
Jade Private Club adalah pusat kekayaan terbesar di selatan kota, hanya perusahaan terdaftar dan keluarga kaya kelas atas yang punya keanggotaan, jadi orang biasa tak bisa masuk sama sekali, ini adalah klub pribadi teratas di selatan kota, bahkan di seluruh Kota Bandung.
Sedangkan aliansi bisnis di selatan kota, mencakup 70% industri yang ada di selatan kota, jadi merupakan aliansi bisnis terbesar di selatan kota. Oleh karena itu, pertemuan aliansi bisnis ini pasti akan mengumpulkan sebagian besar keluarga kaya di selatan kota Bandung.
Mungkin juga akan menarik perhatian media berita.
Erwin sendiri tak terlalu peduli dengan pertemuan aliansi bisnis ini, selain menemani Lina, dia hanya mau melihat seperti apa klub kelas atas milik Konsorsium Kakeknya.
Dalam sekejap mata, hari pertemuan Aliansi Bisnis di selatan kota pun tiba, Erwin pergi ke rumah Lina dan berencana untuk menjemputnya ke Jade Private Club.
Saat ini, Lina sedang berdandan, meski hanya pergi ke pesta aliansi bisnis di selatan kota, tapi dia akan bertemu dengan kakek dan bibinya yang sudah lama tidak dia temui, jadi dia memutuskan untuk berdandan.
“Lina, apa pacar miskinmu akan ikut?” Mary tak mau Erwin ikut pergi, karena ini adalah acara besar, kalau membawa seorang anak miskin pedesaan ke sana, takutnya Ayahnya dan para saudara perempuannya akan menjadikannya sebagai lelucon.
Ditambah, akan ada banyak putra keluarga kaya kelas atas yang akan hadir, terutama keluarga Zibrano, yang merupakan keluarga nomor satu di selatan kota, dan memiliki perusahaan terdaftar, perusahaan biasa tak mungkin bisa dibandingkan dengan perusahaan itu. Kalau berjalan dengan lancar, sepertinya beberapa putra keluarga Zibrano akan hadir, kalau salah satu dari mereka bisa tertarik dengan Lina, maka keluarganya pasti bisa naik tingkat.
“Erwin, tentu saja dia ikut! Aku juga mau kenalkan dia pada kakek!” Lina tidak lupa menanggapi Mary sambil merias wajah.
Mary jadi tidak senang saat tahu Erwin juga akan ikut.
"Untuk apa dia ikut? Seorang anak laki-laki miskin dari pedesaan hanya akan membuatku malu di sana, cepat suruh dia tak usah datang lagi." Mary sedikit marah, karena tak hanya keluarganya yang akan ke sana hari ini, tapi juga banyak orang kaya lainnya dari selatan kota, pasti ada kenalan bisnisnya juga, bukankah akan jadi lelucon besar kalau memberitahu mereka bahwa putrinya punya pacar miskin?
Terutama putra-putra keluarga Zibrano, kalau mereka tahu Lina punya pacar, apa yang akan mereka pikirkan? Gimana cara keluarganya bisa naik tingkat?
“Bu, kenapa kamu mulai lagi!” Lina tidak senang, mengapa Ibunya tak bisa menyukai Erwin seperti Ayahnya? Tak bisa bertingkah layaknya seorang penjilat seperti Ayahnya juga!
Tepat pada saat ini, bel pintu berbunyi.
“Erwin pasti udah sayang, aku buka pintu dulu!” Lina berkata dengan gembira, tapi sebelum sempat bangun, ada sosok yang membuka pintu lebih dulu di depannya, dan sosok itu adalah Ayahnya.
__ADS_1
Setelah pintu terbuka, Lucas yang melihat Erwin datang, segera menyambut dengan ramah.
"Erwin, kamu akhirnya datang juga! Kamu pasti lelah, duduk dan istirahatlah dulu, paman akan bawakan buah untukmu!"
Melihat tingkah Ayahnya yang layaknya seorang penjilat pada Erwin lagi, Luna sedikit terdiam, karena sikap Ayahnya pada Erwin benar-benar jauh berbeda dengan Ibunya.
Erwin sepertinya sudah terbiasa dengan keramahan dari Lucas, jadi setelah menyapanya, dia langsung masuk. Setelah menunggu di ruang tamu sebentar, Lina yang sudah siap berdandan berjalan turun ke bawah.
Erwin tanpa sadar menoleh dan melihat ke atas, terlihatlah Lina yang mengenakan gaun ungu-merah jambu dan selendang transparan merah jambu di bahunya, ditambah sepasang sepatu hak tinggi seksi merah di kaki, serta riasan ringan di wajah, bahkan rambutnya juga dibuat bergelombang.
Lina hari ini sangat cantik, bagaikan bidadari yang turun ke bumi, baik temperamen maupun penampilannya membuat orang yang melihat terpesona, Erwin juga tak terkecuali.
“Lina, kamu sangat cantik hari ini.” Erwin tidak bisa menahan diri dan memuji Lina, matanya terus tertuju dan tak mau berpaling dari Lina.
Wajah Lina sedikit memerah saat melihat Erwin terus menatapnya, tapi hatinya sangat bahagia, "Erwin, yuk berangkat!"
