Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Peserta Lolos yang Terakhir


__ADS_3

Total ada lima pemasok bahan bangunan yang lolos peninjauan tersebut. Mendengar kabar ini, perwakilan yang hadir di lokasi menjadi grogi.


“Selanjutnya, saya akan umumkan nama lima pemasok beserta perwakilan yang lolos ke ronde kedua tinjauan.” Penanggung jawab atas Asosiasi Pedagang untuk pasokan bahan bangunan berdehem dan terus mengumumkan,


"Mereka adalah Perusahaan Bahan Bangunan One yang diwakili oleh Baul, Perusahaan Bahan Bangunan Hydration yang diwakili oleh Emlyn, Perusahaan Bahan Bangunan Treasure yang diwakili oleh Bobby, Perusahaan Bahan Bangunan Golden yang diwakili oleh Eldon, dan yang akhirnya...."


Sampai titik ini, semua orang semakin gugup. Ini tersisa yang terakhir, mana mungkin tidak gugup? Untuk sementara, seluruh ruang pertemuan seketika serasa membeku dan jadi hening.


Detak jantung kedua bibi Lina semakin kencang hingga mereka gugup dan keringatan, akhir-akhir ini mereka sudah menghabiskan banyak usaha di sini, dan memanfaatkan orang dalam juga sudah menghabiskan banyak uang, kalau mereka bahkan ronde pertama saja tidak lolos, bukankah itu mempermalukan diri sendiri?!


Terutama mereka sudah pamer di depan Mary, bilang betapa hebatnya pacar putri mereka, tapi ronde pertama aja tidak lolos? Bukankah ini menampar wajah mereka sendiri?


Mary tak menaruh banyak harapan pada yang terakhir saat ini, dengan kemampuannya, dia tak mungkin bisa dibandingkan dengan senior terkenal lainnya yang punya lebih banyak pengalaman dalam bidang ini di Kota Bandung, masalah koneksi juga tak bisa dibandingkan kedua saudarinya, jadi apa yang bisa dia harapkan?


Tapi dia tetap mau tahu siapa peserta yang lolos terakhir itu, walau dia sendiri tak berhasil, dia juga berharap kedua saudarinya tak berhasil, dengan begitu, tak ada satupun dari mereka yang akan jadi CEO nanti, itu akan jauh lebih baik.


Dan dia juga dapat memisahkan Lina dengan Erwin, jadi ini tak merugikan sama sekali.


Hanya Lina yang paling gugup saat ini, wajah cantiknya sampai pucat, detak jantungnya juga semakin cepat, sampai-sampai tangan Erwin kesakitan karena genggaman kuat Lina.


"Lina, tak usah gugup~" Erwin menghiburnya sedikit, tetapi tidak berhasil.


Penanggungjawab lanjut mengumumkan,


"Yang terakhir adalah Perusahaan Bahan Bangunan Rick, yang diwakili oleh..."


Sebelum kata-kata itu selesai, Ibu dan kedua bibi Lina tiba-tiba gugup, kalimat pertama jelas menunjukkan bahwa peserta yang lolos adalah salah satu dari mereka bertiga.

__ADS_1


“Berakhir sudah, mereka pasti akan dapat posisi CEO kali ini.” Mary sangat tak puas, tak masalah kalau dirinya tak mampu, tentu dia berharap kedua saudarinya tak terpilih juga, tapi kalau salah satu saudarinya terpilih, maka dia akan merasa tak terima.


Kedua bibi Lina yang mendengar ini dengan penuh perhatian, menurut pendapat mereka, peserta terakhir yang lolos ini pasti salah satu dari mereka berdua.


Dan diam-diam berpikir di dalam hati, untungnya, putri mereka punya pacar kaya yang berkuasa.


Namun, hasilnya di luar dugaan mereka.


“Yang diwakili oleh Mary!” Ketika Penanggungjawab membaca nama perwakilan terakhir, kedua bibi Lina terkejut.


“Apa?! kakak kedua? Kok bisa?” Maida terkejut, paman pacar putrinya itu Penanggungjawab Asosiasi Pedagang kali ini, kenapa dia tak bisa lolos ronde pertama?


