
Kekuatan Paman Joni ini memang sangat kuat, serangan cengkraman teknik WD ini membuat membuat Erwin sedikit kaget.
Untungnya Erwin itu bukan tipe Tuan muda yang hanya bisa berfoya-foya, menghadapi cengkraman tersebut, Erwin langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengeluarkan teknik pencak silat, karena Erwin juga ingin mencobanya perbedaan kekuatannya dengan master bela diri.
"Mau melawan?” Mulut Paman Joni berkedut menghina, dia pikir orang biasa seperti Erwin itu bukan lawannya sama sekali, tapi begitu cakar dan tinju dikeluarkan, justru dia tidak mengambil keuntungan apapun.
Meskipun hanya mengeluarkan 30% kekuatan, tapi hasilnya ternyata imbang dengan Erwin, yang benar-benar mengejutkannya.
"Ternyata pencak silat." Paman Joni sedikit terkejut saat saat melihat teknik Erwin secara sekilas.
Erwin menstabilkan tubuhnya setelah mundur beberapa langkah, dia harus menggunakan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan cengkraman barusan, dapat dilihat bahwa kekuatan Paman Joni ini memang menakutkan.
Sedangkan Farel dan Chris yang menonton di samping juga terkejut melihat Erwin yang dapat bertahan setelah menerima serangan dari Paman Joni.
“Orang ini bisa bela diri juga?” Ini sungguh di luar dugaan mereka.
"Tidak buruk juga." Setelah mengatakan itu, Paman Joni mendengus dingin dan mencengkram Erwin dengan kedua tangan lagi.
Kali ini Erwin tidak berani maju sembarangan dan langsung berteriak keras.
"Ada pengacau di sini!"
Begitu kata-kata itu keluar, semua orang tiba-tiba melihat ke arah mereka, serangan Paman Joni langsung melambat, dan itu memungkinkan Erwin untuk lolos.
Balai Seni Bela Diri Pencak Silat ini adalah kandang Erwin, karena ada petinju hitam, serta tiga master yaitu Leona, Sharon dan Lisa, jadi Erwin benar-benar tidak takut pada Paman Joni, dan berteriak pada kerumunan,
"Tiga orang ini datang untuk mengacau, cepat kepung mereka."
Kerumunan mulai heboh, banyak orang yang hadir di sini mengenal Erwin, jadi terkejut begitu melihat adegan ini, dan bergegas maju untuk mengepung Paman Joni dan yang lainnya. Yang pertama tiba adalah beberapa petinju hitam, karena mereka semua itu digaji oleh Erwin, jadi tentu saja memprioritaskan Erwin.
__ADS_1
"Kau mau ngapain? Berani mengacau di sini? Cari mati ya?" Beberapa petinju hitam mengepung Paman Joni dan memperingatkan dengan keras.
Farel dan Chris sampai gemetar begitu melihat orang yang datang semakin banyak, sedangkan Paman Joni masih sangat tenang.
“Paman Joni, kita mundur sekarang?” Farel berkata setelah diam-diam menelan seteguk air liur.
“Tidak, akan kutangkap Erwin hari ini juga.” Paman Joni memperlihatkan teknik cakarnya dan mencengkram petinju hitam yang mengepungnya sambil memasang mata dingin.
Beberapa petinju hitam yang melihat Paman Joni berani menyerang, otomatis juga tidak akan segan, dan bekerja sama untuk menyerang pada saat yang bersamaan.
Sedangkan orang-orang di sekitar yang melihat ini buru-buru mundur dan memberi ruangan secara tanpa sadar.
Namun paman Joni tidak kalah dalam pertarungan yang kalah jumlah ini, melainkan beberapa petinju hitam itu tidak dapat bertahan lebih dari dua gerakan Paman Joni yang menggunakan kekuatan penuh.
Hanya dalam sekejap, empat petinju hitam sudah tumbang satu per satu.
“Paman Joni ini kuat sekali, sepertinya cengkraman barusan itu cuma pakai sedikit kekuatannya.” Erwin diam-diam menelan seteguk air liur, jika Paman Joni itu mengeluarkan seluruh kekuatan dalam cengkraman pertama barusan, maka Erwin tidak mungkin bisa bertahan sama sekali.
