
Lisa memang layak disebut sebagai murid master Henry, setiap gerakan yang dia lakukan sangat stabil dan kejam. Setelah menjatuhkan gangster depan dengan satu pukulan, dia maju selangkah dan menjatuhkan pria kekar lainnya dengan pukulan lain.
Satu lawan empat tapi masih bisa mengungguli pertarungan, melihat ini, Erwin merasa lega, karena dia awalnya berpikir Lisa akan kesulitan melawan empat orang sendirian, tetapi sepertinya Lisa tidak kesulitan sama sekali.
“Untungnya, aku membawa Lisa ke sini, kalau tidak, aku mungkin tidak akan bisa meninggalkan Shelter Bar hari ini.” Erwin sepertinya bersyukur.
Lina yang bersandar pada Erwin terkejut karena melihat Lisa menghajar keempat pria kekar tersebut.
"Erwin, sepupumu hebat sekali, apa dia berlatih seni bela diri?"
“Iya, dia sangat kuat.” Erwin dalam suasana hati yang baik sekarang.
Di sisi lain, wajah Adam berubah total, karena tidak seorang gadis bisa mengungguli situasi seperti ini.
"Sialan, mengapa sepupu miskinmu itu bisa begitu kuat!” Adam menelan ludah karena sedikit gelisah dan takut saat ini.
"Hajar dia, kalian bahkan tidak bisa mengalahkan seorang wanita? Bunuh saja dia." Adam tiba-tiba mengamuk karena melihat bahwa keempat pria kekar itu bukan tandingan Lisa.
Setelah mendengar teriakan Adam, keempat pria kekar tersebut hanya bisa memilih untuk mengerahkan seluruh kekuatan mereka, namun Lisa telah berlatih secara profesional, sehingga tentu saja bisa menangani petarung jalanan yang amatir seperti mereka.
“Masih mau lanjut? Kalau begitu akan kubuat kalian puas.” Melihat mereka masih ingin bertarung, Lisa juga mengerahkan kekuatannya.
__ADS_1
"Crack" Sebuah bunyi tiba-tiba terdengar, salah satu lengan pria kekar itu langsung patah, yang membuat pria kekar tersebut menjerit kesakitan hingga jatuh ke lantai.
Tiga pria kekar lainnya juga menyerang Lisa dengan pukulan mereka saat ini, serta menutup rute pelarian Lisa, namun, Lisa tidak panik sama sekali. Dengan sapuan tendangan keras kaki panjangnya, dia langsung menyerang ketiga orang yang bergegas mendekat, yang membuat ketiga pria kekar itu tertendang mundur beberapa langkah.
Saat mereka mundur, Lisa melangkah maju, meraih lengan salah satu pria kekar itu dengan kedua tangannya, dan mematahkan lengan pria kekar tersebut, alhasilnya pria tersebut menjerit kesakitan.
Oleh karena itu dua pria kekar lainnya sedikit takut, dan keringat mulai mengalir dari dahi mereka.
Lisa memprovokasi merek dengan jarinya, namun mereka takut hingga tidak berani melangkah maju.
“Hajar dia, akan kuberi dua kali lipat uangnya, dia hanya seorang wanita biasa, tapi kalian tidak bahkan tidak mengalahkannya seorang wanita?” Teriak Adam pada dua pria kekar yang tersisa.
Jika dia kalah dengan Erwin lagi kali ini, dia benar-benar akan kehilangan muka.
“Hati-hati!” Lina ketakutan hingga wajah cantiknya memucat, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak berseru.
Namun, Erwin tidak terlalu khawatir, karena faktanya memang seperti yang diharapkan Erwin, meskipun mereka memegang bangku, kedua pria kekar ini tetap dijatuhkan oleh Lisa, dan masing-masing dari mereka menderita patah lengan.
"Sudah tumbang walau aku masih belum mengerahkan seluruh kekuatanku? Benar-benar tidak berguna."
Lisa membersihkan tangannya, memandangi empat pria kekar yang ada di lantai tanah sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian dia segera melompat tepat ke belakang Adam, meraih kerahnya dengan satu tangan, dan menyeret Adam ke hadapan Erwin. Saat ini, Adam sudah pucat karena ketakutan terhadap kekejaman Lisa, namun mulutnya masih belum menyerah.
__ADS_1
"Erwin, aku adalah tuan muda kedua dari Sun Group, jika kau berani memukulku, ayahku tidak akan membiarkanmu begitu saja."
Erwin sedikit mengerutkan kening, berpikir Adam ini masih tidak sadar diri akan situasi dirinya sendiri, dan langsung memberi Adam sebuah tamparan keras tepat di wajahnya.
"Ingat kalau aku menampar wajahmu hari ini secara terang-terangan, jika kau masih berani memprovokasiku lain kali, konsekuensinya tidak akan hanya sesederhana sebuah tamparan."
Tatapan Erwin sangat dingin, dia bukan lagi seorang pecundang miskin yang tidak punya apa-apa, sekarang dia adalah seorang generasi kedua yang sangat kaya, jadi tentu saja tidak akan menganggap penting seorang tuan muda biasa, bahkan ayah Adam sekalipun bukanlah apa-apa bagi Erwin.
“Erwin, anggap kau menang kali ini, tapi aku pasti akan membuatmu menyesal,” kata Adam dengan marah, karena dia hanya memandang Erwin sebagai seorang pecundang miskin dari lubuk hatinya, dan berpikir kalau Erwin tidak akan berani berbuat apa-apa padanya.
“Bagus, Lisa, kuserahkan sisanya padamu.” Erwin tersenyum tipis, lalu meraih tangan Lina dan berjalan pergi.
Mendengar ini, ekspresi Adam berubah drastis, karena tidak menyangka bahwa Erwin benar-benar berani berbuat kejam padanya, oleh karena itu, dia tidak lagi peduli dengan citra dan memohon belas kasihan.
"Tunggu, Erwin, aku akui kesalahanku, aku hanya bercanda... arghhh..."
Adam tidak menyangka Erwin benar-benar menyuruh sepupunya untuk mematahkan lengannya, dan Adam pun terus berteriak kesakitan sambil memegang lengannya sendiri di lantai.
"Aku hanya memberimu sedikit pelajaran hari ini, jika kau masih berani memprovokasiku lagi, kau seharusnya tahu akan konsekuensinya."
Setelah Erwin meninggalkan kalimat ini dengan dingin, dia langsung meraih tangan Lina dan meninggalkan Shelter Bar, begitu juga dengan Lisa.
__ADS_1
Adam dan keempat pria kekar itu dibiarkan tergeletak di tanah sambil berguling kesakitan.