Saudari tertua, Meisha bahkan terpana sampai kehabisan kata-kata.


"Mustahil, ini pasti ada kelalaian! Adik kedua itu tak ada koneksi sama sekali, mana mungkin bisa terpilih?"


"I-ini, yang terakhir ini aku, kan?


"Ya." Erwin mengangguk ringan.


Yang paling bahagia adalah Lina.


“Ma, yang terakhir itu kamu.” Dia sangat bersemangat sekarang, memegang sambil mengayunkan tangan Erwin.


"Ini serasa mimpi!" Mary benar-benar tak nyangka yang terakhir adalah dirinya, dia sadar dengan kemampuannya sendiri, dan tak ada juga bantuan orang dalam, bagaimanapun dia mustahil bisa lolos ronde pertama, tapi kenyataannya justru berbeda.


“Tolong bagi lima pemasok yang terpilih untuk tetap tinggal, sedangkan yang lainnya sudah boleh pulang duluan.” Penanggungjawab mengumumkan sekali lagi.

__ADS_1


Begitu suara itu keluar, peserta lain yang tidak berhasil lolos pun meninggalkan tempat.


Kedua bibi Lina masih belum pulih dari keterkejutan barusan, Mary yang lolos benar-benar tak terduga sama sekali.


Melihat kedua saudarinya yang mengemasi barang bawaan mereka dan bersiao untuk pulang, Mary merasa sedikit bangga, dan melangkah maju sambil berkata dengan sombong,


"Kak, dek, udah mau pulang ya? Ngomong-ngomong, bukannya pacar putri kalian itu punya koneksi sama orang dalam? Kok bisa-bisanya gak lolos ronde pertama?"


Mary dalam suasana hati super baik saat ini, dia sudah diejek sebelumnya, tetapi sekarang, justru mereka yang punya koneksi sama orang dalam ini yang tak lolos ronde pertama.


Kedua saudarinya, yaitu Meisha dan Maida jadi gak nyaman dan kesal.


"Kita pergi! Jangan sombong dulu ya, kamu itu gak mungkin bisa tanda tangan kontrak ini." Meisha dan Maida mau mengamuk tapi tak bisa dan diam-diam mulai menyalahkan pacar putri mereka di dalam hati, bukannya ada koneksi sama orang dalam? Tapi sekarang ronde pertama aja tidak berhasil lolos? Dasar orang yang cum bisa menyombongkan diri.


Melihat kedua saudarinya pergi, Mary merasa puas, dia akhirnya bisa menghela nafas lega, tapi saat jadi tenang dan berpikir kembali, dia merasa ada yang salah.


“Apa jangan-jangan ini berkat bantuan dari teman yang dicari Erwin?” Mary tak merasa dia beruntung kali ini, tidak merasa juga kalau materi bahan-bahan yang dia siapkan sangat bagus. Asosiasi Pedagang bahan konstruksi setingkat ini terdapat banyak senior berbakat, hanya mengandalkan kemampuan dan keberuntungan saja sama sekali tak mungkin bisa lolos, lagipula ini adalah bisnis besar dalam negeri yang mengandalkan koneksi pribadi.


Setelah memikirkannya, dia merasa sangat tidak mungkin.


“Gak mungkin anak miskin pedesaan itu beneran punya kenalan orang dalam di tempat kelas atas ini, kan? Paling cuma Karyawan biasa.” Mary menebak sendiri, dan merasa bingung.


Lina yang memegang tangan Erwin tampak sangat bersemangat.


“Erwin, minta bantu temanmu juga ya, untuk babak kedua nanti, kalau ini semua udah selesai, kita traktir dia makan nanti!” Lina yakin keberhasilan lolos ke babak kedua kali ini semuanya berkat teman Erwin.


“Gak perlu, dia tak ada di sini juga.” Erwin tak ingin mereka tahu kalau orang yang dia cari adalah CEO dari Virtues Group yang merupakan perusahaan induk dari Real Estat West Garden.

__ADS_1


Kalau memberitahu yang sebenarnya, mungkin akan membuat mereka terkaget-kaget.


__ADS_2