Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Semuanya Terkendali


__ADS_3

Melihat orang-orang di sekitar Erwin mulai berdebat, tak perlu sebut lagi berapa senangnya Farzan. Meskipun Erwin masih sok tenang, Farzan yang memegang sudah terjamin kemenangannya saat ini, tak mau basa-basi lagi,


"Kalau gitu, kita liat aja nanti, akan kubuat kau muntahkan semua yang kau rebut dariku, dan membalas ratus kali lipat." Kata Farzan sambil menggertakkan gigi, dia tidak akan pernah melupakan kejadian di Trans Luxury Hotel yang sebelumnya.


Dipermalukan oleh orang lain di wilayahnya sendiri, itu adalah hari terburuknya.


"Oke, kita liat aja nanti! Jangan sampai seluruh keluarga Lewis yang kena nanti." Erwin sudah memutuskan untuk membasmi sampai akar-akarnya kali ini. Farzan dan keluarga Lewis ini harus dibuat runtuh, dia ingin lihat pria yang dinafkahi wanita ini mau pakai cara apa untuk memprovokasi di masa depan.


"Hehe, mau hancurkan keluarga Lewis kami? Di kehidupanmu yang selanjutnya sekalipun tetap mustahil!" Kata Farzan sambil mencibir.


Setelah meninggalkan kalimat itu, dia berjalan pergi, karena pemungutan suara untuk kedua proposal akan segera dimulai, Kelvin dan yang lainnya juga jadi gugup tanpa sadar.


Terlihat sebuah panggung mini yang berada di tengah ruang pertemuan, seorang wanita muda yang cantik mengambil mikrofon dan melangkah ke atas panggung, wanita ini adalah putri ketiga dari keluarga Zibrano aliansi bisnis, Aisyah Zibrano. Meskipun dia tergolong salah satu wanita tercantik dari generasi muda, tapi tetap saja kalah sedikit jika dibandingkan dengan Lina.


Dia itu pembawa acara siaran, dan juga pembawa acara pertemuan aliansi bisnis, jadi dia sangat berpengalaman, dan semua orang yakin padanya.


Setelah salam singkat dengan semua orang, Aisyah langsung kembali ke topik pembicaraan.


Dalam pertemuan aliansi bisnis ini, muncul dua proposal, yaitu pengusiran keluarga Lewis yang diusulkan oleh Kelvin, dan pengusiran empat anggota yang terdiri dari Kelvin, Lucas, Rick, dan Harry yang diusulkan oleh keluarga Lewis."


Setelah Aisyah berhenti sejenak, dia melanjutkan,


"Kedua usul ini sangat mirip, jadi setelah lima pemimpin besar berdiskusi, dan untuk menghemat waktu, pemungutan suara atas dua usul ini akan dilakukan secara bersamaan."


“Selanjutnya akan disediakan kertas suara untuk para anggota, huruf A mewakili keluarga Lewis, dan huruf B mewakili Kelvin, Lucas, Rick, dan Harry. Jadi pemilihan siapa yang akan dikeluarkan akan diwakili oleh huruf diatas kertas suara.”


Untuk membuat semua orang mendengar lebih jelas, Aisyah berdehem dan mengulang sekali lagi.


“Tolong diingat untuk menulis huruf perwakilan dari siapa yang ingin kalian keluarkan di atas kertas suara, setelah selesai menulis, tolong masukkan kertas tersebut ke dalam kotak kayu di sebelah saya, nanti kami akan membuka kotak ini dan menghitung suara di tempat secara langsung, untuk menghindari kecurangan."


“Apa semuanya sudah paham?” Aisyah bertanya lagi.

__ADS_1


"Paham." Jawaban keras terdengar di ruang pertemuan.


“Kalau aturannya sudah jelas, silakan bagi anggota dari aliansi bisnis untuk datang mengambil kertas suara, dan mengisi di tempat, kemudian memasukkannya ke dalam kotak kayu di sebelah saya." Aisyah mengulang aturan pengisian sekali lagi sejelas-jelasnya, sehingga semua orang bisa mengerti.


Selanjutnya, 128 anggota aliansi bisnis pun berbaris untuk memberikan suara.


“Tamatlah sudah, beneran mampus bisnisku kali ini.” Rick semakin gelisah saat pemungutan suara dimulai, dan rasa menyesal semakin besar di dalam hatinya.


“Ayah mertua, jangan terlalu pesimis, gimana kalau semua orang milih untuk dukung kita dan mengeluarkan keluarga Lewis, kan?” Lucas berjalan mendekat dan menepuk pundak Ayah mertuanya sambil menghibur.


