Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Membersihkan Sampai Akar-akarnya


__ADS_3

 Metode tegas Erwin benar-benar di luar dugaan para pemegang saham. Setelah rapat selesai, mereka tidak lagi berani meremehkan pemuda berusia dua puluhan ini.


Terlebih lagi, Erwin saat ini menguasai 40% saham Hotel Aleda sekaligus merupakan pemegang saham terbesar. Dalam hal hak voting, Erwin adalah yang tertinggi.


Melihat mereka tidak berani menyinggung dan terdiam karena Erwin, Lina jelas sangat senang! Setelah kembali ke kantor CEO, matanya yang indah penuh dengan bintang-bintang kecil dan terkagum-kagum saat melihat Erwin.


"Erwin memang hebat seperti biasanya! Para pemegang saham lama itu sampai takut melihatmu sekarang, lega rasanya!"


"Ini bukan waktunya senang, meski William udah diusir, dia masih punya banyak pengikutnya, demi kestabilan perusahaan, hama-hama ini harus dibersihkan." Erwin menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri, kemudian berkata lagi,


“Dan itu harus dilakukan secepatnya, jika tidak, berdasarkan karakter William, dia pasti akan menyuruh orang-orang ini untuk melakukan gerakan kecil, yang nantinya akan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan."


"Lalu apa maksudmu kita harus memecat orang yang dekat dengan William? Tapi dia sudah di sini selama 15 tahun, jadi pasti ada banyak, pemecatan massal juga secara tidak langsung bisa membuat kerusakan pada operasi perusahaan." Walau Lina tidak terlalu mengerti tentang bisnis, tapi setidaknya dia tahu memecat banyak karyawan sekaligus pasti akan menyebabkan masalah.


“Sebenarnya, nggak perlu memecat terlalu banyak juga, cukup pecat beberapa orang yang setia, terutama asistennya, Caiden." Erwin tersenyum kecil. "Juga, panggil Etan ke sini, dia seharusnya tahu siapa yang harus dipecat."


“Sesuai rencanamu aja.” Lina sekarang sepenuhnya bergantung pada Erwin, dan melakukan apa yang disuruh Erwin.


Tak butuh waktu yang lama, kabar tentang pemecatan di perusahaan langsung tersebar, yang pertama menerima kabar itu adalah departemen personalia.


Karena menerima pemberitahuan dari kantor CEO tentang pemecatan William, beberapa karyawan yang sangat dekat dengan William juga dipecat, sehingga pengikut yang dekat dengan William benar-benar dibersihkan dari perusahaan.


Dalam satu hari, pemegang saham terbesar nomor dua di perusahaan dikeluarkan, yang benar-benar membangkitkan rasa keingintahuan para karyawan, terutama di grup obrolan karyawan perusahaan, gosip dan kabar burung beterbangan di mana-mana.


"Kabar terbaru, karyawan yang dekat dengan William semuanya sudah dipecat."


"Seriusan? William itu pemegang saham terbesar kedua di perusahaan loh! Siapa yang bisa memecatnya?"


"Kayaknya putri CEO, yang mengadakan rapat dewan direksi, berhasil membongkar rahasia William, kemudian memecatnya."


"Mustahil! Mana mungkin putri CEO bisa melakukannya, kudengar pacarnya yang menang melawan lima pemegang saham utama sendirian, dan pada akhirnya bisa memiliki hasil yang kita ketahui ini."


"Karyawan lantai atas, kalian pikir ini novel ya? Mana mungkin bisa menang melawan lima pemegang saham sendirian! Masing-masing dari lima pemegang saham kita itu licik sekali! Seriusan pacar Nona Aleda mampu?"


"Ada kabar dari Departemen Hukum bahwa pacar Nona Aleda sudah menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan mulai sekarang!"


"Tidak mungkin! Dia menjadi pemegang saham terbesar dalam sehari??"

