
Damon bertindak cepat, dan hanya butuh dua hari untuk meyakinkan Oswin, sang wali kota. Namun, wali kota dengan tegas tak setuju untuk mengadakan resepsi ini atas namanya, karena itu akan menimbulkan kecurigaan atasan, dan hanya berjanji pada Damon untuk menghadiri resepsi saja.
Damon tidak punya pilihan selain mengadakan resepsi atas namanya sendiri, meski akan kurang efektif, tapi dapat mengundang walikota untuk datang secara langsung sudah bisa dianggap meningkatkan standar resepsi ini ke tingkat yang lebih tinggi.
Setelah mendapatkan janji dari walikota, Damon mulai menyebarkan surat undangan secara meluas, selain keluarga Ragnarson, Lawrence dan Davis, semua Group atau perusahaan keluarga kecil maupun besar lainnya yang ada di Kota Bandung menerima undangan resepsi yang diadakan oleh Damon di Klub Keuangan Jade.
Mau mereka itu anggota Aliansi Bisnis Bandung atau bukan, mereka semua menerima surat undangan dari Damon.
Selain itu, Damon juga mengumumkan bukan hanya Andy, sangat manajer umum Klub Keuangan Jade yang akan menghadiri resepsi, tetapi juga pewaris Keluarga Smith, yaitu Tuan Muda Smith juga akan datang, nama Erwin sengaja tidak disebut, seolah Tuan Muda Smith adalah nama pewaris keluarga Smith.
Begitu surat undangan tersebar, semua keluarga di distrik bisnis Kota Bandung heboh, satu per satu keluarga dan perusahaan yang tersebar di seluruh kota Bandung menunjukkan minat dan harapan yang besar untuk resepsi ini.
Kantor CEO Ragnarson Group.
Steve dengan serius melihat dokumen dan menelusuri kebijakan preferensial untuk berbagai anggota yang akan diperkenalkan oleh Aliansi Bisnis Bandung, tiba-tiba pintu kantor terbuka dengan paksa, dan Rizal bergegas masuk dengan cemas,
"Tuan CEO, ini gawat, Damon sudah mulai melawan kita."
"Oh? Damon menyerang balik? Untuk apa sepanik itu? Bukannya itu sesuatu yang sudah pasti akan terjadi? Coba jelaskan lebih rinci." Semenjak menjadi ketua Aliansi Bisnis Bandung, Steve yang sekarang bahkan sampai meremehkan Damon.
Karena Aliansi Bisnis Bandung di tangannya telah menguasai 60% total industri Kota Bandung.
__ADS_1
Perasaan memegang kekuasaan sebesar ini membuatnya semakin sombong.
"Damon mengadakan resepsi di Klub Keuangan Jade, mengundang semua keluarga besar maupun kecil yang ada di Kota Bandung, CEO semua perusahaan dan Oswin sang walikota, Andy si manajer umum Klub Keuangan Jade, dan satu tokoh penting yang tak terduga." Rizal berkata dengan sangat gelisah.
"Tokoh penting? Di Kota Bandung ini, siapa yang punya identitas lebih berpengaruh dari Drake yang merupakan putra tertua Keluarga Baxter dari ibu kota?"
Sudut mulut Steve berkedut ringan, semenjak bekerja sama dengan Keluarga Baxter, dia telah membayangkan membuka cabang bisnis keuangan keluarga Ragnarson hingga ke seluruh indonesia maupun seluruh dunia dengan bantuan Keluarga Baxter, kemudian memasuki peringkat forbes serta terdaftar menjadi perusahaan terkaya di dunia dan berada di pijakan yang sama dengan para bos konsorsium dunia.
"Satu-satunya pewaris industri keluarga Smith, Tuan Muda Smith." Rizal berkata dengan suara gemetar.
"Keluarga Smith? Pewaris Keluarga Smith yang mana? Keluarga kaya kelas dua di selatan kota itu? Keluarga itu tak perlu dikhawatirkan, walaupun CEO-nya datang sekalipun aku juga tidak takut, menangani keroco seperti itu satu jentikkan jari saja sudah cukup." Steve masih menganggap enteng, mengira itu adalah keluarga kaya kelas dua di selatan Kota Bandung.
“Apa? Keluarga kaya raksasa top dunia?” Steve tampak tidak percaya, mana mungkin pewaris dari keluarga top dunia datang ke kota tingkat ketiga seperti Kota Bandung? Ini tidak masuk akal.
