
Di sebuah bangunan pabrik yang ditinggalkan di pinggiran barat kota, Erwin memakan sebuah apel secara perlahan sambil duduk santai di kursi goyang dan menunggu kedatangan Matthew dan Mina, Lisa sekarang juga ada di sampingnya, untuk berjaga-jaga Erwin juga memanggil Lisa ke sini.
Para bawahan Boy penuh di sekitar gedung pabrik. Begitu Matthew dan Mina datang, maka mereka tak bisa melarikan diri lagi, pada saat itu Erwin juga akan beritahu Damon untuk mulai bertindak.
“Tuan Erwin, mereka sudah mau sampai.” Setelah Boy menerima pesan dari Matthew, dia segera melapor kepada Erwin.
"Oke, aku sembunyi dulu, kamu pergi mancing mereka masuk, jangan sampai buat kesalahan yang mencurigakan, begitu mereka berdua masuk ke pabrik ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," kata Erwin dengan cukup dengan teliti.
Pada saat yang sama saat berbicara, dia sudah bangkit dari kursi goyang dan bersembunyi sementara di tempat titik buta, untuk menghindari kecurigaan dari Matthew dan Mina, begitu juga dengan Lisa.
Tak lama kemudian, sebuah mobil Porsche putih berhenti di depan gedung pabrik yang ditinggalkan, dan dua orang yang berpakaian mewah keluar dari mobil, kedua orang tersebut adalah Matthew dan Mina.
Setelah Boy melihatnya, dia buru-buru menyambutnya dengan ramah, .
"Tuan Muda Ricardo, Erwin ada di dalam dan sudah diikat, ayo biar kubawa kalian masuk."
“Oke, kerja bagus Boy, akan kukasih tambahan 2 miliar kalau udah beres nanti.” Matthew sangat bersemangat dan puas dengan kinerja Boy, karena akhirnya berhasil menangkap Erwin.
"Karena udah ada di genggamanku, lihatlah bagaimana aku menyiksamu nanti."
Ras dingin melintas di mata Matthew, penghinaan yang dideritanya sebelumnya akan dia kembalikan sepenuhnya pada Erwin.
Mereka masuk ke dalam pabrik yang ditinggalkan itu, Mina melihat sekeliling tapi tidak menemukan sosok Erwin, jadi segera bertanya sambil mengerutkan kening,
"Di mana Erwin?"
“Hehe, dia akan datang bentar lagi.” Ekspresi Boy tiba-tiba berubah, kemudian begitu dia tepuk tangan, para bawahannya keluar dari tempat sembunyi mereka masing-masing di sekitar pabrik, yang totalnya empat sampai lima puluh orang.
Dan pintu pabrik langsung ditutup.
"Bam", pintu besi besar pabrik tertutup, ekspresi Mina dan Matthew berubah.
"Boy, apa maksudmu? Aku tanya sekali lagi, di mana Erwin?"
Ketika Matthew bertanya, Erwin berjalan keluar dari tempat sembunyinya bersama Lisa.
"Aku di sini! Tuan Muda Ricardo, mau cari aku ya? Lama tidak bertemu."
Erwin menyapa dengan senyum di sudut mulutnya.
“Erwin? Bukannya kau diikat? Kenapa bisa baik-baik aja?” Matthew tampak tidak percaya, dan mengalihkan pandangannya ke arah Boy.
"Boy, apa-apaan ini? Bukannya kau bilang Erwin diikat? Kenapa dia bisa baik-baik aja di sini? Jangan-jangan kau disuap sama Erwin ini?"
“Omong kosong! Aku memang di pihak Tuan Erwin dari dulu kau yang cari aku dan gali kubur sendiri." Kata Boy dengan marah.
“Boy sialan, kau udah terima uang aku, tapi malah bekerja untuk orang lain, akan kubunuh kau!" Matthew marah besar saat ini dan mengeluarkan belati dari sakunya, yang awalnya ingin digunakan untuk menyiksa Erwin, tapi tidak menyangka akan digunakan di saat seperti ini.
Namun, begitu dia baru saja mengeluarkan belati, Mina langsung menghentikannya.
