
“Apa yang ingin kamu pertaruhkan, katakan saja.” Kata Adam dengan percaya diri, karena terdapat sebelas orang di dalam ruangan pribadi ini, yang masing-masing minum sebotol anggur saja sudah cukup untuk membuat Erwin bangkrut. Dan saat Erwin tidak mampu membayar, barulah Adam benar-benar bisa mengekspos penyamarannya.
"Kamu menang jika bisa minum sampai aku bangkrut, aku akan membayar seluruh tagihan ruang pribadi ini. Tapi jika kamu tidak bisa membuatku bangkrut, maka akulah yang menang, dan kamu hanya perlu membayar tagihan teman-teman sepupuku yang sedang minum-minum di luar, bagaimana?"
Erwin menyeringai, karena dia sudah menyiapkan sebuah jebakan untuk Adam dalam permainan itu, yaitu teman-teman sepupunya.
Erwin tidak mengatakan berapa banyak teman yang dimiliki Lisa, jadi dia akan memberitahu Adam bahwa semua pelanggan yang ada di bar ini adalah teman Lisa, agar Adam membayar tagihan semua pelanggan!
"Tentu saja terima! Mengapa tidak? Kalian semua yang hadir di sini bersaksi untuk taruhan kami, dan mereka yang kalah wajib membayar taruhan." Adam sangat gembira, karena berpikir memangnya berapa banyak uang yang bisa dihabiskan teman-teman sepupu Erwin? Selain itu, dia juga yakin dirinya tidak akan kalah.
“Pelayan, bawakan anggur!” Adam berteriak dengan penuh semangat, menyuruh pelayan untuk menyajikan 20 botol anggur Royal Salute, yang serharga 4 juta perbotol, yang berarti 80 juta rupiah.
Lina tampak cemas di samping Erwin.
"Erwin, apa yang kamu pikirkan? Bukankah ini sama saja memberi mereka uang?"
“Tidak apa-apa, kamu cukup tonton saja tontonan menariknya nanti.” Erwin meraih tangan lembut Lina sambil membujuknya.
Lina menghela napas dan berpikir dalam hati bahwa jika Erwin tidak bisa membayar, dia berencana untuk mentransfer beberapa padanya terlebih dahulu, setidaknya agar Erwin tidak dipermalukan di depan semua orang.
Dua puluh botol Royal Salute memenuhi seluruh meja. Melihat semuanya sudah siap, Adam berseru kepada orang-orang di dalam kamar pribadi dengan penuh semangat.
"Teman-teman, saatnya menghasilkan uang, ayo kita minum bersama."
Oleh karena itu, Adam adalah yang pertama mengambil sebotol Royal Salute dan mulai meminumnya, empat pria lainnya tidak ragu untuk membuka botol dan ikut meminumnya, tetapi para wanita yang tersisa tampak ragu-ragu.
__ADS_1
"Lihat bagaimana aku membuatmu bangkrut hari ini." Leticia adalah wanita pertama yang membuka botol dan minum. Dengan adanya Leticia yang memulai, beberapa gadis lain mengikutinya. Menghabiskan sebotol anggur akan dibayar 20 juta rupiah, ini merupakan kesempatan menghasilkan uang yang jauh lebih mudah daripada bekerja.
Tiba-tiba seluruh orang yang ada di dalam ruang pribadi mulai meminum angggur secara gila-gilaan kecuali Erwin dan Lina. Beberapa gadis yang tidak bisa minum minuman keras, secara diam-diam membuang setengah anggur botol, Erwin mengetahui ini, namun tidak menghentikan mereka.
Lina tampak sangat khawatir ketika melihat cara mereka minum, sementara Erwin terlihat sangat tenang sambil menonton permainannya.
“Bersulang!” Adam sudah terbiasa jadi dia yang pertama menghabiskan sebotol anggur Royal Salute, "20 juta, mana uangnya!!"
"Akan kutransfer uangnya padamu." Erwin mengeluarkan ponselnya, tersenyum dan segera transfer 20 juta ke rekening Adam.
“Bagus!” Adam sangat senang ketika melihat Erwin menepati kata-katanya, selama sisa uang yang dimenangkan Erwin habis, Erwin pasti akan kembali menjadi pecundang miskin.
