
Bagaimanapun, keluarga Ricardo adalah salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, walau High Build Group yang mereka hadapi, tapi mereka tetap akan cari cara untuk merebut kembali aset mereka, tidak seperti keluarga kaya biasa yang langsung menyerah begitu tahu lawan mereka adalah High Build Group.
Di depan pintu Ricardo Group, Damon secara pribadi membawa tiga perjanjian transfer untuk membahas prosedur pemindahan, perjanjian ini dimenangkan oleh Erwin, jadi Damon akan melakukan yang terbaik dan ke sana secara langsung.
"Tuan Damon, lama tidak bertemu." Agus secara pribadi memimpin tim untuk menyambut kedatangan Damon di depan pintu, dengan senyum palsu di wajah, diikuti oleh Adik ketiganya, Mina, yang memakai cheongsam merah seksi dan menawan seperti biasa.
"CEO Agus, terima kasih sudah datang menyambut secara langsung.” Damon tersenyum dan berjabat tangan dengannya.
Setelah keduanya mengobrol sebentar, Agus memandu Damon ke ruang konferensi VIP.
“Ayo kita bahas di ruang konferensi.” Agus mendorong pintu ruang konferensi, Damon dan Mina langsung masuk.
Ruang konferensi VIP ini cukup mewah, di dinding yang menghadap ruang konferensi, terdapat TV LCD besar yang biasanya digunakan untuk konferensi video.
Namun, hari ini sepertinya tidak dimatikan dan sedang menyiarkan berita Kota Bandung.
“Siapa yang baru saja menggunakan ruang konferensi ini, kenapa TV tidak dimatikan, mau mengganggu pembicaraanku dengan Tuan Damon ya?” Agus berpura-pura marah.
“Maaf, Presiden Ricardo, akan saya matikan.” Setelah menuangkan segelas air untuk Damon, Mina tersenyum dan mengambil remote untuk mematikannya.
“Tidak apa-apa.” Damon tidak mempermasalahkan hal tersebut, tetapi sebuah berita yang tiba-tiba muncul di layar menarik perhatiannya.
"Baru saja kami menerima berita terbaru kalau adanya kecelakaan lalu lintas di Jalan Danau Niston, yang menyebabkan satu kematian dan dua orang terluka, identitas korban yang meninggal telah dikonfirmasi, yaitu seorang pemuda bernama Erwin."
“Tunggu.” Ketika Damon mendengar korban yang meninggal bernama Erwin, dia tanpa sadar menghentikan tindakan Mina yang akan mematikan TV, dengan ekspresi yang sedikit kaget.
Segera, dia tanpa sadar mengambil beberapa langkah kaki untuk menonton layar TV lebih dekat, layar TV seolah tahu keinginan Damon, dan kamera benar-benar beralih ke mayat pemuda yang meninggal tersebut, melihat pakaian dan sosok yang familiar itu, Damon sedikit terkejut.
Cangkir di tangannya sedikit gemetar, dan ada rasa ketidakpercayaan yang muncul di matanya, tetapi untungnya dia sudah pernah melewati berbagai macam tantangan dan rintangan hidup, jadi bisa dengan cepat menenangkan diri dengan baik.
__ADS_1
Namun, Agus dan Mina melihat reaksi Damon dengan teliti, setelah saling memandang, sudut mulut mereka menunjukkan senyum yang tak terlihat.
“Kalau begitu Tuan Damon, mari kita mulai bahas pemindahan sahamnya!” Setelah Agus mematikan TV, dia sengaja meninggikan suaranya.
“Baik, kalau gitu kita mulai.” Meskipun Damon sangat terkejut dan ingin segera menelepon Erwin untuk memastikan, tapi dia memaksakan diri untuk menahan pikiran itu dan melakukan pekerjaan prosedur transfer saham yang telah dipercayakan Erwin sebaik mungkin.
Sampai dua jam kemudian, Damon yang sudah berpura-pura tenang sampai meninggalkan Ricardo Group, langsung menelepon Erwin untuk memastikan, setelah mengetahui bahwa tuan mudanya dalam keadaan selamat, barulah Damon menghela nafas lega.
"Ternyata cuman punya nama dan marga yang sama dengan Tuan muda, beneran buat aku takut setengah mati! Kalau sesuatu terjadi pada Tuan muda, sepertinya hidupku juga tidak akan damai." Setelah Damon masuk ke dalam mobil, dia tanpa sadar menyeka keringat di dahi dengan tisu, dia sudah lama tidak merasa gugup sampai keringatan seperti ini, tak disangkanya berita biasa seperti itu akan membuatnya setakut ini.
Namun, ketika mobil sudah setengah jalan, Damon sadar dan merasa ada yang tidak beres.
"Tunggu, ini terlalu kebetulan, aku langsung melihat berita itu begitu masuk, dan terlebih lagi punya nama yang sama dengan Tuan muda, jangan-jangan?"
Bisnis itu bagaikan medan perang, Damon adalah orang yang menerapkan prinsip harus memastikan sesuatu walau hanya punya kecurigaan sekecil apa pun, jadi dia segera menelepon asistennya.
