Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 174 Datang Di Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Erwin memaksa Anton ke Perusahaan Real Estate Hype utara kota, di mana Damon dan Doni berada, yang merupakan kediaman Erwin di utara kota untuk saat ini, di sana juga dilengkapi lebih dari seratus petugas keamanaan, setidaknya keamanan bisa lumayan terjamin.


            Jika tiga keluarga utara kota ingin datang mencari masalah, jumlah itu seharusnya cukup untuk berurusan dengan mereka.


            Ketika Erwin dan yang lainnya tiba, Doni yang sudah mendapat kabar, buru-buru menyambut secara langsung, sambil diikuti beberapa bawahannya di samping.


            “Tuan Erwin akhirnya tiba.” Doni menyapanya dengan hormat.


            "Bawa dan rawat Baka yang ada di mobil." Setelah Erwin keluar dari mobil, dia bertanya lagi pada Doni, "Ngomong-ngomong, mana Tuan Damon?"


            “Tuan Damon pergi membahas kerja sama dengan orang-orang dari keluarga Davis.” Doni menjawab pertanyaan Erwin sambil mengisyaratkan orang-orang untuk membawa Baka dari mobil.


            Erwin mengangguk, pekerjaan Damon benar-benar efisien, jika mereka dapat memenangkan salah satu keluarga, maka kecepatan pengembangan bisnis di utara kota akan jauh lebih cepat, mungkin sebelum lelang tanah di distrik baru kota utara, masalah di sini sudah dapat diselesaikan.


            “Sepupu, apa yang harus kulakukan dengan Anton ini?” Lisa memaksa Anton untuk keluar dari mobil, wajah Anton bahkan sudah memucat karena ketakutan.


            “Serahkan saja pada Doni, biar Doni yang urus saja,” kata Erwin, bagaimanapun juga, Anton ini masih sangat berharga, dan mungkin dapat menukar beberapa aset dari ayahnya.


            Setelah menyerahkan Anton, Erwin akhirnya bisa menghembuskan napas lega.


            "Lisa, Giselle, kita sementara tinggal di Perusahaan Real Estate Hype ini dulu, mungkin akan ada peristiwa besar yang akan terjadi di utara kota ini!" Erwin berpikir jika ingin menurunkan kekuatan distrik bisnis di utara kota, maka tinggal di sini akan menjadi pilihan terbaik, karena begitu ada keadaan darurat, maka itu dapat ditangani dengan mudah.


            Alasan mengapa dia memilih untuk tinggal di Perusahaan Hype adalah untuk keselamatan, jika tinggal di hotel terdekat, mungkin akan diserang oleh pasukan keluarga utara kota saat tengah malam.


            “Oke, tidak masalah!” Giselle tidak keberatan tinggal di utara kota, karena falam beberapa hari ini, dia juga harus mengatur ulang perusahaan baru Laws Group di utara kota, jadi itu jauh lebih praktis baginya untuk tinggal di sini.


            Jelas Lisa tidak akan keberatan, karena dia tidak terlalu mempermasalahkan kondisi ekonomi kehidupannya.


            Pada malam hari, Baka akhirnya bangun, dan Erwin membawa Lisa untuk segera menemuinya


            Di sebuah ruangan kecil Perusahaan Real Estate Hype, Baka yang lemah sedang berbaring di sofa kulit, memandang tempat ini dengan bingung, karena lingkungan di sini sangat asing baginya.


            "Kamu sudah bangun," kata Erwin dan berjalan ke arahnya.


            “Siapa kamu?” Baka ingin menggerakkan tubuhnya, tetapi menyadari lengan kiri dan kaki kirinya terasa menyakitkan, jadi dia hanya bisa terus berbaring, dia mengalihkan pandangannya dan melihat adanya Lisa yang berdiri seperti pengawal di belakang Erwin.


            Baka sedikit takut pada Lisa, dan Erwin sudah duduk di depannya.


            "Namaku Erwin, ini sepupuku, Lisa, lukamu sudah diperiksa dan hasilnya bukan masalah besar, kamu akan pulih setelah istirahat seminggu, untungnya sepupuku berbelas kasihan padamu saat itu, kalau tidak tangan dan kakimu pasti sudah cacat."


            Erwin berkata sambil tersenyum.


            Awalnya Lisa memang ingin mematahkan kaki tangan Baka ini, tapi setelah dihentikan oleh Erwin, Lisa menyadari bahwa Erwin mungkin ingin merekrut orang ini, jadi berbelas kasihan, pada akhirnya suara Erwin saat itu yang membuat Baka terhindar dari nasib orang cacat.


            “Terima kasih Tuan Erwin dan Nona Lisa karena sudah berbelas kasihan.” Baka tidak menyangka Lisa akan berbelas kasihan kepadanya, tapi dia juga tahu bahwa ini adalah maksud dari Erwin, jadi masih sangat berterima kasih.

__ADS_1


            Dalam kompetisi tinju hitam, Baka telah bertanding tidak kurang dari ratusan pertandingan dalam delapan tahun ini, dalam pertandingan brutal yang tidak ada aturan, sering ada tragedi tragis, inilah kekejaman kompetisi tinju hitam, pada saat yang sama keuntungan tinggi akan mendatangkan resiko yang tinggi juga.


