Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 160 Teriakan Minta Tolong


__ADS_3

Erwin telah tinggal di daerah Villa Fancy Garden semenjak kembali dari utara kota, sementara Damon secara pribadi menangani Perusahaan Real Estate Hype sambil dibantu oleh Doni, jadi Erwin tidak perlu khawatir.


Di sisi lain, Erwin sendiri sedang berbaring di sofa sambil melihat salinan data aset dan nilai pasar keseluruhan Perusahaan Investasi Erlin yang dikirim oleh Anita, bagaimanapun, perusahaan ini sudah milik Erwin, jadi Erwin tentu ingin tahu seberapa banyak kekayaan bersihnya saat ini.


“Tak kusangka asetku sudah hampir 30 triliun." Erwin kaget dengan jumlah kekayaannya sendiri, hanya dalam dua sampai tiga bulan, Erwin sudah mengumpulkan sebanyak itu, terlebih lagi rata-rata aset propertinya dimiliki sepenuhnya, yang membuatnya tersenyum.


“Dengan aset sebanyak ini dan 90% adalah industri yang menghasilkan uang, penghasilan per harinya sudah cukup banyak.” Erwin sangat puas dengan pencapaian kecil sekarang, meskipun masih tidak dapat dibandingkan dengan pencapaian ayah dan kakeknya, tetapi bagaimanapun, memiliki awal seperti ini sudah cukup baik.


Erwin dalam suasana hati yang baik hari ini, melihat bahwa Nora bangun kesiangan dan turun mencari sesuatu untuk dimakan, dia tidak bisa menahan diri dan bertanya,


"Nora, kamu tidak kerja hari ini?"


“Hari ini akhir pekan, kamu ingin aku kerja lembur? Aku tak mau.” Nora menguap dan mulai mencari makan di dapur, hal pertama yang dilakukan gadis ini ketika bangun adalah mengisi perut.


"Kalau begitu kebetulan sekali, nanti kita ke Klub Hiburan Square pusat kota, makan, mandi, pijat, dan bersantai di sana." Erwin teringat dengan janjinya dan kebetulan hari ini adalah waktu istirahat.


"Serius? Hebat! Aku ganti pakaian dulu,” ucap Nora dan buru-buru pergi ke kamar.


Pada saat yang sama, di rumah keluarga Lawrence pusat kota, Frendy Lawrence, kepala keluarga Lawrence, dengan serius mengingatkan Aaron di ruang kerjanya.


"Kerja sama dengan Sea Group yang bernilai 800 miliar kali ini, jangan sampai gagal."


"Jangan khawatir ayah, aku pasti akan menandatangani kontraknya dengan lancar, kudengar Tuan Timothy sangat menyukai wanita, terutama Giselle keluarga kita, yang sudah lama dia incar, bagaimana kalau Giselle ikut pergi denganku? Peluang berhasilnya pasti akan lebih tinggi.”


Aaron berkata dengan niat jahat, dia masih ingat bahwa beberapa hari yang lalu, ****** itu menampar wajahnya, jadi kebetulan kali ini bisa memberinya sedikit pelajaran.


"Tidak masalah, meskipun Giselle ini anak haram, tapi kemampuannya untuk menangani masalah jauh lebih baik daripada kalian, akan kusuruh dia ikut denganmu." Frendy setuju setelah berpikir sejenak, meskipun dia tahu Tuan Timothy ini sangat mesum, dan Giselle mungkin juga akan sedikit berkorban saat membahas kerja sama kali ini, tetapi untuk memastikan keberhasilan kerja sama, bukanlah masalah besar untuk mengorbankan putri haramnya.


"Turun dan bersiaplah dulu, sekalian panggil Giselle ke sini."


"Baik ayah" Jawab Aaron, kemudian keluar dari ruang kerja dengan senyum jahat.


Tak lama kemudian, Giselle yang seksi dan anggun masuk ke dalam ruang kerja.


"Ayah, ada apa mencariku?"


"Hari ini perusahaan kita akan ada diskusi kerja sama penting dengan Sea Group, aku khawatir Aaron tidak sanggup tangani dan mengacaukan segalanya, jadi kamu ikutlah dengannya dan pastikan untuk menandatangani kontrak yang senilai 800 miliar ini." Frendy dengan serius mengingatkan.


"Tuan Timothy dari Sea Group?” Giselle tahu bahwa orang ini sangat bernafsu terhadap wanita, setiap kali melihatnya, Giselle selalu ditatap dengan mata cabul, yang membuatnya merasa jijik.


"Aku tahu Tuan Timothy itu orangnya seperti apa, tapi kali ini bersabarlah, fokus pada keberhasilan kontraknya, jika ada pengorbanan, aku akan memberimu kompensasi." Kata Frendy dengan serius, matanya penuh dengan kepentingan bisnis, dia tidak peduli sama sekali apakah Giselle akan dirugikan nantinya.


