
Nora sebenarnya sudah mengkhawatirkan ini selama beberapa hari terakhir, hanya saja Erwin masih sibuk berurusan dengan keluarga Ragnarson, jadi tidak terlalu memperhatikannya, namun tanpa diduga, baru beberapa hari sudah muncul masalah sebesar ini.
Untungnya, Erwin mengetahui masalahnya tepat waktu melalui Internet, kalau tidak pasti akan sulit menjelaskannya kepada Jocelyn, karena Jocelyn sudah menitip Nora kepadanya, jadi mana boleh terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di bawah pengawasannya.
Saat pagi, Erwin sudah membuat bubur daging yang harum, dia sudah lama tidak memasak untuk Giselle dan Nora!
“Harum sekali, di mana ada Erwin, di situlah kebahagiaan.” Giselle memakai gaun riasan sederhana sedang turun ke lantai bawah dengan cepat, dan memperlihatkan kaki panjangnya yang sangat mempesona.
“Nora mana?” Erwin bertanya tanpa sadar.
"Masih tidur! Mungkin sampai terlalu larut tadi malam, perjuangan yang bahkan lebih keras dariku." Giselle dengan cepat duduk dan mengisi semangkuk bubur daging, meniup panasnya dan makan sambil berdiri.
"Enak, senang rasanya bisa makan bubur buatan Erwin!"
Erwin tersenyum, mengisi semangkuk juga dan mulai makan.
Di tengah makan, Nora turun dari lantai atas dengan tergesa-gesa, hari ini dia dengan langkanya berdandan, memakai lipstik, gaun putih, sepatu hak tinggi, dan tidak lupa juga meluruskan rambut sehingga penampilannya terlihat dewasa dan anggun.
Erwin dan Giselle tertegun sejenak, sejak kapan Nora berdandan seperti wanita dewasa!
“Astaga Nora, mau kencan buta ya?” Giselle tidak bisa menahan diri dan membuka mulutnya untuk bertanya dengan heran.
"Mau ketemu dengan teman online, aku berpakaian seperti ini sedikit lebih dewasa dari biasanya, kan?" Kata Nora dan berputar dengan gaun, memperlihatkannya kepada Erwin dan Giselle dan meminta beberapa saran.
“Teman online? Kau kencan online selama ini?” Mata Giselle tiba-tiba berbinar, dan bertanya dengan kepo.
“Tidak, mau ketemu sama penggemar nomor satu di siaran langsungku," kata Nora tanpa sadar.
“Penggemar nomor satu? Yang sawer bermiliar-miliar itu?” tanya Giselle begitu teringat sesuatu.
"Iya." Nora mengangguk.
"Sudah sawer bermiliaran pasti cinta sejati, semangat ya." Giselle menyemangati.
Nora tersenyum ringan, dia juga sangat menantikan penggemar itu, yang paling penting adalah penggemar kaya itu mengatakan bisa membantu perusahaan ayahnya menarik investor, yang membuat Nora memutuskan untuk menemuinya secara langsung.
Erwin tidak menyangka Nora akan berpakaian seperti wanita dewasa untuk melihatnya, jadi tidak bisa menahan diri dan menggodanya.
"Kau berpakaian sedewasa ini, bukannya itu termasuk berbohong ya?"
“Bukan urusanmu! Lagian juga bukan untuk menemui, jadi urus saja urusanmu sendiri.” Nora memelototi Erwin dengan mata gesit dan berkata dengan dingin.
Erwin menghela nafas, Nora ini jelas seorang gadis gila yang suka clubbing dan tarian disko, tetapi bersikeras berdandan seperti seorang wanita dewasa, tidak tahu apa yang sedang Nora ini pikirkan.
__ADS_1
Entah seperti apa reaksi Nora kalau tahu orang yang ingin ditemuinya itu sebenarnya adalah Erwin.
Tak lama kemudian Giselle dan Nora keluar satu per satu, Giselle pergi bekerja di perusahaan, sementara Nora pergi menemui penggemar kaya itu.
Erwin juga ikut keluar rumah, tapi sebelum ke tempat janji temu, Erwin ke Villa Mahkota di Teluk Oak lebih dulu untuk ganti pakaian dan mobil.
