Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Aku Tidak Mabuk


__ADS_3

Setelah kembali ke villa, Lina mengeluarkan sebotol wiski Islandia dari mobil, yang diam-diam diambilnya setelah pulang kerja, sehingga bisa minum bersama Erwin nanti.


"Erwin, gimana kalau kita pesan makanan online aja? Pasti enak di makan bareng wiski Islandia ini, kayak waktu masih kuliah, kamu juga sering ajak aku keluar makan, kan?" Lina mengingat kembali tentang masa kuliahnya, dan merasa nostalgia.


Erwin tersenyum, dia tak nyangka Lina masih ingat,  waktu itu, Erwin tidak kaya raya, jadi hanya bisa ajak Lina yang merupakan bunga kampus makan di warung pinggir jalan.


"Nggak takut jadi gemuk ya?” Erwin berkata sambil tersenyum, dia ingat waktu kuliah, Lina selalu bilang makan terlalu banyak bisa gemuk, tapi tetap setuju setiap kali Erwin ajak makan di luar.


“Lagian udah ada yang punya, gemuk dikit seharusnya tak masalah!” kata Lina sambil tertawa.


“Oke, kalau gitu akan kupesan makanan.” Erwin menggelengkan kepala tanpa daya, kemudian memesan banyak makanan di ponsel, yang semuanya makanan kesukaan Lina.


“Kamu tunggu di sini dulu, aku mau mandi sebentar." Lina berkata dan berjalan ke kamar mandi tanpa alas kaki. Sedangkan Erwin yang merasa bosan berusaha menemukan sesuatu untuk membuka botol anggur, dan akhirnya Wiski Islandia 12 miliar itu pun dibuka.


Anggur ini seharusnya sudah sangat tua, dan Erwin juga menghabiskan banyak upaya untuk membuka tutup botolnya.


"Harum sekali~" Erwin mengangkat hidung untuk mencium baunya, bau anggurnya kuat tetapi seperti dicampur dengan beberapa rasa lain juga, Erwin bukan profesional di bidang ini, jadi tentu saja tidak tau bau apa saja.


“Kira-kira seperti apa ya rasanya?” Erwin benar-benar penasaran dengan rasa anggur yang bernilai lebih dari 12 miliar ini, jadi segera membawa gelas dan menuangkan sedikit.


Anggur berwarna kuning dan terlihat mahal.


Erwin langsung mencicipi dengan tidak sabaran, begitu cairan itu masuk ke dalam tenggorokannya, wangi mellow dan aroma buah yang lembut, serta sedikit rasa manis tembakau keluar dari indra pengecapnya, anggur ini benar-benar kaya akan rasa.


“Whisky Islandia ini cukup enak, tetapi kadar alkoholnya 40%, mungkin terlalu tinggi buat Lina.” Erwin mencicipinya, dan rasanya enak, tetapi untuk Lina yang bisa mabuk hanya dengan minum beberapa gelas bir biasa, wiski beralkohol 40% itu terlalu berlebihan.


Begitu ingin tuang lagi, makanan yang dipesan online sudah tiba!


Erwin bangkit dan pergi ke luar untuk mengambil makanannya, ada dua kantong besar, yang sepertinya tak akan sanggup mereka dihabiskan!


Lina yang di kamar mandi sepertinya mencium baunya, jadi langsung berlari keluar hanya dengan memakai handuk putih.

__ADS_1


"Udah datang, kan? Aku bisa mencium baunya."


Rambut Lina masih basah, kulitnya yang putih dan halus masih meneteskan tetesan air, begitu juga dengan kedua pahanya, sekarang tubuhnya hanya dibungkus dengan handuk mandi.


Bahu indah beserta dua lengan putih halus, ditambah dua kaki putih lembut yang benar-benar sangat menarik perhatian pria. Hanya handuk mandi yang menutupi pantatnya, sedangkan dua paha putihnya benar-benar terbuka di depan mata Erwin.


Paras Lina sendiri cantik bagaikan bidadari, penampilannya yang baru keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih sedikit basah, membuat Erwin terpana di tempat.


"Erwin, kamu tak makan? Ini enak loh." Lina sepertinya belum menyadari betapa menariknya penampilannya yang sekarang bagi seorang pria.


“Nah, ini yang kamu suka makan.” Lina berkata dan mengoper makanan itu kepada Erwin, kemudian menyadari bahwa tatapan Erwin saat memandangnya sedikit berbeda dari biasanya.


Begitu Lina menunduk untuk melihat dirinya sendiri, wajahnya yang cantik langsung memerah, dan menyadari mengapa Erwin menatapnya seperti itu.


“A-anu, aku udah buka wiski Islandia itu, kenapa nggak kita makan sambil minum?” Setelah Erwin sadar kembali, dia segera mengubah topik pembicaraan.


