
Setelah Erwin membawa Lina dan Lisa keluar dari Shelter Bar, dan suasana hatinya sangat senang karena telah memberi Adam pelajaran, yang bisa dianggap sebagai balas dendam.
Mereka bertiga dengan cepat masuk ke dalam mobil, dan Erwin berencana untuk mengantar Lina pulang terlebih dahulu.
“Erwin, kita telah melukai orang-orang mereka, tidak tahu apa mereka akan datang mencari kita untuk balas dendam." Lina berkata dengan cemas sambil duduk di kursi sebelah pengemudi.
“Tidak apa-apa, selama ada aku dan sepupuku, kamu tidak perlu takut pada mereka.” Erwin tersenyum sedikit, karena Damon memiliki koneksi yang cukup luas di kota Bandung ini, baik Mafia ataupun pemerintah, Damon memiliki kontak dengan mereka, sehingga akan mempermudahkannya untuk menyelesaikan banyak masalah, walaupun Damon tidak berhasil sekalipun, Erwin masih memiliki keluarga Smith.
Kekuatan dan sumber keuangan keluarga Smith sangat besar, bahkan yang sudah Erwin lihat hanyalah setetes air yang ada di lautan.
Namun, Erwin merasa bahwa pada akhirnya, dia harus memiliki kekuasaannya sendiri, seperti kakeknya yang memiliki konsorsium, dan ayahnya yang memiliki perusahaan, jadi Erwin bertekad ingin memiliki kekuatannya sendiri di masa depan.
Dengan perlahan mobil Ferrari Erwin berhenti di depan Apartemen Garden, namun Lina tidak turun dari mobil, tetapi ragu-ragu dan berkata,
"Erwin, apa kamu masih menyewa rumah?"
“Iya, harga rumah di kota Bandung ini sangat tinggi, bagaimana mungkin aku sanggup membelinya.” Erwin tersenyum sedikit, dan masih ingin merahasiakan identitas aslinya untuk sementara ini.
__ADS_1
Karena walaupun memberi tahu Lina bahwa dia sekarang tinggal di sebuah vila seharga 40 miliar, Lina pasti tidak akan percaya, lagipula, secara logika, bagaimana mungkin seseorang yang baru lulus selama tiga tahun mampu membeli rumah yang begitu mahal.
"Mengapa tidak pindah kemari dan tinggal bersamaku? Kamu tidak perlu membayar biaya sewa padaku, jadi bisa menghemat uang sewanya. "Ketika Lina mengatakan ini, wajah cantiknya sedikit memerah, namun matanya yang indah terlihat sedikit berharap.
Erwin tercengang, apa Lina sedang mengundang dirinya untuk tinggal bersamanya?
Jika itu pria lain, dapat tinggal serumah dengan wanita cantik seperti Lina pasti bagaikan mimpi, namun Erwin sudah punya tunangan, meskipun belum bertemu dengan tunangannya ini, tapi tunangan tetaplah tunangan, dan terjalin kontrak pernikahan.
Jadi bukankah tinggal bersama Lina itu adalah sebuah tindakan yang tidak salah?
“Setelah biaya sewanya jatuh tempo, aku akan pindah kemari!” Erwin hanya bisa berbohong untuk menipu Lina.
"Erwin, dekatkan wajahmu ke sini."
"Wajahku? Oh, oke." Erwin mendekatkan wajahnya ke arah Lina, dan tidak mengerti apa maksud dari Lina, tapi Lina tiba-tiba berdiri tegak dan mencium pipi Erwin. Setelah itu Lina pun buru-buru keluar dari mobil dengan wajah yang memerah.
Erwin bagaikan tersengat listrik saat ini, api yang ada di dalam dirinya yang terpadam tiba-tiba menyala kembali.
__ADS_1
"Sial, alangkah baiknya jika bisa poligami~" Erwin sedikit kesal, jika tidak adanya kontrak pernikahan dengan Jocelyn, dia pasti sudah menerima Lina, bagaimanapun, dia juga telah berusaha mendekati Lina selama tiga tahun sewaktu di kampus.
Setelah menyaksikan Lina memasuki apartemen, Erwin juga kembali ke vila mewahnya.
Tepat ketika kembali ke vila, ponsel Erwin berdering, setelah melihat panggilan telepon itu dari Damin, Erwin sedikit terkejut, tapi dengan cepat mengangkat telepon tersebut.
"Damon, mengapa mencariku selarut ini?"
Erwin berbaring di sofa, dan Anita datang untuk memijat Erwin sambil membawa semangkuk besar buah-buahan.
"Tuan muda, saya sudah mengakuisisi TG Entertainment sesuai perintah Anda. Direktur Dominic juga sudah dipecat sesuai keinginan Anda, saya ingin bertanya, apakah masih ada hal lain yang perlu saya lakukan?" Suara Damon terdengar dari ponsel.
Erwin sangat terkejut ketika mendengar ini, dia akhirnya berhasil mengambil alih perusahaan itu, dan perusahan itu juga sepenuhnya dimiliki oleh keluarga Smith.
"Kerja bagus, segera atur seseorang untuk secara diam-diam menyusun surat rekomendasi untuk merekrutku sebagai manajer produksi, dan jangan lupa buat surat pemecatan Bashan, dengan alasan menganiaya bawahan serta tidak mematuhi peraturan perusahaan yang berlaku. Jangan sampai siapapun tahu akan hal ini, cukup kirim ke alamatku besok pagi. "Mulut Erwin meringkuk, karena dia akhirnya bisa kembali ke perusahaan.
“Baik tuan muda, akan segera saya siapkan!” Jawab Damon dengan serius.
__ADS_1
Setelah menutup telepon, Erwin menghela nafas panjang, Bashan sialan, kali ini, kita lihat saja bagaimana aku menghancurkanmu.