
Mina telah mengobrol lama dengan Erwin, tentu juga samar-samar menyadari kalau Erwin ini mengulur waktu, tetapi dia tidak bisa menebak apa yang sedang Erwin tunggu, tapi Mina akan segera mengetahuinya.
"Kamu udah susah payah menipuku ke sini, sekarang udah bisa bilang tujuanmu, kan?"
"Aku tertarik sama Torani Stream-mu, jadi mau kau ikut aku..." Sebelum Erwin selesai berbicara, Mina langsung menolak tanpa ragu.
"Mustahil, Torani Stream itu didirikan oleh tanganku sendiri, tak mungkin aku kasih secara cuma-cuma."
Mina tidak menyangka Erwin menargetkan Torani Stream miliknya, jadi langsung menolak secara blak-blakan.
“Jangan buru-buru nolak, dengarkan dulu syarat yang kutawari, lalu ambil kesimpulan.” Erwin tersenyum sedikit, lalu melanjutkan.
"Selama kamu ikut aku, aku bisa buat Torani Stream yang merupakan independen menjadi sebuah perusahaan utuh, yang akan dikelola sama kamu sendiri, dan aku akan kasih 30% sahamnya, ditambah memberimu dua triliun sebagai dana awal untuk promosi, selain itu, berbagai program dan para bintang TG Entertainment juga memprioritaskan promosikan Torani Stream, bagaimana? Syaratnya cukup menggoda, kan?"
Erwin memandang wanita cantik yang dewasa dan seksi ini dengan penuh minat, cheongsam merah yang dikenakan wanita ini benar-benar sangat menarik perhatian, ditambah dengan lekukan tubuhnya yang bohai.
"Mau kamu ceritakan setinggi apapun keuntungannya, kenapa aku harus percaya denganmu? Kuingat kamu cuma seorang manajer departemen kecil dari TG Entertainment, kan?! Kesampingkan dulu mau kasih dana awal dua triliun, soal mau akuisisi proyek Torani Strema ini aja kamu belum berhak, kamu pikir aku bodoh ya?!"
Mina tidak percaya kalau Erwin memiliki kemampuan untuk ini sama sekali, jadi tidak mungkin setuju untuk mengikuti Erwin, tetapi Erwin berkata sambil tersenyum,
"Terserah padamu mau percaya atau tidak, tapi kayaknya kamu bakal tak punya pilihan."
“A-apa maksudmu?” Mina waspada untuk sementara waktu, dan punya firasat kalau sesuatu yang buruk akan terjadi.
Erwin mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto yang baru saja dikirim oleh Damon kepada Nina, dalam foto tersebut, Agus sedang berada dalam ruangan pribadi bar, dan dalam keadaan mabuk sampai tak sadarkan diri.
“I-ini kakak tertuaku! Apa yang kalian lakukan padanya?” Mina tidak menyangka kakak tertuanya tidak mendengarkannya, Agus tidak hanya keluar dari Ricardo Group untuk diskusi dengan Damon di luar, tapi juga dibuat mabuk sampai tak sadarkan diri, jelas mereka sendiri yang sudah dijebak.
__ADS_1
“Dia cuma mabuk biasa, jangan khawatir, akan kutunjukkan foto yang lain.” Erwin tersenyum dan menunjukkan foto lain yang dikirim oleh asisten Damon yang bernama Ariel.
Isi foto tersebut adalah di mana para pemegang saham Ricardo Group tampaknya bersiap untuk mengadakan rapat, dan orang-orang dari High Build Group juga ada di sana.
“K-kamu, apa yang kamu lakukan?” Mina tampaknya sudah terpikir dengan hasil yang paling tidak dia inginkan, yaitu para pemegang saham sedang mengadakan rapat untuk memilih ulang CEO.
Memikirkan hal ini, Mina sepertinya langsung mengerti mengapa Erwin harus repot-repot memancingnya keluar.
Tanpa adanya dia dan Agus di Ricardo Group, pemegang saham lainnya kemungkinan besar akan dimanipulasi oleh Damon.
"Kamu ingin mengubah Ricardo Group? Selama aku masih bernafas, kamu tak akan berhasil," kata Mina dengan wajah dingin, tangannya sudah mengepal erat, dan jelas sangat marah hingga kehilangan ketenangannya yang sebelumnya.
Tapi memikirkannya Ricardo Group akan berubah, mana mungkin dia bisa tenang.
