Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Adegan Ini Sepenuhnya Salah


__ADS_3

   Hans tidak menyangka Vincent bodoh ini, menyuruhnya untuk berurusan dengan Tuan Erwin. Dia baru saja diberi pelajaran oleh Erwin beberapa hari yang lalu, dan sekarang ingin melakukan kesalahan yang sama? Dia ini sadar kalau kerugiannya tidaklah sedikit.


    "T-Tuan Erwin..." Hans menyapa dengan gemetar.


    “Hans, kenapa kau ada di sini? Kau yang baru saja mengajakku merokok di luar, kan?” Erwin yang menoleh sedikit terkejut melihat Hans ada di sini.


    Tapi Erwin tidak bodoh, dia tanpa sadar melirik Vincent dengan tatapan puas, sepertinya Vincent Lah orang yang menyuruh Hans untuk datang mengajarinya.


    "Tidak, tidak, kami masuk salah ruangan, maaf sudah mengganggu Tuan Erwin, kami pamit dulu." Hans tidak mungkin berani tinggal lama di sini. Jika Erwin tahu bahwa mereka datang ke sini untuk mengajarinya, sepertinya mereka akan menanggung resiko kerugian yang besar lagi.


    “Begitu ya?” Erwin tersenyum tipis di sudut mulutnya, dan Lina di sebelahnya justru memasang ekspresi bingung, karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.


    "Kami sungguh salah masuk kamar, Tuan Erwin, kami minta maaf!” Hans hendak berbalik dan pergi. Namun, Vincent yang bodoh ini tidak bisa membaca situasi, dan langsung melangkah kemari sambil menunjuk ke arah Erwin dengan arogan.


    "Hei pecundang, ini Kak Dragon, aku sudah memperingatimu sebelumnya, tapi karena kau tak ingin meninggalkan Lina, maka jangan salahkan aku karena bersikap kasar."


    “Jadi kau yang memanggil lima orang ini ke sini?” Erwin bertanya pada Hans dan yang lainnya.


    "Ya, itu aku ..." Sebelum Vincent selesai berbicara, Hans yang cemas langsung mengangkat tangannya dan menampar wajah Vincent, mencoba menghentikannya untuk terus berbicara,


    "Apa-apaan sialan, jelas-jelas kami yang salah masuk kamar, jangan asal bicara."


    “Hans, kau itu sudah mengambil uangku tapi malah memukulku, cari mati ya?!” Vincent sulit percaya akan hal ini, Kak Dragon sudah terima uangnya tapi sekarang tiba-tiba berubah pikiran dan memukulnya.


    "Sejak kapan aku ambil uangmu? Jangan asal fitnah." Hans takut Erwin akan menyalahkan mereka, jadi setelah menampar Vincent, dia langsung menutup mulutnya.


    Erwin merasa lucu saat melihat mereka berdua bertengkar, Vincent ini sepertinya memanggil orang untuk berurusan dengannya. Tidak heran dia memperingatkannya tadi untuk jangan salahkan dia kalau bersikap kasar.


    Tapi sangat disayangkan bahwa Kak Dragon ini sudah diberi pelajaran beberapa hari yang lalu, yang membuat Kak Dragon sangat takut sekarang.


    “Kak Dragon ya? Karena sudah di sini, minumlah sedikit! Vincent akan traktir malam ini, jadi minum saja sepuasnya!” Erwin tidak mudah diprovokasi, Vincent sudah menyuruh orang untuk berurusan dengannya, jadi Erwin ingin membalas kembali.

__ADS_1


    Tentu saja, tamparan Hans barusan tidak termasuk.


    “Tidak, Tuan Erwin, kami masih ada kerjaan malam hari, jadi mau pamit dulu” Hans tentu tidak berani untuk tinggal lebih lama, karena takut Erwin akan berurusan dengan mereka juga.


    "Ku bilang minum, habiskan deretan anggur di sofa ini sebelum pergi. "Meskipun suara sangat Erwin tenang, tapi nadanya terdengar sedikit mengancam.


    Hans tanpa sadar menyeka keringat yang mengalir dari dahinya, dan hanya bisa menganggukkan kepalanya.


    "Karena Vincent mau traktir, maka kami tak akan segan-segan lagi."


    Setelah selesai berbicara, mereka berlima mulai membuka anggur di rak anggur, di sana ada beberapa anggur merah dan anggur berharga yang sudah disimpan bertahun-tahun, jadi harganya tentu sangat luar biasa sekali.


    Lima orang dewasa yang minum sampai kenyang ini tidak ada bedanya dengan minum uang.


    Vincent menutupi wajah dan melihat adegan ini dengan terkejut, yang benar-benar di luar imajinasinya.