__ADS_1


 …


Lina juga berada di grup obrolan terbesar di perusahaan yang terdiri dari 400 anggota, saat ini, dia memperhatikan para karyawan yang sedang menebak-nebak di grup obrolan.


"Erwin, liat, mereka lagi mujimu hebat, karena bisa menang satu lawan lima pemegang saham utama." Lina yang melihat mereka memuji pacarnya, tentu sangat senang, dan pandangannya terhadap Erwin juga semakin kagum.


"Udah waktunya pulang kerja, ada satu hal terakhir yang harus ditangani." Erwin tanpa sadar menggelengkan kepalanya, namun juga cukup menikmati dikagumi oleh Lina seperti ini.


“Masih ada lagi?” Tanya Lina sambil sedikit memiringkan kepalanya.


"Bawa Etan ke rumah sakit dan biarkan ayahmu yang putuskan mau dia tinggal atau tidak! Lagian dia udah berkontribusi besar hari ini, tanpa bantuannya, kita nggak mungkin bisa usir William beserta pengikutnya sekaligus.”


Setelah berbicara, Erwin jeda sejenak, nadanya berubah tapi tetap berlanjut,


"Tapi, dia juga melakukan kesalahan sebelumnya! Karena dia itu udah ngikut ayahmu bertahun-tahun, kita itu tak berhak memutuskan dia tinggal atau tidak, jadi kita serahkan pada ayahmu saja."


“Itu benar, Direktur Etan sudah menebus kesalahannya hari ini.” Lina memikirkannya juga, memang akan lebih baik serahkan hal seperti ini pada ayahnya.


Saat malam haru, Erwin membawa Lina dan Etan langsung menuju sebuah rumah sakit rakyat di barat kota, tetapi yang tidak diduga oleh Erwin dan yang lainnya adalah ketika mereka masuk ke dalam bangsal VIP.


Sudah ada banyak senior perusahaan yang datang lebih awal, bahkan pemegang saham juga ada di sana, mereka membawa banyak barang untuk menjenguk Lucas.


Bagaimanapun, sebagian karyawan perusahaan telah dirombak ulang, dan situasi saat ini jelas telah berubah menjadi berpihak pada Lucas, mereka justru bodoh kalau tidak buru-buru membangun kembali hubungan baik dengan Lucas.


Erwin masuk bersama Lina dan Etan. Ketika orang-orang itu melihat Erwin masuk, mereka semua datang untuk menyambutnya dengan senyuman. Siapa suruh Erwin itu pemegang saham terbesar di Hotel Aleda sekarang.


"Tuan Erwin datang juga ya, senang melihatmu menjenguk CEO walau sudah semalam ini. "


"Lucas, putrimu punya pacar yang hebat!"


"Betul itu, selamat ya!"


 …


Terutama beberapa pemegang saham, setelah melihat metode tegas Erwin, mereka tidak berani meremehkan Erwin yang muda ini lagi, setidaknya di permukaan mereka sangat menghormatinya.


Erwin menyapa mereka satu per satu, setelah beberapa obrolan singkat, para senior perusahaan ini pamit duluan, dan hanya menyisakan Erwin, Lina, dan Etan.

__ADS_1


“Pa, bagaimana kabarmu? Masih merasa pusing?” Lina langsung duduk di sebelah Lucas dengan rasa kekhawatiran di matanya.


"Masih ingat ayahmu ya? Baru kerja sehari aja udah buat kegemparan sebesar itu di perusahaan." Keluh Mary di samping.


“Aku cuman bantu bersihkan hama perusahaan, semua itu berkat Erwin.” Lina menarik Erwin yang ada di sebelahnya, dan berkata kepada Lucas dengan ekspresi bangga.


"Pa, kamu tak tahu betapa hebatnya Erwin di perusahaan sore tadi, lima pemegang saham terus dipukul mundur olehnya, bahkan para karyawan memujinya."