__ADS_1
"Jangan cari masalah, mereka ramai, kamu tak mungkin bisa menang, diam dulu bentar!"
Menghadapi situasi kritis seperti ini, Mina ini sangat tenang.
“Erwin, kamu udah susah payah menipuku ke sini, jadi jangan basa-basi dan langsung bilang aja tujuanmu.” Kata Mina sambil menatap Erwin.
Erwin sedikit terkejut saat melihat bahwa Mina bukan hanya tidak panik tapi juga bertanya dengan tenang. Wanita ini memang tidak biasa, dan jauh lebih kuat dari Matthew.
"Tentu aja aku punya suatu hal penting untuk dibahas denganmu, tentang masa depan kamu dan masa depan keluarga Ricardo, tapi aku mau bicara empat mata denganmu."
Semakin kuat wanita ini, semakin Erwin ingin menaklukkannya untuk kepentingan sendiri. Tapi sebelum itu, Erwin menyuruh Lisa untuk menyita ponsel Matthew dan Mina untuk mencegah mereka mengirim informasi kepada Agus.
Matthew awalnya ingin melawan, tapi melihat Lisa yang kejam, dia hanya bisa menyerahkan ponsel dengan patuh, agar tidak menderita pukulan.
Mina yang tampaknya sadar dengan situasinya sendiri saat ini, tidak hanya menyerahkan ponsel dengan patuh, tapi juga berkata ringan kepada Erwin,
"Oke! Aku juga sangat tertarik mengobrol denganmu."
Setelah mengatakan ini, Mina mengikuti Erwin ke tempat yang tertutup.
Pada saat yang sama, Damon yang ada di High Build Group menerima pesan dari Erwin.
"Masalah Mina udah beres, langsung mulai aja."
Melihat ini, Damon sedikit gembira.
"Sepertinya Tuan Muda punya ambisi yang mirip seperti CEO Smith yang dulu! Sampai bisa membereskan orang paling berpengaruh di keluarga Ricardo secepat ini."
Setelah CEO dipilih ulang, itu berarti Ricardo Group berhasil ditaklukkan.
"Sekarang semuanya sudah tergantung pada hasilku." Setelah Damon bergumam sendiri, dia segera menelepon Agus.
Agus mengangkat telepon kemudian menghadapi Damon, seorang tokoh terkenal di Kota Bandung, ketika Agus berbicara, dia jelas kurang percaya diri, tapi tetap bertahan, bagaimanapun juga, mereka sedang unggul sekarang.
"Tuan Damon, sudah lihat foto yang kukirim? Kalau mau Erwin dibebaskan dengan selamat, aku saran kembalikan tiga aset yang sudah kalian tipu dari kami."
“Sudah kulihat fotonya, tapi kamu tau itu perbuatan yang melanggar hukum, kan? Kalau aku telepon polisi, kamu tak mungkin bisa kabur.” Damon sengaja menakut-nakuti.
"Aku cuman kirim foto itu, tapi tak bilang menculik Erwin, kan? Aku cuman mau ingatkan, kalau kamu telepon polisi, keselamatan Erwin tak bisa kujamin." Agus yang terpengaruh dengan kata-kata Damon, dan bersikeras untuk terus berurusan dengannya.
"Tak masalah, tidak kularang, silakan, Lagipula Erwin cuman karyawan biasaku, aku telepon polisi," kata Damon pura-pura tidak peduli.
Jika Erwin tidak memberitahunya sebelumnya, Damon pasti akan marah besar saat melihat foto Erwin yang diikat, bukannya berurusan dengan Agus dengan tenang seperti sekarang.
Namun, ketenangan Damon membuat Agus sedikit tidak berdaya.
Seharusnya bukan begini! Dilihat dari sikap terkejut dan khawatir Damon setelah melihat video palsu kecelakaan mobil Erwin beberapa hari yang lalu, Damon itu sudah pasti peduli dengan Erwin, tapi sekarang kembali bisa begitu tenang, dan itu membuat Agus bingung.