"Bukan tidak mungkin juga buat merubah Ricardo Group, tapi aku lebih tertarik dengan mereka yang mengadakan rapat untuk menjadikanmu sebagai CEO." Erwin tersenyum sedikit, bukan tidak mungkin juga untuk mengubah perusahaan Ricardo, tapi Erwin lebih ingin melihat terjadinya konflik internal antara Agus dan Mina.
"Erwin, kamu ternyata cukup kejam juga ya, sampai mau merusak hubunganku dengan kakak tertuaku." Mina sangat marah, dia tidak nyangka pemuda yang terlihat biasa-biasa saja di depannya ini ternyata begitu kejam, bukan hanya ingin merusak hubungannya dengan kakak tertuanya, tapi juga ingin mengubah Ricardo Group, itu benar-benar mendorongnya ke dalam situasi putus asa.
Tapi bisnis itu memang bagikan medan perang, kalau tidak bisa melawan hanya bisa mengaku kalah.
"Apa yang harus kulakukan agar kamu bisa melepaskan Ricardo Group?"
Mina benar-benar tidak berdaya saat ini, dia tahu bahwa jika dia masih tidak berkompromi, kemungkinan besar dalam satu jam ini, Ricardo Group akan benar-benar berubah, atau hubungannya dengan kakak laki-lakinya akan rusak dan menjadi musuh, kedua hasil itu adalah hal yang tidak dia inginkan.
Melihat wanita cantik yang dewasa dan seksi ini mengakui kekalahan, mulut Erwin sedikit terangkat, dan berkata,
"Tak masalah kalau mau melepaskan Ricardo Group, yang pertama, aku mau kamu transfer saham Ricardo Group milikmu ke High Build Group tanpa syarat sebagai harga karena sudah menguji Tuan Damon, Tuan Damon itu orangnya paling benci kalau diuji seperti itu, yang kedua, ikutlah aku, dan untuk syaratnya, seperti yang kubilang sebelumnya, kamu akan mengelola Torani Stream-mu sendiri."
__ADS_1
Mina sekarang sudah lumayan percaya pada kata-kata yang diucapkan Erwin sebelumnya, pemuda di depannya ini jelas tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.
“Aku akan setuju, tapi dengan syarat, aku harus melihat dengan mataku sendiri pembatalan rapat pemegang saham, kalau tidak, aku mati sekalipun tak akan setuju.” Mina juga ingin menguji apakah Erwin ini berkuasa untuk membuat orang-orang dari High Build Group mendengarkannya dan membatalkan rapat
“Itu gampang kok, lihat baik-baik.” Erwin tersenyum kecil, dan langsung melakukan panggilan video dengan Ariel, yang merupakan asisten Damon di tempat kejadian.
Ariel yang ada di ruang konferensi VIP Ricardo Group langsung mengangkat panggilan video dari Erwin.
"Tuan Erwin, ada perintah?"
“Bantu aku batalkan rapat pemegang saham, aku akan jelaskan sama Tuan Damon nanti.” Erwin berkata dengan tenang, tetapi nadanya tak terbantahkan sama sekali dalam kata-katanya.
“Baik, akan segera saya batalkan rapat pemegang saham.” Setelah Ariel setuju, dia langsung menyampaikan mengumumkan pembatalan rapat sambil membiarkan panggilan videonya berlangsung.
Meskipun para pemegang saham itu mengeluh, tapi mereka tetap dengan cepat meninggalkan ruang konferensi.
Erwin menunjukkan itu kepada Mina sampai panggilan videonya berakhir, kemudian baru berkata kepada Mina dengan ringan,
"Bagaimana? Udah bisa setuju sekarang? Aku bahkan sudah menunjukkan ketulusanku loh."
"Baik, aku setuju, kamu itu bosku mulai sekarang.” Kata Mina tanpa daya, tetapi dia samar-samar merasa bahwa nasib masa depannya mungkin akan berubah karena pemuda yang tampaknya biasa-biasa saja ini.
“Jangan panggil aku bos, hubungan kita hanya sebatas rekan, cuman bisnis Torani Stream berada di bawah pengawasanku saja.” Erwin berkata dengan rendah hati, karena dia masih tidak ingin identitas aslinya terbongkar, tapi suasana hatinya juga lagi baik sekarang.
"Ayo pergi, kita itu rekan mulai sekarang, jadi tinggal dulu bentar buat makan bersama nanti."
Mina menghela nafas, semenjak lulus di Amerika Serikat, dia sudah menghadapi banyak lawan di Kota Bandung, tapi ini adalah pertama kalinya dia kalah separah ini, sampai-sampai dirinya sendiri juga serasa tergadai, tidak tahu masa depan seperti apa yang akan dihadapinya nanti.
__ADS_1