Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Menilai Ulang Dirimu


__ADS_3

Setelah memasuki klub pribadi Jade, Erwin dan yang lainnya benar-benar melihat betapa besar dan mewahnya klub ini.


Setelah masuk pintu, rasanya seperti memasuki hutan taman.


Sebuah area luas yang ditanami bunga dan pohon langka di taman. Di tengah taman, ada jalan berjajar pohon yang di aspal dengan batu dengan lebar yang muat untuk tiga orang berjalan berdampingan.


Di jalan menuju ruang pertemuan, ada sungai yang mengalir dan sebuah jembatan kayu kecil yang dibangun di atas sungai yang menghubungkan jalan batu.


Erwin dan yang lainnya berdiri di jembatan kecil dan melihat ke sungai yang ada di bawah jembatan, bahkan mereka bisa melihat ikan yang berenang di sungai dengan jelas, yang sangat mengejutkan mereka.


“Di sini indah sekali, beneran ingin sekali jalani kehidupan pemandangan taman seperti ini tiap hari.” Lina sangat bersemangat karena dikelilingi pemandangan indah.


Sebagian besar orang yang pertama kalinya datang ke Jade Private Club in juga terkejut dengan arsitektur bergaya taman di dalamnya.


“Desain bangunan ini luar biasa, menggabungkan konsep taman dan arsitektur modern menjadi satu, yang bisa membuat kesan segar!” Lucas juga merasa kagum.


“Liat, itu seharusnya ruang tamu, yuk ke sana!” Fiona menunjuk ke bangunan yang tampak seperti sarang burung di depan dengan semangat.


Ketika yang lain melihat ini, mereka juga mempercepat langkah kaki mereka.


Erwin tidak terburu-buru, dia berjalan santai di jalan sambil menikmati pemandangan sekitar, dan diam-diam menghela nafas karena Jade Private Club milik kakeknya ini benar-benar luar biasa.


“Erwin, yuk kita ke sana juga, aku mau liat kakek dan kerabatku." Kata Lina sambil memeluk lengan Erwin.


Erwin mengangguk, dan mempercepat langkahnya.


Setelah tiba di ruang rapat, Erwin baru menyadari banyaknya hadirin, kurang lebih sudah ada dua ratus orang yang hadir di ruang rapat besar dan yang datang terus bertambah.


Seluruh ruang tamu diadakan dalam bentuk pesta koktail swalayan terbuka, di mana hadirin dapat menikmati berbagai makanan mewah, alkohol, dan pemandu cantik profesional yang datang menyambut.


Sudah ada banyak kelompok orang di ruang tamu yang saling mengobrol, ada yang ingin menjalin hubungan, ada yang berniat untuk bertukar dan bekerja sama, dan ada juga yang memperkenalkan anak-anak mereka untuk saling mengenal, tapi jarang ada orang yang datang untuk melihat kerabat seperti Lina.


"Erwin, cepat liat, laki-laki berambut agak abu-abu yang pakai cheongsam itu kakekku, dan disebelahnya itu bibi-bibiku, mereka semua ada di sini." Lina menunjuk ke arah seorang lelaki tua, dan memperkenalkannya pada Erwin dari kejauhan dengan wajah cantiknya yang penuh gembira.

__ADS_1


Lelaki itu adalah Rick, pedagang bahan bangunan terbesar di selatan kota, dia itu sosok orang yang lumayan terkenal di industri bahan bangunan. Sayangnya, dia hanya punya tiga anak perempuan dan tidak punya anak laki-laki, jadi setelah pensiun nanti, dia tidak tahu harus mewariskan industrinya pada siapa.


Mary juga sangat bersemangat saat melihat Ayah dan saudara perempuannya, tapi saat sudut matanya melirik anak miskin yang berpakaian santai itu, dia tak bisa menahan diri dan berkata,


"Erwin, kami dan Lina mau nyapa kakek Lina, jadi kamu jalan-jalan di tempat lain dulu ya."


Mary khawatir akan kehilangan muka di depan saudara perempuannya, karena putrinya pacaran dengan anak miskin, dia kesulitan untuk menjelaskan! Jadi ingin mengusir Erwin terlebih dahulu, agar nantinya tidak dipermalukan.


“Ma, apa yang kamu lakukan? Aku mau perkenalkan Erwin pada Kakek!” Lina adalah orang pertama yang menolak, dan sangat marah.


"Apa yang kamu tahu? Kamu mau buat aku malu di depan kedua saudara perempuanku lagi?" Mary menjawab dengan kesal.


“Erwin itu anak berdedikasi, apa yang perlu dimalukan.” Lucas tak bisa terus mendengarkan lagi, karena istrinya ini berulang kali menolak Erwin, dia benar-benar tak tahu apa yang dipikirkan istrinya, jadi dia terpaksa berkata dengan nada seorang kepala keluarga,


"Dengarkan aku, kita pergi sapa dengan terang-terangan!"


Setelah berbicara, dia langsung meraih tangan Erwin dan berjalan ke sana, Lina dengan bangga mengangkat dagunya ke arah Mary.


"Ayah memang yang terbaik, tak seperti Ibu yang cuma mandang yang kaya aja."


Saat Lucas menarik tangan Erwin, dia menundukkan kepalanya dan meminta maaf dengan suara rendah,


"Erwin, istriku tak bermaksud begitu, jadi jangan masukkan ke hati ya."


