Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 185 Pertempuran Terakhir


__ADS_3

Pada saat ini, lebih dari 50 bawahan Dallen yang berjaga di lantai pertama sudah dikalahkan oleh orang-orang yang dibawa oleh Damon dan Baka, ada yang memegang kepala sendiri dan berjongkok di sudut, ada juga yang jatuh sambil berteriak kesakitan, mereka sudah tidak bisa melawan lagi.


Setelah Dallen turun dengan lima puluh orang yang tersisa, dia langsung berpapasan dengan orang-orang yang dibawa oleh Damon dan Baka.


“Dallen, kita bertemu lagi, bagaimana kabarmu?” Baka mengenal Dallen, jadi merupakan orang pertama yang maju untuk menyapanya dengan dingin.


“Hai Baka, sudah mengambil alih posisiku saat aku tidak ada, lihatlah seberapa keren kau sekarang.” Dallen melirik lebih dari 100 petinju hitam di belakang Baka, diam-diam iri sekaligus benci.


Dengan adanya dirinya, seharuskan bukan Baka yang memimpin tim petinju hitam ini! Namun karena mengikuti bos yang salah dan berdiri di tim yang salah, sehingga situasinya bisa berakhir menyedihkan seperti ini.


“Dallen, situasi di utara kota sudah berubah sekarang, Rio tidak lagi memegang kekuasaan, kembalilah ke Stadion Tinju Hitam bersama kami! Tuan Erwin pasti akan mempekerjakanmu dengan harga tinggi.” Baka membujuk.


“Hehehe, siapa yang bisa bilang pasti? Hentikan omong kosong itu dasar sampah, ayo sini serang aku sekaligus!” Mana mungkin Dallen tunduk pada Erwin, dia berdiri dan berkata dengan sangat mendominasi, seolah memandang rendah dunia.


Di utara kota, Dallen ini adalah master petinju nomor satu! Bahkan Baka pernah dikalahkan olehnya, jadi Dallen memang memiliki kemampuan yang layak untuk mengucapkan kata-kata arogan seperti itu.


Pada saat ini, Erwin baru saja turun dari tangga, begitu mendengar apa yang dikatakan Dallen, dia membuka suara sambil tersenyum,


"Dallen, kau cukup sombong juga ternyata, sepertinya kau takkan menyerah kalau tidak kalah!"


Kata-kata Erwin langsung menarik perhatian semua orang yang hadir, Damon menghela nafas lega begitu melihat sosok Erwin, dan segera membawa orang-orang untuk menyambutnya.


"Tuan Erwin baik-baik saja?"


Melihat ada begitu banyak orang di sekitar, Damon buru-buru mengubah sebutannya pada Erwin. Doni, Baka, dan Lisa juga maju untuk melindungi Erwin.


“Iya, orang-orang ini terlalu naif berpikir untuk menangkapku.” Erwin tersenyum.


“Erwin, kau akhirnya muncul!” Saat melihat Erwin, mata Dallen seolah terbakar, karena dia secara khusus ke sini untuk menangkap pria ini.


"Kau akhirnya menemukanku, tapi aku yang keluar sendiri, jadi tangkaplah aku kalau bisa.” Erwin berkata dengan tenang, situasinya sudah terbalik sekarang, tidak peduli seberapa kuat Dallen itu, Dallen tetap mustahil bisa mengalahkan dua sampai tiga ratus orang.


Selain itu, Lisa yang bela dirinya tidak kalah dengan Dallen juga ada di sini, jadi Dallen tidak memiliki peluang untuk menang sama sekali.


Dallen melirik orang-orang yang melindungi Erwin, terutama Lisa, ragu-ragu sejenak, dan akhirnya menyerah.


"Erwin, kau beruntung kali ini, kita pergi!" Melihat tidak ada peluang untuk menang, Dallen ingin mundur, tapi dihentikan oleh Erwin.


"Untuk apa terburu-buru? Lagipula sudah jauh-jauh ke sini, kenapa mau pergi secepat itu? Bukannya kau suruh kami semua maju sekaligus? Kenapa? Takut sekarang?" Pada saat yang sama ketika Erwin berbicara, dia menyuruh Damon dan yang lainnya untuk mengepung Dallen dan lima puluh orang lainnya, situasi ini tampak seperti akan terjadinya pertempuran besar.


“Erwin, apa maksudmu? Aku sudah melepaskanmu, apa lagi yang kau inginkan?” Dallen berteriak marah.

