Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 230 Jocelyn Akan Diculik


__ADS_3

Di sebuah kantor di lantai dua Klub Harapan, Erwin telah melepas topeng dan mengganti pakaian kembali pakaiannya, penampilannya tampak seperti orang biasa sekarang.


"Damon, wali kota bilang apa? Kedua orang itu siapa?" Erwin sangat penasaran tentang identitas kedua orang itu, kenapa bisa tahu Jocelyn Taylor itu tunangannya dan akan diculik di konser bulan depan.


“Wali kota bilang kedua orang ini dari ibu kota, dan berinisiatif mau ikut pelelangan ini, bukan diundang.” Damon menjawab dengan jujur.


"Mau sendiri?" Erwin mengerutkan kening dan bertanya, "Lalu nama perusahaan yang mereka daftarkan?"


Syarat untuk ikut serta dalam pelelangan ini adalah mendaftarkan nama perusahaan, tidak boleh ikut atas nama individu.


"Sepertinya Perusahaan Investasi Moonraker, kedua orang itu ikut serta atas nama perusahaan ini, tapi setelah kuselidiki ternyata perusahaan itu baru bernilai 20 triliun, yang berarti pas-pasan dengan syarat ikutserta pelelangan ini."


Ketika Damon mengatakan ini, dia terus berbicara dengan sangat bingung.


“Tapi mereka beli lahan nomor 3 dengan harga 120 triliun, itu nominal yang sangat tidak masuk akal, jelas latar belakang mereka lebih kuat, kalau tidak hanya mengandalkan perusahaan investasi ini saja mustahil sanggup beli lahan nomor 3."


"Benar." Erwin mengangguk, sepertinya kedua orang itu datang secara khusus untuk memberitahunya tentang rencana penculikan Jocelyn agar dia bisa menyelamatkan Jocelyn, sedangkan pembelian lahan nomor 3 ini hanya sebagai penyamaran saja.


Memikirkan hal ini, sebuah pemikiran melintas di benak Erwin.


Berarti kedua orang itu sengaja memberitahunya tentang Jocelyn dan pembelian lahan nomor 3 ini hanya untuk memberitahu orang-orang secara tidak langsung bahwa kedatangan mereka ini untuk mendapatkan lahan di distrik baru utara kota Bandung, bukan untuk menghubungi Tuan Muda Smith, dengan begitu identitas mereka bisa ditutup.


"Seharusnya begitu." Erwin menemukan kunci masalahnya dalam sekejap.


"Sementara ini tak perlu selidiki identitas mereka lagi.” Erwin takut semakin jauh mereka menggali, tindakan itu justru akan menarik perhatian orang lain, sebaliknya lebih baik tidak melakukan apa-apa, agar tidak menimbulkan masalah.


"Baik tuan muda." Damon mengangguk, dan segera teringat dengan sesuatu yang penting sambil bertanya,


"Bagaimana Tuan Muda akan mengembangkan tiga lahan di distrik baru?"


Pengembangan lahan adalah prioritas utama, karena bisa membalikkan modal atau tidak itu tergantung pada bagaimana cara pengembangannya!


"Menurutmu lebih baik mengembangkan dan menjual lahannya lagi? Atau bekerja sama dan saling menguntungkan?" Erwin masih belum berpikir sejauh itu, lagipula dia tidak punya pendidikan tentang bisnis atau pengalaman dalam mengembangkan lahan sama sekali.


"Tentu saja, kerjasama dan saling menguntungkan, kita perlu lebih banyak bekerja sama terutama dengan kekuatan di luar Kota Bandung dan memasukkan mereka ke dalam Aliansi Bisnis Dagang Erlin kita, sehingga kita bisa mengintegrasikan Aliansi Bisnis Dagang Erlin dengan Perusahaan Investasi Erlin melalui pengembangan tiga lahan ini hingga berkembang ke arah luar kota.”


Damon berkata dengan sangat mendalam.