    Adegan ini sepenuhnya salah. Awalnya, dia menyuruh Kak Dragon datang untuk memberi Erwin pelajaran, tapi sekarang justru hanya minum anggur, semua anggur ini tidaklah murah, dan dia harus traktir malam ini.


    Lina, Daisy, Rosa dan yang lainnya semua bergegas kemari setelah mendengar kabar itu. Mereka tidak bisa menahan diri untuk bertanya ketika melihat ada lima pria yang tak dikenal ada di kamar pribadi ini.


    "Siapa lima orang ini? Kenapa begitu masuk langsung mulai minum?"


    “Aku tak kenal mereka, sepertinya Vincent yang memanggil mereka, jadi mungkin teman-temannya.” Erwin berkata dengan ringan, memperhatikan Hans dan anak buahnya meminum anggur berharga secara terus menerus seperti ini, dia merasa sangat puas.


    “Anggur ini biaya ekstra nanti, dan semuanya  anggur terkenal.” Daisy membuka mulut dengan ekspresi terkejut.


    "Terserah saja, bukan kita juga yang bayar, biarkan saja mereka mau minum seberapa banyak." Kata-kata Erwin jelas disetujui oleh Daisy.


    “Betul juga, yuk kita minum sedikit juga, semua anggur itu adalah anggur terkenal, jangan sampai tak kebagian nanti.” Rosa juga ingin minum sedikit, lagipula, ini adalah anggur terkenal yang sulit mereka dapatkan.


    “Oke, boleh juga.” Bahkan Lina mengangguk, Lina juga senang kalau Vincent sedikit rugi, karena siapa suruh pria itu mempermalukan Erwin sebelumnya.

__ADS_1


    Erwin akan menyetir mobil, jadi tidak minum.


    Vincent yang melihat mereka semua meminum uangnya merasa sedikit kesal, dan semua kemarahannya tertuju pada Erwin.


    Menjelang tengah malam, Hans dan yang lainnya juga sudah hampir mabuk, mereka berlima sudah menghabiskan lebih dari 20 botol anggur, yang bisa dikatakan sudah berusaha sekuat tenaga.


    Sedangkan Daisy dan yang lainnya, masing-masing bahkan tidak menghabiskan sebotol pun, mereka hanya membuka sebotol dan sedikit mencicipinya.


    Saat tengah malam, Kay kembali dengan seorang wanita cantik dan minum banyak anggur, hingga langkah kakinya saja sudah terhuyung-huyung.


    “Pulanglah, kalau terus lanjut, keluargamu akan khawatir nanti.” Melihat wajah cantik Lina yang sedikit memerah, Erwin mau tidak mau berkata dengan penuh perhatian.


    “Mm.” Lina mengangguk.


    Yang lain juga hampir mabuk, Hans dan yang lainnya juga sudah pulang setelah minum, dan berulang kali meminta maaf kepada Erwin sebelum pergi.


    Erwin juga tidak memperdulikan mereka, hanya saja 200 juta Vincent habis sia-sia.


    Apalagi, ketika membayar tagihannya, jumlahnya juga sangat mengejutkan, yaitu 6,4 miliar rupiah, dan itu membuat wajah Vincent berubah seketika.


    Biaya kamar Klub Hiburan Gold memang sudah tinggi, tapi ditambah dengan anggur yang mereka habiskan semuanya adalah anggur terkenal, selain itu, uang yang dihabiskan oleh Kay untuk berkencan dengan para wanita juga dimasukkan ke dalam tagihan Vincent, sehingga tagihannya bisa mencapai jumlah yang begitu mengejutkan.


    “Lina, pinjam sebentar kartu emas supermu.” Vincent menurunkan wajahnya untuk meminjam kartu Lina, tapi Lina justru menjawab dengan main-main,


    "Maaf, Vincent, kartu emasku tidak tau kuletakkan di mana."


    Jawaban ini jelas tidak mau meminjamnya, harus tahu bahwa kartu emas Lina itu bisa mendapatkan diskon sebesar 50%.


    “Oke, kuingat kalian satu-satu, akan kubuat kalian menyesal nanti.” Wajah Vincent sedikit lepas kendali, karena malam ini dia tidak hanya menghabiskan 6.4 miliar rupiah, tapi juga ditampar oleh Hans, dan tidak mendapat sedikit keuntungan sama sekali, yang membuatnya sangat marah.


    Untungnya, Vincent merasa masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan nanti, yaitu Lukisan "Ali Sadikin Pada Masa Kemerdekaan" Yang merupakan kesempatannya untuk membalikkan keadaan, dan dia 100% yakin pada lukisan yang dia beli seharga 76 miliar ini.

__ADS_1


    "Hehe, Erwin, aku akan membuatmu menanggung dua kali lipat kerugian yang kualami hari ini di pameran koleksi nanti!"


__ADS_2