Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Mengalah


__ADS_3

Ketika melihat bahwa Erwin juga datang, wajah Vincent berangsur-angsur menunjukkan ekspresi tidak percaya.


"Erwin, kenapa kau tidak jatuh ke tebing?"


“Kenapa aku harus jatuh ke tebing? Bukannya sudah kuberitahu? Sebelum sampai akhir, siapa yang menang masih belum pasti," kata Erwin tersenyum sambil berjalan ke arah Vincent.


Vincent sedikit ketakutan sekaligus panik karena melihat Erwin masih baik-baik saja dan berdiri di depannya. Kenapa bisa begini?


"Kak Liam, Kak Liam, kenapa bisa begini? Kenapa dia ada di sini?"


Vincent mengalihkan perhatiannya ke Liam, dan firasat buruk muncul di hatinya.


“Iya? Ada apa memanggilku?” Liam melangkah maju ke arah Erwin.


"C-cepat singkirkan anak ini, dan wanita ini juga, bantu aku singkirkan mereka, akan kutambah 10 miliar lagi..." Vincent menunjuk Lisa dan Erwin dengan panik, jelas kemenangan sudah di depan mata, tapi mengapa situasi bisa menjadi seperti ini di saat-saat terakhir, walau begitu, dia masih ingin menggunakan uang untuk perjuangan terakhir.


“Tambah 10 miliar lagi?” Liam tersenyum, lalu mengulurkan tangannya dan menampar wajah Vincent secara langsung, rasa sakit yang perih pun mulai terasa.


“Cari mati ya? Ini Tuan Muda Smith kami dan kau berani mencoba melawannya? Kau itu cari mati namanya.” Liam berteriak dengan kejam, dan ingin membuat Vincent sadar akan situasi dengan jelas.


“Apa?” Vincent tampak tidak percaya, dan ketakutan yang mendalam muncul di dalam hatinya, sampai-sampai bisa membuat Liam begitu patuh, identitas Erwin jelas tidak sederhana.


“Vincent, masih mau melawanku?” Erwin sedikit membungkuk dan berkata dengan penuh ketertarikan.


Vincent tidak mau dipermalukan oleh bocah miskin pedesaan ini, tapi dia sedang dikelilingi oleh begitu banyak orang saat ini, sehingga dia tidak berani melawan. Namun, dia masih memiliki ayah dan keluarga Louis sebagai pendukung, jadi dia tidak sepenuhnya takut pada Erwin.


"Erwin, jangan pikir bisa menang hanya karena Kak Liam berpihak padamu, Ayahku adalah kepala Group milik keluarga Louis yang merupakan Group kelas atas di Kota Bandung, keluarga Louis kami juga keluarga kaya kelas atas di Kota Bandung, menyinggungku itu sama saja dengan menyinggung seluruh keluarga Louis, kau tunggu saja balas dendam dari kami."

__ADS_1


"Gitu ya?" Erwin berkata dengan ekspresi dingin dalam nada suaranya. "Seret keluar dan patahkan kakinya."


Vincent tidak menyangka Erwin akan begitu kejam, dan itu membuat wajahnya langsung memucat karena terkejut.


“Erwin, kau berani!?” Vincent ingin bertaruh, tapi dia jelas kalah lagi. Kak Liam memberi perintah, Vincent langsung diseret ke kedalaman hutan oleh dua bawahan Liam, kemudian yang terdengar hanya suara jeritan, dan kedua kaki Vincent sepertinya sudah cacat.


Erwin berjalan mendekat, dan menatap Vincent yang pucat sambil tersenyum di sudut mulutnya.


"Aku lupa memberitahumu satu hal lagi, walau seluruh keluarga Louis-mu itu menyerangku secara bersamaan, aku tetap tidak takut sama sekali. Sebaliknya, kalianlah yang akan kalah, kalau tak percaya, kau boleh menyuruh mereka coba."


Vincent menahan rasa sakit dan ketakutan yang meluap-luap, Erwin ini tampak mudah untuk dibully di saat seperti biasa, tapi begitu bersikap kejam, tindakannya layaknya iblis yang tanpa ragu sama sekali, bahkan kekuatan keluarga Louis saja tidak dia anggap.


“Erwin, kau menang.” Vincent berkata dengan sedikit frustrasi setelah kakinya cacar.


“Sudah tak bisa lanjut main lagi secepat itu? Pertunjukannya baru saja dimulai, aku bahkan berpikir ingin kau lompat ke tebing itu, dan menciptakan sebuah kecelakaan untukmu, bagaimana menurutmu?” Erwin tersenyum dan berniat menakut-nakutinya..