"Aku mengerti Ayah." Giselle diam-diam mengepalkan tinjunya, inilah ayahnya, seorang pengusaha yang hanya mementingkan bisnis, walaupun tahu Tuan Timothy mungkin akan memanfaatkan kerja sama kali ini untuk mengincar Giselle, tapi Frendy tetap membiarkan itu terjadi.


Setelah berjalan keluar dari ruang kerja, Giselle merasa lelah, tetapi Aaron telah menunggunya di luar untuk waktu yang lama.


"Giselle, ingat, fokus pada keberhasilan kontrak! Jika kerja samanya gagal dan ayah marah, mungkin kamu yang akan diusir." Aaron mencibir jahat.

__ADS_1


“Tak perlu mengingatkanku, fokus saja kerjaanmu, jangan sampai jadi bebanku.” Giselle berkata dengan dingin.


Setelah berbicara, dia ingin kembali ke kamar, tapi Aaron mengingatkannya lagi dari belakang.


"Ngomong-ngomong, tempat diskusi kerja samannya di klub hiburan Square, dia sangat ingin bertemu denganmu di sana."


"Oke." Giselle mengerutkan kening, dia tahu apa dipikirkan Tuan Timothy dengan menentukan tempat seperti itu sebagai tempat diskusi kerja samanya.


Memikirkan hal ini, Giselle mulai sedikit khawatir tentang kerja sama sore nanti.


Klub hiburan Square adalah klub hiburan paling mewah di pusat kota, yang mencakup banyak item rekreasi seperti permainan catur dan kartu, mandi, pijat, karaoke, bar, dan lain-lain, tentu saja, ada juga ruang pertemuan bisnis, jadi ini adalah jenis klub hiburan yang sangat lengkap.


Saat siang hari, Erwin membawa Nora ke klub hiburan Square yang terkenal ini, garasi parkirnya penuh dengan mobil mewah, bukan hanya BMW, Mercedes-Benz, bahkan Bentley, Maserati, Rolls-Royce pun ada di mana-mana.


"Dekorasi ini benar-benar luar biasa." Ketika masuk, Nora kaget dengan dekorasi mewah di dalamnya, meskipun dia pernah ke beberapa klub hiburan kelas atas di ibukota, tapi jarang melihat dekorasi yang semewah ini.


“Kita makan siang dulu, terus mandi, lalu pijat.” Erwin telah mengatur rencana bersantainya, dan berencana untuk mengetes terlebih dahulu sebelum membawa Lina dan yang lainnya ke sini lain kali.


Lina harus sesekali bersenang-senang di tempat yang sebagus ini.


“Semua terserah kamu.” Pandangan Nora terhadap Erwin sangat berbeda hari ini, beberapa hari terakhir dia selalu disuruh melakukan pekerjaan rumah oleh Erwin, jadi tidak tahu sudah berapa banyak kali dia diam-diam mengutuk Erwin dalam hati.


Erwin membawa Nora ke restoran untuk makan terlebih dulu, bagaimanapun, dia memiliki Kartu Emas Tertinggi, jadi tidak butuh bayar untuk semua pengeluaran, jadi dia memesan banyak, sedangkan Nora juga memilih yang mahal-mahal, yang total makanannya memenuhi meja, dan membuat para pengunjung di sekitar tercengang.


“Nora, serius bisa habisin semua ini?” Erwin kehabisan kata-kata, Nora ini memesan lobster besar, foie gras, steak, dan lain-lain hingga satu meja penuh.


Melihat nafsu makan Nora, Erwin tanpa sadar juga ingin menikmati makanan di atas meja.


Mereka berdua melahap semua makanannya dan kembali membuat para pengunjung di sekitar terpana.


Setelah makan selama lebih dari satu jam, kedua orang itu menghabiskan semua makanan di atas meja, Erwin hanya merasa perutnya sangat kenyang, dia belum pernah sekenyang ini sebelumnya.


“Kalau sudah kenyang, ayo mandi! Lalu pijat selanjutnya." Erwin berdiri dan pergi ke tempat mandi, Nora yang mengelus perut buncitnya juga mengikuti Erwin.


Pemandian di sini juga dibagi menjadi banyak tingkat, tingkat terendah adalah banyak orang berbagi kamar mandi, sedangkan tingkat yang lebih tinggi adalah kamar mandi pribadi, yang paling mewah adalah kamar pribadi sumber air panas yang penuh dengan berbagai jenis bunga dan tumbuhan, yang setelah masuk bagaikan berada di taman yang terasa santai dan nyaman.


"Kami ingin kamar mandi pribadi tingkat atas." Dengan adanya Kartu Emas Tertinggi, Erwin otomatis akan memilih kamar mandi pribadi tingkat atas.