__ADS_1


"Baiklah, sesuai dengan yang kau rencanakan saja! Aliansi Bisnis Dagang Erlin dan Perusahaan Investasi Erlin tidak boleh terjebak dalam Kota Bandung selamanya, kurasa sudah waktunya untuk berkembang ke luar kota." Erwin mengangguk dan cukup percaya dengan kemampuan Damon.


"Selain itu, setelah masalah lahan sudah beres, aku mau kau dirikan cabang Perusahaan Investasi Erlin dan cabang Aliansi Bisnis Dagang Erlin di Kota Santa, kau akan jadi CEO dan penanggung jawabnya mulai sekarang, sedangkan untuk urusan Perusahaan Investasi Erlin dan Aliansi Bisnis Dagang Erlin di Kota Bandung ini cukup serahkan pada orang yang kau percaya saja."


Erwin ingin memanfaatkan kota tingkat satu seperti Kota Santa sebagai batu loncatan untuk menyebar ke seluruh negeri.


Mendengar ini, Damon sangat senang dan bersemangat, yang pertama itu karena Erwin sangat mempercayainya, kemudian yang kedua itu dia akhirnya bisa berkembang di Kota Bandung yang merupakan kota tingkat ketiga ini dan berperfoma di luar kota yang lebih luas, hal ini membuatnya merespon dengan cepat,


"Jangan khawatir tuan muda, tugas ini pasti akan kujalankan sebaik mungkin."


Erwin mengangguk dan setelah mengingatkan beberapa hal lagi kepada Damon, Erwin pada akhirnya turun ke lantai pertama, di mana masih ada beberapa proyek di distrik baru yang dilelangkan, tapi Erwin tidak tertarik dengan proyek kecil beberapa puluh atau ratus miliar itu, dan membiarkan para bos besar lain yang berebutan.


Dia sendiri sudah melahap hidangan utamanya, setidaknya harus menyisakan sedikit hidangan lain untuk orang lain, kan?


Pada saat ini, Giselle yang sedang menemani Nora menghela nafas lega begitu melihat Erwin.


"Erwin, kau akhirnya balik juga! Lelang barusan itu sungguh di luar nalar, Tuan Muda Smith itu mengambil tiga lahan sekaligus, Tuan Muda dari keluarga kaya top dunia memang bukan main."


"Begitu ya? Aduh sayang sekali." Erwin berpura-pura menyesal dan menghela nafas, kemudian melihat wajah tertekan Nora yang sedang duduk di sebelah, jadi Erwin melangkah maju dan menghiburnya dengan khawatir,


"Gapapa, aku mau pulang." Kata Nora dengan sedih.


"Kalau begitu pulanglah! Aku temani, begini saja malam ini kita clubbing! Aku yang traktir." Erwin berpikir untuk membuat Nora bahagia, semua ini masalah ini ada karena Erwin, jadi tentu saja harus diselesaikan sendiri.


"Boleh, boleh." Nora tiba-tiba menjadi tertarik, tapi menolak lagu begitu teringat dengan sesuatu berkata. "Tak jadi deh."


Mendengar Nora tidak jadi ikut, Erwin baru menyadari akan keseriusan masalah ini!


Nora yang dulu sangat suka clubbing dan senang diajak, tapi sekarang terlihat mengubah diri untuk penggemar akutnya itu, ini jelas masalah besar.


Erwin tidak ingin Nora menaruh perasaan yang semakin mendalam, yang membuat Erwin merasa semakin bersalah.


"Malam ini kita ke Flower Bar terbesar dan termewah di Kota Bandung, kudengar selebriti atau bintang kecil juga akan tampil, suasananya pasti meriah, terus kita tambah segelas anggur lagi, gimana? Tertarik?" Erwin tidak ingin Nora merubah diri menjadi seorang wanita bergaya dewasa, karena Nora yang gila dan kekanak-kanakan adalah yang paling imut.