Rolls-Royce Phantom yang dibeli Erwin sebelumnya tidak terpakai sama sekali, dan akhirnya berguna kali ini, Nora mengenal Ferrari Erwin, jadi Erwin hanya bisa pakai Rolls-Royce ini.
Selain itu, Erwin juga menyuruh Anita menyiapkan satu set trench coat hitam yang mahal dan keren untuknya, dan juga topeng hitam, seluruh tubuhnya memakai pakaian hitam, jadi terlihat sangat keren!
Setelah itu, Erwin mengendarai Rolls-Royce ke pusat perdagangan dunia di pusat kota, tempat di mana janji temu ditentukan.
Rolls-Royce adalah mobil mewah senilai lebih dari 20 miliar, yang tentu menarik perhatian banyak orang di sepanjang jalan, terutama perhatian para gadis.
Ketika sudah mau tiba di pusat perdagangan dunia, Erwin melihat sosok Nora yang memakai gaun putih dari kejauhan, sedang menunggu dengan tenang di pinggir jalan sambil melihat sekeliling dari waktu ke waktu, tampak sepertinya sedang menunggu kedatangan seseorang.
"Memang terlihat mau bertemu dengan teman online." Erwin tidak bisa menahan helaan nafas, kemudian terus menyetir dan berhenti di depan Nora.
Kemudian Erwin keluar dari mobil dengan anggun sambil membawa sekuntum mawar di tangan yang disiapkan oleh Anita, dan itu juga merupakan tanda pertemuan yang telah disetujui oleh Erwin dan Nora, untuk mencegah salah orang.
Di sekitar tempat ini sangat ramai terutama kaum muda, ketika mereka melihat Rolls-Royce Erwin yang keren, itu menarik perhatian banyak gadis, terutama trench coat hitam dan topeng hitam Erwin, sudah tidak perlu dijelaskan lagi kerennya.
Bahkan Nora tercengang, dia tidak menyangka penggemar nomor satunya akan terlihat sekeren ini, tetapi topeng hitam membuatnya sangat penasaran.
“Iya, mawar ini untukmu.” Ketika berbicara, Erwin sengaja menahan napas di tenggorokannya, sehingga suara yang keluar terdengar berbeda dari biasanya.
“Boleh lihat wajahmu?” Nora masih penasaran dengan wajah di balik topengnya, tapi gayanya terkesan cukup keren.
“Begitu saatnya tiba, kamu secara alami akan melihatnya, tapi sekarang bukan waktunya.” Erwin tersenyum ringan karena tidak ingin Nora tahu.
"Baiklah." Nora mengangguk tak berdaya, kemudian memperkenalkan dirinya: "Namaku Nora, siapa namamu?"
“Panggil saja aku penggemar akut!” Erwin berpikir ini mungkin akan jadi pertemuan pertama dan terakhir dengan Nora, jadi nama itu tidak penting, lagipula cuman identitas sementara juga.
"Penggemar akut?? Pfft, kamu lucu." Nora tidak bisa menahan tawa.
“Yuk cari tempat duduk dulu, di sini terlalu ramai.” Nora berpikir untuk mencari tempat duduk untuk berbicara tentang investasi perusahaan ayahnya.
Erwin mengangguk, memang ada terlalu banyak orang di luar, apalagi mereka menjadi pusat perhatian di sini, tampaknya pakaiannya memang sedikit terlalu mencolok hari ini.
Setelah menemukan restoran teh terdekat, Erwin tahu bahwa Nora menyukai cappuccino, jadi memesan cappuccino untuknya, dan makanan penutup favorit Nora, seperti kentang tumbuk, roti keju, dan lain sebagainya.
"Woah, semua ini favoritku! Gimana kamu bisa tahu?" kata Nora dengan gembira dan penasaran.
__ADS_1
“Karena aku juga suka makan ini!” Erwin mencari alasan acak.
Keduanya mengobrol sejenak, kemudian Nora menyadari bahwa apa yang dikatakan penggemar akut ini selalu masuk dan nyambung dengannya, yang membuatnya semakin menyukai penggemar akut ini.
