Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Sudah Saatnya Aku Beraksi


__ADS_3

Setelah Erwin keluar dari ruang medali emas, dia menemukan sudut yang sepi untuk menelepon Damon, dan menyuruhnya untuk memberitahu penanggung jawab Skyrim No. 1 untuk datang menemuinya.


Damon segera laksanakan tanpa tunda, dan mengutamakan hal-hal yang telah diperintahkan Erwin. Setengah jam kemudian, seorang pria paruh baya agak kurus yang mengenakan kacamata berbingkai hitam, buru-buru berlari kemari untuk menemui Erwin, dan sekarang masih terengah-engah


“T-tuan muda Smith, saya Jarvis, penanggung jawab Skyrim No. 1 ini. Tolong beritahu saya jika ada keperluan.” Jarvis sedikit terengah-engah karena buru-buru bergegas kemari untuk menemui Erwin.


“Aku ingin tanya, apa Farzan pemegang saham Skyrim ini juga?” Tanya Erwin setelah menunggu nafas Jarvis sudah sedikit lebih stabil.


"Farzan yang merupakan Tuan Muda Lewis memang pemegang saham tempat ini, tapi hanya sekitar 5%, High Build Group tetap pemegang saham tertinggi yang mencakup 80%, dan ada juga tiga pemegang saham kecil lainnya, yang masing-masing juga 5%," kata Jarvis dengan jujur.


Erwin mengangguk. Farzan ini ternyata pemegang saham di sini, mungkin Erwin berencana untuk mengambil 5% saham milik Farzan itu agar dia tidak bisa sesombong sekarang.


“Aku ingin tahu apa lagi yang Farzan perintahkan padamu.” Erwin ingin mengacaukannya, jadi dia harus tahu dengan jelas dulu, apa yang akan dilakukan musuhnya.


“Tuan Muda Lewis juga menyuruhku untuk menyiapkan 999 buah bunga mawar blue enchantress, yang akan dikirimkan ke ruang medali emas nanti.” Jarvis menjawab dengan jujur dan tidak berani menipu.


“Apa ada perintah lain lagi?” Erwin bertanya lagi.


“Tidak, hanya pengiriman bunga saja.” Jarvis berpikir sejenak dan menjawab.


"Baik, sangat bagus, kau cukup abaikan saja kalau Farzan memerintahmu lagi, apalagi mengirim bunganya, dan cari juga alasan untuk mengusir Farzan dari ruang medali emas itu, selanjutnya bertindaklah sesuai dengan situasinya nanti, paham?" Erwin berkata dengan serius.


“Baik, Tuan Muda Smith, sesuai perintah Anda.” Jarvis menyeka keringat di dahi, dia tidak tahu bagaimana Tuan Muda Lewis bisa menyinggung Tuan Muda Smith, namun, Skyrim No. 1 ini milik High Build Group, jadi dia hanya bisa mematuhi Erwin.


Erwin mengangguk, dan sangat puas dengan sikap Jarvis, lalu melanjutkan,


"Selain itu, bantu aku siapkan surat perjanjian transfer saham, aku ingin membeli saham yang dipegang Farzan, dan siapkan juga 9999 buah bunga mawar blue enchantress biru, kirimkan nanti setelah mendapat perintah dariku, paham?"


"Baik Tuan Muda Smith, saya ingin bertanya kapan 9999 buah bunga mawar blue enchantress ini diperlukan, karena tempat ini sepertinya tidak memiliki jumlah yang begitu banyak." Kata Jarvis dengan cemas.


"Akan kukasih dua jam untuk menyiapkannya, kalau kau mengacaukan hal baikku ini, kau tidak perlu bekerja di sini lagi," kata Erwin dengan ekspresi serius.


“Jangan khawatir Tuan Muda Smith, akan segera saya laksanakan.” Jarvis terus berkeringat karena ketakutan, tetapi dia masih menjawab dengan tegas.


"Bagus, lakukanlah! Surat perjanjian dan bunganya dikirim pada waktu yang sama saja."

__ADS_1


Setelah Jarvis pergi, Erwin langsung kembali ke ruang medali emas.


“Erwin, kamu ke mana tadi? Kenapa lama sekali?” Lina bertanya dengan cukup khawatir.


Erwin dengan asal-asalan mencari sebuah alasan untuk menutupi hal itu, kemudian bertanya,


"Apa pria itu mengganggumu lagi?"


“Ya, tapi sudah diusir kembali sampai ketakutan sama Lisa.” Ketika Lina mengatakan ini, dia tidak bisa menahan tawa, karena Farzan ini sangat takut pada Lisa.


“Tak kusangka Lisa kita begitu hebat!” Erwin melirik Lisa yang berada di sebelah Lina, dan sedikit terkejut karena bisa-bisanya Farzan takut sama Lisa.


Tapi melihat wajah dingin dan cantik Lisa, rata-rata pasti akan takut juga.


Fiona sudah membujuk Lina, tetapi efeknya tidak besar, yang membuat Fiona sedikit kesal karena itu.


Setelah melihat kembalinya Erwin, Farzan langsung mencibir dan berjalan ke arah Erwin secara provokatif.


"Hei, yang dari desa, akan kutunjukkan seberapa jauh perbandingan di antara kita berdua, aku akan membuatmu menyaksikan Lina yang direnggut olehku di depan matamu."


