Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 161 Berlutut Sambil Memohon


__ADS_3

Giselle terlalu naif, awalnya Tuan Timothy mengusulkan untuk membahas kerja sama dengan Giselle di pemandian air panas, dan Giselle masih dengan paksa menerima ini, dia pikir cukup sepadan jika bisa menandatangani hanya dengan menemani Tuan Timothy ini di pemandian air panas. Tetapi begitu dia masuk ke pemandian air pana, Tuan Timothy ini langsung megang-megang.


Tuan Timothy bahkan mengancam dan baru mau setuju tanda tangan setelah mendapat pelayanan, jadi Giselle langsung buru-buru mengenakan jubah mandi dan berlari keluar dengan panik.


Tapi Giselle yang berlari keluar langsung dihalang oleh dua pengawal Tuan Timothy dan Aaron.


"Giselle, ayah sudah bilang, fokus pada tanda tangan kontraknya, kupikir kamu seharusnya mampu menanggung pengorbanan ini," kata Aaron dengan senyum jahat, karena dia memang ingin membalas dendam atas tamparan waktu itu, dan membiarkan ****** ini merasakan bagaimana rasanya dirusak.


“Aaron, bajingan sialan, Tuan Timothy itu jelas orang cabul, aku tidak bisa terima.” Giselle marah dan merasa jijik begitu memikirkan pria gemuk itu.


Tetapi selain Aaron, ada dua pengawal Timothy juga  jadi pada dasarnya tidak mungkin bagi seorang wanita lemah seperti Giselle untuk melarikan diri.


"Giselle, pikirkan baik-baik, jika kerja sama ini gagal, bagaimana cara kamu menjelaskan semua ini pada Ayah, pikirkan konsekuensinya, kamu sudah pasti akan diusir."


Sudut mulut Aaron tersenyum, dia benar-benar ingin melihat Giselle yang merupakan putri haram ini diusir dari rumah, tapi lebih ingin melihat wanita ****** ini dirusak oleh Tuan Timothy, yang membuat hatinya merasa semakin puas.


“Aaron, kamu itu jelas mencoba memaksaku sampai mati.” Giselle sangat marah hingga merasa tidak berdaya dan putus asa, jika kerja sama ini gagal, dia pasti akan diusir oleh ayahnya begitu pulang nanti, ini adalah hal yang tidak dia inginkan.


"Giselle, kenapa lama sekali, cepat masuk sini." Timothy yang gemuk berjalan keluar dari pemandian air panas dan mengenakan jubah mandi, saat ini api yang menyala di dalam tubuhnya sudah tak tertahankan, memikirkan Giselle yang diidamkannya sudah bisa dinikmati, mana mungkin dia tidak terburu-buru?


"Masuklah Giselle, terkadang berkorban sedikit itu bukan masalah besar." Desak Aaron dengan seringai di sudut mulutnya, melihat ekspresi tak berdaya dan putus asa Giselle, jelas dia sangat puas dan senang.


Giselle melototi Aaron dan merasa sangat membenci orang ini.


Kemudian melihat dua pengawal Timothy di sebelah, dia sadar dirinya tidak mungkin bisa melarikan diri kali ini, tapi begitu ingin menundukkan kepala untuk menerima nasib, sebuah sosok yang dikenalnya muncul di depan.


“Giselle, apa itu beneran kamu?” Setelah Erwin mendekat, dia sedikit terkejut saat melihat orang yang berlari keluar dari kamar pribadi pemandian air panas adalah Giselle.


"E-Erwin." Giselle sedikit kaget, kenapa Erwin bisa ada disini? Terlebih lagi muncul saat dirinya berada dalam situasi yang memalukan seperti ini, sehingga membuatnya bingung sekaligus panik.


“Kamu berendam di pemandian air panas juga? Tadi kamu yang teriak minta tolong?” Erwin bertanya dengan curiga, sambil melirik Aaron di sebelahnya, dunia ini begitu kecil, dia benar-benar bertemu dengan bajingan ini lagi.