"Ariel, bantu aku cari tahu apakah ada kecelakaan mobil yang terjadi di dekat jalan Danau Niston sore tadi."
“Seperti yang kuduga, kayaknya mereka mau uji seberapa pedulinya aku sama Erwin.” Damon benar-benar marah, dia boleh saja diuji, tapi jangan sampai menggunakan tuan muda untuk mengujinya, itu hal tidak diperbolehkan oleh Damon.
Selain itu, Damon tidak percaya kalau mereka hanya mau sekedar menguji saja, pasti akan ada tindakan selanjutnya, dan tindakan tersebut pasti akan tertuju pada Erwin.
Memikirkan hal ini, Damon menelepon Erwin. Saat ini, Erwin sedang berlatih tinju di vila Jocelyn, begitu melihat Damon menelepon lagi, dia sedikit terkejut.
“Damon hari ini aneh banget." Erwin dengan cepat menjawab telepon.
“Tuan muda, orang-orang dari keluarga Ricardo akan berurusan denganmu, berhati-hatilah, tolong selalu bawa Lisa bersamamu.” Suara khawatir Damon terdengar dari ponsel.
Erwin mengerutkan kening, sepertinya keluarga Ricardo tak akan mau kehilangan tiga aset berkualitas tinggi mereka begitu saja, sehingga sampai menargetkan Erwin.
__ADS_1
“Damon, karena mereka sudah begitu, bukankah kita juga harus melakukan hal yang sama sebagai bentuk sopan santun?” Mata Erwin menjadi dingin, kalau sampai bisa membuat Damin mengingatkannya berulang kali, dapat dilihat bahwa keluarga Ricardo sudah mengambil tindakan untuk menghadapinya, dan Erwin juga tidak boleh berbelas kasih lagi, kalau tidak, konsekuensinya akan sangat besar.
“Baik, Tuan muda, aku juga berpikir begitu." Suara tegas Damon terdengar dari ponsel.
Setelah menutup telepon, mata Erwin menjadi semakin dingin.
Tapi tak lama kemudian ponsel Erwin berdering lagi, yang menelepon kali ini adalah Boy, Erwin sepertinya memikirkan sesuatu dan segera mengangkat telepon.
“Tuan Erwin, aku baru saja menerima undangan dari Tuan Muda Ricardo untuk berurusan denganmu, apa yang harus kulakukan selanjutnya?” Suara cemas Boy terdengar dari ponsel.
“Kamu setuju aja sama mereka dulu, buat rencana mereka terlihat berjalan lancar, dan tunggu kabarku.” Erwin tidak menyangka orang yang dicari Matthew adalah Boy, tapi tidak sangat mengejutkan juga, karena Boy adalah organisasi jahat terbaik di barat kota, kalau tidak cari Boy, mau cari siapa?
"Baik Tuan Erwin." Boy setuju dan dengan cepat menutup telepon.
"Keluarga Ricardo ini pasti udah merencanakan sematang mungkin, tapi nggak akan nyangka Boy ini orangku, tapi bukan suatu hal yang buruk juga, aku akan melawan kembali dengan memanfaatkan rencana mereka sendiri." Erwin tersenyum sedikit.
Kebetulan bisa memanfaatkan kesempatan ini dan bekerja sama dengan Damon untuk mengakuisisi aset keluarga Ricardo dan dapat lebih banyak untung lagi.
Rencana sudah siap, tinggal menunggu ikan menggigit umpan.
Tentu saja, di tengah saat seperti ini, Erwin juga menyuruh Anita untuk menyelidiki aset dan pengaruh keluarga Ricardo, kalau mau menyerang mereka, setidaknya harus mengenal lebih dalam tentang musuh dulu.
Aset utama keluarga Ricardo terfokus pada produk digital seperti komputer, ponsel, dan tablet. Ada berbagai toko merek digital yang buka di secara fisik, dan sepertiga dari toko ponsel sama toko merek komputer di Kota Bandung itu milik Keluarga Ricardo, yang membuktikan Keluarga Ricardo ini punya pasar elektronik yang lumayan besar di Kota Bandung.
Selain membuka toko elektronik, dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengkombinasikan dengan Internet, seperti membuka berbagai macam waralaba dan toko online, sehingga kinerjanya hampir dua kali lipat dari yang sebelumnya.
Setelah sudah menghasilkan uang, mereka mulai berinvestasi di real estat, hotel, katering, dan industri lainnya, tetapi ini bukan bisnis utama mereka, ini bisa dianggap sebagai proyek investasi mereka saja.
Tetapi yang paling mengejutkan Erwin adalah bahwa di antara banyak proyek bisnis, keluarga Ricardo ternyata punya bisnis siaran langsung juga, perangkat lunak siaran langsung mereka lumayan terkenal.
__ADS_1
“Torani Stream ternyata punya Keluarga Ricardo juga, aku suka ini.” Erwin selalu ingin memperluas bisnis TG Entertainment, dan industri siaran langsung ini termasuk bisnis yang lumayan berpotensi, jadi dia ingin sekalian akuisisi juga.