"Kamu pasti tenang, soalnya kamu cuma punya dua hotel di selatan kota, jadi kerugianmu tak besar kalau keluar dari aliansi bisnis. Berbeda denganku yang sudah menghabiskan seluruh usahaku di selatan kota ini, begitu keluar dari aliansi bisnis, bisnisku pasti akan anjlok!" kata Rick dengan kesal.


Pada saat ini, kedua bibi Lina juga membuka mulut untuk menjelek-jelekan Erwin secara bergiliran.


"Sudah ketebak anak miskin pedesaan itu tak bisa diandalkan, liatlah kerugian yang dia sebabkan pada keluarga kita."


"Lina juga, malah pacaran sama orang yang suka cari masalah dan sok-sokan, sekarang sudah sampai menyinggung keluarga Lewis, kebangkrutan kalian pasti tidak akan lama lagi."


...


Lina marah ketika mendengar itu, dia mau melawan tapi tak bisa karena mereka lebih tua, jadi dia hanya bisa diam-diam datang ke sisi Erwin dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


“Gak papa, ada aku di sini.” Erwin tiba-tiba meraih tangan kecil Lina yang lembut dan diam-diam menghiburnya.


Lina mengangguk, tetapi masih tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran di matanya.


Tak lama kemudian semua orang naik ke atas panggung untuk memilih, termasuk Kelvin, Lucas, Rick, dan Harry.


Erwin dan yang lainnya hanya bisa berdiri di bawah sambil menunggu mereka.


Untuk sementara, panggung di tengah ruang pertemuan penuh hingga sesak, untungnya, semua orang mematuhi aturan untuk berbaris sehingga tampak tertib.

__ADS_1


Ada 128 anggota di Aliansi Bisnis selatan kota, jadi setidaknya butuh satu jam lebih untuk antri dan memilih.


Erwin yang bosan mau membawa Lina pergi makan.


"Lina, yuk makan sesuatu dulu."


Ketika Mary melihatnya, dia tak bisa menyembunyikan tatapan jijiknya,


"Sudah saat seperti ini kamu kasih punya nafsu makan?memang kehidupan orang miskin seumur hidup."


“Erwin, aku gak mau makan!” Lina sekarang penuh dengan kekhawatiran tentang Ayah dan Kakeknya, jadi tidak tertarik dengan makanan enak sekarang.


Terutama ibunya yang sudah bilang, kalau Ayah dan kakeknya dikeluarkan dari Aliansi Bisnis selatan kota, maka dia harus pisah dengan Erwin, inilah yang paling dia khawatirkan.


“Walau begitu tetap harus isi perut dulu." Erwin berkata sambil tersenyum, dan pada saat yang sama mengambil sebuah biskuit dan memasukkannya ke dalam mulut dengan ekspresi yang tampak tenang.


Lebih dari satu jam kemudian, pemungutan suara untuk semua anggota aliansi bisnis sudah hampir selesai, dan Kelvin, Lucas, Rick, dan Harry juga kembali ke Erwin satu persatu.


“Udah selesai milih?” Erwin mengambil sepotong kue lagi dan memakannya, terlihat tidak khawatir sama sekali.


"Sudah, tapi kami berempat tak akan sanggup melawan sama sekali! Apakah Tuan Erwin sudah memikirkan jalan keluar? Karena keluarga Lewis tidak mungkin membiarkanmu begitu saja," kata Harry dengan sedikit sedih.


“Tak masalah, setelah kejadian hari ini, mereka yang akan kena sialnya," kata Erwin dengan ringan.


Saat mereka berbicara, Aisyah di tengah panggung mulai berbicara lagi dengan mikrofon.


"128 anggota dari aliansi bisnis sudah selesai memilih, jadi selanjutnya adalah menghitung suara, yang akan dibantu oleh orang dari Jade Private Club untuk menghindari kecurangan."


Begitu mendengar bahwa penghitungan suara telah dimulai, Kelvin dan yang lainnya semakin gelisah, dan mulai memikirkan jalan keluar setelah dikeluarkan nanti.


Anggota keluarga Lewis tersenyum sangat bahagia, dengan ekspresi kemenangan, terutama Farzan yang terlihat akhirnya bisa balas dendam.

__ADS_1


"Hehe, akhirnya giliranku juga untuk mempermalukanmu, Erwin, tunggu aja balas dendam gila-gilaan dari keluarga Lewis kami, ini baru permulaan!"


Erwin sangat tenang, karena semuanya sudah terkendali!


__ADS_2