
Lina sangat khawatir tentang Erwin, takut Erwin akan kalah, jadi dia tidak bisa menahan diri dan melangkah maju untuk khawatir padanya,
"Erwin, sudahi saja, yuk kita pulang."
“Tidak apa-apa, mereka seharusnya akan memberiku wajah, lihat saja, aku akan membawamu masuk nanti.” Erwin tersenyum dan menepuk tangan Lina sambil menghiburnya.
Meskipun demikian, Lina masih sangat mengkhawatirkannya.
Erwin berjalan ke arah manajer Calvin itu, tapi Vincent terus menatapnya dengan jijik.
"Pria miskin ini beneran mengira dirinya adalah raja yang akan diberi wajah di manapun, sungguh lucu sekali! Aku akan membiarkanmu bersujud sambil memanggilku Ayah nanti, aku mau lihat apa kau masih berani memprovokasiku lagi "
Kay, Daisy dan yang lainnya juga berpikir hal yang sama. Erwin bukan hanya tidak memiliki kekayaan bersih sebesar 2 triliun, tapi juga tidak memiliki kartu anggota, jadi mana mungkin diberi wajah, ini sungguh konyol.
"Benar-benar tak sadar diri sama penampilan sendiri, memangnya siapa yang akan memberinya wajah, sungguh besar mulut sekali."
Mereka tidak optimis tentang Erwin, tapi masih sangat tertarik ingin melihat Erwin bersujud.
Setelah Erwin menghampiri Calvin, dia berkata dengan tenang. "Namaku Erwin, bisakah memberiku sedikit wajah dan membiarkanku masuk ikut pelelangan?"
Vincent dan Kay mendengar kata-kata ini dan tidak tahan untuk tidak mencibir, namun, jawaban Calvin justru membuat mereka benar-benar terpana.
"Tidak masalah Tuan Muda Smith, Anda boleh masuk kapan saja!"
Kata-kata Calvin langsung membungkam Vincent, Kay, dan yang lainnya secara tidak langsung. Adegan itu membuat mereka terdiam, membuka kedua mata mereka dengan lebar dan memasang ekspresi tidak percaya karena terkejut.
"M-manajer ini, dia beneran memberi muka pada Erwin!"
"Mustahil, bagaimana cara dia melakukannya?"
"Apa wajahnya terkenal? Jadi diperbolehkan masuk ke manapun?"
....
Kay, Daisy dan yang lainnya masih ingat tentang Klub Hiburan Gold sebelumnya, Erwin juga memesan kamar kelas atas dengan cara seperti ini, dan sekarang kejadian seperti itu terulang lagi.
“Keberuntungan anak miskin ini benar-benar di luar nalar? Dia beneran diberi wajah.” Rosa mengerutkan kening dan bingung, jelas penampilannya terlihat miskin, tapi kenapa selalu diberi wajah? Ini terlalu tidak masuk akal.
__ADS_1
Pada saat ini, Vincent bahkan lebih terkejut hingga kehabisan kata-kata.
"Kenapa bisa anak ini bisa masuk, kenapa bisa begini!"
Sebagus apapun imajinasi Vincent, dia tetap tidak mungkin terpikir bahwa Pameran Sun Galery ini sudah menjadi industri milik Erwin! Dan Erwin yang datang ke pelelangan ini sama saja dengan mengunjungi perusahaannya sendiri.
"Gulp." Vincent tiba-tiba menelan ludah. Dia ingat akan taruhan yang baru saja disepakati sebelumnya, bagi yang kalah harus berlutut sambil memanggil lawannya dengan sebutan Ayah, dan itu membuat ekspresi Vincent berubah total seketika.
Sekarang situasinya sudah jelas, Erwin bisa masuk, jelas ini adalah kekalahannya, dia harus berlutut dan memanggil Erwin dengan sebutan Ayah.
Setelah mendapatkan persetujuan Calvin, Erwin berbalik dan berjalan kembali untuk menghampiri Vincent.
“Vincent, tepati taruhannya, berlututlah dan panggil aku Ayah!” Erwin berkata dengan ringan.
Begitu kata-kata ini keluar, suasana di tempat kejadian langsung menjadi dingin, Vincent melotot tajam pada Erwin dengan ekspresi yang penuh ketidakpuasan.
Kay dan Daisy juga merasa canggung, dan mereka melangkah maju untuk membujuk Erwin.
"Erwin, lupakan saja, bagaimanapun Kak Vincent itu juga orang yang punya status sosial, jadi jangan terlalu memaksanya."
"Ya, Erwin, cukup suruh Kak Vincent minta maaf dan sudahi saja."
Ketika Vincent sedang menang, Kay dan yang lainnya pasti akan merendahkan dan memaksa Erwin, sekarang Erwin sedang menang, tapi mereka justru berpura-pura menjadi penengah dan berbelas kasihan.
