
Kapal Erwin adalah yang pertama tiba di Pulau Windmer, Erwin langsung mulai mengerahkan pekerjaan pertahanan dan penjelajahan pulau begitu mendarat.
"Lisa, bawalah sepuluh ahli bela diri, makanan dan tenda yang secukupnya, dan pergi ke pantai timur untuk berkemah di sana, cukup hubungi aku secepat mungkin jika terjadi sesuatu."
"Baik, sepupuku," jawab Lisa, kemudian membawa sepuluh ahli bela diri, makanan dan tenda yang secukupnya untuk menjelajah pantai timur sesuai perintah Erwin.
"Baka, kamu juga bawa sepuluh ahli bela diri, makanan dan tenda yang secukupnya untuk jelajahi pantai barat, dan berkemah di sana, segera hubungi aku kalau ada menemukan keanehan." Erwin menoleh untuk memerintahkan Baka.
"Baik, Tuan muda." Baka juga dengan cepat membawa sepuluh ahli bela diri untuk berangkat ke sisi barat seperti yang diperintahkan oleh Erwin.
Untuk yang terakhir, Erwin menoleh untuk berkata kepada Cale dan Calum.
"Kalian berdua juga bawa sepuluh ahli bela diri, dan lewat jalur tengah untuk pergi ke sisi lain pulau ini, bawa barang perlengkapan seperti yang lain dan berkemah lah di sana, hubungi aku kalau ada apa-apa."
"Jangan khawatir tuan muda, kami jamin akan menyelesaikan tugas," kata Calum sambil menepuk dada sendiri, lalu membawa sepuluh ahli bela diri dan berjalan menuju rute tengah.
Pulau terpencil ini yang terpilih untuk sementara, jadi tidak dapat dipungkiri tentang kurangnya pemahaman akan segala sesuatu mengenai pulau terpencil ini, tetapi menilai dari informasi yang ada di internet, Pulau Windmer ini seharusnya tidak terlalu berbahaya.
Walaupun bertemu dengan ular berbisa, serangga berbisa dan lain sebagainya, tetap tidak perlu takut karena ada dokter pendamping di sini. Sedangkan tujuan menempatkan pasukan di sekitar pulau, itu untuk mencegah orang-orang dari Keluarga Gibson menyelinap masuk.
Pada sisi Erwin hanya ada sekitar 20 ahli bela diri, yang merupakan anggota tim cadangan sekaligus petugas keamanan kru syuting ini.
"Erwin, apa yang harus kami lakukan?" tanya Kaila.
"Kalian jalan-jalan saja dulu, dan biasakan diri kalian dengan lingkungan di sekitar sini, asal jangan kejauhan," kata Erwin kepada Kaila.
__ADS_1
Mendengar itu, Jocelyn, Ametta dan Nora bersorak kegirangan.
"Akhirnya kita bisa bebas bergerak!"
"Jocelyn, sebaiknya kamu tetap berada di sisiku, atau kamu akan dalam bahaya." Erwin menghentikan Jocelyn, Jocelyn adalah target Keluarga Gibson, jadi akan lebih aman kalau tetap bersamanya untuk berjaga-jaga.
"Kenapa?" Nora masih tidak tahu tentang insiden penculikan di konser, jadi bertanya lagi, "Kenapa sepupuku akan dalam bahaya, apa kami tidak akan begitu juga?"
Erwin hendak menjelaskan, tetapi Ametta tiba-tiba menariknya.
"Nora, ayo kita tinggalkan saja mereka, kita panggang dan makan hasil tangkapan nanti, kita bikin mereka ngiler!"
"Oke, nanti jangan makan hasil tangkapan kami, ya! Hmph!" Nora mendengus dan mengikuti Ametta ke arah pantai.
Sedangkan Jocelyn tetap tinggal dan mengikuti Erwin, melihat sosok Erwin, Jocelyn tiba-tiba merasa sangat aman dan nyaman. Memiliki seorang pria yang peduli dan melindunginya dari berbagai rintangan ternyata tidak buruk juga.
"Erwin, minum dan istirahatlah! Jangan sampai kelelahan," kata Jocelyn dengan khawatir.
