
Adam tidak menyangka bahwa Erwin akan bertindak begitu, dan secara langsung meningkatkan biaya makan malam untuk setiap orang dari 1 juta menjadi 2 juta rupiah. Dengan adanya 30 orang di sini, yang setara dengan menghabiskan 60 juta sekaligus, dan Erwin bahkan tidak ragu dalam melakukan hal ini, yang benar-benar melampaui dugaan Adam.
Adam awalnya berpikir Erwin setidaknya akan sayang dengan uangnya, tetapi tidak menyangka 60 juta ini hanya serasa tiga helai rumput bagi Erwin.
Tetapi seperti yang dikatakan Erwin, Adam tidak termasuk di antara tiga puluh orang itu, dan Erwin bahkan mempermalukannya di depan begitu banyak orang. Namun, 2 juta untuk makan malam ini bukan apa-apa bagi Adam, jadi dia segera berkata pada Erwin.
“Aku akan menanggung biayaku sendiri, kamu tidak perlu khawatir tentang itu.” Melihat bahwa dia setuju untuk membayar sendiri, Erwin tiba-tiba mengubah pembicaraan lagi dan tersenyum.
"Maaf, aku berubah pikiran sekarang, untuk apa orang luar sepertimu ikut dalam acara reuni kami? Jadi silakan keluar!"
Para hadirin terdiam, karena Erwin langsung mengusir tuan muda dari Sun Group.
Bukankah setidaknya harus lihat situasi dulu? Adam ini adalah tuan muda kedua dari Sun Group, Erwin benar-benar mempermalukan Adam di depan semua orang secara terang-terangan.
Ternyata memang benar, Adam sangat marah ketika mendengar ini. "Aku itu diundang oleh Leticia, jangan keterlaluan."
Adam tidak pernah menyangka bahwa Erwin akan mengusirnya dan mempermalukannya seperti ini.
"Kalau begitu, biar orang-orang di sini yang menentukannya, jika yang setujunya lebih dari setengah maka akan kubiarkan kamu tinggal di sini." Mulut Erwin sedikit tersenyum.
"Erwin, jangan keterlaluan, Adam itu diundang olehku, dia itu tuan muda Sun Group, orang biasa sepertimu tidak pantas dibandingkan dengannya, apa kamu tidak takut menyinggung Sun Group?" Leticia marah, dan berkata dengan sedikit ancaman dalam nada suaranya.
Teman-temannya yang lain tidak berani berbicara saat ini, jika Adam tersinggung, seorang tuan muda jika balas dendam pasti akan sangat mengerikan, jadi mereka semua memilih untuk duduk diam.
__ADS_1
“Sun Group yang sekecil itu bahkan tak kuanggap ada.” Erwin tersenyum, dan tidak menunjukkan belas kasihan sama sekali.
“Kalau begitu jangan salahkan aku.” Adam tersenyum dingin, karena Erwin sudah begitu keterlaluan, maka dia juga tidak akan tinggal diam lagi, sehingga dia berbalik dan berkata pada semua orang.
"Semuanya, sampai sekarang, aku sepertinya harus mengatakan sebuah kebenaran."
"Kebenaran apa?” Para hadirin memandang ke arah Adam dengan tatapan penuh penasaran.
“Ini mengenai Erwin.” Adam tersenyum dingin, semua percakapan antara Erwin dan Daniel tadi terdengar olehnya. Awalnya, dia ingin membiarkan Erwin ini sedikit lebih lama lagi, tapi sekarang dia berubah pikiran, karena jika Erwin ini terus dibiarkan, sebentar lagi pasti tidak akan semakin keterlaluan.
“Mengenai Erwin? Memangnya apa yang terjadi?” Para teman-teman menjadi penasaran.
Erwin sangat tenang, dia benar-benar tidak takut akan ancaman dari tuan muda kedua ini.