            Selama memenangkan pertandingan judi, maka petinju tidak hanya mendapatkan komisi majikan, tapi juga kadang-kadang mendapatkan komisi dari taruhan, mulai dari puluhan juta hingga miliaran, walaupun akan berakhir menyedihkan jika kalah, tapi tetap banyak orang yang ingin menjadi petinju hitam dan memasuki ring.


            “Berapa banyak yang bisa kau hasilkan sebagai petinju hitam dalam setahun?” tanya Erwin setelah memikirkannya.


            "Sekitar 20 miliar." Baka berkata dengan jujur, meskipun Anton membayar 16 miliar untuk mengundangnya, tapi dia tidak akan mendapatkan apapun jika kalah dalam pertndingan, justru harus membayar sendiri biaya pengobatannya.


            Selain itu, undangan tugas super besar seperti ini tidak selalu ada, hanya generasi kedua yang kaya seperti Anton yang ingin buru-buru menang dari Erwin yang rela menghabiskan 16 miliar untuk mengundangnya.


            "Oke, akan kuberi 20 miliar gaji tahunan, tapi kau harus mengikutiku mulai sekarang! Kau tidak harus jadi petinju hitam dan hanya perlu bantu aku menyelesaikan masalah," kata Erwin dengan ringan, seorang master seperti Baka yang bisa menggunakan energi qi itu tidak banyak, nahkan seseorang seperti Doni yang jago bertarung saja tidak memahami energi qi, jadi dapat dilihat bahwa Baka ini cukup berbakat dalam seni bela diri.


            "Serius?" Baka tidak bodoh, karena tidak mungkin seorang petinju akan memenangkan setiap pertandingan tinju hitam selamanya, ditambah seiring bertambahnya usia, kekuatan juga akan semakin menurun, dan suatu hari dia pasti akan dikalahkan di atas ring, yang mungkin akan berakhir kehilangan nyawa atau menjadi cacat!


            Karena itu, hasil terbaik dari pertandingan tinju hitam adalah bergaul dengan bos atau majikan yang dapat diandalkan, atau bisa juga dengan menghasilkan cukup uang untuk pensiun.


            "Kartu ini ada 10 miliar, ambil saja dulu, pulihkan dulu cederamu seminggu ini, setelah itu aku akan memberimu tugas." Kata Erwin dan meletakkan kartu bank ke tangan Baka.


            “Terima kasih Tuan Erwin.” Baka tidak menyangka Erwin akan memberinya 10 miliar sebagai uang muka, itu membuktikan kepercayaan besar, yang membuat Baka sedikit tersentuh, dibandingkan dengan Anton, majikan Erwin inj jauh lebih dapat diandalkan.


            Setelah keluar dari kamar Baka, Erwin juga memberi Lisa sebuah kartu bank.


            "Lisa, ini ada 200 miliar, Terima kasih sudah bekerja keras untuk pertandingannya." Erwin tidak akan memperlakukan Lisa dengan buruk, dia memenangkan dua pertandingan Anton secara berturut-turut yang setidaknya sudah untung 200 miliar, belum lagi dua aset seperti Hotel Sixgold dan saham klub hiburan Fox yang kira-kira senilai 2 triliun, semua ini berkat Lisa.


            Dapat dikatakan bahwa jika tidak ada Lisa kali ini, tidak ada yang bisa Erwin menangkan, jadi Erwin secara alami akan menghadiahinya dengan baik.


            Siapa sangka Erwin langsung memberinya 200 miliar.


            “Jangan berterima kasih padaku, ini yang pantas kamu dapatkan, ngomong-ngomong, apa yang akan kamu lakukan dengan uang ini?” Erwin bertanya dengan penasaran.


            "Guru selalu ingin meneruskan teknik tinju perguruan, dengan adanya uang ini dia pasti akan sangat senang." Lisa memegang kartu bank tersebut dengan erat dan menatap dengan mata yang sedikit gemetar.


            "200 miliar rupiah untuk membangun dan mengembangkan teknik tinju perguruan seharusnya cukup untuk tahap awal." Erwin menanggapi dengan datar, tetapi Lisa berencana untuk memberikan semua uang ini kepada gurunya, sungguh seorang murid yang berbakti.


            “Lain kali bawa aku ke perguruanmu, sesekali aku ingin minum teh dengan gurumu dan berbicara tentang investasi.” Erwin tersenyum, Lisa sendiri sudah sangat kuat, apalagi gurunya, dan ditambah para adik dan kakak seperguruan Lisa, kemampuan mereka pasti tidak akan lemah, tentu Erwin akan dengan senang hati menerima tim kekuatan yang begitu besar.


            "Guru pasti akan sangat senang kalau tuan muda ke sana," jawab Lisa.


            Erwin mengangguk, berpikir tentang mencari kesempatan untuk ke Raung Mountain untuk menemui Guru Lisa, berbicara tentang investasi, dan belajar sedikit bela diri juga merupakan hal yang sangat bagus.


