Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 226 Lelang Distrik Baru Akan Segera Dimulai


__ADS_3

Melihat ekspresi bingung Erwin, Henry menjelaskan.


"Setelah menginjak usia dewasa, meridian dalam tubuh pada dasarnya akan terhalang, jadi saat melatih tubuh, energi qi akan sulit berkembang dan terhambat."


"Dan membuka nadi itu adalah menggunakan energi orang luar untuk membuka delapan meridian di tubuhmu, sehingga meridianmu dapat memungkinkan energi qi untuk mengalir dengan bebas, sehingga perkembangannya akan meningkat pesat, tapi proses pembukaan nadinya sangat menyakitkan, kamu yakin mau buka?"


Setelah mendengarkan kata-kata Henry, Erwin akhirnya mengerti artinya, tapi karena ada cara untuk meningkatkan kekuatannya dengan cepat, tentu tidak akan dilewatkan oleh Erwin.


"Mau, sesakit apapun akan kutahan," kata Erwin dengan tekad.


Bahaya yang akan dihadapi kedepannya akan semakin besar, bagi yang tidak cukup kuat pasti akan kalah! Erwin tidak mungkin selalu membawa Henry sepanjang masa, jadi bagaimana jika bertemu dengan master seperti Paman Joni lagi, Erwin sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan, dan pasti akan mati mengenaskan.


"Kalau mau sini kuperiksa dulu nadimu, lalu buka baju dan celanamu." Henry berkata dengan ekspresi serius, syarat untuk membuka nadi sebenarnya sangat keras.


Pertama itu harus punya nadi tubuh yang bisa melepaskan energi, yang kedua harus sehat dan bugar, kalau tidak akan berakibat cedera dalam atau yang lebih parahnya lagi sampai lumpuh.


"Baik." Erwin tidak ragu sama sekali, dan melepas semua pakaiannya hingga tersisa celana dalam.


Henry menusuk beberapa titik akupuntur di tubuh Erwin dengan jari-jarinya, dan menguji dengan energi qi, dia dapat merasakan kebugaran fisik Erwin yang sangat baik, itu sedikit mengejutkan Henry.


"Tak kusangka fisik Tuan Erwin ternyata sangat sehat."


Henry awalnya mengira Erwin itu adalah tipikal Tuan Muda yang berfoya-foya, main wanita, mengabaikan olahraga, kalau begitu kebugaran fisiknya akan sangat buruk dan tidak memenuhi syarat untuk membuka nadi, tapi sepertinya tidak begitu.


"Aku olahraga tiap hari." Erwin tidak berpikir panjang seperti Henry tapi menjawab dengan jujur.


"Baik, baringlah di tempat tidur, akan kubuka nadimu, tahanlah semua rasa sakit selama proses nanti, pembukaan nadi ini pada dasarnya mengalirkan energi qi ke delapan meridianmu dan tidak boleh berhenti di pertengahan atau semua usaha sebelumnya akan hangus, beserta cederanya meridian." Henry dengan serius mengingatkan.


"Baiklah, langsung saja, jangan khawatirkan aku." Erwin mengangguk tegas.


Tak lama kemudian, Henry menusukkan jarinya ke titik akupuntur atas kepala Erwin, dan mulai membuka nadi Erwin.


Dari titik atas kepala hingga titik telapak kaki, energi qi totalnya harus melewati delapan meridian.


Pembukaan nadi ini mengandung teori pemeliharaan kesehatan dan pemijatan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, ini bukan teori fantasi, tapi keberadaan nyata. Praktisi pengobatan Tiongkok kuno yang tahu cara membuka nadi juga mengetahui konsep pembukaan denyut nadi ini.


Erwin hanya merasakan rasa sakit dari bagian atas kepala yang mengalir ke seluruh tubuh, rasa sakitnya mengikuti aliran ke mana pun energi qi-nya mengalir, yang terasa semakin menyakitkan dari waktu ke waktu.


Ini membuat wajah Erwin sampai pucat.


"Tahan!" Ekspresi Henry berangsur-angsur menjadi serius, jika sesuatu yang buruk terjadi pada Erwin, sepertinya karier Pencak Silat-nya akan ikut hancur juga, bahkan sarang Perguruan di Raung Mountain juga akan kena imbasnya.