__ADS_1


“Karena kau suruh kami semua maju sekaligus, maka akan kupuasin permintaan itu!” Mata Erwin menjadi dingin, dan berteriak keras.


"Lisa, kuserahkan Dallen ini padamu, yang lain cukup hajar anak buahnya!"


Begitu kata-kata itu keluar, mau itu petinju hitam atau bawahan Doni, mereka semua menyerang bawahan Dallen.


Ekspresi Dallen berubah total, dia sangat kesal, tapi sebelum sempat marah-marah, Lisa langsung menendang ke arahnya dan membawa embusan angin, tapi reaksi Dallen sangat cepat dan merespon dengan tinju.


Tendangan dan tinju saling bertabrakan, menimbulkan suara tumpul serta dorongan besar membuat Lisa dan Dallen sama-sama mundur beberapa langkah.


"Ternyata memang kuat, sangat jarang ada wanita yang sekuat ini! "Kata Dallen sambil melepas pakaian atasnya, memperlihatkan otot-otot yang kuat dan tubuh yang kokoh, menunjukkan bahwa dia akan bertarung dengan serius.


Lisa juga melepas pemberat kakinya, kali ini Lisa akan serius juga, pukulan barusan membuatnya tahu akan kekuatan Dallen, dan sadar tidak mungkin bisa mengalahkan Dallen kalau tidak mengerahkan seluruh kekuatannya.


Erwin tanpa sadar terkejut saat melihat ini, Dallen benar-benar membuat Lisa terpaksa melepas pemberat, yang menunjukkan bahwa Dallen memang sangat kuat.


Setelah kedua belah pihak melepas pemberat, mereka lanjut bertarung lagi, Lisa fokus pada penyerangan menggunakan kaki yang dikombinasi dengan teknik tinju, sedangkan Dallen ini tampaknya memiliki fisik kuat secara natural, yang dikombinasikan dengan penggunaan energi qi, jadi selalu bisa menyingkirkan semua serangan Lisa hanya dengan sekali tinju, kekuatannya sangatlah mengerikan!


Erwin yang melihat ini diam-diam kagum, sepertinya Dallen ini menempati peringkat pertama di stadion tinju hitam dengan kekuatan nyata.


Namun, Lisa sepertinya sadar dengan kelemahan Dallen selama pertarungan, Lisa tidak berhadapan secara langsung dengan Dallen, melainkan melakukan penargetan serangan bawah.


Pada saat yang sama, orang-orang tersisa yang dibawa oleh Dallen juga dibantai oleh Baka dan Doni, ada yang menyerah sambil berjongkok, dan ada juga tumbang sampai menjerit kesakitan! Hampir tidak ada perlawanan sama sekali.


Dalam sepuluh menit, mereka semua berhasil dikalahkan, hanya tersisa Dallen yang masih bertahan.


"Kau tak mungkin bisa menang dariku," kata Lisa dengan ringan setelah mereka berdua berpisah di jarak tertentu.


“Jangan sombong dulu, aku ini master petinju nomor 1 di utara kota, kalahkan aku dulu baru sombong.” Dallen menjawab dengan enggan, harga dirinya sebagai master petinju nomor 1 membuatnya tidak mau kalah kepada seorang wanita.


Lisa mendengus dingin, dan menyerang bagian bawah dengan kakinya lagi, tinju besi Dallen sama sekali tidak bisa menahan serangan sapuan kaki Lisa yang hampir menempel di tanah, jadi hanya bisa melakukan serangan balik dengan kaki juga, tapi kali ini Lisa tidak menahan diri lagi.


Dia melakukan tendangan dan menyapu 180 derajat, setelah Dallen berhasil menghindar, Lisa tiba-tiba menopang tanah dengan tangan, memutar tubuh dengan cepat dan melakukan sapuan kaki lagi.


Dallen terkejut, tidak menyangka Lisa bisa mengubah gerakannya seperti ini, jadi tidak sempat bereaksi dan terjatuh karena serangan sapuan kaki Lisa.


Orang-orang di sekitar tertegun untuk sementara waktu, mereka terpana dengan serangan dan perubahan gerakan Lisa di tengah-tengah pertarungan tadi, jelas tidak ada seorangpun yang bisa mengelak jika berada di posisi Dallen.


Setelah Dallen jatuh, Lisa melompat dan menyerang dada Dallen dengan sikunya, Dallen mengerang kesakitan dan berjuang untuk berdiri, tapi ditangkap oleh Lisa. Lisa meraih lengannya dan memelintirnya dengan kuat, bersamaan dengan suara retakan, lengan itu patah.


