
“Apa? Bicara yang jelas!” Rizal menatap orang yang melapor itu dengan ganas.
"T-Tuan Rizal, sejumlah besar petinju tiba-tiba menyerbu masuk, lebih dari 200 orang kita yang jaga di luar sudah dikalahkan dan sama sekali bukan lawan mereka." Bawahan itu berkata dengan gemetar, wajahnya penuh ketakutan dan kecemasan, yang menunjukkan betapa menakutkannya sekelompok orang yang tiba-tiba menerobos masuk tersebut.
“Mana mungkin? Berapa jumlah mereka?” Rizal dengan paksa menekan keterkejutan di hati, dua ratus orang di luar adalah pendukung terbesarnya, jika semuanya tumbang, bagaimana negosiasi ini bisa terus berjalan?
"Hanya sekitar seratus orang, tapi mereka semua sangat kuat, terutama pria besar paling depan yang menjatuhkan dua sampai tiga orang kita dengan satu pukulan, tidak bisa dihentikan sama sekali." Begitu bawahan itu selesai berbicara, pintu ruangan VIP tiba-tiba ditendang hingga terbuka.
Kemudian Baka yang kekar bergegas masuk bersama para petinju hitam dengan agresif, yang membuat semua orang di tempat langsung memandangnya.
"Baka?" Rizal jelas mengenal Baka, Rizal sedikit terkejut begitu melihat Baka masuk, karena Baka ini adalah petinju hitam di utara kota yang sangat kuat, kenapa bisa ada di sini?
Namun, dia segera tahu jawabannya.
Karena melihat Baka yang setelah masuk langsung melirik sekeliling dan menghampiri Erwin sambil berkata dengan hormat,
"Tuan Erwin, 120 petinju hitam sudah tiba, 200 orang yang mengepung di luar sudah ditangani."
Mendengar ini, Rizal menarik napas dalam, dua ratus penjaga keamanan yang dibawanya baru saja dikalahkan? Mustahil! Rizal masih tidak percaya.
Liam yang ada di samping juga terkejut, jika pria kekar yang diundang Tuan Erwin ini tidak membual, maka itu sangat luar biasa.
"Kerja bagus Baka." Erwin tersenyum sedikit, Baka yang digaji 20 miliar setahun ini ternyata cukup berguna.
“Baiklah Tuan Rizal, ayo kita bicarakan syarat pembebasan sandera sekarang." Kata Erwin sambil berdiri dari kursi, saat ini situasi negosiasi telah berat sebelah, dan tentu saja sudah bisa meraup keuntungan.
"Syarat pembebasan sandera? Beraninya kau mengajukan persyaratan dengan Ragnarson Group kami?" Rizal mengerutkan kening, karena tidak ada seorangpun di Kota Bandung ini yang pernah berani mengajukan syarat di depan Ragnarson Group mereka.
“Sepertinya kau masih belum mengerti situasi saat ini!” Erwin melengkungkan bibir dan berkata dengan dingin, lalu mengisyaratkan mata pada Baka, dan Baka yang mengerti langsung berjalan menuju Rizal.
“Kenapa ini? Mau adu tinju? Kebetulan aku juga mau liat seberapa Baka ini.” Rizal sangat percaya diri dengan kemampuannya sendiri dan tidak ingin ditekan dari segi aura.
__ADS_1
“Orang-orang di luar tadi membosankan, ayo main denganku!” kata Baka, dan tinjunya yang seperti karung pasir tiba-tiba mengarah ke arah Rizal.
Begitu pukulan itu diluncurkan, suara tinju menembus angin bahkan terdengar, merupakan tinju yang sangat luar biasa sekali.
Rizal terkejut, dia tidak menyangka tinju Baka ini akan begitu bertenaga, tapi dia masih bisa menghindarinya begitu sudah dekat dengan tubuh.
Tak lama kemudian, dia mengepalkan tinju dan melakukan serangan balik ke Baka tanpa ragu-ragu, tinjunya samar-samar juga menembus angin dengan kecepatan yang luar biasa, Baka tidak menghindar, jadi langsung menahan pukulan itu dengan otot-ototnya yang kuat.
Rizal awalnya senang karena pukulannya kena, tapi Baka yang menerima pukulan hanya mundur selangkah dan tidak mengalami kerusakan berarti sama sekali.
“Hanya segini? Kau belum makan ya? Rasakan kekuatan penuhku!” Begitu selesai berbicara, Baka menggerakkan kaki dan berteriak keras sambil mengayunkan tinju ke arah Rizal.
Setiap pukulan menembus angin dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya, seolah pukulan awal tadi hanya untuk mengetes saja.
"Sungguh pukulan yang cepat dan kuat." Rizal terkejut lagi sambil terus menghindar, dia merasa pukulannya sendiri juga cepat akurat dan kejam, tapi kalau dibandingkan dengan Baka, jelas satu tingkat lebih rendah.
Rizal terus menghindar ke kiri dan kanan, berpikir untuk mencari kesempatan untuk melakukan serangan balik, tapi serangan Baka belum melemah sampai sekarang, di hadapan serangan berturut-turut itu, Rizal dipaksa mundur berulang kali.