Energi qi perlahan mengalir dari atas kepala, Erwin menahan napas dan mengatupkan giginya. Setelah beberapa saat, seluruh tubuhnya berkeringat, bahkan terdapat jejak lemak dan zat penghalang bersifat lengket yang dikeluarkan dari meridian.


Waktu berlalu dalam sedetik demi sedetik, keringat juga mengalir keluar dari dahi Henry, bahkan wajahnya juga memucat, dapat dilihat bahwa pembukaan nadi ini juga merupakan hal yang menghabiskan banyak energi bagi Henry.


Tubuh Erwin berkedut kesakitan, tapi masih bersikeras menggertakkan gigi dan terus bertahan, karena begitu menyerah, maka semua usaha sebelumnya akan hangus, jadi dia harus bertahan tidak peduli betapa menyakitkannya itu.


Dua jam kemudian, ketika Henry menggunakan kedua tangannya untuk membelah energi qi menjadi dua dan mendorongnya keluar dari kedua kaki Erwin, dia akhirnya menghela nafas lega.


Setelah melakukan pembukaan nadi, tubuhnya akan menjadi sangat lemah dan wajah juga akan memucat, jika Paman Joni itu datang lagi saat ini, sepertinya Henry tidak akan bisa bertarung sama sekali.

__ADS_1


"Guru baik-baik saja?" Erwin langsung memanggil Henry dengan sebutan Guru, bersedia menghabiskan tenaga dan energi sebanyak itu untuk membuka nadi Erwin sudah cukup layak untuk dijadikan Guru oleh Erwin.


"Masih terlalu dini untuk panggil Guru, Terima murid itu peristiwa besar, datang cari aku di perguruan Raung Mountain satu tahun lagi, setelah lulus ujianku, kau baru secara resmi adalah muridku." Henry tidak setuju.


Erwin membantu Henry duduk di tempat tidur, dan setelah Henry selesai berbicara, dia duduk dengan lutut disilangkan untuk memulihkan diri, untuk alasan mengapa dia memilih untuk menerima Erwin sebagai murid setelah satu tahun tentu adalah rencananya sendiri, dan ini juga terkait dengan warisan dan pengembangan Pencak Silat Raung Mountain, jadi harus diperhatikan baik-baik.


“Jangan beritahu siapapun apa yang terjadi malam ini, termasuk Sharon, Lisa dan Leona, cukup kita berdua saja yang tahu." Henry tiba-tiba menekankan lagi.


"Baik, tahun depan aku akan pergi mencarimu di Raung Mountain." Erwin mengangguk tak berdaya, meskipun tidak mengerti mengapa Henry ingin merahasiakannya, tapi masih berencana untuk menutupi ini sesuai dengan kehendakan Henry.


Setelah membuat janji satu tahun ini, Erwin diam-diam mundur, pada saat ini, yang terbaik adalah membiarkan Henry memulihkan diri, lagian Erwin juga tidak banyak membantu jika tetap tinggal di sini.


Setelah keluar dari kamar Henry, Erwin merasa tubuhnya jauh lebih ringan, dia mencoba melompat ke depan dan hasilnya jauh melebihi tenaga yang seperti biasa, begitu juga dengan kekuatan yang tampaknya meningkat juga.


“Setelah nadi terbuka, tubuh ini terasa seperti terlahir kembali, bukan cuman menyegarkan, tapi kekuatan dan kecepatan juga meningkat pesat, hanya saja keringat di sekujur tubuhku ini tidak nyaman sekali, aku butuh mandi."


Erwin sangat gembira dan bahkan lebih berterima kasih kepada Henry, karena tanpa bantuan Henry, Erwin tidak tahu kapan baru bisa mencapai tingkat kekuatan seperti ini.


Begitu nadi terbuka, kekuatan akan meningkat dengan mudah, merupakan sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang sebanyak apapun.


Siang hari berikutnya, Chris datang sambil membawa 22 botol obat leluhur Keluarga Graham, masing-masing sepuluh botol obat untuk penyembuhan luka dan penyakit mata, sedangkan obat perangsang hanya dua botol, Chris menjelaskan bahwa obat ini sangat sedikit dibuat dan terbatas.


Masih di kantor sebelumnya, Erwin memandang dua puluh dua botol obat di depannya, kemudian menatap Chris sambil berkata,


"Mengenai obat-obatan ini, kau tak tipu aku, kan? Kau tak membodohiku dengan obat palsu, kan?"