“Oh, oke oke.” Saat berbicara, Lina duduk di sebelah Erwin, sehingga aroma tubuhnya yang bercampur dengan aroma shower gel langsung tercium oleh hidung Erwin.


Erwin menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri, kemudian menuangkan sedikit untuk Lina, kadar alkohol wiski ini terlalu tinggi, takutnya Lina akan mabuk, jadi Erwin hanya tuang sedikit untuknya.


"Cuma segini mana bisa!"


Lina menuang sedikit lagi ke gelasnya sendiri, kemudian menuang di gelas Erwin sampai penuh baru puas.


“Aku setengah, dan kamu satu gelas, akan lebih puas kalau begini,” kata Lina dan mendekatkan bibirnya ke gelas untuk menyesap anggur tersebut, karena berpikir rasanya lumayan enak, Lina langsung mengangkat kepala dan meminum habis setengah gelas, itu membuat Erwin sedikit terkejut, sejak kapan cara minum whisky itu seperti ini?


Tepat setelah minum, wajah Lina mulai menjadi merah, pandangannya sedikit buram, dan tubuhnya sedikit terhuyung-huyung.


"Lumayan enak! Erwin, masih ingat waktu aku gagal ujian di kampus? Kamu ajak aku makan di luar, tapi aku mabuk, dan kamu yang mengantarku pulang."


"Kamu itu nggak kuat minum, kenapa minum sebanyak itu sekaligus.” Erwin tahu bahwa Lina sudah mabuk saat melihat tubuh Lina mulai terhuyung-huyung.

__ADS_1


“Jangan pikir aku tak tahu ya, waktu itu kamu diam-diam menciumku saat aku lagi mabuk, itu ciuman pertamaku tahu!” Lina tersipu dan menatap Erwin dengan matanya yang indah.


Erwin tersenyum canggung, karena tak nyangka Lina ingat dengan kejadian saat itu, terlebih lagi adalah tentang rahasia ciuman secara diam-diam itu!


"Dasar bajingan, jangan pikir aku tak tahu apa-apa walau aku lagi mabuk, aku sadar dengan itu tahu!" kata Lina, kemudian tubuhnya langsung terjatuh ke dalam pelukan Erwin.


Melihat tubuh lembut yang berbaring di dalam pelukannya, Erwin menelan seteguk air ludah, dan detak jantungnya terus berdegup kencang.


"Hei Lina, bangun." Erwin mencoba memanggil beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban, tampaknya Lina benar-benar mabuk berat sekarang, tapi Erwin tidak menyadarinya bahwa bulu mata Lina sedang gemetar hebat, yang artinya sangat gugup sekarang.


Erwin menarik napas dalam, pikirannya sedikit kacau.


Dia berada di tengah-tengah kata pikiran dan kata hati yang saling melawan satu sama lain, tetapi pada saat ini ponselnya tiba-tiba berdering, dan yang menelepon adalah Damon.


Pasti ada sesuatu yang penting kalau ditelepon selarut ini, Erwin menjadi tenang dan segera mengangkat telepon.


"Tuan muda, sudah saya dapat informasi tentang Bang Ivan yang diminta untuk diselidiki, dia itu dari keluarga Cole utara kota." Suara Damon terdengar dari ponsel.


“Orang dari keluarga Cole utara kota?” Erwin mengerutkan kening, kenapa orang dari keluarga di utara kota bisa ikut campur ke masalah selatan kota, ada apa ini?


"Benar, keluarga Cole di utara kota telah aktif berinvestasi di industri lain baru-baru ini, mereka sedang bergerak secara terbuka maupun diam-diam." Damon memberi tahu Erwin apa yang dia ketahui.


“Bisa cari tahu di mana dia sekarang?” Erwin ingin tahu di mana Bang Ivan ini berada, jika orang ini tidak dibasmi, maka ke depannya akan menjadi masalah besar.


"Kemungkinan besar sudah kembali ke utara kota, bagian utara kota itu dikendalikan oleh tiga keluarga, jadi tidak mudah untuk menangkapnya di utara kota," jawab Damon dengan nada yang tak berdaya.


“Baiklah kalau begitu, kalau ada kabar baru, ingat langsung kasih tahu aku,” kata Erwin dengan ekspresi serius.


Setelah menutup telepon, suasana hati Erwin juga menjadi sangat tenang, kenapa keluarga Cole di utara kota ikut campur urusan di selatan kota? Memangnya ada keuntungan apa melakukan hal seperti itu?


Mengacaukan proyek Real Estat West Garden, dan mencelakai Mary, memangnya siapa yang akan diuntungkan? Erwin mengerutkan kening untuk berpikir sejenak, dan sepertinya menemukan petunjuk.

__ADS_1


__ADS_2