Rizal tak sempat bereaksi, dan pukulan Baka membuatnya mundur beberapa langkah. Begitu pukulannya berhasil, Baka langsung meninju perut Rizal secara berturut-turut, membuat Rizal terpental beberapa meter jauhnya hingga terjatuh dan terbatuk beberapa kali.
“Hehehe, ayo lihat berapa lama kau bisa bertahan?” Baka ingin maju untuk menghancurkan Rizal, tapi dihentikan oleh Erwin.
“Baka, kembali!” Erwin berjalan mendekat dan memanggil Baka, dia tidak ingin melihat Rizal dibuat cacat di sini, karena itu bisa membuat negosiasi selanjutnya tidak akan mudah untuk dilanjutkan.
“Tuan Rizal, sudah paham situasinya sekarang?” Erwin berkata dengan ringan.
Rizal bangkit dari tanah sambil terbatuk-batuk, penampilannya sangat menyedihkan, benar-benar kehilangan citra elegan sebelumnya.
"Tuan Erwin, sungguh rencana licik yang bagus, aku kagum." Rizal tersenyum, dia beneran tidak menyangka pemuda ini bisa mengundang Baka dan para petinju hitam dari utara kota.
"Rencana licikku masih banyak, lebih baik jangan paksa aku pakai satu per satu." Erwin mengangkat sudut mulut, mengeluarkan kontrak akuisisi dan menyerahkannya kepada Rizal, lalu berkata dengan ringan,
__ADS_1
"Boleh saja membawa Earl pergi, tapi kalian harus serahkan 20% saham Laws Group dari Ragnarson Group."
“20% saham Laws Group? Tuan Erwin sepertinya sudah incar ini dari awal!" Ekspresi Rizal sangat jelek begitu melihat kontraknya, dan berpikir Erwin ini sudah jelas merencanakan cara bernegosiasi ini secara matang dengan mereka sebelum datang.
“Aku hanya pembawa pesan di sini, bukan untuk negosiasi denganmu.” Nada bicara Erwin menunjukkan sedikit sanggahan, setelah jeda sejenak, dia mengubah topik pembicaraan,
"Tentu saja kau boleh berdiskusi dengan CEO-mu dulu, tapi aku cuman kasih satu hari, kalau aku tidak dapat kabar besok pada jam yang sama, akan kulempar Earl ke Sungai Ciluenca "
“Kau berani?!” Rizal mengamuk dengan marah, dia tidak menyangka Erwin ini akan seberani itu sampai putra kedua orang terkaya di Kota Bandung juga berencana dibuang ke Sungai Ciluenca untuk jadi santapan ikan.
“Kalau tak dapat jawabannya besok, kita lihat saja aku berani atau tidak.” Erwin berkata sambil tersenyum.
Melihat ini, Rizal tidak bisa menahan diri dan menggigil, Erwin ini tampak seperti iblis, tindakan dan ucapannya sangat kejam, tapi pada saat ini dia tidak punya pilihan selain setuju.
“Baiklah, tapi aku harus laporkan masalah ini pada CEO dulu, aku akan segera kasih jawaban begitu berdiskusinya selesai!” Rizal ingin kembali dan berdiskusi dengan CEO tentang cara menangani masalah ini.
"Baiklah, Liam, antar tamu kita pergi." Erwin berkata dengan keras, lalu Liam mendatangi Rizal dan memberi isyarat silahkan.
"Hmph." Rizal mendengus dingin, lalu berjalan keluar. Begitu Rizal tiba di pintu dan melihat para penjaga keamanannya yang babak belur semua, dia merasa terkejut sekaligus marah, Ragnarson Group sudah lama tidak pernah mengalami kekalahan seperti ini.
"Ayo pergi." Rizal membawa semua orang pergi dengan wajah marah.
Di dalam ruangan VIP, setelah Rizal pergi, Erwin menyerahkan beberapa kontrak kepada Liam dan memerintah,
"Kontrak akuisisi saham ini harus ditandatangani oleh Earl, kau seharusnya punya cara untuk membuatnya tanda tangan."
Semua kontrak akuisisi ini adalah kontrak untuk akuisisi aset Earl, selama ditandatangani, maka total aset bernilai beberapa triliun milik Earl akan berpindah ke tangan Erwin, yang selanjutnya dapat memperkuat Perusahaan Investasi Erlin milik Erwin.
"Baik, Tuan Erwin." Setelah kejadian ini, Liam menjadi semakin yakin dengan Erwin, dan tentu saja tidak berani mengabaikan perintahnya.
Erwin tidak ingin membuang waktu pada masalah Earl ini, karena dia harus ke rumah Lina untuk makan bersama nanti, Lucas pernah bilang punya masalah penting yang ingin didiskusikan, jadi Erwin menyerahkan masalah sepele seperti kontrak akuisisi untuk ditangani oleh Liam, Liam itu dulunya dari organisasi kejahatan, jadi pasti punya cara untuk memaksa Earl tanda tangan.
__ADS_1