Tapi sebelum Giselle sempat berbicara, Aaron mendorong Erwin dengan kasar.


"Dasar sialan, kami sedang diskusi bisnis senilai 800 miliar, jangan coba-coba buat masalah atau kuhajar kau."


“Begitu ya?” Erwin mengerti, lalu mengalihkan pandangannya ke pria gemuk di belakang Giselle, mengerutkan kening dan melihat Giselle lagi. "Giselle, kamu serius diskusi bisnis di sini?"


"Tidak seperti itu." Giselle tidak ingin Erwin kecewa atau memiliki kesan buruk padanya, tapi Timothy di belakang sudah tidak sabaran.

__ADS_1


"Siapa ini? Beraninya mengganggu diskusi bisnis kita."


Timothy datang dan menatap Erwin dengan ekspresi tidak senang.


Pada saat yang sama saat berbicara, dua pengawal yang berjaga di luar juga melangkah maju dan bermaksud mengusir Erwin.


“Giselle, apa tadi kamu yang teriak minta tolong? Beritahu aku kalau kamu minta bantuan, tapi jika kamu sedang diskusi bisnis, aku tidak akan mengganggu.” Erwin mengerutkan kening, bagaimanapun, dia bukanlah orang yang sangat berbaik hati, jika orang lain tidak membutuhkan bantuannya, tentu saja dia tidak akan memaksa diri untuk membantu.


Melihat bahwa Erwin datang untuk membantunya, Giselle sangat tersentuh, seolah telah menemukan penyelamat saat tenggelam. Giselle langsung bersembunyi di belakang Erwin tanpa ragu-ragu, seolah selama ada Erwin, diusir keluar dari rumah Lawrence bukan hal yang ditakutinya lagi.


Melihat bahwa Giselle bersembunyi di belakang Erwin, Aaron marah tapi tidak dilampiaskan.


"Giselle, ingat konsekuensi saat pulang nanti kalau kerja sama ini gagal ...."


Melihat Aaron yang terus mengomel, Erwin langsung menendangnya.


"Berisik! Aku sedang berbicara di sini, ada masalah apa kamu ini?"


Gerakan Erwin ini membuat mulut Giselle terbuka dengan ekspresi terkejut, tapi hatinya merasa sangat senang, karena akhirnya ada yang memberi Aaron ini sedikit pelajaran.


Pada saat yang sama, Tuan Timothy juga kaget, itu sama sekali di luar dugaannya, melihat wanita yang diidamkannya akan direnggut oleh anak ini, Timothy tentu tidak mau melepaskan dan menunjuk pada dua pengawal sambil berteriak-teriak.


Begitu kata-kata itu keluar, dua pengawal berpakaian hitam itu langsung mengepung Erwin.


"Erwin, hati-hati." Giselle memucat dan mengkhawatirkan keselamatan Erwin.


“Tenang saja, mereka tidak bisa menyakitiku!” Sudut mulut Erwin tersenyum ringan, dan segera bergegas ke depan dengan tinju terkepal.


Ketika kedua pengawal melihat Erwin benar-benar berani meluncurkan serangan, mereka menjadi tidak senang, tapi tinju mereka justru dihindari, begitu melihat ke bawah, Erwin yang sudah menunduk langsung meninju perut mereka berdua secara bersamaan.


Tenaga besar langsung membuat tubuh mereka mundur beberapa langkah.


Erwin memanfaatkan posisi mereka yang sedang goyah dan tidak seimbang untuk memberi mereka berdua tendangan kuat.


Hanya dalam sekejap, Erwin berhasil mengalahkan kedua pengawal itu.


“Masih mau?” Erwin bertepuk tangan dan berkata dengan ringan.


Tuan Timothy tercengang dan menatap Erwin dengan sedikit kepanikan di matanya, bocah sialan ini benar-benar jago bertarung.