“Erwin, akan kubuat kau jadi cacat hari ini.” Setelah Paman Joni mengalahkan empat petinju hitam, dia bergegas ke arah Erwin lagi, kali ini dia tidak akan lengah lagi dan berencana untuk mengerahkan seluruh kekuatannya, karena akan merepotkan kalau master pencak silat yang lain tiba.
Sebelum Erwin sempat bereaksi, cakar elang sudah ada di depan mata, untungnya Sharon tiba tepat waktu dan menangkap serangan cengkraman Paman Joni.
"Tuan, ini hari pertama pembukaan Balai Seni Bela Diri Pencak Silat Raung Mountain kami, bukannya kamu ini terlalu tidak menghormati Pencak Silat Raung Mountain kami? "Sharon mengerutkan kening, siapapun boleh disakiti tapi tidak pada Tuan mudanya, terlebih lagi di Balai Seni Bela Diri Pencak Silat, yang bahkan lebih tak tertahankan emosinya.
“Kalahkan aku dulu kalau mau dihormati.” Paman Joni tampak sangat arogan, dan lanjut menyerang detelah menyingkirkan gengaman Sharon.
Sharon tidak berani meremehkan musuh, karena di sini sangat ramai, kalau sampai kalah Pencak Silat Raung Mountain pasti akan kehilangan muka, terlebih lagi ini adalah hari pertama pembukaan Balai Seni Bela Diri Pencak Silat, kekalahan akan membuat orang-orang menjadi meremehkan Pencak Silat, ini terkait dengan reputasi Pencak Silat Raung Mountain mereka.
"Kalau begitu aku tidak akan segan-segan." Sharon berteriak dan menyerang Paman Joni.
__ADS_1
Keduanya langsung bertarung di satu tempat dengan sengit, dan penonton juga terus mundur.
Ini berbeda dengan pertarungan dalam kompetisi eksibisi atau drama TV, ini adalah pertarungan nyata dengan gerakan bela diri, pukulan yang mengenai tubuh secara langsung, yang ditambah dengan gerakan seni bela diri yang indah, sehingga membuat penonton bersemangat.
Pada saat yang sama, itu juga memungkinkan mereka untuk benar-benar keberadaan seni Bela diri yang nyata, yang membuat penonton merasa kagum.
"Hebat, ternyata inilah seni Bela diri."
"Tak kusangka seni bela diri itu nyata, sungguh pertarungan yang bagus."
"Keduanya sama-sama hebat, tapi yang tua itu sepertinya lebih unggul."
...
Mata semua orang benar, setelah lebih dari sepuluh putaran, serangan Sharon berangsur-angsur melemah, bukan tidak kuat, tetapi karena Paman Joni tampaknya sudah memahami pola serangan Sharon, sehingga terus menekan dengan serangan yang ditargetkan, ini membuat Sharon merasa tidak punya ruang untuk lolos sama sekali.
Bagaimanapun, Paman Joni itu hampir dua puluh tahun lebih tua dari Sharon, dan kaya akan pengalaman bertarung, jadi setelah membaca pola serangan Sharon, dia memulai serangan yang ditargetkan, yang secara bertahap memberinya keunggulan.
"Gawat, serangan senior terbaca." Lisa yang menonton di samping diam-diam merasa cemas.
Erwin juga sadar kekuatan Paman Joni ini bahkan lebih kuat dari master Wing Chun yang ikut dengan Drake, Erwin juga doam-diam menghela nafas tak berdaya, karena Perguruan tinju WD ini memang penuh dengan master kuat, karena salah satu master saja sudah menyulitkan seperti ini.
Pada saat ini, pertarungan masih berlangsung, setelah adu tinju puluhan gerakan kemudian, Sharon pada akhirnya dipukul mundur oleh tinju elang Paman Joni hingga mundur beberapa langkah.
"Ternyata Pencak Silat cuman segini." Mulut menghina Paman Joni terangkat, yang membuat Sharon dan yang lainnya sedikit marah, tapi begitu hendak maju untuk bertarung lagi, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari kerumunan.
"Kau masih belum lihat Pencak Silat Raung Mountain yang sebenarnya, dengan teknik murahan Perguruan WD-mu itu kau berani sesombong itu di Balai Seni Bela Diriku?!"
Begitu suara itu terdengar, seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah abu-abu dan berjanggut abu-abu berjalan keluar dari kerumunan sambil membawa sbeuah pedang panjang, kemudian mengangkat kepalanya dengan tinggi dan memberikan kesan agung.
__ADS_1