"Tuan Damon, pikirkan baik-baik, dia itu Erwin, kalau kamu..." Sebelum Agus selesai berbicara, Damon langsung menutup telepon, seolah beneran tidak peduli dengan hidup atau matinya Erwin, yang membuat Agus marah sekaligus bingung, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
__ADS_1
“Apa-apaan Damon ini, dia seriusan tak peduli hidup dan mati Erwin?” Agus mulai meragukan dirinya sendiri.
Kemudian dia menelepon Mina, karena ingin mendengar pendapat dari Adik ketiganya, akan tetapi ponsel Adik ketiganya mati daya.
“Pada saat kritis ini, kenapa mati daya!” Agus berjalan bolak-balik sambil keringatan, dan setelah bolak-balik beberapa kali di sekitar ruang konferensi, dia akhirnya tidak bisa menahan diri lagi dan menelepon Damon.
Damon sengaja menunggu sebentar sebelum mengangkat telepon.
"Halo, Tuan Ricardo, apa ada hal lain?"
“Aku ingin diskusi tentang tiga aset denganmu?” Nada bicara Agus secara signifikan lebih rendah saat ini, tidak sekeras sebelumnya.
"Kenapa tidak bilang daritadi, dan harus mengancamku dengan keselamatan karyawanku? Datanglah ke ruang pribadi VIP nomor 302 di Dandelion Bar, kuberi satu jam! Semuanya akan mudah dibicarakan kalau kamu datang, tapi tak ada yang perlu kita bicarakan lagi kalau kamu tak datang." Setelah itu, Damon langsung menutup telepon.
Ketika Agus ingin berbicara lagi, tapi telepon sudah ditutup.
“Apa aku harus ke sana?” Agus tidak tahu harus berbuat apa saat ini, Adik ketiganya sudah mengingatkannya untuk diskusi di Ricardo Group dan tidak boleh keluar.
Tapi dia tidak tahu kenapa harus seperti itu, karena Mina tidak memberitahunya.
“Apa yang harus kulakukan?” Agus dengan cemas bolak-balik berjalan di ruang konferensi, dia terus menelepon Adik ketiganya, tapi ponsel Adik ketiganya tidak aktif, kemudian dia juga menelepon putranya, tapi hasilnya juga sama, itu membuat Agus merasa sedikit tidak nyaman.
"Jangan-jangan sesuatu terjadi pada mereka berdua?!"
Agus melirik jam, kalau masih tidak pergi sekarang, waktu negosiasi satu jam yang diberikan Tuan Damon sudah mau habis.
“Aku tak peduli lagi, diskusi tentang tiga aset itu aja duluan.” Agus memikirkannya untuk waktu yang lama, dan memutuskan untuk diskusi tentang tiga aset itu terlebih dahulu, bagaimanapun, itu adalah aset senilai 6 triliun, akan terlalu disayangkan kalau hilang begitu saja!
Agus buru-buru meninggalkan Ricardo Group dan pergi ke Dandelion Bar!
Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana Erwin.
Di tempat yang tertutup di sebuah pabrik yang ditinggalkan, Erwin dan Mina sedang mengobrol, langkah ini sebenarnya hanya untuk menunda waktu sambil menunggu hasil dari tindakan Damon.
"Kak Mina, berapa umurmu sekarang? Udah punya pacar belum?"
Mina bosan dengan topik tak penting Erwin, tapi tetap menjawab dengan sabar.
"33, belum punya pacar."
“Udah 33, ternyata udah gadis tua ya,” kata Erwin sambil bercanda.
“Erwin, apa maksudmu ini?! Menyuruhku ke sini untuk menertawakanku ya?!” Mina tidak tahan lagi dan mulai marah.
Erwin tersenyum dan tidak membalasnya, pada saat ini, dia menerima pesan dari Damon.
"Agus berhasil ditahan, saham yang dipegang oleh pemegang saham lain di Ricardo Group juga sudah diakuisisi, dan mereka sudah siap mengadakan rapat pemilihan ulang CEO."
Melihat pesan ini, sudut mulut Erwin terangkat, dan segera berkata kepada Mina.
__ADS_1
"Sekarang kita mulai bicara tentang topik utamanya."