"Terima kasih, selama kamu baik-baik saja, kelelahan itu tidak masalah." Erwin mengatakan yang sebenarnya, tetapi Jocelyn yang mendengar itu, justru tersentuh lagi dengan jantung yang berdebar-debar.
Tak lama kemudian, sebuah kapal besar lainnya mendekat, kapal tersebut berisi semua anggota kru syuting ‘Wilderness Life’, termasuk lima artis lainnya..
"Bos, kami tiba!" Faira, asisten Erwin, adalah orang pertama yang turun dari kapal dan bergegas menghampiri Erwin dengan penuh semangat.
"Faira, kamu tetap saja ceria seperti ini." Erwin tanpa sadar menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia sudah lama tidak melihat asistennyal, dan tidak menyangka sifat asistennya masih tidak pernah berubah.
__ADS_1
Tak lama kemudian, staf lain juga datang untuk menyapa Erwin.
"Manajer Erwin, akhirnya kita bertemu lagi, kami sangat merindukanmu."
"Manajer Erwin, kita makan bersama kalau ada kesempatan."
Ada juga beberapa selebriti yang langsung datang untuk menyapa Erwin, baru-baru ini musim kedua ‘Wilderness Life’ telah menduduki peringkat pertama, jadi sikap mereka jelas menjadi lebih sopan dan hormat kepada Erwin.
Jika sampai menyinggung produser program ini, maka waktu layar mereka akan sangat berkurang atau bahkan dipotong secara langsung, jadi Erwin sekarang menjadi objek sanjungan mereka demi dapat waktu layar yang lebih lama.
Setelah semua staf berada di tempat, tanpa instruksi Erwin, mereka sudah mulai mendirikan tenda, menyalakan api unggun, dan mengeluarkan bahan yang telah disiapkan sebelumnya untuk memasak makan malam, mau itu barbekyu atau sup, para staf di kru ini sangat berpengalaman dalam hal tersebut..
Lagi pula, sudah lebih dari setahun waktu yang mereka habiskan untuk syuting musim pertama ‘Wilderness Life’, jadi mereka kurang lebih sudah memiliki keterampilan untuk bertahan hidup di alam liar.
Setelah langit mulai gelap, sebuah kapal berhenti satu kilometer jauhnya dari Pulau Windmer, Yanto berdiri di geladak dengan wajah serius sambil memegang teropong untuk memantau Erwin yang berkemah di pantai.
"Pasukan utama mereka berkemah di sisi selatan Pulau Windmer. Ada juga api unggun di sisi timur, barat dan utara, dengan kata lain setiap sisi pulau sudah mereka tempati, pertahanan yang dibuat Erwin ini cukup sempurna juga ternyata!" Dari cahaya api unggun yang dilihat melalui teropong, Yanto dapat menyimpulkan bahwa setiap sisi pulau tersebut telah ditempati.
Namun, jumlah api unggun di selatan adalah yang terbesar dan paling kuat, jadi titik pusatnya seharusnya berada di selatan.
“Yang berarti Jocelyn pasti ada di selatan, haruskah kita pergi ke sana sekarang?” kata Victor dengan lantang.
"Awalnya aku berencana untuk berenang ke sana dengan memanfaatkan langit gelap, tetapi menilai dari pertahanan yang ada sekarang, mungkin lebih baik untuk mendarat di pulau setelah beberapa hari kemudian. Ketika kewaspadaan mereka menurun, kita akan menyelinap masuk, yang kemungkinan berhasilnya akan lebih besar"
Dalam menghadapi pertahanan yang begitu ketat, Yanto tidak berani bertindak gegabah. Lagi pula, dia hanya memiliki dua puluh bawahan, dan dia akan mati juga kalau misi kali ini gagal.
__ADS_1
Bagaimanapun, tim syuting akan tinggal di pulau terpencil ini selama setengah bulan, dan akan selalu ada saatnya mereka menurunkan kewaspadaan dan memperlihatkan celah.
Jika keadaan masih kurang memumpuni, orang dalam yang ada di dalam kru syuting dapat melakukan sesuatu seperti menaburkan obat ke dalam makanan untuk membuat semua orang pingsan, dengan begitu mereka akan memiliki kesempatan untuk pergi ke pulau, dan menangkap Jocelyn.