Giselle di sebelah juga sepertinya mengerti apa yang dimaksud Erwin dan mulai membujuknya.


"Nora, Flower Bar itu bar paling menarik di Kota Bandung, dalamnya juga sangat mewah dan indah, terlebih lagi setiap malam itu ada bintang kecil yang tampil, kujamin pasti seru, yuk pergi!" Giselle juga memikirkan berbagai cara untuk membuat Nora bahagia.

__ADS_1


“Serius?” Nora tampak tertarik, tapi masih cukup ragu.


“Tak perlu ragu lagi yuk pergi! Lagian Erwin yang traktir, ayo kita buat dia bangkrut." Giselle terus membujuk.


"Baiklah kalau begitu! Tapi sebentar saja ya, aku harus pulang untuk lanjut siaran langsung." Nora berpikir ke clubbing sebentar seharusnya tidak termasuk kambuh!


"Baiklah yuk!" Kata Giselle sambil menarik Nora dan berjalan keluar.


Erwin juga merasa lega, dia masih lebih menyukai sifat asli Nora daripada Nora yang anggun dan dewasa.


Ini masih terlalu awal jadi Flower Bar masih kosong.


Jadi mereka bertiga kembali ke Villa Fancy Garden di barat kota dulu, kemudian  berencana pergi ke Flower Bar setelah makan malam!


Setelah kembali ke Villa Fancy Garden, Erwin duduk di sofa sambil mengambil ponselnya dan melihat media sosial, dia sudah lama tidak melihat Jocelyn, begitu tahu Jocelyn akan diculik masih membuatnya sangat khawatir.


Jocelyn di akun media sosial masih sama seperti biasanya, tampaknya selalu merekam lagu di studio, dan kadang-kadang keluar untuk makan makanan lokal setelah meninggalkan Kota Bandung.


"Masih suka makan seperti biasa." Mulut Erwin sedikit terangkat, Nora yang melihat ini saat lewat di belakang Erwin tiba-tiba merasa iri.


"Sepupuku memang keren, bisa jalan-jalan dan makan makanan enak ke manapun dia pergi? Lihat saja penggemarnya aja sudah lebih dari 20 juta, sejak edisi pertama "Wilderness Life" musim kedua resmi dirilis, penggemarnya langsung meroket, bikin iri aja!"


“Kalau perfomamu bagus aku akan membiarkanmu ikut edisi kedua,” Kata Erwin sambil tersenyum.


Saat episode pertama dari musim kedua "Wilderness Life" secara resmi dirilis beberapa hari yang lalu, posisinya sudah menduduki peringkat pertama, tentu saja setengah dari hasil ini berkat adanya Jocelyn.


Debut variety show Jocelyn sudah jelas adalah topik hangat.


Setengah dari sepuluh topik hangat teratas di Internet adalah tentang Wilderness Life, yang menunjukkan betapa populernya musim kedua "Wilderness Life" itu.


"Serius? Ini janjimu, jangan bohong ya." Nora akhirnya menunjukkan senyum gembira, dia sudah menunggu ini sejak lama, semua pekerjaan rumah yang dilakukannya setiap hari jelas demi tampil di Wilderness Life.


Erwin tersenyum, kemudian lanjut melihat ponselnya, namun sebuah panggilan masuk mengganggu suasana hatinya, Erwin sedikit terkejut ketika melihat nama orang yang menelepon, karena itu adalah nomor ibunya.


"Apa jangan-jangan karena aku tiba-tiba menghabiskan 420 triliun di distrik baru ini? Jadi mau minta penjelasan dariku?" Erwin menelan ludah, sebenarnya dia sudah memiliki persiapan mental untuk ini, karena orang tua mana yang tidak akan bertanya jika anaknya menghabiskan uang sebanyak itu sekaligus?


Tetapi setelah mengangkat telepon, ternyata Ibu Erwin tidak menanyakan hal tentang itu sama sekali, melainkan sesuatu yang penting lainnya.

__ADS_1


__ADS_2