Setelah itu, Adam lanjut membuka botol kedua anggur Royal Salute, dia sudah terbiasa minum, jadi setidaknya dia bisa menghabiskan tiga botol.
"Aku juga sudah habis." Kata seorang pria sambil berdiri dalam keadaan mabuk.
Beberapa wanita jatuh mabuk di sofa ruang pribadi sebelum menghabiskan sebotol anggur, tetapi Leticia masih bertahan. Dia harus mempermalukan Erwin dan menemukan cara untuk membuktikan bahwa meninggalkan Erwin adalah pilihan terbijaksana dalam hidupnya.
"Aku juga sudah selesai." Kata Leticia dengan pusing.
Erwin ingin tertawa ketika melihat penampilan Leticia, lalu mengeluarkan ponselnya dan mentransfer 20 juta rupiah padanya.
Ketika Leticia mendengar notifikasi bahwa 20 juta telah masuk, dia sudah tidak sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri dan jatuh ke sofa.
Setelah semua orang mabuk, Erwin telah membayar lebih dari 200 juta rupiah.
__ADS_1
"Sebotol lagi, cepat bayar." Adam telah menghabiskan tiga botol Royal Salute, dan masih belum mabuk, saat dilihat bahwa Adam memang ahli dalam hal minum minuman keras, dan pantas menjadi generasi kedua yang sering datang ke bar.
“Kemampuanmu dalam minum minuman keras memang tak diragukan lagi." Kata Erwin sambil membayar 20 juta lagi, yang totalnya sudah 300 juta rupiah, dan nominal ini telah melampaui perkiraan Adam.
“Kenapa kamu masih punya uang?” Setelah Adam menerima 20 juta, dia mulai panik.
“Aku masih punya uang, dan itu tergantung pada apakah kamu bisa terus minum atau tidak.” Erwin masih ingin membiarkan Adam lanjut minum lagi, tetapi Adam sadar akan batas tubuhnya sendiri.
“Baiklah kamu menang.” Meskipun Adam tidak puas, namun jika dia lanjut minum, dia pasti akan berakhir di rumah sakit jadi dia memilih untuk menyerah, bagaimanapun, dia telah menghabiskan 300 juta Erwin, yang bisa dikatakan tujuannya telah tercapai, karena dia berpikir Erwin yang kehilangan jumlah yang sebesar itu pasti akan kesusahan untuk bertahan hidup.
“Bagus, aku akan keluar untuk berbicara dengan sepupuku beserta teman-temannya, dan akan membiarkanmu membayar tagihan mereka nanti.” Erwin berkata sambil bangkit dan berjalan keluar. Adam samar-samar merasakan firasat buruk, jadi dia mengikuti Erwin.
Ternyata memang benar, setelah Erwin berjalan keluar, Erwin langsung naik ke panggung bar.
“Kuharap kamu siap bangkrut jika ingin bertaruh denganku." Kata Erwin sambil tersenyum dingin.
Setelah tiba di panggung utama, Erwin memberi uang pada DJ dan menyuruhnya untuk mematikan seluruh musik di bar.
Seketika, seluruh musik di bar berhenti, dan banyak orang yang menari berteriak marah karena ketidakpuasan.
Erwin takut menyebabkan kerusuhan, jadi dia dengan cepat mengambil mikrofon dan berkata, "Semuanya, aku dan sepupuku datang untuk bermain di sini malam ini, jadi jika kalian tidak keberatan, kami ingin berteman dengan kalian semua, dan untuk itu seluruh pengeluaran kalian malam ini akan masuk dalam tagihan sepupuku"
Begitu suara itu keluar, seluruh pelanggan di bawah panggung tiba-tiba berteriak, tampaknya bersorak karena ucapan Erwin.
Wajah Adam yang mendengar ini langsung berubah total, karena pengeluaran semua orang di bar ini tidaklah sedikit!
__ADS_1
"Erwin, beraninya kau menjebakku, jangan salahkan aku bersikap kasar dan berurusan denganmu."
Adam segera mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon seseorang, karena Adam tidak ingin dipermalukan oleh pecundang miskin ini.