__ADS_1


Tapi Giselle yang kekuatan Erwin yang sekuat itu, justru merasa sedikit kagum seolah seorang pangeran yang datang untuk menyelamatkannya.


"Giselle, kita selesai, kesepakatan ini batal." Tuan Timothy dengan marah mengatakan itu dan lari keluar dengan jubah mandi, dia takut akan dikejar dan dihajar oleh Erwin jika tidak buru-buru pergi sekarang juga.


Dan kata-kata Timothy barusan langsung membawa Giselle kembali ke kenyataan, kerja sama ini pada akhirnya gagal, setelah pulang nanti, ayahnya pasti akan mengusirnya dari keluarga Lawrence.


Aaron juga berjuang untuk bangkit dari tanah, dan berteriak pada Giselle dari kejauhan.


"Dasar lacur, lihat apa yang telah kau lakukan, bisnis 800 miliar hilang begitu saja, bagaimana kau menjelaskannya pada Ayah nanti, siap-siaplah untuk diusir dari rumah!"


Aaron sangat marah, ****** ini benar-benar mengacaukan segalanya, tetapi tidak apa-apa juga, meskipun kerja samanya tidak berhasil, tapi setidaknya Giselle akan dikeluarkan dari rumah keluarga Lawrence.


Memikirkan hal ini, suasana hatinya membaik, dan dia bergegas pulang untuk mengadu pada ayahnya.


“Giselle, ada apa ini? Apa aku merusak bisnismu?” Erwin memandang Aaron dan punggung pria gemuk itu, kemudian menarik kembali perhatiannya pada Giselle, yang sedih dan bertanya dengan khawatir.


"Bukan salahmu, ini pilihanku sendiri.” Giselle tersenyum sedih, dia tidak menyesali pilihan yang dipilihnya.


“Beritahu aku kerja sama apa yang dibicarakan pria gemuk itu denganmu, mungkin aku bisa membantumu?” kata Erwin.


"Tidak ada gunanya, alasan mengapa Timothy dari Sea Group memilih untuk bekerja sama dengan Laws Group kami itu jelas sedang mengincarku, karena sekarang aku sudah menolak, Timothy pasti tidak akan menandatangani kontraknya lagi."


Giselle mengambil napas dalam dan ingin melupakan masalah ini, karena semuanya sudah terjadi, jadi tidak ada gunanya jika dipikirkan teru, dan berkata pada Erwin lagi.


"Ngomong-ngomong Erwin, kamu juga mandi air panas di sini? Apa aku boleh ikut bergabung?"


“Boleh, Nora juga ikut, pergilah ke tempat Nora dulu, aku ingin telepon sebentar.” Erwin membawa Giselle ke depan pintu kamar pemandian air panasnya, lalu membiarkan Giselle masuk dulu untuk berendam di pemandian air panas dengan Nora, sementara dia sendiri berjalan keluar dan menelepon Damon.


Erwin berpikir untuk mencoba yang terbaik dalam membantu Giselle menandatangani kontrak kerja sama tersebut.


Telepon terhubung dengan cepat, dan Erwin langsung bertanya ke intinya.


"Damon, kamu kenal Timothy dari Sea Group?"


“Kenal, tentu saja kenal, High Build Group kita ini pemegang saham utama Sea Group, ada apa Tuan muda?” Suara Damon terdengar dari ponsel.


"Karena adalah pemegang saham utama, maka masalah ini akan lebih gampang, aku ingin Sea Group dan Laws Group menjalani kerja sama senilai 800 miliar dan membuat Timothy berlutut sambil memohon pada seorang wanita bernama Giselle untuk menandatangani kontraknya," kata Erwin dengan dingin.


“Baik tuan muda, akan segera kutangani.” Suara tegas Damon terdengar lagi

__ADS_1


Setelah menutup telepon, Erwin merasa jauh lebih baik, berbalik dan kembali ke kamar pemandian air panas.


__ADS_2