            Erwin baru tidur saat larut malam.


            Di kantor CEO Perusahaan Real Estate Hype, ada kamar kecil dan toilet terpisah untuk mandi, yang sangat cocok untuk tempat tinggal, tapi masalahnya hanya ada satu tempat tidur.


            Erwin meminta Lisa untuk tidur di ranjang bersama Giselle, sementara dia sendiri tidur di sofa kantor CEO, bagaimanapun, dia sudah terbiasa tidur di sofa, jadi tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


            Ketika Erwin sedang tidur dan beristirahat, pada saat yang sama ayah Anton, yaitu Rio, sangat marah di mansionnya, ada beberapa pria berpakaian hitam berdiri di depannya yang terlalu takut untuk mengeluarkan suara apapun.


            “Untuk apa aku memperkerjakan kalian? Kalian melihat anakku diculik begitu saja? Memangnya apa yang kalian lakukan? Sekelompok sampah tak berguna!" Rio berteriak pada mereka.


            "CEO, orang itu punya petinju wanita sangat kuat yang bernama Lisa, dia menggunakan belati untuk memaksa tuan muda, kami tidak berani menolak untuk melepaskan mereka, jika tuan muda terluka melukai, bukankah kami yang akan bersalah?"


            Salah satu pria berpakaian hitam maju dan membuka suara, orang tersebut adalah kapten keamanan Klub Hiburan Fox, Risky, yang ada di tempat kejadian ketika Anton diculik oleh Lisa.


            “Masih berani bilang begitu? Tidak ada petinju di stadion yang bisa mengalahkan seorang wanita? Jelas sekelompok sampah!” Rio memarahi lagi dengan keras.


            Risky tidak berani berkata lagi, apalagi pria berbaju hitam bawahan lainnya.


            “Sudah cari tahu siapa yang menculik putraku?” Rio bertanya dengan cemberut saat melihat mereka tetap diam.


            "Sudah, setelah mereka menculik tuan muda, aku mengirim seseorang untuk mengekori mereka, mereka sedang di Perusahaan Real Estate Hype dan tidak pernah keluar lagi,” jawab Risky.


            "Perusahaan Real Estate Hype? Bukannya itu perusahaan yang direbut High Build Group dari keluarga Cole? Sepertinya pelakunya adalah bawahan Damon, Damon ini berani sekali bermacam-macam dengan keluarga Louis-ku di utara kota ini.”


            Rio menepuk meja dengan keras, wajahnya penuh amarah.


            Dalam pemikirannya Damon adalah dalang dibalik semua ini, dan hanya Damon yang berani berhadapan dengan keluarga Louis-nya di utara kota ini.


            “CEO, apa perlu saya mengirim seseorang ke Perusahaan Real Estat Hype untuk meminta kebebasan Tuan muda?” Pria berbaju hitam itu melanjutkan.


            "Panggil semua master tinju hitam di stadion tinju hitam, peringkat pertama dan kedua juga, sama semua personel keamanan keluarga Louis-ku, kita ke perusahaan Real Estat Hype besok pagi, sudah saatnya memberi sedikit pelajaran pada Damon ini dan membuatnya mengerti kalau tidak ada tempat untuknya di utara kota."


            Rio marah besar kali ini, dia bisa pura-pura tidak tahu tentang masalah Damon yang merampok Perusahaan Real Estate Hype dari keluarga Cole karena tidak sampai merugikan ya, tapi kali ini berbeda.


            Jika Damon ini dibiarkan terus berkembang di utara kota, lama kelamaan pasti akan mematahkan pola utara kota yang ada, dan pada saat itu semua ketenaran dan kekayaan keluarga Louis akan hilang.


            Pada saat yang sama, itu juga untuk menekan dan memaksa Damon menyerahkan putranya.


            Keesokan harinya, Erwin yang masih tidur dibangunkan oleh suara tergesa-gesa Doni.


            Ketika Erwin membuka mata, dia menemukan bahwa ekspresi Doni yang aneh dan sedikit bingung, sambil diikuti banyak bawahan di belakangnya.


            "Ada apa?” Erwin merasa bahwa sesuatu yang serius telah terjadi, kalau tidak Doni tidak akan begitu gelisah.


            "Tuan Erwin, Rio membawa lebih dari 300 orang untuk mengepung Perusahaan Real Estate Hype ini, termasuk beberapa master tinju hitam, orang-orang kita bukan lawan mereka, apa yang harus kita lakukan sekarang? Tuan Damon masih belum pulang dari diskusi kerja sama dengan Keluarga Davis."


            Doni sudah melawan orang-orang Rio sebelum datang, dia tidak bisa mengalahkan beberapa master petinju, dan karena Tuan Damon sedang tidak ada, jadi dia tidak punya pilihan selain membangunkan Erwin.


            “Tidak perlu panik, karena dia sudah ada di sini, aku akan pergi berhadapan dengannya!” Mulut Erwin sedikit terangkat, dia kebetulan ingin mengajukan pertukaran dengan ayah Anton, tapi tidak menyangka pihak lain akan datang sendiri.


__ADS_1



__ADS_2