"Akhhh!!!!!" Dallen melolong kesakitan, tapi masih tidak mau mengakui kekalahan, dia langsung mengeluarkan belati dari pinggang, mengenggam belati dengan erat dan menikam Lisa dari sudut yang licik.

__ADS_1


Saat ini Dallen tidak peduli dengan harga diri dan martabat lagi, nyawa adalah yang terpenting sekarang.


"Lisa, hati-hati!" Erwin berkeringat dingin setelah melihatnya.


Lisa berguling di tempat dan berhasil lolos dari serangan diam-diam itu.


"Cari mati." Lisa marah, tapi Dallen memanfaatkan waktu saat Lisa berguling untuk berdiri lagi, mengenggam belati di tangan sambil terengah-engah, dengan wajah yang tak berekspresi.


"Ayo maju! Aku takkan kalah!"


Setelah mendengus, Lisa menyerang lagi, tapi kali ini tidak menargetkan kaki lagi, Lisa menyerang bagian atas tubuh, karena lengan Dallen terluka, jadi efesiensi serangan  maupun bertahan nya akan sangat berkurang, dengan begitu Lisa tidak perlu menargetkan kaki lagi.


Namun, meskipun Dallen hanya dapat menggunakan satu tangan, tapi dia masih ada belati, jadi masih bisa bertahan untuk sementara waktu, namun sudah tidak memungkinkan untuk melakukan penyerangan.


Orang-orang di tempat kejadian kaget untuk sementara waktu, pertarungan antara Lisa dan Dallen benar-benar sangat menakjubkan.


Namun hanya bisa bertahan bukanlah solusinya, tendangan Lisa akhirnya mengenai pegangan belati di tangan Dallen dan membuat belati tersebut terbang jauh, kemudian disusul dengan beberapa tendangan cepat lagi dari Lisa, yang membuat Dallen tidak bisa bertahan lagi sama sekali.


Tiba-tiba Lisa langsung menendang dadanya hingga tubuhnya terpental beberapa meter jauhnya, Dallen terbatuk beberapa kali dan mencoba untuk berdiri, tapi Lisa tidak memberinya kesempatan, Lisa melompat tinggi dan menginjak lengannya yang masih berfungsi.


Lengan itupun patah, Dallen terbaring di tanah dan melolong kesakitan.


"Lisa, sudah cukup." Erwin menyuruh Lisa berhenti saat melihat kedua lengan Dallen sudah cacat.


Master petinju nomor satu di utara kota berakhir seperti ini, benar-benar tidak tahu harus berkomentar seperti apa, Erwin juga tidak bersimpati dengannya sama sekali, lagipula satu jam yang lalu, orang ini memimpin pasukan untuk menangkapnya.


"Dallen, ini semua hasil dari perbuatanmu sendiri, jangan salahkan aku." Erwin menghampirinya dan berkata dengan dingin.


“Erwin, CEO Rio akan membalaskan dendamku, kau tidak akan berakhir damai di utara kota ini.” Dallen masih tidak sadar akan situasi utara kota saat ini


Baik keluarga Davis maupun keluarga Cole sudah tunduk, hanya tersisa keluarga Louis sendirian, bukan hanya tim petinju hitam di tangan Rio sudah bergabung dengan Erwin, tapi tim keamanan keluarga Louis juga sudah tumbang semua. Keluarga Louis telah jatuh lemah, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Dallen, aku akan membuatmu sadar akan situasinya dengan jelas." Mulut Erwin sedikit melengkung, lalu memanggil Damon dan melanjutkan,


"Suruh semuanya masuk mobil, kita langsung ke vila besar keluarga Louis sekarang juga."


“Tuan Erwin berencana untuk bernegosiasi dengan Rio secara langsung?” Damon bertanya dengan bingung.


"Iya, sudah waktunya pertempuran di utara kota ini berakhir, Keluarga Louis sudah jatuh lemah, ini waktu terbaik untuk bernegosiasi." Erwin berkata dengan ringan, dia sudah memutuskan untuk menaklukkan seluruh keluarga Louis, dan tidak memberi mereka kesempatan untuk bangkit kembali, jika tidak, dia belum tentu akan seberuntung kali ini.


"Aku juga berpikir begitu." Mata Damon berbinar, pada saat ini Rio dan keluarga Louis berada di kondisi terlemah, jadi sekarang memang saat yang tepat untuk mengambil kesempatan ini dan menaklukkannya.

__ADS_1


__ADS_2