Erwin tahu kebiasaan dan temperamen Nora, sehingga otomatis mengatakan apa yang mau didengar Nora.
“Ngomong-ngomong, serius bisa investasi di perusahaan ayahku? 10 triliun loh." Setelah mengobrol sejenak, Nora akhirnya membawa topik investasi yang paling dia pedulikan.
"Tidak masalah," Kata Erwin sambil mengeluarkan sebuah kartu hitam, ini adalah kartu nama Perusahaan Investasi Erlin khusus milik Erwin, di atasnya tidak tertera nama atau jabatan sama sekali, hanya kartu hitam biasa.
Namun, ada desain anti-pemalsuan cahaya biru di dalamnya, yang secara khusus disesuaikan untuk Erwin oleh Damon dan para profesional lainnya, dan memiliki kartu hitam ini bagaikan kehadiran Erwin sendiri.
Erwin menyerahkan kartu hitam itu kepada Nora dan berkata, "Suruh ayahmu bawa kartu hitam ini ke High Build Group untuk cari Damon, Damon ini yang akan menangani hal-hal spesifik investasinya."
Nora mengambil kartu hitam dengan penasaran dan melihat-lihat dengan teliti, tapi tampilannya hanya kartu hitam biasa, dengan nama Perusahaan Investasi Erwin yang tertera rapi di atasnya, tanpa ada informasi lainnya.
“Kartu hitam ini bisa menarik investasi 10 triliun?” Nora tidak percaya.
"Tentu saja, silakan suruh ayahmu coba sendiri kalau tidak percaya, dengan dana investasi ini, kamu tak perlu menikah dengan anak keluarga Florenza itu lagi dan bisa melakukan hal yang kamu inginkan," Kata Erwin ringan.
“Baiklah, kalau begitu akan kucoba.” Nora memasukkan kartu hitam itu ke dalam tas, begitu hendak bertanya kepada Erwin alasan mengapa ingin membantu, ponselnya tiba-tiba berdering.
Nora melirik nama di layar, ekspresinya tiba-tiba berubah dan tampak tidak enak dilihat untuk sementara waktu, kemudian menatap Erwin dan bertanya,
"Penggemar akut, bisa akting jadi pacarku nanti? Bantu aku jauhkan seseorang."
“Akting jadi pacarmu??” Erwin tiba-tiba terpana, mengapa alurnya bisa membelok seperti ini?
"Iya bantu aku usir putra kedua keluarga Florenza, namanya Andi Florenza, dia itu termasuk kerabat jauh keluargaku di Kota Santa yang terobsesi denganku sejak kecil, dan baru-baru ini mencoba memaksaku nikah dengannya atas nama modal investasi." Wajah Nora sedikit tidak senang.
Erwin mengangguk dan menjawab,
“Boleh, tapi kita sepakati hanya kali ini saja.” Erwin tidak mau jadiannya lama-lama menjadi kenyataan walau hanya berawal pura-pura.
Melihat Erwin setuju, Nora mengangkat telepon dan memberitahu lokasinya.
Setelah Andi menerima lokasi, dia buru-buru datang, kedatangan Andi ke kota ini sebenarnya mengikuti orang tuanya untuk berinvestasi di Distrik Baru Utara Kota Bandung, tapi tujuan utamanya adalah memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu dengan Nora, karena dia sudah tahu Nora ada di Kota Bandung.
Dia sudah menyukai Nora sejak kecil, tapi Nora justru sebaliknya, karena perusahaan ayah Nora punya masalah dana yang cukup besar, jadi Andi memohon pada ayahnya sendiri untuk investasi agar bisa menikah dengan Nora.
Walaupun ayah Nora tahu putrinya tidak menyukai Andi yang pendek dan gemuk, tapi agar perusahaan tidak bangkrut, dia hanya bisa mengorbankan putrinya untuk melindungi perusahaan.
Awalnya, Nora hanya menerima nasibnya, setelah menyelesaikan mimpi bintangnya bulan ini, dia akan kembali ke Kota Santa untuk menikah dengan orang yang tidak disukainya ini, namun kemunculan penggemar nomor satu ini tampak telah membalikkan keadaan.
__ADS_1