“Sebenarnya, Erwin ini hanyalah orang miskin, Ferrari yang dia bawa hari ini adalah hasil pinjaman atau sewaan, dia sendiri juga telah lama kehilangan pekerjaannya dan bahkan tidak mampu membayar uang sewa. Alasan mengapa bisa membayar biaya reuni hari ini karena dia memenangkan lotre sebanyak 1 miliar rupiah, tetapi dia sudah menghabiskan 600 juta, jadi dia hanyalah orang miskin yang berpura-pura kaya di depan semua orang.”
Begitu suara itu keluar, para hadirin di tempat itu heboh, ternyata mobil Ferrari itu ternyata hanya hasil pinjam untuk berpura-pura kaya, yang langsung mengurangi kesan serta dukungan teman-temannya Erwin.
"Kalau memang sudah kehilangan pekerjaan, jujur saja kenapa? Kan tidak perlu sampai meminjam Ferrari untuk berpura-pura kaya."
"Ternyata Ferrari itu hasil pinjam, dan masih berpura-pura kaya di sini! Benar-benar parah sekali."
Andre si ketua kelas yang melihat situasi di tempat kejadian terbalik dalam sekejap, langsung senang, dan dengan cepat berdiri untuk berjalan mendekat.
__ADS_1
"Erwin, jika kamu tidak punya uang, maka tidak perlu pinjam Ferrari orang lain untuk berpura-pura kaya, kita semua ini teman sekelas masa kuliah, bukankah ini sedikit berlebihan? Lagipula kami juga tidak akan memandang rendah kamu."
"Betul, tidak masalah jika kamu tidak sukses, tapi berpura-pura kaya di depan kita semua ini memang adalah salahmu."
Tatapan hadirin ke Erwin tidak lagi seperti sebelumnya, melainkan memilih untuk menghindar satu per satu.
Ketika Leticia melihat ini, dia juga sedikit terkejut. Ternyata Erwin menang lotre dan mendapat sedikit uang. Sehingga semua tindakan berpura-pura kaya sebelumnya terjelaskan, dan ternyata memang benar bahwa dia membayar seseorang untuk berakting waktu itu.
"Erwin, kamu itu masihlah orang miskin, dan sekarang kebohonganmu sudah terbongkar, aku ingin lihat apalagi yang akan kamu lakukan."
Melihat ini, Daniel menjadi semakin khawatir, dia tahu bahwa Ferrari itu bukan milik Erwin itu, tetapi hasil sewaan, tetapi sekarang telah dibongkar dan diejek oleh teman-temannya, jadi tentu saja dia tidak tahan untuk tinggal diam.
"Kita semua ini teman, bukanlah kalian sedikit berlebihan?"
"Daniel, ini bukan masalahmu, minggirlah," teriak Andre dengan keras.
“Jika kalian berani mengatakan hal seperti itu lagi, percaya atau tidak, akan kuhajar kalian.” Daniel memasang wajah marah, menggulung lengan bajunya ke atas, seolah ingin berkelahi, yang membuat semua teman-temannya takut hingga mundur, karena Daniel sudah dikenal dengan tenaganya yang kuat semenjak kuliah, jadi tentu saja tidak ada yang berani berkelahi dengannya.
Erwin mengulurkan tangannya untuk menghentikan Daniel, tidak terburu-buru dan sedikit tersenyum.
"Jika ingin tahu Ferrari aku itu hasil pinjam atau bukan, cukup telepon dan tanya pada toko penjualannya, kan? Apa perlu sampai menebak-nebak di sini? Hanya ada satu toko yang menjual mobil semewah ini di Kota Bandung. Yang lain mungkin tidak tahu nomor telepon toko tersebut, tapi Adam, seharusnya kamu tahu nomor telepon toko mobil mewah itu."
"Haha, kau benar-benar keras kepala dan tidak mau menyerah, baiklah, akan kubuat kau menyerah hari ini, dan sadar akan posisimu sendiri."
__ADS_1
Adam adalah orang kaya, jadi secara alami tahu nomor telepon toko mobil yang menjual mobil mewah, karena dia juga sering berkunjung ke sana.
Adam langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon. Untuk membuat semua orang lebih yakin, dia juga menyalakan pengeras suara dan panggilan pun segera terhubung.