“Mana mungkin aku berani, paman sudah bilang dua puluh dua botol obat ini anggap sebagai hadiah berteman dengan Tuan Erwin." Chris diam-diam menyeka keringat, merasa Erwin terasa semakin menakutkan dari sebelumnya!


Chris ingin memuntahkannya, tapi Erwin menutup mulutnya dengan sebotol air, sehingga mengikuti aliran air, Chris menelan obatnya tanpa sadar.


"Berakhir sudah, Erwin ini adalah obat penguat." Chris berbalik dengan tergesa-gesa, dan Farel yang ada di samping juga mundur beberapa langkah dengan ketakutan. Obat ini sangat efektif dan tiga kali lipat lebih kuat dari obat biasa, jadi bisa secara singkat meningkatkan potensi pengguna, sekaligus tidak dapat dideteksi sedang memakai atau tidak dengan cara biasa.


Jadi dulunya banyak yang membeli obat ini dari keluarga Graham, baik di dalam maupun di luar negeri, dan harganya juga sangat mahal yaitu sekitar 200 juta rupiah.


Dan pada akhirnya obat ini dilarang, tapi tetap saja banyak pembeli misterius yang berlangganan, alasan mereka beli itu tidak diketahui, lagipula di balik risiko besar pasti diikuti dengan penghasilan yang besar, masih ada banyak orang yang bersedia mengambil risiko tersebut.


Chris yang menelan obat ini perlahan memperlihatkan gejalanya, dari luar tampak persis seperti orang biasa, tapi kebugaran fisiknya telah meningkat dalam waktu singkat.


"Tubuhku serasa mau meledak." Chris sebenarnya bukan pertama kali memakai obat ini, kekuatan di tubuhnya terasa seperti akan meledak dari dalam.


"Sini pukul aku." Erwin memberi isyarat kepadanya, ingin mencoba kekuatan obat perangsang tersebut sekalian ingin menguji kekuatannya sendiri juga.


Chris masih ragu-ragu, tapi perasaan kekuatan besar tanpa bisa di lampiaskan ini membuatnya maju tanpa pikir panjang lagi.


Meskipun Chris sudah memakai obat, kecepatan dan kekuatannya juga tiga kali lipat lebih kuat dari biasanya, tapi tetap saja tidak seberapa terhadap Erwin yang sudah membuka nadi, dan kalah telak tanpa perlawanan.


Dalam sekejap mata, Chris yang dipukul langsung terpental jauh, sementara Erwin tetap berdiri di tempat dengan dingin, jelas bahwa kekuatan kedua belah pihak terlalu jauh, dan Erwin juga cukup kaget dengan kekuatannya sendiri.


"Ternyata hanya pembukaan nadi saja sudah meningkat sejauh ini." Erwin diam-diam terkejut sekaligus merasa sangat puas.


Chris yang jatuh di lantai, perlahan bangun dengan linglung, dan takut dengan kekuatan Erwin, dia sudah memakai obat tapi masih saja kalah dengan Erwin, diperkirakan Erwin sanggup melawan dirinya yang berjumlah sepuluh secara sekaligus.

__ADS_1


“Berapa lama obat perangsang ini bisa bertahan, dan apa efek sampingnya?” Setelah melihat khasiat obat perangsang, Erwin bertanya tentang efek sampingnya.


"Cuman sekitar satu jam, sedangkam efek sampingnya, hanya akan kelelahan total saja." Chris jelas mengerti efek sampingnya karena pernah pakai beberapa kali.


“Oke, kalian sudah boleh pergi.” Setelah Erwin mendapatkan jawaban yang diinginkan, dia langsung memasukkan dua puluh dua botol obat ke dalam tas dan melepaskan mereka.


Chris dan Farel tidak mungkin berani tinggal di sini lebih lama, jadi menghilang tanpa jejak dalam sekejap, terutama Chris yang takut pada Erwin, efek obat pada tubuhnya masih belum berakhir, jadi dia harus mencari cara lain untuk melampiaskannya.


“Sungguh obat yang luar biasa." Setelah Erwin menyimpan obatnya, dia langsung pergi menemui Henry, dengan adanya obat bagus sebanyak ini, tentu dia akan membagi beberapa untuk Henry, terutama obat penyembuh yang pasti akan sangat berguna!