Sambil berbicara, Lina mendekat dan memeluk lengan Erwin dengan penuh kasih sayang, lalu menyandarkan setengah tubuhnya pada Erwin, bau parfum samar di tubuh Lina bahkan lebih menggoda.
“Tak perlu, kita duluan aja! Biar mereka semobil!” Lina hanya mau berduaan dengan Erwin.
“Baiklah kalau gitu!” Setelah Erwin menjawab, dia langsung membawa Lina pergi.
Saat Mary mengejar keluar dan melihat mereka berduanya sudah naik mobil, dia benar-benar kesal.
"Apa yang dipikirkan Lina? Sampai begitu menempel pada anak miskin itu, seorang gadis itu hanya punya beberapa tahun masa muda, bukannya sama pria kaya, tapi malah pilih anak miskin itu, beneran kesal kali aku liatnya."
"Untuk apa marah-marah? Mana tau suatu hari nanti anak miskin itu sukses dan jadi orang kaya, kan? "Setelah merapikan jasnya, Lucas bergegas keluar, karena dia akhirnya bisa bertemu dengan Erwin, tentu dia harus bersikap baik dan meninggalkan kesan yang bagus di depan Erwin.
“Dia? Sukses dan jadi kaya? Mimpi! Mau kehidupan selanjutnya pun tetap gak mungkin.” Hal yang paling menjengkelkan bagi Mary adalah suaminya tidak sependapat dengannya, reaksi suaminya saat melihat Erwin itu bagaikan melihat seorang pangeran kuno, yang membuat suaminya terus bersikap ramah dan menyanjung layaknya seorang penjilat.
__ADS_1
Beberapa orang berkendara sepanjang jalan, dan segera tiba di Jade Private Club, namanya memang klub pribadi, tapi areanya benar-benar sangat besar. Dari perspektif luar, tempat ini lebih mirip sebuah manor atau taman pribadi yang sangat besar, di dalamnya juga lapangan golf, yang menunjukkan bahwa area ini memang sangat luas.
Setelah Erwin turun dari mobil sambil menggandeng tangan Lina, dia melihat ke kejauhan, tapi sekilas sulit untuk melihat ujung tempat ini.
“Klub pribadi Jade ini besar kali, kayaknya lebih besar dari manor.” Lina membuka mulutnya karena terkejut.
“Iya, mayan besar.” Erwin juga diam-diam terkejut bahwa klub pribadi milik Konsorsium Kakeknya ternyata sebesar ini dan hanya menerima keluarga kelas atas dari perusahaan yang terdaftar, yang menunjukkan betapa kaya dan kuatnya Konsorsium Kakeknya.
Erwin dan Lina tak masuk duluan, karena bagi mereka yang mau berpartisipasi dalam pertemuan aliansi bisnis di selatan kota ini harus dibawa masuk oleh anggota aliansi, kalau tidak, mustahil untuk masuk.
Sementara Erwin dan Lina sedang menunggu, di sekitar klub pribadi terdapat banyak mobil mewah yang datang memarkir secara bertahap, termasuk Rolls-Royce, Bentley, Ferrari, Porsche, dan lain-lain.
Banyak anggota yang datang untuk berpartisipasi dalam Aliansi Bisnis selatan kota begitu turun dari mobil, baik pria maupun wanita, pakaian mereka mewah dan bagus semua. Untuk berpartisipasi dalam pertemuan standar tinggi seperti itu, tak ada yang akan memakai pakaian biasa, kalau tidak, pasti akan dipandang rendah, bahkan dijadikan sebagai lelucon.
Sepertinya pakaian Erwinlah yang paling biasa-biasa saja di sini, tapi Erwin pribadi memang tak peduli dengan pendapat orang lain.
Segera, Lucas dan Mary juga tiba, setelah keluar dari mobil, ekspresi Mary langsung berubah saat melihat pakaian Erwin yang biasa-biasa saja.
"Apa anak pedesaan ini sangking miskinnya sampai tak mampu beli pakaian yang layak? Kenapa harus membuatku malu seperti ini?!"
“Apa yang kamu tahu, ini namanya low profile.” Setelah berbicara, Lucas pergi menyapa Erwin dengan ramah.
Mary benar-benar kesal
Seiring berjalannya waktu, anggota aliansi bisnis juga sudah mulai membawa orang masuk ke klub pribadi, Mary juga anggota aliansi bisnis, jadi dia diperbolehkan untuk membawa orang masuk juga.
Tapi saat dia membawa Erwin memasuki klub pribadi Jade, seseorang di belakang tiba-tiba memanggil mereka,
"Pakaian orang ini terlalu biasa, bukankah seharusnya dilarang masuk?"
__ADS_1
Saat berbicara, Farzan berjalan mendekat dari kerumunan sambil menyeringai, dan di belakangnya diikuti oleh sekelompok anak keturunan dari keluarga Lewis.
Ini adalah perilaku provokatif yang blak-blakan, ada anggota keluarga Lewis yang hadir, jadi kepedean Farzan benar-benar tiada tanding. Ditambah keluarga Lewis mereka adalah salah satu dari lima pemimpin Aliansi Bisnis selatan kota, jadi mencegah seseorang untuk masuk itu sangatlah mudah.