Nora juga sangat menantikan kamar mandi pribadi yang mewah ini.


"Silakan ikuti saya." Seorang wanita muda yang cantik memandu Erwin dan Nora ke depan sebuah pintu kayu yang didekorasi dengan indah, setelah membuka pintu kayu, dalamnya terdapat pemandian air panas pribadi.


"Dua tamu terhormat, kamar pribadi pemandian air panasnya di dalam, dan loker ganti pakaian ada di sebelah, jika ada keperluan silakan tekan bel pintu." Setelah wanita itu mengatakan ini, dia membungkuk dan mundur.


Erwin dan Nora mengabaikannya dan berjalan langsung ke dalam sambil menutup pintu kayu.


Melihat sekeliling, taman buatan di sini sangat bagus, dengan sumber air panas yang berada di tengah.

__ADS_1


"Aku ingin ganti pakaian, jangan intip-intip ya kamu!" Nora dengan serius memperingatkan Erwin sebelum ganti pakaian.


“Dengan bentuk tubuhmu itu, kasih lihat sekalipun aku tak mau.” Erwin langsung melepas pakaian.


Melihat Erwin yang sudah melepaskan pakaian, Nora tersipu dan buru-buru berbalik.


“Cepatlah, aku duluan ke pemandian air panas ya.” Erwin langsung melompat ke pemandian air panas hanya dengan mengenakan celana boxer, suhu mata airnya sangat pas, jadi begitu melompat masuk, rasanya sangat nyaman.


Nora yang melihat Erwin sudah melompat ke pemandian air panas, juga buru-buru ganti menjadi bikini yang memperlihatkan sebagian besar kulit putihnya. Tetapi di depan Erwin, dia masih sedikit malu dan tidak berani melepaskan kedua tangan yang ada di depan dada.


Kaki putihnya menguji suhu pemandian air panas, setelah memastikan suhunya masih dapat diterima, begitu dia sudah siap untuk turun, dia terpeleset, seluruh tubuh Nora jatuh ke pemandian air panas.


"Ah!" Nora tidak bisa menahan diri dan berteriak, untungnya reaksi dan gerakan Erwin cukup cepat, jadi Erwin bergegas menangkapnya, tapi posisi tubuh mereka berdua saat ini sangat ambigu.


“Kamu baik-baik saja?” Erwin terkena cipratan air, tetapi Erwin tidak begitu mempermasalahkan itu.


"Apa yang kamu lakukan! Turunkan aku dan menjauhlah dariku!" Nora merasa malu sekaligus gugup ketika seluruh tubuhnya dipeluk Erwin, terutama karena pakaian yang mereka berdua kenakan sangat sedikit sekarang


“Kamu yang terpeleset sendiri, kenapa menyalahkanku?!” Erwin langsung melepaskan tubuh Nora dengan kesal, dan berjalan ke samping.


Nora langsung jatuh ke dalam pemandian air panas, terminum beberapa teguk air panas sebelum berdiri, dan wajah cantiknya langsung menjadi tidak senang.


"Erwin sialan, aku, aku, aku gigit kamu."


Tidak peduli dengan pria atau wanita lagi, Nora langsung membuka mulut kecilnya dan menerkam ke arah Erwin.


"Kamu tidak sadar siapa tuanmu saat keluar bermain." Erwin tersenyum sedikit dan memercikkan air ke Nora, Nora yang berteriak begitu terkena cipratan air juga membalas Erwin.


Mereka berdua bermain cukup lama sebelum perlahan terbiasa berada di pemandian air panas yang sama satu sama lain.


"Nyaman sekali." Nora mengapung di sumber air panas sambil menikmati ketenangan jangka pendek.


Erwin juga menutup mata dan mengapung dengan tenang.


Tapi setelah beristirahat sebentar, tiba-tiba terdengar teriakan suara yang familiar, seolah-olah itu berasal dari kamar pribadi pemandian air panas sebelah.


“Kenapa suaranya mirip Giselle?” Erwin tiba-tiba membuka mata dan membangunkan Nora pada saat yang bersamaan.


"Nora, apa kamu dengar seseorang yang berteriak di sebelah? itu suara Giselle ya?"


Nora langsung mendengarkan dengan seksama.


"Sepertinya Kak Giselle yang berteriak minta tolong, haruskah kita pergi lihat?"


"Kamu tetap di sini, biar aku aja yang pergi lihat." Erwin melompat keluar dari pemandian air panas, lalu mengenakan jubah mandi dan berjalan keluar.


Begitu berjalan ke kamar pribadi sebelah, dia melihat Giselle yang mengenakan jubah mandi putih sedang berlari keluar dengan panik, tapi dihentikan oleh beberapa pengawal dan Aaron di luar.

__ADS_1


__ADS_2