“Dasar pria yang dinafkahi wanita, kau itu terlalu percaya diri! Jangan sampai kena batumu sendiri.” Erwin tersenyum sedikit di sudut mulutnya.


"Lina, aku punya kejutan untukmu."


Tanpa menunggu persetujuan dari Lina, Farzan langsung menukar musik live dan adegan virtual tiga dimensi di dinding dan langit-langit di sekitar, menjadi pemandangan indah bintang-bintang dan lautan bunga yang romantis serta indah.


“Wah, indah sekali.” Gadis-gadis di tempat kejadian tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Pemandangan indah lautan bunga yang disetel dalam virtual tiga dimensi begitu romantis, dan ditambah dengan musik romantis yang benar-benar memabukkan.


“Lina, aku punya kejutan untukmu.” Begitu ini dikatakan, pandangan semua orang di tempat kejadian tertuju pada Farzan yang tampan, dan itu membuat para gadis juga terpesona padanya.


Farzan adalah putra dari keluarga kaya kelas atas di Kota Bandung, berpendidikan sampai lulus dari universitas luar negeri, memiliki kekayaan bersih sebesar beberapa triliun,  Farzan ini merupakan sosok pria idaman yang tinggi, kaya dan tampan. Setiap wanita akan tertarik dan terpesona dengan apa yang dimilikinya.


"Tuan Muda Lewis tampan sekali, tidak hanya dari keluarga kaya, tapi juga punya kekayaan sendiri yang melimpah, aku ingin sekali pacaran dengannya."


"Dia sepertinya mau nembak Lina! Tampan sekali, dia beneran mau nembak di depan pacar orang, tindakan ini mengasyikkan sekali."

__ADS_1


"Wah, pacar Lina yang malang itu tidak berguna kali, dia hanya akan diam saja dan menyaksikan pacarnya direnggut begitu saja?!"


"Baguslah kalau direbut, lagipula pria miskin seperti itu memang tidak cocok dengan Lina, kan? Hanya pria sehebat Tuan Muda Lewis yang serasi dengan Lina."


......


Banyak orang di tempat kejadian sangat ingin menonton tontonan ini, bahkan Fiona juga sangat tertarik dan melirik Erwin dengan tatapan yang penuh perbandingan dengan Farzan.


Anak miskin dari pedesaan berencana ingin mengambil keuntungan dari Lina? Mimpi!


Farzan yang mendengar pujian dari para gadis merasa bahwa hal ini pasti akan berjalan dengan lancar, jadi semakin percaya diri dan sombong, karena merebut Lina di depan pacarnya benar-benar keren sekali, cukup memikirkannya saja sudah membuatnya merasa puas.


Namun, Lina sedikit marah saat ini, dia ingin berbalik dan pergi, hanya saja Erwin menghentikannya.


"Jangan pergi, nanti akan ada tontonan bagus! Kesombongan pria ini tak akan bertahan lama," Kata Erwin dengan senyum tipis di sudut mulutnya.


Lina tiba-tiba menjadi terdiam, dan dia sangat percaya dengan kata-kata Erwin, lagipula menonton lelucon Farzan ini juga merupakan hal yang tidak buruk juga.


Setelah merasa sudah waktunya, Farzan menepuk tangan beberapa kali sebagai isyarat, tapi tidak ada yang terjadi, dan tidak ada yang berjalan masuk dari pintu masuk.


Farzan mengira suara tepuk tangannya tidak kedengaran oleh pelayan di luar pintu, jadi dia langsung menelepon Jarvis, yang bertanggung jawab atas Skyrim No.1 ini untuk menyuruhnya mengirimkan 999 buah bunga mawar blue enchantress kemari. Namun, sebelum tersambung teleponnya langsung ditolak oleh Jarvis.


“Apa-apaan ini? Ada apa dengan Jarvis pada saat kondisi seperti ini, cari mati ya?!” Farzan sangat cemas, karena ada begitu banyak orang yang menonton sekarang, suasananya telah disesuaikan, dan sekarang hanya menunggu kedatangan bunganya.


Farzan yang tidak sabaran, menelepon lagi, tapi Jarvis sekali lagi menolak teleponnya, itu membuat Farzan merasa frustasi, tapi tidak bisa mengamuk karena ada banyak orang yang sedang melihatnya.


Ketika semua orang di tempat kejadian melihat bahwa tidak ada yang terjadi selanjutnya, mereka secara perlahan kehilangan minat.


Namun, tepat ketika mereka sudah tidak sabaran, pintu ruang medali emas tiba-tiba terbuka, dan Jarvis masuk dengan sejumlah orang dengan wajah serius.


Farzan sangat gembira ketika melihat ini, dan buru-buru melangkah maju untuk bertanya dengan mendesak,


"Jarvis, mana mawar blue enchantress yang kau suruh pesan? Cepat bawa ke sini, aku butuh sekarang."


"Maaf, Tuan Muda Lewis, ada masalah dengan identitas dan kredibilitas Anda. Setelah evaluasi, Anda dinyatakan tidak boleh tetap berada di kamar medali emas lagi, jadi tolong tinggalkan tempat ini bersama dengan teman-teman Anda."

__ADS_1


Kata-kata dingin dan kasar Jarvis langsung mengejutkan Farzan, apa-apaan ini?


Semua orang di tempat kejadian juga kaget, hanya Erwin yang tersenyum tipis, 'Sepertinya sudah saatnya aku beraksi'.


__ADS_2