“Gak papa, aku udah terbiasa.” Erwin sedikit tersenyum dan tak terlalu mempermasalahkan itu, karena dia memang sudah terbiasa dengan dua sikap saling bertolak belakang dari kedua orang tua Lina terhadapnya.


Mereka pun menghampiri Rick. Rick juga sangat senang begitu melihat Lina dan yang lainnya datang, setelah salam singkat, pandangan penuh penasarannya langsung tertuju pada Erwin yang lengannya dipeluk Lina.


“Lina, ini pacarmu?” Meisha, bibi tertua Lina, melirik pakaian biasa Erwin dari atas ke bawah, jejak penghinaan muncul di matanya, mereka sudah terbiasa, jadi hanya dengan melihat pakaian saja sudah bisa tau seseorang itu punya uang atau tidak, apalagi hari ini adalah pertemuan aliansi bisnis, siapa yang akan berpakaian begitu santai.


“Yah, ini pacarku, namanya Erwin.” Lina memperkenalkan dengan gembira, sama sekali tidak menyadari penghinaan dan di mata kedua bibinya.


"Erwin ya? Kamu kerja apa? Orang tuamu itu pemilik industri yang mana?" Bibi termuda Lina, Maida, juga tak bisa menahan diri dan bertanya.

__ADS_1


“Aku dari pedesaan dan bekerja di TG Entertainment sekarang, orang tuaku itu petani,” jawab Erwin dengan ringan dan pura-pura tak melihat penghinaan di mata mereka.


Begitu selesai berbicara, Maida dan Meisha tak bisa menahan diri dan menggelengkan kepala, mereka jelas tak optimis tentang Erwin. Anak miskin pedesaan ini jelas pria yang dinafkahi wanita, dan mereka tidak tahu bagaimana Lina bisa pacaran dengannya.


"Tak kusangka Lina yang begitu cantik pacaran dengan anak miskin, aku penasaran apa yang dipikirkan saudari kedua kita." Bibi Maida melirik Mary, dan menyindir secara blak-blakan.


"Masih mending putriku, Tina, setidaknya pacarnya itu anak orang kaya yang kekayaannya bakal capai triliunan." Bibi Meisha tak bisa menahan diri untuk tak mencibir.


Di telinga Mary, ini penghinaan besar, sudah bilang jangan bawa Erwin, tapi tetap aja bawa, lihatlah sekarang, karena Erwin, dia dipermalukan lagi. Tapi Lina tak sanggup terus mendengarkan lagi,


"Apa kalian perlu mempermalukan Erwin seperti ini? Dia itu tak ganggu kalian sama sekali, dan memangnya kenapa kalau miskin? Kakek dulunya juga anak miskin."


Lina sangat marah dan mau bawa Erwin pergi dari sini. Untungnya, Rick yang merupakan generasi tertua membuka mulut untuk menghentikan ini,


"Udah, udah, biarkan aja anak muda mengurus masalah mereka sendiri!” Rick tak terlalu optimis tentang anak miskin pedesaan ini, tapi karena melihat Lina begitu menyukai Erwin, jadi dia juga tak bisa mengatakan apa-apa.


“Betul, betul, biarkan aja anak muda mengurus masalah mereka sendiri.” Lucas juga buru-buru setuju, tapi dalam hatinya dia diam-diam berpikir bahwa orang-orang yang memandang rendah orang lain ini suatu hari nanti pasti akan menyesal.


“Erwin, yuk kita pergi makan di sana!” Lina sekarang tak ingin melihat kedua bibinya lagi, mereka membuatnya kesal, jadi dia mau membawa Erwin pergi secepatnya.


“Bentar.” Erwin tersenyum, dia tak terlalu peduli dengan penghinaan mereka.


Namun, karena Rick adalah kakek Lina, jadi dia yang sebagai generasi muda ini tentu harus mengatakan sesuatu saat pertemuan pertama kali, jadi dia langsung berkata pada Rick Millano dengan rendah hati,


"Kakek Millano, aku tak menyiapkan hadiah apapun untuk pertemuan pertama kita, tapi anggap saja kartu emas berlian aliansi bisnis ini sebagai hadiah pertemuannya, kuharap ini bisa membantu."


Setelah berbicara, Erwin menyerahkan kartu emas berlian yang diberi Kelvin pada Rick.


Namun, Rick terkejut, begitu juga dengan kedua bibi Lina, mulut mereka terbuka dengan ekspresi terkejut.


“I-ini kartu emas berlian dari Aliansi Bisnis selatan kota, kan?” Rick sedikit bersemangat dan menerima kartu emas berlian tersebut. Dengan kartu emas berlian ini, maka kekuatan mereka di aliansi bisnis ini akan setara dengan lima pemimpin.


Apalagi dalam kerjasama bisnis, dengan kartu emas ini pemilik akan mendapat hak bernegosiasi dan bekerjasama terlebih dahulu, belum lagi kalau belanja di tempat komersial milik aliansi bisnis juga bisa menikmati gratis tagihan yang kurang dari 200 juta per hari.

__ADS_1


Kartu emas ini bukan hanya sedikit membantunya di bidang bisnis, tapi bagaikan sebuah batu loncatan. Rick merasa bahwa dia harus menilai ulang Erwin yang merupakan anak miskin dari pedesaan ini.


__ADS_2