“Aku tahu, para senior perusahaan tadi sudah beritahu, sekarang Erwin itu pemegang saham terbesar di perusahaan kita.” Ketika Lucas berbicara, dia memandang Erwin, keberanian pemuda ini ternyata jauh melebihi ekspektasinya.


Ditambah latar belakang identitas Erwin yang luar biasa, betapa beruntungnya putrinya bisa memiliki pacar yang begitu misterius sekaligus kuat. Yang terpenting itu adalah Erwin sangat rendah hati dan memperlakukan orang lain dengan baik, yang membuatnya lebih yakin bahwa selama mengikuti Erwin, masa depan dirinya pasti akan sangat cerah.


"Erwin, terima kasih sudah bekerja keras hari ini! Tapi William ini tidak mudah untuk dihadapi, meskipun kamu udah mengeluarkan dia dari perusahaan dan membersihkan pengikutnya, keluarga George mereka itu keluarga kaya kelas atas di timur kota, dan dia juga tahu banyak informasi rahasia di perusahaan."


"Kamu udah nipu sahamnya hari ini, dia pasti menyimpan dendam padamu, dia bisa saja mengambil tindakan kapan saja, jadi kamu harus ekstra berhati-hati," kata Lucas dengan khawatir.


“Jangan khawatir, dia itu hanya keroco bagiku.” Erwin tidak menganggap keluarga George ini berbahaya, jika William masih berani datang membuat masalah, dia tidak akan keberatan menghanguskan seluruh keluarga George mereka sekaligus.


"Kamu pergilah ke lokasi pembangunan hotel baru di timur kota bersama Lina, kurasa William mungkin akan membuat keributan terhadap proyek itu. Lagipula, proyek itu bagaikan hidup atau matinya perusahaan Hotel Aleda." Lucas tahu tentang kelemahan perusahaannya saat ini, dimana, jika William ingin berurusan dengan mereka, proyek itu adalah target yang paling efektif.


Ketika Lucas berbicara, matanya beralih ke Etan. Tentang perbuatan Etan, Erwin telah menceritakannya kepada Lucas melalui telepon, jadi dia sudah tahu, tapi Etan juga berkontribusi besar dalam mengeluarkan William yang bisa dianggap sebagai penebusan!


"Direktur Etan, kamu ikut juga besok, aku sudah tahu tentang perbuatanmu di perusahaan! Beberapa hari ke depannya tolong ikuti Erwin, dan lakukan apapun sesuai perintahnya, paham?"


“Baik CEO.” Etan mengangguk.


Meskipun Lucas tidak memecat Etan karena penebusan yang telah dilakukan, tapi dia tetap mengurangi bonus akhir tahun sebagai hukuman, Etan juga sangat berterima kasih kepada CEO atas toleransinya.


Setelah menyelesaikan masalah ini, Etan mohon pamit duluan.


Erwin dan Lina menemani Lucas sampai rumah sakit tutup, sebelum pergi, Mary masih sedikit khawatir dengan putrinya yang akan tinggal bersama Erwin sendirian, jadi dia memanggil Lina ke sudut, dan memperingatkan dengan cukup serius,


"Jangan biarkan anak itu masuk ke kamarmu, walau aku udah akui hubungan kalian, tapi jangan coba macam-macam sebelum menikah."


“Ma, apa yang kamu bicarakan, tenang saja, aku tak akan membiarkan dia masuk ke kamarku.” Lina tersipu malu, Ibunya ini terlalu ketat.


"Percaya aja, kalau tidak, pasti kamu yang dirugikan nanti.” Mary masih sedikit khawatir.

__ADS_1


"Aku tahu, aku tahu, mama temani ayah ya." Lina mendorong pergi Mary secara perlahan dengan wajah yang memerah, kemudian berlari kecil ke sisi Erwin, memeluk Erwin dengan natural, dan menyandarkan tubuhnya pada Erwin.


__ADS_2