin berjalan menuju Matthew dengan perjanjian akuisisi, dan Lisa mengikuti dari belakang.


“Matthew, tepati kata-katamu, aku mau Eco Resort-mu, tanda tanganlah!” Erwin menyerahkan perjanjian akuisisi ke hadapan Matthew, seperti yang sudah disepakati sebelumnya, jika Matthew kalah, dia harus memberi Erwin satu aset pribadinya tanpa syarat.

__ADS_1


Matthew tertegun sejenak, dia tidak menyangka Erwin akan meminta aset pribadi termahalnya, mana mungkin dia setuju dengan ini?


"Mimpi! Mustahil!"


Matthew langsung menolak, lelucon macam apa ini? Eco Resort ini adalah hadiah ulang tahun dari ayahnya, dan merupakan aset paling berharga dan paling menguntungkan yang dia miliki, mana mungkin dikasih pada orang lain secara cuma-cuma.


“Udah pikirkan baik-baik?” Erwin mencibir di sudut mulutnya.


"Mikir sematang apapun juga mustahil..." Begitu Matthew selesai berbicara, Lisa langsung menampar wajahnya dalam sekejap mata, kecepatannya sangat mengejutkan. Michael dan Edric tanpa sadar menelan seteguk ludah, dan sedikit menjaga jarak dengan Matthew, agar tidak terlibat.


“Berani pukul aku? Begitu pamanku datang, lihat aja nanti,” kata Matthew dengan marah, sampai mengangkat tangan karena ingin memukul balik Lisa, tetapi di detik berikutnya, Lisa langsung meluncurkan tinju samping yang membuatnya terpukul sampai jatuh ke tanah.


Kecepatan tinju wanita ini cepat sekali, bahkan beberapa kali lebih cepat dari Erwin, sampai-sampai dirinya serasa seperti anak kecil di depan wanita ini.


“Masih nggak mau tanda tangan?” Erwin berjongkok dan berkata sambil tersenyum.


“Oke, akan kutanda tangan, tapi tunggu sampai pamanku datang dulu." Matthew menggertakkan giginya dan berencana untuk menggunakan strategi menunda waktu, ketika pamannya datang, masalah akan selesai, dan dia tidak perlu takut dengan Erwin atau sepupunya lagi.


Mendengar ini, mata Erwin berbinar dan berkata,


"Pamanmu takkan datang, jadi nyerah aja."


"Omong kosong, pamanku itu pejabat tinggi departemen hukum, bukanlah sosok yang bisa rakyat jelata sepertimu kritik." Matthew berkata dengan pantang menyerah.


“Kita bisa taruhan, kalau pamanmu bisa datang ke sini sebelum malam, aku yang kalah, dan taruhan sebelumnya bakal dibatalkan, tapi kalau pamanmu tidak muncul juga sampai malam ini, maka kau yang kalah, dan aku mau dua aset pribadimu lagi, jadi totalnya tiga aset pribadimu yang akan kau tranfer padaku tanpa syarat, bagaimana?"


Erwin mengatakan tujuan di dalam hatinya, ternyata dua perjanjian transfer tambahan yang disiapkan Anita akan berguna sekarang.


“Oke, lihat aja nanti!” Matthew sangat percaya diri, karena pamannya telah mengirim kabar sebelumnya, bahwa dirinya sudah dalam perjalanan, sehingga taruhan ini sudah pasti akan dia menangkan.


Melihat bahwa Matthew setuju, Erwin tersenyum sedikit, ternyata si bodoh masih berpikir untuk menunggu pamannya datang.

__ADS_1


Erwin juga tak anggap remeh dan langsung mengirim pesan teks kepada Damon, menanyakan tentang masalah Robert, dan tak butuh waktu lama, Erwin menerima balasan pesan yang tertulis bahwa masalah tersebut sudah beres, sehingga hati Erwin jadi lebih tenang.


__ADS_2