Namun, Erwin tidak setuju, karena dia harus memberi Vincent pelajaran kali ini, kalau tidak Vincent ini pasti akan memprovokasinya lagi!
"Maaf, tolong terima kesalahanmu, dan berlutut sambil memanggilku Ayah!"
Nada bicara Erwin sangat dingin, sehingga membuat Kay dan yang lainnya tidak berani melangkah maju untuk membujuk lagi.
"Oke! Akan kutepati! Teriak Vincent sambil menatap tajam.
Dia menekukkan lututnya dan berlutut tepat di depan Erwin, lalu memanggilku dengan pelan, "Ayah."
Kay, Daisy, dan Rosa terkejut hingga kehabisan kata-kata. Anak orang kaya dengan kekayaan bersih lebih dari 2 triliun, sekaligus merupakan pewaris perusahaan keluarga Louis, benar-benar berlutut sambil memanggil anak miskin ini Ayah, jika kejadian ini tersebar, siapa yang akan percaya?
"Tidak kedengaran." kata Erwin dengan ringan.
__ADS_1
Amarah dalam hati Vincent sudah melonjak dan hampir mencapai batas, tapi dia mengepalkan tinjunya untuk terus bertahan sambil memanggil lagi,
“Ayah, kali ini seharusnya sudah kedengaran!” Vincent mengepalkan tinjunya erat-erat, kali ini Erwin benar-benar sudah dicap sebagai musuh oleh Vincent.
"Tapi kau tak layak jadi anakku." Erwin sekali lagi mempermalukan Vincent dengan ucapannya.
Kata-kata ini mengejutkan Kay, dan yang lainnya. Erwin benar-benar berani mempermalukan Vincent secara blak-blakan tanpa memberi muka sedikitpun. Apa Erwin tidak tahu akan konsekuensi menyinggung harus pewaris perusahaan keluarga Louis? Apa Erwin tidak takut Vincent akan balas dendam?
“Erwin!” Vincent marah besar, langsung bangkit dan mengepalkan tinju untuk memukul Erwin.
“Mau pukul aku?” Erwin mundur sedikit, delapan satpam sudah bereaksi sebelum kejadian dan langsung berdiri di depan untuk melindungi Erwin.
Perilaku ini mengejutkan mereka lagi, tapi Vincent sudah terlanjur mengayunkan tinju, jadi dia segera ditangkap oleh kedelapan satpam.
“Beraninya membuat masalah di tempat kami, usir dia keluar!” Calvin berlari ke arah Erwin dan berteriak dengan keras tanpa memberi muka pada Vincent sama sekali.
Dengan tatapan kaget Kay dan yang lainnya, mereka melihat Vincent, yang merupakan sosok hebat dalam pandangan mereka, langsung dikeluarkan dari pelelangan oleh para satpam.
“Erwin, akan kuingat kau, lihat aja nanti, aku pasti akan membalasmu puluhan kali lipat.” Amarah Vincent yang diseret, sudah mencapai batas terhadap Erwin saat ini, sampai-sampai bersumpah untuk membalas kembali puluhan kali lipat pada Erwin.
Kay dan yang lainnya masih tercengang, mulut mereka terbuka lebar dengan ekspresi tidak percaya.
"K-kak Vincent diusir."
"Apa-apaan ini? Pewaris perusahaan keluarga Louis yang punya kekayaan sebesar 2 triliun diusir keluar begitu saja?"
"Berakhir sudah, berakhir sudah, kali ini Erwin benar-benar membuat Kak Vincent marah besar."
Kay tahu bahwa setelah dipermainkan dan dipermalukan seperti itu oleh Erwin, Vincent pasti akan bermusuhan dengan Erwin dan balas dendam secara gila-gilaan.
Lina juga gugup saat melihat ini. Vincent adalah pewaris perusahaan keluarga Louis yang memiliki kekayaan bersih sebesar 2 triliun, jelas koneksi dan kekuatannya di Kota Bandung ini bisa dikatakan sangat kuat.
"Erwin, yuk kita pulang dan diskusi dengan ayahku bagaimana menghadapinya nanti."
“Tidak perlu, kalau dia berani memprovokasiku lagi, aku akan membuatnya berakhir dengan menyedihkan!” Erwin berkata dengan tenang, tapi nada suaranya dingin dan tajam.
Kay dan yang lainnya sedikit ketakutan, dan pernyataan bahwa Erwin ini adalah sosok yang tidak boleh sembarang disinggung terus muncul di dalam benak mereka, tapi pada saat yang sama, mereka menggelengkan kepala lagi, dan berpikir kembali, tentang bagaimana cara anak miskin yang tanpa status sosial ini menghadapi pembalasan dari Vincent nanti? Itu sama saja dengan cari mati!
__ADS_1