Di dalam kamar Henry, Sharon, Lisa, dan Leona juga ada di sana saat ini, ketika Erwin masuk, Henry sedang menjelaskan dan mengingatkan beberapa hal.


"Tuan Erwin datangnya kebetulan sekali, aku harus pulang besok pagi, jadi anggap saja sebagai ucapan selamat tinggal." Setelah satu malam pemulihan diri, Henry sudah terlihat membaik, tapi tubuhnya masih cukup lemah saat ini.


“Secepat itu? Kebetulan aku bawa banyak obat-obatan bagus, jadi ambillah beberapa." Erwin mengeluarkan dua puluh dua botol obat tersebut


"Semua ini obat apa? Tuan muda sedang sakit?” Lisa dan yang lainnya tampak bingung, dan merasa sedikit kekhawatiran.


“Bukan, ini obat warisan dari keluarga Graham, harganya sangat mahal dan sulit didapatkan, ini obat penyembuh luka, yang bisa memulihkan tulang patah dengan cepat, ini obat mata yang katanya bisa sembuhkan berbagai macam penyakit selama bola matanya masih ada, kemudian ini obat perangsang yang bisa tingkatkan kekuatan dalam waktu singkat tapi bersifat sementara, dan efeknya tiga kali lipat lebih kuat dari obat perangsang biasa."


Erwin memperkenalkan obatnya satu per satu.


“Obat mata ini serius?” Sharon dan Leona sama-sama mengarahkan perhatian mereka pada obat mata, bahkan Henry juga begitu.


“Belum tau, tapi ini obat warisan leluhur keluarga Graham, jadi seharusnya berguna.” Erwin belum pernah menggunakan obat ini, jadi hanya bisa memberi respons seperti itu.


Henry yang mengambil botol obat mata, membuka tutup botol dan mencium aromanya dengan serius, sementara Lisa dan yang lainnya menaruh harapan.


"Kakak ketiga seperguruan kami buta, walau berparas cantik tapi sayangnya dibutakan oleh percikan api waktu kecil, dan kondisinya tertunda sampai sekarang karena tak punya uang untuk obati."


"Coba saja obatnya, kalau masih tidak sembuh aku bisa bantu cari dokter mata terbaik di dunia." Erwin tidak menyangka Lisa masih memiliki seorang kakak seperguruan cantik yang buta.


"Kalau begitu terima kasih banyak tuan muda." Lisa seusia dan memiliki hubungan yang baik dengan kakak seperguruan ketiga itu, jadi secara alami sangat senang begitu mendengar mata kakak seperguruan ketiganya punya peluang untuk sembuh.


"Tuan Erwin, kalau begitu kuambil pulang beberapa botol, mungkin memang ada harapan." Henry memutuskan untuk membawa pulang beberapa botol setelah mencium bau obatnya, mau itu berhasil atau tidak, selama ada secercah harapan, maka layak untuk dicoba.


“Bawalah beberapa botol lagi, obat penyembuh dan obat perangsang ini juga, mungkin akan dibutuhkan suatu hari nanti.” Secara alami Erwin tidak akan pelit, dan memberikan setengah dari obatnya kepada Henry.


"Tuan Erwin, kalau begitu aku tidak akan segan-segan lagi." Henry berkata dengan penuh terima kasih.


Henry memiliki sedikit penelitian di bidang obat-obatan, jadi dari baunya, obat-obatan ini memang terbuat dari bahan baku langka dan berharga, yang biasanya tidak dapat diproduksi oleh perusahaan farmasi tradisional biasa.


Dapat dilihat bahwa ada ahli di balik pembuatan obat ini.


Malam itu juga, Erwin mengundang Henry, Sharon, Lisa, dan Leona untuk makan bersama, yang bisa dianggap sebagai perjamuan untuk Henry!


Pagi keesokan harinya, sudah tiba waktunya Henry pulang, Henry mempercayakan Balai Seni Bela Diri Pencak Silat kepada Erwin beserta ketiga muridnya.


"Setahun tahun kemudian aku akan pergi mencarimu." Erwin mengingat ini dalam hatinya.


Dan dengan kepergian Henry, hari pelelangan di Distrik Baru utara kota telah tiba, dan para pebisnis dari semua berbagai tempat berkumpul di Klub Harapan di Distrik Baru utara, siap bersaing untuk perebutan wilayah terakhir di Kota Bandung.

__ADS_1


__ADS_2