“Aku ingin kau mati.” Erwin berkata dengan tenang. Begitu suaranya keluar, dua pria berbaju hitam langsung mengangkat tubuh Vincent lagi dan berjalan ke arah tebing.


Kali ini Vincent benar-benar ketakutan dan terpana, dia diseret ke tepi tebing, dan di posisi maju selangkah lagi sudah terjatuh ke tebing, baru dia sadar bahwa Erwin tidak sedang menakut-nakutinya, tapi benar-benar akan membunuhnya, dan itu membuatnya ketakutan. Dia tidak berani lagi sama sekali, dan langsung berlutut sambil memohon belas kasihan pada Erwin.


"Erwin, aku salah, aku salah, kumohon ampuni aku, aku tak akan pernah berani melawanmu lagi, aku bisa memberimu apapun yang kau inginkan, selama kau mengampuniku."


Ketika berbicara, Vincent sudah tidak peduli lagi dengan citra dan bersujud pada Erwin, karena kepanikan di dalam hatinya telah mencapai puncak.


"Kau yang bilang ya, kau bisa memberiku apapun yang kumau?" Inilah kata-kata yang ditunggu Erwin dari Vincent, dia hanya ingin menakut-nakutinya, tujuan sebenarnya masih untuk mengambil alih perusahaan real estate milik Vincent yang bernilai lebih dari 2 triliun.


“I-iya, akan kuberikan apapun yang kau mau, selama kau mengampuni nyawaku.” Vincent mengangguk sebagai jawaban saat ini, karena kelangsungan hidup adalah yang terpenting sekarang, dan segala sesuatu di luar itu sudah tidak penting lagi.

__ADS_1


“Baiklah! Kalau begitu tandatangani perjanjian ini!” Erwin tersenyum dan mengeluarkan sebuah surat perjanjian, ini adalah perjanjian akuisisi real estat atas nama Vincent. Sebelum datang, Erwin sudah menyiapkannya.


"Aku akan membeli perusahaan real estat atas seharga 2 miliar," kata Erwin dengan ringan dan nada yang tak terbantahkan.


“Kau ingin membeli perusahaanku yang bernilai 2 triliun dengan 2 miliar?” Vincent menarik napas dalam, Erwin ini bahkan lebih menakutkan dari yang dia kira.


"Kenapa? Berubah pikiran ya? Bagaimana kalau kau yang berinisiatif lompat dari tebing, mati atau kecacatan tergantung keberuntunganmu." Erwin dengan dingin mengembalikan apa yang dikatakan Vincent kepadanya secara utuh.


“Akan kutandatangani, akan kutandatangani.” Vincent sudah hampir menangis saat ini. Perusahaan real estat ini bukan hanya semua kerja kerasnya, tetapi juga salah satu industri keluarga Louis, sekaligus merupakan alasan dia bisa terkenal di Kota Bandung, di mana letak muka dan harga dirinya ketika bertemu dengan kenalannya jika dia jatuh miskin dalam satu malam.


Namun, situasi saat ini sangat terpaksa dan dia tidak bisa menolak.


Menyaksikan Vincent menandatangani perjanjian, Erwin sangat puas.


“Bagus, sepertinya kau cukup mudah diajak berkompromi." Erwin mengambil perjanjian itu dan melihatnya dengan puas. Dalam sekejap mata, dia sudah berhasil mendapatkan sebuah perusahaan real estat.


Setelah Vincent selesai menandatangani, dia langsung melemah ke tanah dengan tatapan yang suram.


"Bawa dia ke rumah sakit." Erwin berkata dengan ringan, dan pada saat yang sama menyerahkan perjanjian itu kepada Liam sambil berkata, "Biarkan Damon yang mengurus masalah akuisisi perusahaan real estat milik keluarga Louis, dan sementara ini alihkan ke nama High Build dulu"


Erwin tidak ingin terlalu menghebohkan masyarakat, pada saat yang sama, dia juga ingin memperingatkan keluarga Louis, jangan berani bermacam-macam dengannya, dengan begini masalah akan berkurang.


“Baik, Tuan Muda Smith, akan segera saya tangani.” Liam mengangguk.


Pada saat yang sama, dia memerintahkan bawahannya untuk membawa Vincent, dan sedangkan dia sendiri akan menangani perintah Erwin.


Malam ini, Erwin benar-benar menginjak-injak Vincent, tidak hanya merampas kekayaannya, tetapi juga membuatnya ketakutan hingga tidak berani melawannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2