"Sudah gali tentang kebenaran informasi ini? Jangan bicara omong kosong di sini, keluarga raksasa top dunia diundang Damon, memangnya Damon pikir dia itu siapa? Itu sama sekali tidak mungkin." Steve tidak bisa duduk diam lebih lama lagi dan berdiri dari kursi, jika informasi ini benar, maka bahkan Keluarga Baxter sekalipun akan tak berdaya.
Meskipun Keluarga Baxter punya bisnis besar dan menempati urutan kesepuluh dalam peringkat keluarga terkaya, tapi masih terlalu gegabah untuk menghadapi Keluarga Smith.
"Masih tidak jelas untuk saat ini, hanya saja surat undangan Damon yang tertulis begitu, kalau memang walikota, Andy dan Tuan Muda Smith hadir bersamaan, kemungkinan besar Damon akan naik daun dan Keluarga Baxter sekalipun tak akan bisa lawan."
Rizal mengatakan ini dengan ekspresi ngeri di wajah, kalau ini benar, dia bisa membayangkan Aliansi Bisnis Bandung yang akan runtuh dalam sekejap, dan nasib keluarga Ragnarson mereka akan berakhir tragis.
__ADS_1
"Umumkan perintah larangan keras menghadiri resepsi Damon untuk semua anggota Aliansi Bisnis Bandung, atau akan didenda karena melanggar aturan aliansi." Steve juga memikirkan kemungkinan ini, dan segera ingin memanfaatkan kontrak Aliansi Bisnis Bandung untuk menahan semua anggota untuk merespon resepsi Damon, dengan begitu resepsi Damon yang tidak dihadiri siapapun pada akhirnya akan menjadi bahan lelucon walaupun sudah mengundang tokoh sepenting apapun.
“Baik CEO, akan segera kulaksanakan.” Rizal menjawab dan hendak pergi, tetapi dihentikan oleh Earson yang masuk.
"Paman Rizal tidak perlu terburu-buru, kurasa langkah ini masih tidak cukup, kita perlu menyiapkan rencana lain." Kata Earson dengan ringan setelah memasuki kantor CEO.
Earson juga baru mengetahui berita ini, dan dia percaya bahwa Damon cuman ingin menggertak saja, karena dengan status Damon masih mustahil untuk menggerakkan pewaris dari keluarga Smith.
Ini jelas merupakan propaganda palsu yang dibuat-buat oleh Damon untuk resepsi ini.
“Persiapan apa lagi yang diperlukan?” Steve dan Rizal memandang Earson pada saat yang sama dengan ekspresi bingung.
"Aku mau nyelinap ke resepsi Damon secara diam-diam, dan menunggu kesempatan untuk membongkar kebohongan dan mempermalukannya, jadi aku mau minta bantuan Paman Rizal untuk dapatkan surat undangan ke resepsi Damon."
Earson sudah memutuskan untuk melakukan ini, karena sejujurnya serangan balik Damon cukup kuat, kalau mereka tidak dapat mengacaukan resepsi ini, maka kemungkinan besar akan menyebabkan serangkaian reaksi, Aliansi Bisnis Bandung mereka mungkin akan runtuh dan Keluarga Ragnarson akan berakhir bangkrut, yang merupakan peristiwa yang tidak dia inginkan.
“Baik Tuan Muda, akan kuarahkan ke bawahan untuk dapatkan surat undangan, kemudian mengumumkan perintah larangan bagi anggota aliansi untuk menghadiri resepsi Damon.” Setelah jawab, Rizal buru-buru mundur, karena kedua hal ini terkait dengan keberlangsungan keluarga Ragnarson.
Tak lama kemudian, anggota Aliansi Bisnis Bandung menerima perintah yang dikeluarkan oleh Steve, yang melarang keras semua anggota aliansi untuk menghadiri resepsi Damon di Klub Keuangan Jade, atau akan dihukum denda bagi yang melanggar aturan.
Untuk sementara waktu, para anggota Aliansi Bisnis Bandung berada dalam dilema, tidak sedikit anggota yang berwawasan luas mulai memikirkan situasi Kota Bandung saat ini, sekarang adalah saatnya bagi mereka untuk memilih, siapapun yang memenangkan taruhan ini akan berkembang pesat, sedangkan bagi yang memilih pihak yang kalah akan berakhir tragis ataupun bangkrut.
__ADS_1